Menikahi Dua Janda

Menikahi Dua Janda
Pelayan Itu Suamiku


__ADS_3

"Itu bukan urusanmu, keluarlah dari kamarku!" ucap Azura.


"Aku akan keluar setelah mendapatkan sesuatu yang ku mau" ucap Nico.


Nico mendekati Azura, dia naik ke ranjang.


"Nico, aku sedang mengandung. Ku mohon pergilah" ucap Azura.


Nico memeluk Azura, dia hendak mencium Azura. Tapi dari belakang punggungnya ditampol raket nyamuk oleh seorang pelayan.


Plaaaaak.........


"Aw......"ucap Nico.


Nico langsung berbalik dan melihat seorang pelayan membawa raket nyamuk.


"Maaf Tuan, saya sedang mengusir nyamuk, lalat, kecoak dan tikus disetiap ruangan" ucap pelayan itu.


"Kau...kau berani sekali memukul punggungnku" ucap Nico.


"Maaf Tuan, tadi ada nyamuk dipunggung Anda, nyamuk aides loh Tuan" ucap pelayan itu.


"Gimana kau bisa masuk ke kamar ini?" tanya Nico.


"Tadi Nona Azura memanggilku, kebetulan kamar tidak dikunci, ya saya masuk aja" ucap pelayan itu.


"Aku tidak memanggil pelayan ini, tapi mungkin saja dia ingin menyelamatkanku dari Nico" batin Azura.


"Iya, aku memanggilnya, dikamarku banyak nyamuk" ucap Azura.


Azura mengikuti permainan pelayan itu. Kalau bukan karena pelayan itu, Nico pasti sudah menerkamnya.


"Sial, ada saja yang mengangguku bersenang-senang" ucap Nico.


Nico keluar dari kamar itu. Dia kesal tidak jadi bersenang-senang dengan Azura. Sementara Azura lega Nico akhirnya pergi juga. Tidak banyak yang bisa dilakukannya karena tangannya diborgol satu. Pelayan itu mengunci pintu kamar itu. Dia mendekati Azura dan memeluknya.


"Lepas,apa-apaan ini" ucap Azura berusaha melepas pelukan pelayan itu.


"Sayang ini aku" ucap pelayan itu.


Suara pelayan yang tadi mirip perempuan berubah jadi suara khas Rafka. Azura yang tadi risih dipeluk pelayan itu langsung memeluk erat pelayang itu dengan satu tangannya yang tidak di borgol dengan ranjang.


"Mas aku kangen" ucap Azura.


"Aku juga kangen sayang, maaf hanya dengan cara ini aku menemuimu" ucap Rafka.


"Mas kau punya ide seperti ini dari mana?" tanya Azura.


"Dari Papi, dulu Papi juga menggunakan cara seperti ini untuk menyelamatkan Mami waktu diculik lelaki yang terobsesi pada Mami" ucap Rafka.


Arian menganjarkan semua ilmunya pada Rafka biar Rafka bisa menyelamatkan istri tercintanya.


"Mas kau lucu, gemes jadinya" ucap Azura.


"Sayang jangan kenceng-kenceng meluknya, balonnya tar meletus" ucap Rafka.


Rafka khawatir balon dalam bra-nya meletus. Bisa brabe kalau beneran meletus, belum tentu ada gantinya lagi.


"Oke sayang" ucap Azura.


Rafka dan Azura melepas pelukan mereka. Tapi Rafka malah mencium Azura cukup lama. Dia benar-benar merindukan istrinya itu.


"Sayang kangen" ucap Rafka.


"Diborgol" ucap Azura.

__ADS_1


"Aku punya kuncinya" ucap Rafka.


Rafka menunjukkan kunci borgol itu pada Azura. Jadi dia bisa membuka borgol ditangan Azura.


"Dari mana kau dapat kuncinya sayang?" tanya Azura.


"Ada deh saya, malu kalau harus ku ceritakan prosesnya" ucap Rafka.


"Kau tidak melakukan hal anehkan sayang?" tanya Azura.


"Sedikit, ilmu dari Papi maklum agak aneh sih" ucap Rafka.


Azura tertawa mendengar ucapan suaminya. Seketika Rafka membuka borgol ditangan Azura.


Dia mencium Azura. Lalu mereka melakukan hal romantis disiang hari itu. Rafka begitu merindukan istri tercintanya itu. Tak peduli harus menyamar seperti apa yang penting bisa bertemu istrinya.


"Mas nanti kanjeng ibu datang dan Devan gimana?" tanya Azura.


"Aman sayang, mereka sedang tidur lelap" ucap Rafka.


"Kau mengerjai mereka?" tanya Azura.


"Sedikit" ucap Rafka.


"Mas, aku makin cinta" ucap Azura.


"Aku juga makin cinta kamu sayang" ucap Rafka.


Rafka dan Azura memaksimalkan kebersamaan mereka. Kerinduan mereka akhirnya terobati juga.


Rafka membopong Azura ke toliet untuk mandi. Mereka mandi lalu memakai pakaian sebelumnya tadi. Rafka kembali memborgol satu tangan Azura.


"Sayang kau lapar?" tanya Rafka.


"Iya, tapi suapin sayang" ucap Azura.


"Iya Papa, dede bayi lapar" ucap Azura.


"Aku ambil makan dulu ya" ucap Rafka.


Azura mengangguk. Rafka keluar dari kamar mengambil makanan kemudian kembali lagi ke kamar Azura. Dia menyuapi Azura makan sampai habis.


"Mas, kau akan tetap disini menemanikukan, aku takut Mas" ucap Azura.


"Iya sayang, aku akan disini sampai membongkar kebohongan mereka" ucap Rafka.


"Apa Gista tahu hal ini? biar bagaimanapun kau harus izin padanya" ucap Azura.


"Sudah sayang, dia juga ingin kau segera pulang dan berkumpul lagi seperti sedia kala" ucap Rafka.


"Makasih Mas" ucap Azura.


"Iya sayang" ucap Rafka.


Azura senang, meskipun ditawan dirumah keluarga Barata, suaminya ada disisinya untuk menenemaminya. Semua air matanya tadi berubah jadi senyuman bahagia. Dia tidak ingin berpisah dari suaminya.


***************


Manda pergi ke sebuah lokasi syuting. Dia mendapatkan sebuah job untuk syuting iklan. Manda senang akhirnya bisa mendapatkan sebuah pekerjaan untuknya. Maklum Emak Eni sudah ngoceh terus dapur mogok gak bisa ngepul.


Manda menghampiri seseorang yang memberinya job.


"Pak Edi akting seperti apa yang akan saya perankan?" tanya Manda.


"Pokoknya akting ini mudah dan natural" ucap Pak Edi.

__ADS_1


"Gitu ya, apa saya perlu dandan dulu?" tanya Manda.


"Gak usah, gini aja juga cukup" ucap Pak Edi.


"Bukannya, artis biasanya dandan totalitas sebelum berakting ya" ucap Manda.


"Ini job khusus nanti kamu tahu" ucap Pak Edi.


Manda mulai ikut syuting iklan pembasmi nyamuk. Kedua tangannya dimasukkan ke dalam kotak kaca yang berisi ribuan nyamuk.


"Loh kok cuma tanganku ya yang disorot kamera, sedangkan mukanya artis itu. Jadi aku yang menderita dia yang senang" ucap Manda.


Tangan Manda mulai digigiti nyamuk-nyamuk itu.


Dia sampai meringis menahan geli akibat gigitan nyamuk-nyamuk itu.


"Ampun deh, ngenes banget nasibku. Tanganku bentol semua, gatel lagi. Tapi cuma tanganku doang yang disorot. Mana enyak mau nobar bareng tetangga kalau tar tayang" ucap Manda.


"Aw....aw..., udahan gigitnya gak boleh dua kali, yang lain belum kebagian" ucap Manda bicara pada nyamuknya.


"Cut! diulang lagi. Belum bagus" ucap Sutradara.


"Apa diulangi lagi? lama-lama abis nih darahku" ucap Manda.


Manda kembali memasukkan tangannya ke kotak kaca yang berisi ribuan nyamuk.


"Kok kaya nernak nyamuk ya mesti ngasih makan" ucap Manda.


"Cut! kurang bagus ganti adegan lain" ucap Sutradara.


"Apa ganti lagi? ini aja udah pada benjol dan merah" ucap Manda.


Manda berganti tempat disebuah ruangan rumah.


Dia berakting dengan seseorang ibu. Walaupun cuma badannya saja yang disorot tapi dia berusaha sebaik mungkin.


Plaaak....plaaak.....plaaak......


"Aduh kok yang ini ditampar gini" batin Manda.


"Nyamuknya banyak ya" ucap Ibu itu yang menepuk lengan Manda.


"Cut! ulangi kurang bagus" ucap Sutradara.


"Apa ulangi lagi? babak belur deh" batin Manda.


Proses syuting itu dimulai lagi. Ibu itu kembali menepuk pipi, lengan dan kaki Manda.


Plaaak....plaaak....plaaak......


"Pipiku kempot nih kalau diulang-ulang lagi" ucap Manda.


"Cut!" terlalu biasa ganti adegan." ucap Sutradara.


Setelah bolak balik ganti adegan dan diulang beres juga proses syutingnya. Manda mendapatkan upah.


"Lumayanlah, meskipun cuma tangan yang ke syuting. Tapi ini dapet berapa ya?" ucap Manda memegang amplop.


Manda membuka amplop itu.


"Dua ratus ribu, alhamdulillah. Gak papa yang penting dapur Enyak ngebul, dapat nasi kotak lagi" ucap Manda.


Manda makan dibawah pohon. Dia lahap sekali memakan nasi kotaknya.


"Enak" ucap Radhitya.

__ADS_1


"Playboy, kau ada disini juga" ucap Manda.


__ADS_2