Menikahi Dua Janda

Menikahi Dua Janda
Nafkah Batin


__ADS_3

Manda terus ngorok dengan nikmat. Tapi dia merasakan sensasi yang berbeda. Dia bermimpi seakan sedang melakukan paduan suara ngorok bersama. Suara ngorok mereka semua nyaring bagaikan suara musik yang merdu.


Krooook......krooook......kroooook............


Manda merasa kedinginan dan tubuhnya seperti terkena angin. Dia membuka matanya dan ternyata dia menemukan dirinya berada di bak mandi bersama para kodok.


"Eh.....kok aku ada disini"ucap Manda.


"Ternyata...., aku paduan suaranya sama kodok" ucap Manda.


"Ha...ha......habitat kodok memang di air bersama teman-temannya"ucap Radhitya.


Manda melihat ke arah suara itu berasal ternyata Radhitya berdiri didepan pintu toilet.


"Kau pasti tadi yang membawaku ke bak mandi inikan?"tanya Manda.


"Orang tidur udah kaya mayat, sampai aku membopongmu aja gak berasa"ucap Radhitya.


"Aku sudah tebak pasti ini ulah mu"ucap Manda.


"Aku hanya mempertemukanmu dengan teman-temanmu sesama kodok jadi kalian bisa bernyanyi dengan merdu"ucap Radhitya.


"Dasar playboy kau selalu menyebalkan"ucap Manda.


"Sudah sayang jangan marah, lihat teman-temanmu mereka mengajakmu reonian"ucap Radhitya.


"Radit.........aku marah......."ucap Manda.


Kali ini Manda sudah benar-benar marah. Radhitya sudah menyebalkan sekali. Dia sudah tidak bisa sabar lagi. Manda langsung turun dari bak mandi lalu menarik kerah baju Radhtiya.


"Playboy, tanganku sudah panas ya dari tadi pengen menonjokmu"ucap Manda.


"Sabar sayang masalah rumah tangga kita bisa dibicarakan baik-baik"ucap Radhitya.


"Radit........"ucap Manda.


Manda mengepalkan tangannya hendak menonjok Radhitya. Mata Radhitya sampai menutup saat kepalan itu mendekati mukanya.


Tapi ternyata kepalan itu terbuka dan berisi kodok kecil lalu dimasukkan ke dalam baju Radhitya.


"Bermanja-manjalah ya sama kodok cantik itu, dia kesepian"ucap Manda.


Manda meninggalkan Radhitya dari toilet itu. Sementara Radhitya kegelian karrna kodok itu berada didalam bajunya.


"Ih...ih....ih....gelinya"ucap Radhitya.


"Stop kodok jangan ke area lain, dilarang"ucap Radhitya.


"Sial, ngerjain peramal itu kenapa jadi gue yang kena"ucap Radhitya.


Radhitya kegelian dengan kodok kecil yang ada didalam baju bagian dalamnya. Dia sampai menari-nari karena kegelian. Niat hati mengerjai Manda malah dirinya sendiri yang kena.


*****************

__ADS_1


Azura membuatkan kopi untuk Devan. Dia membawa kopi itu menuju ke ruangan kerjanya didekat kamarnya. Saat sedang berjalan menuju ruang kerjanya Devan, Nico adik kandung Devan menghadangnya.


"Sayang kau membuatkan kopi untukku?"tanya Nico.


"Nico kau berkata apa? jika kau ingin kopi ada Nesya yang bisa membuatkanmu"ucap Azura.


"Azura sayang, kau lupa dulu kita....."ucap Nico.


"Nico berhentilah bicara, itu hanya masa lalu, sekarang lebih baik kau urusi istrimu Nesya"ucap Azura.


"Azura, Devan tak pernah menyentuhmu lalu untuk apa kau bertahan?"tanya Nico.


"Bukan urusanmu"ucap Azura.


"Kasihan nikah bertahun-tahun bahkan diciumpun belum pernah"ucap Nico.


"Apa kau sudah puas menghinaku"ucap Azura.


"Sebenarnya aku ingin menyelamatkanmu dari kesepianmu, aku bisa memberimu pelayanan ran......"ucap Nico.


"Sayang kamu ngapain disitu"ucap Nesya yang datang menghampiri Nico.


"Eh sayang, aku baru saja ingin membuatkanmu susu"ucap Nico.


"Jangan dekat-dekat wanita miskin ini sayang"ucap Nesya.


Iya, aku juga gak sudi berdekatan dengannya, aku bikin susu dulu ya" ucap Nico.


"Iya sayang"ucap Neisya.


"Azura kau ingin mendapatkan dua pangeran sekaligus, biar kau bisa menguasai kekayaan keluarga Barata, benar bukan?"ucap Neisya.


"............."Azura terdiam.


"Kau serakah juga, kau punya Devan dan sekarang kau mau menggoda suamiku"ucap Neisya.


"............."Azura hanya terdiam.


"Itu karena kau tidak pandai melayani suamimu, makanya Mas Devan cuek padamu"ucap Neisya.


"Kopinya keburu dingin, aku pergi dulu mengantar kopi ini untuk Mas Devan"ucap Azura.


Azura meninggalkan Nesya begitu saja. Dia tidak peduli dengan ucapan Nesya padanya. Baginya Devan selalu baik walaupun dia tak pernah menyentuhnya.


Azura masuk ke ruangan kerja Devan. Dia melihat suaminya masih bekerja dimeja kerjanya.


"Mas aku bawa kopi untukmu"ucap Azura.


"Taruh dimeja, nanti aku minum"ucap Devan.


"Iya"ucap Azura.


Azura meletakkan kopi itu di meja diruangan itu. Devan terlihat sibuk melihat ke arah laptop dimeja itu. Dia sama sekali tak menatap Azura yang berada didepannya.

__ADS_1


"Mas sudah malam apa kau tidak tidur?"tanya Azura.


"Aku belum mengantuk, tidurlah duluan"ucap Devan.


"Mas boleh aku tanya sesuatu?"tanya Azura.


"Tanya apa?"tanya Devan pada Azura.


"Mas kita sudah menikah selama tiga tahun tapi......"ucap Azura.


"Tapi apa?"tanya Devan.


"Tapi kenapa kau tak pernah menyentuhku?"tanya Azura.


"Azura ini sudah malam kembalilah ke kamarmu" ucap Devan.


"Apa pernikahan kita akan seperti ini terus?"tanya Azura.


"Aku sibuk, kerjaan kantor menumpuk jadi tidurlah"ucap Devan.


"Kau selalu mengatakan itu hampir setiap malam bahkan aku selalu mengerti dan memahamimu"ucap Azura.


"Jadi apa maumu?"tanya Devan.


"Aku hanya ingin menjadi seorang istri seutuhnya bukan pajangan atau pun pelengkapmu saja"ucap Azura.


"..........."Devan hanya terdiam.


"Aku tidak tahu kenapa kau setuju menikahiku tapi kau tak pernah sedikitpun menyentuhku"ucap Azura.


"............."Devan tetap terdiam.


"Apa karena aku hanya anak pungut di rumah ini hingga kau tidak sudi menyentuhku"ucap Azura.


Deva tidak mengatakan satu kata pun, dia hanya terdiam dan menundukkan kepalanya.


"Katakan padaku Mas kenapa? kenapa kau tidak ingin menyentuhku? kalau aku memiliki salah biar ku perbaiki"ucap Azura.


"Kau tidak salah Azura, kau istri yang baik, aku bahkan merasa tak pantas untukmu"ucap Devan.


".........."Azura hanya menangis dan terdiam.


"Kalau aku bisa, aku tak mungkin menyakitimu seperti ini. Terlalu berharga membuatmu terluka dan menangis karenaku"ucap Devan.


"............"Azura hanya diam dengan air mata yang terus beruraibdi pipinya.


"Aku punya segalanya tapi aku tidak bisa memilikimu seutuhnya"ucap Devan.


"Apa sulitnya? kita sudah menikah, secara agama baik hukum kita pasangan halal. Bahkan sudah seharusnya kita menjadi suami istri yang seutuhnya"ucap Azura.


"Maaf aku Azura, aku tidak bisa. Maafkan aku yang selalu akan membuatmu kesepian"ucap Devan.


"Dalam sebuah pernikahan seorang istri berhak mendapatkan nafkah baik lahir maupun batin. Dan sekarang aku meminta nafkah batinku Mas"ucap Azura.

__ADS_1


Selama menikah dengan Devan, Azura tak pernah sekalipun disentuh olehnya. Meskipun Devan baik padanya tapi Azura bagaikan boneka yang hanya dipajang di lemari yang hanya bisa dipandang tapi tak bisa disentuh. Karena itulah Azura merasa terluka hatinya. Deva tidak pernah mengatakan alasannya pada Azura kenapa dia tidak ingin menyentuhnya.


"Aku tidak bisa. Apa kau ingin aku menceraikanmu?"tanya Devan.


__ADS_2