
"pagi"max mencium kening aria
"pagi ini sarapan dulu"aria
"jadi gimana?"tanya max
"apanya gimana?"aria
"apa kamu mau kita tidak akan melanjutkan kontraknya dan beri aku kesempatan?"max
"aku tidak tau,aku bahkan belum mengetahui diri mu sepenuhnya beri aku waktu lagi"aria
"baiklah,hari ini kamu berencana mau kemana?"max
"ga ada"aria
"kalau gitu ayo kita jalan jalan"max
"kemana?"aria
"ayo ke villa kemarin"max
"okk aku siap siap dulu kita menginap kan??"aria
"ia"max
pantai..
"wahh pas banget ayo kita lihat sunset dulu"aria menarik tangan max
"kenapa kamu begitu suka pantai?"max
"ehm...entahlah padahal dulu aku memiliki kenangan buruk dengan pantai,dulu aku hampir tengelam saat berenang untung saja bang adien melihat aku yang terbawa oleh ombak bang adien langsung memanggil papa,semenjak itu aku tidak berani ke pantai lagi tapi semenjak SMA aku mulai memberanikan diri ke pantai lagi.tapi aku terdiam di depan pintu masuk pantai disaat itu aku bertemu dengan seorang pria dan menanyakan pada ku "kenapa ga masuk?" dan aku menjawab kalau aku takut kejadian dulu terulang kembali. tapi pria itu meyakinkan diri ku kalau sebenarnya aku tidak pernah takut ke pantai.semenjak kejadian itu entah kenapa ketakutan itu hilang begitu saja dan aku mengangap pantai itu adalah teman karena saat mendengar ombak hati dan pikiran ku menjadi tenang"aria
"apa pria itu ganteng?"max
"hahaha entah lah saat aku berjumpa dengannya aku sedang patah hati jadi saat itu yang ada di pikiran ku yang ganteng hanya mantan ku"aria
"aku jadi penasaran apa dia sudah tua?"max
"ehmm mungkin saar itu dia hanya berbeda beberapa tahun dengan ku"aria
"kalau kau bertemu dengannya apa yang akan kau lakukan"max
__ADS_1
"aku akan berterima kasih padanya karena dia aku memiliki tempat favorite saat aku sedih maupun saat senang"aria
"terus kalau kau tidak kehilangan dia lalu dia mengajak mu menikah apa kau menerimanya?"max
"ga tau aku belum tau keperibadiannya seperti apa,emang kenapa nanya begituan"aria
"ga apa apa cuma mau tau saja,ayo masuk uda malam"max
max dan aria menghabiskan waktu 2 hari di villa
"kamu beneran ga apa apa 2 hari ga ke kantor"aria memastikan
"yakin aku sudah menyelesaikan pekerjaan ku"max
"kamu kalau capek kita bisa gantian kok nyetirnya"aria
"aku ga apa apa"max
"apa herin masih sering menemui mu?"aria
"belakangan ini sudah tidak"max
tring!!
max mengangkat telepon yang tersambung di mobilnya
"siang pak maaf menganggu waktu liburannya, ibu alea dan herin datang ke kantor dan membuat keributan di kantor"doni (sektetaris max)
"apa yang mereka inginkan?"max
"katanya mereka ingin menemui bapak,padahal saya sudah bilang kalau bapak sedang pergi dinas malah bu alea menampar resepsionis karena tidak percaya"doni
"ck kamu suruh penjaga untuk menarik paksa"max
"sudah pak bu alea malah menerobos masuk lagi"doni
"baiklah suruh dia tunggu di kantor saya sebentar lagi saya akan sampai"max mematikan teleponnya
ha!!!
max mengelah nafas "apa lagi yang mereka inginkan"max
"kamu mau gantian saja nyetirnya kamu kelihat capek"aria
__ADS_1
"ga perlu kamu ikut ke kantor ya"max
1 jam kemudian....
max dan aria sampai di kantor.keadaan di kantor max masih ricuh
"pak max akhirnya"doni
"kamu urus yang disini ya saya ke atas dulu"max
"baik pak"doni
...........
max membuka pinti ruang kerjanya "kenapa kamu lama sekali"bentak alea
"sekertaris saya kan sudah bilang bawah saya sedang dinas kenapa anda membuat kericuhan"max
alea melirik ke arah herin "lihat ini"alea
max dan aria melihat ke arah ponsel herin terlihatlah foto aria dan leo saat di mall
"lihat wanita murahan ini jalan dengan pria lain apa kau yakin masih ingin bersamanya.dasar tidak tau malu"alea
"hahaha ups maaf"aria menahan tawanya
"dasar tidak tau malu"alea ingin menampar wajah aria untung saja max dengan sigap menahan tangan alea
"sebelum anda mengatakan saya wanita murahan dan lain lain,saya ingin menunjukan sesuatu yang akan membuat anda terguncang.tapi saya harap anda tidak pingsan setelah melihat ini,karena kalau anda pingsan tidak ada yang mau membawa anda hingga ke rumah sakit"aria
aria menujukan foto herin jalan dengan pria lain bahkan wajah pria dan herin terlihat jelas di kamera
"herin!!"alea
"engga tante mungkin ini editan"herin
"ha..untuk apa aku mengedit wajah mu itu yang ada aku mual"aria
"oh ya ibu terhormat saya lupa menjelaskan bahwa yang di foto oleh herin ia adalah sahabat saya yang bernama leo max juga sudah tau dia siapa"aria
max mengganguk angukan kepalanya
alea langsung menarik tangan herin keluar "bagaimana bisa ketahuan"alea
__ADS_1
"maaf tantee"herin
aria dan max mendengar obrolan alea dan herin menjadi tertawa "ok masalah selesai"aria