
setelah kesepakatan maksim dengan axel.axel berpacaran dengan jane
selama pacaran axel tidak peduli pada jane yang penting axel selalu memberi uang padanya untuk shopping
hingga kerja sama axel dan maksim selesai axel memutuskan jane tetapi jane malah mengancam axel kalau ia akan bunuh diri.
axel sama sekali tidak peduli dengan keputusan jane toh axel juga sudah sering menembak orang mungkin karena itu simpati axel terhadap jane tidak ada sama sekali
tetapi maksim malah marah marah pada axel menyuruh axel untuk menahan jane agar tidak melakukan hal bodoh
"untuk apa aku melakukan itu,itu kan sudah pilihan dia"ucap axel
bugh!
maksim memukul wajah axel.axel merasa tidak senang axel langsung membalas pukulan maksim liam langsung melerai mereka berdua
"kita lihat saja pasti wanita bodoh itu tidak akan melakukan seperti itu"ucap axel
"bagimana kau bisa berkata seperti itu kalau jane melakukannya gimana?"tanya liam
"tidak akan,percaya lah besok dia pasti akan datang lagi ke kantor ku"ucap axel
yang axel katakan benar jane datang seakan akan tidak pernah terjadi apa apa
axel membiarkan jane leket padanya sampai axel bertemu dengan calla
end
"maksim kenapa kau berencana untuk membunuh calla?"tanya liam
"aku tidak ada berencana untuk membunuh calla aku memang bekerja sama dengan jane agar perusahaan axel kembali pada ku.aku sudah membuat perjanjian pada jane kalau kita tidak boleh membunuh calla atau pun axel tetapi jane melangarnya"ucap maksim
__ADS_1
"oh jadi jane sendiri yang ingin membunuh calla"ucap liam
bugh!
axel menendang perut maksim "kenapa kau bisa menyukai wanita yang bodoh seperti ini"ucap axel
"jane"panggil axel
jane menoleh ke arah axel "axel aku tau kau mencintai ku kau hanya berpura pura kan di depan jala*g itu"ucap jane
axel tertawa mendengar ucapan jane yang menyebut calla dengan sebutan jala*g
axel berjongkok di hadapan jane.jane tersenyum melihat axel di hadapannya"aku tau kalau kau menyukai ku"jane
"jane yang jala*g itu adalah kau bukan calla"ucap axel
"jane letakan tangan mu di lantai"ucap axel
"aku hanya ingin melihat tangan mu yang cantik"ucap axel
jane dengan PD makin memajukan tangannya agar terlihat oleh axel
"tangan mana yang kau gunakan untuk menembak?"tanya axel
"jane diam"ucap maksim seakan maksim tau apa yang akan dilakukan axel
"sayang di jawab dong tangan kanan atau kiri"pancing axel
"kenapa kau ingin tau"ucap jane
"tentu saja aku ingin tau karena aku ingin memakaikan cincin di tangan tersebut"ucap axel
__ADS_1
"tangan kanan"jawab jane dengan cepat dengan menujukan senyum
"janee!!"teriak maksim memarahi jane
sedangkan mia hanya terdiam karena ia sangat ketakutan setelah berbicara pada jane pasti selanjutnya axel akan berbicara padanya
"shttt..."axel ke arah maksim
"kenapa kau sangat ribut lihat lah jane dia sangat senang"ucap axel
axel berdiri seperti mengambil sesuatu dari kantong celananya
akhhh!!!!"teriak jane
"jane!!!"maksim "kakakk"mia teriak mereka berdua histeris
axel menjatuhkan pisau ke tangan kanan jane membuat tangan jane tertancap oleh pisau tersebut
"lihat jane indah bukan itu hadia ku untuk mu"ucap axel
"bangs*t" teriak jane kesakitan
"sakit ya?nikmati lah rasa sakitnya bukannya kau melakukan itu juga pada istri ku bedanya kau menembak nya hingga ia tidak sadarkan diri.sedangkan kau hanya tertusuk pisau yang tidak seberapa sakitnya"ucap axel pergi meninggalkan mereka
"liam urus mereka"ucap axel
axel kembali ke rumahnya karena tidak mungkin kalau ia ke rumah sakit dengan celana terkena cipratan darah
setelah bersih bersih axel pergi lagi ke rumah sakit .setelah axel kembali ke rumah sakit mama calla pamit pulang
"hii sayang aku datang lagi.aku sudah menghukum jane walaupun tidak seberapa dengan rasa sakit yang kau terima.sebenarnya aku ingin membunuhnya tetapi aku takut kau tau kalau aku membunuhnya pasti kau akan marah pada ku jadi aku menolak keinginan ku jadi aku hanya menancapkan pisau di tangannya saja kok"ucap axel merapikan rambut calla
__ADS_1
"cepat bangun aku menunggu mu"ucap axel mengecup dahi calla