Menikahi Dua Janda

Menikahi Dua Janda
Berkumpul


__ADS_3

Rafka langsung memeluk Azura. Mereka berpelukan erat. Kemudian membebaskan anak mereka. Biru dan Jingga memeluk Rafka. Kedua anak kembar itu sudah lama merindukan ayahnya.


"Papa Biru kangen" ucap Biru.


"Jingga juga kangen Papa" ucap Jingga.


Rafka memeluk erat kedua buah hatinya.


"Papa juga kangen banget sama kalian" ucap Rafka.


Rafka mencium kening kedua anak kembarnya. Rasanya begitu bahagia bisa bertemu kembali.


"Sayang kemarilah" ucap Rafka memanggil Azura.


Azura menghampiri Rafka. Mereka semua berpelukan bersama. Bagi Rafka hari ini, hari yang sangat membahagiakannya karena bisa berkumpul keluarganya. Tak lama polisi datang. Mereka menangkap wanita cantik itu dan membawa anak-anak itu. Tinggal Rafka bersama istri dan anaknya yang ada dirumah itu.


"Ayo pulang" ucap Rafka.


"Pulang kemana Papa?" tanya Biru.


"Pulang ke rumah Opa dan Oma" ucap Rafka.


"Asyik" ucap Biru dan Jingga.


"Tapi Mas" ucap Azura.


Cup


Ciuman mendarat dipipi Azura.


"Kau tidak boleh pergi lagi, kita harus pulang" ucap Rafka.


Rafka membawa istri dan anaknya pulang ke rumah. Disana sudah ada Arian, Freya dan Luna.


Saat mendengar menantu dan cucunya sudah ditemukan, Arian langsung sehat ingin pulang. Dia ingin sekali bertemu cucunya.


"Opa, Oma" ucap Biru dan Jingga berlari ke arah Arian dan Freya.


"Cucuku" ucap Arian dan Freta.


Mereka berempat berpelukan melepas rindu. Lalu melepas pelukan itu. Arian memangku Jingga sedangkan Freya memangku Biru.


"Gantengnya cucu Oma" ucap Freya.


"Cucu Opa juga cantik" ucap Arian.


Luna menghampiri keponakannya.


"Gemesin, mirip Kak Rafka waktu kecil" ucap Luns memegang kedua pipi Biru.


Luna berganti memegang pipi Jingga.


"Uh cantiknya, mirip Kak Azura" ucap Luna.


"Pa, Ma, Lun, aku dan Azura ke atas dulu" ucap Rafka.


"Iya" ucap Arian, Freya dan Luna.


Rafka menarik lengan Azura naik ke lantai atas. Mereka masuk ke kamar Azura yang lama. Azura melihat kamarnya masih sama seperti dulu saat dia meninggalkannya. Rafka memeluk Azura dari belakang tubuhnya.


"Aku kangen banget sama kamu sayang" ucap Rafka sambil menciumi pipi Azura.

__ADS_1


"Mas aku juga kangen banget sama kamu" ucap Azura.


Rafka mencium Azura begitu lama. Mereka menikmati ciuman itu.


"Sayang jangan pergi lagi" ucap Rafka seusai mencium Azura.


"Tapi Mas, aku tidak ingin membuatmu dan Gista tidak nyaman lagi" ucap Azura


"Aku sudah bercerai dengan Gista" ucap Rafka.


Azura terkejut mendengar ucapan Rafka. Dia berpikir Rafka masih bersama Gista selama ini tapi ternyata tidak.


"Kenapa kalian bercerai Mas?" tanya Azura.


"Nanti aku ceritakan semuanya, sekarang aku ingin berduaan sama kamu sayang, kangen" ucap Rafka.


"Mas" ucap Azura.


Rafka membopong Azura ke ranjang. Dia membaringkan istrinya. Matanya menatap wajah cantik istrinya. Wajah yang selalu dirindukannya.


Mereka melakukan hal romantis itu. Setiap detik mereka benar-benar merasakan setiap cinta yang membara didalam hatinya. Mereka meluapkan semuanya dalam indahnya cinta. Tak peduli berapa lama dan kali. Rasanya tak ingin berakhir, ingin terus bersama dan melakukannya. Suara angin diluar membuat mereka semakin nyaman dan hanyut. Ruangan itu menjadi saksi cinta dan kerinduan yang mendalam.


Rafka memeluk Azura sambil berbaring diranjang. Mereka beristirahat setelah lelah.


"Sayang, aku senang sekali kita bisa berkumpul lagi, aku, kamu dan kedua anak kita" ucap Rafka.


"Iya Mas" ucap Azura.


Rafka terus menciumi kening Azura.


"Mas geli, kumismu sedikit tumbuh" ucap Azura.


"Biarin, aku kangen" ucap Rafka.


"Itu karena....." ucap Rafka.


Rafka mengingat kembali kejadian dimasa lalu.


Flash Back On


Sore itu Rafka pulang dari perusahaannya. Dia membawa sebuah kue ulang tahun untuk Gista. Rafka masuk ke kamar Gista tapi Gista tidak ada dikamarnya. Rafka bertanya pada Freya.


"Tadi Gista keluar tapi tidak bilang mau kemana" ucap Freya.


"Keluar? keluar kemana? dia tidak memberitahuku mau kemana" batin Rafka.


"Oya, makasih ya Mi" ucap Rafka.


"Iya, Rafka akhir-akhir ini Gista selalu membeli baju anak-anak dan aksesoris untuk anak-anak" ucap Freya.


Rafka juga merasa akhir-akhir ini Gista jarang d


ada dirumah.


"Mungkin untuk anak temannya Mi, aku ke atas dulu ya" ucap Rafka.


"Iya nak" ucap Freya.


Rafka naik ke lantai atas. Dia menghias kamar Gista untuk memberinya kejutan ulang tahunnya. Dia juga menghias tempat tidurnya dengan bunga-bunga. Rafka duduk disofa kamar itu sambil menunggu Gista pulang.


Waktu terus berjalan. Hingga pukul 11 malam Gista belum kunjung pulang. Rafka coba menghubungi nomor telpon Gista tapi tidak aktif.

__ADS_1


Rafka memutuskan untuk menunggunya pulang.


Pukul 1 malam Gista baru pulang. Dia masuk ke kamarnya. Kamar itu terlihat indah. Suaminya terlihat tertidur disofa. Sebuah kue ulang tahun ada dimeja lengkap dengan kado disampingnya.


Gista membangunkan Rafka yang tertidur.


"Mas....Mas...bangun....bangun...." ucap Gista sambil menepuk-nepuk lengan Rafka.


Rafka terbangun dan melihat Gista terlihat cantik mengenakan gaun yang indah.


"Kamu dari mana sayang, jam segini baru pulang?" tanya Rafka.


"Aku....aku pergi merayakan ulang tahunku bersama Alifa dan...." ucap Gista.


"Nathan" ucap Rafka.


"Iya Mas" ucap Gista.


Kala itu Gista sudah mulai bisa berjalan. Walaupun belum lancar seperti semula. Terapi selama dua tahun sudah mulai membuahkan hasil.


"Kenapa kau tidak meminta izinku dulu" ucap Rafka yang sedikit marah.


"Mas juga tidak minta izin aku untuk mencari Azura sepulang kau bekerja ataupun hari libur" ucap Gista.


"Aku selalu bilang padamu sayang kalau aku mau mencari Azura" ucap Rafka.


"Kau hanya bilang Mas, tapi apa kau tanya aku mengizinkanmu atau tidak" ucap Gista.


"Mencari Azura itu kewajibanku sebagai suami, dan aku tidak harus berlutut meminta izinmu. Bagaimana jika terjadi sesuatu pada Azura diluar sana, itu tanggungjawabku sebagai suaminya" ucap Rafka.


"Dia sudah memutuskan pergi Mas, untuk apa kau mencarinya. Seharusnya kau melupakannya. Untuk apa masih saja mencarinya" ucap Gista.


"Itu karena aku masih suaminya yang sah, selama itu tanggungjawabku tetap ada" ucap Rafka.


Gista tertawa dan menangis dengan ucapan Rafka.


"Seandainya Mas bisa melupakan Azura, aku tidak akan membuka hatiku untuk oranglain Mas" ucap Gista.


Rafka terkejut dengan ucapan Gista.


"Apa? jadi kau mencintai Nathan, itu maksudmu?" tanya Rafka.


"Iya, dia hanya mencintaiku, tidak sepertimu mencintai dua wanita dan harus membagi waktumu. Aku tidak bisa berbagi cinta Mas" ucap Gista.


"Baiklah, aku tidak ingin kita berdebat, aku anggap aku yang salah, aku ingin kau tinggalkan Nathan jika kau masih menganggapku suamimu" ucap Rafka.


"Kalau gitu ceraikan Azura, tinggalkan dia. Dan jadikan aku satu-satunya dihatimu dan jadi istrimu" ucap Gista.


Rafka tidak mungkin melakukan hal yang diminta Gista. Dia tidak bisa meninggalkan Azura apalagi, diantara dirinya dan Azura memiliki anak.


"Aku tidak bisa" ucap Rafka.


"Kalau begitu lepaskan aku bahagia dengan orang lain Mas" ucap Gista.


Rafka menghampiri Gista dan memeluknya.


"Maafkan aku bila selama bersamaku kau tidak bahagia, selamat ulang tahun sayang. Mulai besok aku akan melepaskanmu. Bahagialah bersama Nathan" ucap Rafka.


Seketika Gista lemas dan berurai air mata. Dia pikir Rafka akan meninggalkan Azura tapi justru melepasnya. Dia yang tadi hanya berbohong mencintai Nathan untuk mengancam Rafka agar menceraikan Azura tapi justru sebaliknya.


"Jika dia lelaki yang baik dan mencintaimu, aku ikhlas melepasmu. Kau berhak bahagia. Maafkan semua kekuranganku selama hidup bersamamu" ucap Rafka.

__ADS_1


Gista terus berurai air mata. Dia menyesali ucapannya tadi. Kini sudah terlontar kata cerai dari Rafka. Dia tak bisa menarik semuanya kembali.


Sejak malam itu Rafka menceraikan Gista. Dia ingin Gista hidup bahagia. Selama beberapa tahun ke depan Rafka masih tetap menemani Gista terapi untuk memenuhi janjinya. Sampai pada akhirnya Gista bisa berjalan normal dan mengantarkannya pada Nathan sebagai calon suaminya. Rafka berharap Gista menemukan kebahagiaan yang dulu tak didapatnya bersama Rafka.


__ADS_2