
"om saya akan menikahi aria"max blak blakan
"apa!!"axel terkejut
"dedee"aaron
"ga boleh papa ga setuju ma telepon adien"axel
brak!!
adien datang "apa apaan ini"adien
"tenang bang"calla
"papa engga setuju pokoknya dede kan masih kuliah"axel
"tapi pa selesai nikah dede tetap lanjut kuliah kok"aria
"kapan kalian pacaran?"aaron
"beberapa minggu yang lalu"aria
"aria kamu tidak boleh memutuskan langsung menikah gitu dong,kamu juga baru kenal dengan max kan"calla
"engga ma aria dan max saling mencintai"aria
"stop!! dede ikut abang"adien
"iyaa"aria
"abang kan uda bilang jangan dekat dekat dengan max kenapa malah mau nikah"adien
"tapi bang aria sayang sama max"aria
"engga pokoknya abang ga akan setuju,kamu dipaksa oleh max kan"adien
"engga bang aria engga dipaksa"aria
"pasti kamu dipaksa jujur sama abang"adien
"engga bang aria mohon,kalau abang ga mau yah uda aria pergi aja dengan max"aria meninggalkan adien
"baji*gan"adien memukul tembok
adien kembali ke ruang tamu "pahh pliss setuju yaa"aria
"engga papa engga setuju"axel
"yah uda"aria menarik tangan max "aria mau kemana!"teriak adien
__ADS_1
"bukan urusan abang"aria
lagi lagi max dan aria ke pantai "max aku sudah tau bakal terjadi seperti ini tapi ada yang ingin kutanyakan"aria
"apa?"max
"kamu dan abang ku ada masalah apa?"aria
"bukan masalah besar"max
"tapi kenapa abang ku sebenci itu?"aria
"entah lah mungkin dia hanya khawatir kalau adik perempuan satu satunya dengan pria seperti ku"max
"huftt kalau kita tidak diizinkan menikah gimana?"aria
"tenang saja"max
"tapi bener ya 1 tahun saja kan"aria
max mengganguk "aku memiliki 1 syarat lagi"aria
max menoleh ke arah aria "apa itu?"max
"tidak boleh ikut campur soal urusan ku mau pun sebaliknya"aria
............
aria masuk ke dalam rumah di ruang tamu semua sedang berkumpul.tapi aria memilih mengabaikannya
"aria duduk"panggil axel
aria duduk di hadapan mereka semua "kenapa?"aria
"kamu beneran cinta dan sayang pada max?"axel
aria mengganguk "pah aria akan tetap milik kalian"aria
"aria pernikahan itu bukan permainan yang sekalinya sudah bosen ditinggalkan.pernikahan itu suci"calla
"aria paham ma"aria
"kamu benar benar mau menikah dengan max?"adien
"ia bang"aria
"adik bontot kuu,jangan tinggalkan abang"aaron memeluk aria
"aku tidak akan meninggalkan abang atau pun kalian semua.aku akan tetap milik kalian"aria
__ADS_1
axel memalikangkam wajahnya terlihat memerah "pah jangan nangis"aria
"papah engga nangis"axel
"baiklah kami setuju dengan pernikahan kamu dengan max"adien
"serius bang!! makasihh"aria teriak
"kapan kalian akan menikah masih 5/6 bulan lagi kan"axel
"mungkin 5/6 hari lagi"aria
jeder!!
axel,adien dan aaron mendengar itu seperti tersambar petir "seriuss"axel
"ia pah"aria
"kok cepet"axel
"yah mana aria tau,kan yang keluar duit bukan aria jadi aria mah santai santai aja"aria
"apa apaan ini cepet banget papa engga terimaa"axel
"tenang paa,kalau uda nikah aria tetap sering kesini kok"aria
"janji ya tapi papa ga ikhlas anak papa satu satunya"axel
"papa jangan lebay deh masih ada aaron"calla memukul pundak axel
adien menatap tajam ke arah aria "k-kenapa bang"aria menjadi gugup
"engga apa apa"adien
............
"max keluarga ku uda setuju,kapan kita menemui orang tua mu"aria
"ga perlu,mereka juga ga akan peduli"max
"kenapa begitu bukannya mereka yang ingin menjodohkan mu"aria
"ia tapi ah sudah lah kamu tidak perlu memikarkan mereka"max
"o-oh ok"aria bingung.
"besok kita akan fitting dress"max
"ok"aria
__ADS_1