
axel yang mendapat telepon dari dave langsung meninggalkan rapatnya dan menjadi kebingungan sendiri
ting!
axel membuka ponselnya dan melihat nomor yang tidak dikenal mengirim foto
axel menjadi sangat marah saat melihat foto tersebut foto itu menunjukan foto calla yang sedang diikat dan pingsan
axel melihat lagi pesan yang dikirim oleh orang gila itu datang lah ke gedung XXX kalau kau masih ingin melihat istri dan anak mu hidup
axel menggertakkan gigi nya axel berlari menuju parkiran
"woy!"teriak liam
axel tidak memperdulikan liam yang penting saat ini ia harus bertemu dengan calla
"sih anjir uda ninggalin meeting gitu aja di panggil ga jawab"oceh liam
axel berlari ke parkiran dan langsung melaju ke tempat yang disuruh
ting!
notif ponsel axel bunyi
axel melihat calla mengirim lokasi dimana dia berada dengan kalung gps yang ia beri (eps 83)
axel langsung memutar arah ke arah mengikuti lokasi yang calla beri
axel menelepon bodyguard nya yang lain untuk mengcek gedung XXX dan juga axel menyuruh ellia,liam dan dave menyusul ke tempat calla berada.
axel marah marah di mobil karena jalanan macet "sial"axel memukul setir mobil
axel menelefon polisi untuk membukaan jalan
tidak lama axel sampai di tempat lokasi yang calla berikan
axel tidak lupa mengantongi beberapa pistol untuk berjaga jaga.axel masuk ke dalam gudang itu
prok! prok!
seseorang menpuk tangannya saat melihat axel masuk ke gudang itu.
"wow axel masih sama seperti dulu ya tetap sigap"
"maksim"teriak axel
"wahh jangan marah dong ini kan cuma permulaan"maksim menepuk pundak axel
axel memutar tangan maksim "akh"teriak maksim kesakitan
"dimana istri ku sebelum tangan ini aku buat putus"ucap axel
"di ruang sebelah"maksim
axel menyeret maksim hingga ke ruangan sebelah
"calla"teriak axel
axel mengikat maksim agar tidak bisa melakukan apa apa
calla membuka matanya perlahan axel membuka ikatan yang berada di mulut calla "axel keluar"teriak calla
__ADS_1
axel tidak memperdulikan calla axel membuka ikatan yang berada di tangan calla
"axel keluar ku mohon"ucap calla menangis
bruk!
axel memukul body guard maksim "kalian pikir aku tidak tau keluar dari tempat persembunyian kalian"ucap axel
tiba tiba axel tertawa "haha ok kita mulai"axel
axel langsung mengeluarkan pistol nya
dor! dor!
axel menembak semua bodyguard milik maksim bahkan yang sedang bersembunyi pun langsung meninggal
"maksim kenapa kau melangar perjanjian"ucap axel menekan pistop di kepala maksim
maksim tersenyum ke arah axel "persetanan dengan perjanjian kau merebut kembali perusahan itu kan"maksim
"tidak"axel menjawab dengan santai
bugh!
maksim memukul wajah axel hingga axel tersungkur "axell"teriak calla yang sedang membuka tali di kakinya
maksim duduk di atas badan axel "bohong kau yang merebut perusahan ku"maksim
"sepertinya aku mengikat mu kurang kuat"axel tersenyum membuang ludah ke sembarangan arah
bugh!
axel memukul kepala maksim menggunakan pistol yang ia pegang
"bukannya kau yang bodoh tidak bisa mengurus perusahaan itu"axel menginjak perut maksim
tiba tiba suara high heels sangat bergema di gedung itu.
"axel apa kabar"jane mendekat ke arah calla
"lihat perut calla sudah sangat besar ya aku harap wajah anak ini lebih baik mirip kau axel dari pada mirip wanita jala*g ini"jane mengelus perut calla
calla menghempaskan tangan jane "jangan pernah menyentuh perut aku dasar bajin*an"calla
"wow lihat lah axel istri mu sudah berani mengucapkan kata kata kasar"jane mencengkram rahang calla
"jane lepas"teriak axel,axel mengarahkan pistol ke arah jane
"aku tidak akan segan segan untuk menbunuh mu"axel
"sebuah kehormatan meninggal di tangan tuan axel"jane smirk ke arah axel
"dasar wanita gila"axel
Dor!
tubuh calla meneggang wajah calla tergores sedikit karena peluru axel untung saja peluru axel melesat tidak mengenai kepala calla
"AXEL!!"teriak calla histeris melihat axel jatuh tertembak oleh mia dari belakang
axel memegangi bahunya "axel"calla berlari ke arah axel memeluk axel
__ADS_1
jane melihat calla dan axel sangat akrab itu menjadi sangat marah iri dendam menjadi satu
"hahaha axel! jawab pertanyan ku"teriak jane
axel dan calla melihat ke arah jane "apa kau pernah mencintai ku"teriak jane
"tidak aku tidak pernah sekali pun mencintai mu"jawab axel
jane tertawa paksa dan menghapus air matanya yang mengalir "aku memang tidak pernah mencintai mu tapi yang benar benar mencintai mu adalah maksim"axel melirik ke arah maksim
"aku tau tapi aku tidak peduli aku hanya mencintai kau axel"ucap jane
"KARENA WANITA INI KAN KARENA DIA KAU TIDAK LAGI BERSAMA KU"teriak jane
"karena kau tidak bersama ku lagi jadi dia juga tidak boleh bersama mu"jane tertawa
dor!
jane menembak ke arah dada calla
"janee"teriak maksim langsung memeggangi bahu jane
"jane kau gila ha! dia sedang hamil jane......sadar jane"teriak maksim ke arah jane
jane menangis di pelukan maksim
axel tidak bisa berkata kata melihat calla kesakitan axel menutup darah nya agar tidak mengeluarkan darah lebih banyak
"s-sayang apa pun yang terjadi kau harus menyelamatkan anak kita aku akan bertahan untuk anak kita"ucap calla mengelus wajah axel
"jangan tutup mata lihat aku.aku mencintai mu"teriak axel "sayang jangan tidur buka mata bukaa"teriak axel memaksa calla membuka mata
"aku juga mencint..ai...mu"calla menutup mata
"CALLAAA!!!!" teriak axel menangis
axel mengangkat calla "sayang bangun jangan tidur...jangan tinggalkan aku sendiri lagi....sayang"axel
"calla"teriak ellia yang baru sampai axel membawa calla masuk ke dalam mobil
ellia duduk di belakang menahan luka calla axel dengan cepat mengendarai mobil nya
calla langsung masuk ke UGD dan langsung di lakukan operasi untuk mengeluarkan peluru yang ada di dada calla
"lakukan apa pun itu yang terbaik aku akan membayarnya kalau ingin perusahaan ku akan ku beri selamat kan istri ku"ucap axel pada dokter
"kami akan melakukan yang terbaik untuk istri bapak"ucap dokter meninggalkan axel
ellia menengakan axel "axel sebaiknya kau juga di obatin kau juga luka"ucap ellia
"tidak,aku tidak apa apa"ucap axel
"axel aku yakin calla bertahan.calla orangnya tidak mudah menyerah.percaya lah pada calla dia pasti baik baik saja"ucap ellia menahan air mata nya di hadapan axel
"sana kau harus diobatin dulu kalau calla tau dia akan memarahi aku.kau harus kuat kalau kau kuat pasti calla juga akan kuat"ellia menyemangati axel
"sana pergi lah aku akan disini menunggu calla"ucap ellia
akhirnya axel juga mau pergi diobatin "calla kau harus kuat jangan tinggalin suami dan anak mu.bukannya kau juga ingin melihat aku menikah,bukannya kau ingin menjodohkan anak mu dengan anak ku"oceh ellia menangis hingga tidak berhenti
"ellia"teriak liam berlari ke arah ellia
__ADS_1
ellia langsung memeluk liam dan menangis di pelukan liam
"shtt jangan nangis lagi calla pasti baik baik saja"liam menengkan ellia