
"mia"ucap calla
calla melihat mia sedang duduk di ruang tamu
"oh hii axel tadi aku mendapat berita kalau calla hamil?"tanya mia
axel menatap calla lalu pergi meninggalkan calla dan mia disitu
"apa kau mandul?"bisik mia
calla seketika badan nya berasa kaku mendengar ucapan mia
"a-apa maksud mu mia"ucap calla
"kalau kamu tidak mandul kenapa hingga sekarang kamu belum memiliki anak"ucap mia
calla tidak bisa berkata apa apa lagi badan calla bergetar menahan air mata agar tidak jatuh
"apakah seorang dokter pantas berbicara seperti itu"ucap bi jum berada di belakang calla
"saya berkata yang benar bukan"jawab mia
"non calla tidak mungkin mandul hanya tuhan belum memberikan rezeki pada non calla"ucap bi nem
"ya terserah"ucap mia pergi
calla melihat mia tidak pergi pulang melain kan keatas menuju ruangan axel
bruk!
calla terjatuh lemas dan air mata sudah mengalir sejadi jadi nya
bi jum dan bi nem melihat itu langsung memeluk calla "sudah non jangan di pikirkan"ucap bi nem
"bi apa benar yang dikatakan mia,apa benar aku mandul tapi kenapa saat aku di rumah sakit dokter itu tidak mengatakan apa pun"ucap calla terseduh seduh
"tidak non mungkin tuhan hanya menunggu waktu yang pas jika waktu nya sudah tiba tuhan akan memberi suatu yang sangat berharga untuk non dan tuan axel,percaya pada bibi non tidak mandul"ucap bi jum mengusap usap punggung calla
__ADS_1
"terima kasih bi"ucap calla memeluk bi nem dan bi jum
calla pun baru mengingat tadi mia pergi menuju ruangan axel mau apa dia
"bi aku ke atas dulu perasaan ku tidak enak membiarkan axel dengan mia"ucap calla
calla pun langsung mecari ternyata mereka sedang di ruang kerja axel.
calla pun masuk ke dalam ruangan dan melihat wajah dingin axel menatap ke arah calla
"kenapa?"tanya calla
"mia tolong keluar"ucap axel
mia keluar dan tersenyum melihat ke arah calla
"kamu mandul?"tanya axel
rasanya jantung calla hilang entah kemana bahakan suami nya berkata seperti itu padanya
"axel engak"ucap calla badan calla sudah bergetar
"axel maaf,tapi aku yakin aku tidak mandul hanya tuhan belum kasih rezeki ke kita"ucap calla yang masih menangis
"aku ga apa apa"ucap axel
"beneran?"tanya calla menatap axel
"iya kalau gitu ayo kita coba lagi"ucap axel mengangkat calla dan membawanya ke kamar
"axel.....axell tunggu sebentar"ucap calla
axel tidak mendengarkan calla axel tetap membawa calla
mia yang melihat itu merasa kesal "kita lihat saja nanti"ucap mia
beberapa jam kemudian
__ADS_1
calla dan axel keluar karena sudah merasa lapar
"axel gara gara kamu ini pinggang aku sakit"ucap calla
"sakit ya"ucap axel mengelus pinggang calla
"yah uda kalau gitu kamu ga usah masak suruh chef aja"ucap axel
calla mengangguk kan kepala setuju
"hi axel calla aku uda masak untuk kalian"ucap mia
"kenapa kamu masih disini?"tanya calla
"aku menghawatirkan keadaan mu cal,ayo duduk"ucap mia
mia dan axel pun sudah makan
"kamu kenapa ga makan?"tanya axel
calla menatap makanan yang mia masak "aku tidak ingin makan ini mana tau ada racunnya"ucap calla
"tidak mungkin mia memasukan racun di makanan ini,ini aku sudah makan aku baik baik saja kok"ucap axel
"aku hanya antisipasi"ucap calla menatap ke arah mia
"yah uda kalau gitu aku aja deh yang makan,kamu suruh chef masak aja"ucap axel menarik piring milik calla
"hm-ehh axel lebih baik jangan dimakan"ucap mia gelagapan
calla tertawa melihat tingkah mia "mia kenapa kamu panik sekali mungkin suami ku menyukai masakan mu"ucap calla
"lebih baik ini di buang saja,bii tolong buang ini ya tidak bagus untuk axel kalau memakan 2 porsi soalnya ini terlalu berminyak axel bisa kolestrol"ucap mia
"sayang dong kalau dibuang kenapa enga kamu aja yang makan mia"ucap calla menatap mia
"ck bi buang saja makanan itu dan suruh chef memasak yang baru untuk calla"ucap axel
__ADS_1
"baik tuan"ucap bi nem