Menikahi Dua Janda

Menikahi Dua Janda
Tukang Gali Kubur Apes


__ADS_3

Rafka berangkat ke perusahaan. Dia masuk ke ruangan kerjanya. Setumpuk pekerjaan sudah ada dimeja kerjanya. Dia duduk di meja dan menandatangani beberapa berkas. Sesekali dia mengecek data dilaptop kerjanya. Sekretaris Rara masuk ke ruangan kerjanya.


"Pagi Bos" ucap Rara.


"Pagi" ucap Rafka.


"Besok Anda jadi keluar kota?" tanya Rara.


"Jadi, aku ingin meninjau tempat yang akan didirikan perusahaan cabang disana" ucap Rafka.


"Saya akan menyiapkan semua berkas dan perlengkapan yang dibutuhkan Bos" ucap Sekretaris Rara.


"Kemungkinan besok berangkatnya pagi, ada beberapa klien yang ingin ku temui. Mungkin kita menginap selama 3-4 hari disana" ucap Rafka.


"Baik Bos" ucap Rara.


"Kau boleh kembali ke ruanganmu" ucap Rafka.


"Oke Bos" ucap Rara.


Rara kembali ke ruangan kerjanya. Rafka berhenti sejenak dari pekerjaannya. Dia memikirkan Azura dan anaknya.


"Mungkin anakku sekarang sudah besar. Bisa bermain dan berlari kesana sini. Azura aku rindu. Kemana aku harus mencarimu lagi? aku ingin bertemu kalian" ucap Rafka.


Rafka kembali mengerjakan pekerjaannya. Walaupun hatinya sedang bersedih tapi dia harus tetap propesional demi menghidupi ribuan karyawannya.


**************


Radhitya harus syuting jadi penggali kubur dimalam hari. Maklum perannya kali ini difilm horor. Dia harus menggali kuburan di malam hari.


Dalam ceritanya malam itu jumat kliwon. Radhitya menjadi peran utama sebagai Gugus penggali kubur.


"Ampun deh malam-malam gali kuburan ditengah kuburan beneran, gimana kalau ada yang nongol minta dipacarin kan repot" ucap Radhitya pelan.


"Hi...hi...hi...."


"Aduh..ini pemeran kuntinya ngapain muncul duluan. Udah tahu dia muncul tar kalau aku lagi pup dikebon" batin Radhitya.


Radhitya terus menggali dan menggali.


"Lah ini apaan?"ucap Radhitya memperhatikan benda yang ditemukannya.


"Oalah ini penggorengan, ini gelas, piring, sendok, garpu, cangkir, teko, mangkok" ucap Radhitya.


"Perasaan akting jadi penggali kubur kenapa jadi tukang jualan perabot" batin Radhitya.


"Cut" ucap Sutradara menghentikan proses syuting.


Nino manager Radhitya, menghampiri Radhitya yang masih didalam liang lahat.


"Bos jualan perabot atau tukang gali kubur?" tanya Nino melihat banyak perabotan didalam liang lahat.


"Gak tahu gali kubur malah dapet macem-macem perabot" ucap Radhitya.


"Kode tuh Bos" ucap Nino.


"Maksudmu?" tanya Radhitya belum paham.


"Segera nikah Bos" ucap Nino.


Radhitya memikirkan ucapan Nino. Dia juga merasa kesepian tanpa pasangan. Padahal dia artis terkenal.


"Nino, tadi kok kuntinya udah muncul ya, bukannya nanti pas aku pup dikebon kuntinya baru muncul" ucap Radhitya mengalihkan pembicaraan.


"Kuntinya masih dimake over diruang rias Bos" ucap Nino.

__ADS_1


"Jadi tadi hantu beneran ya" ucap Radhitya.


"Sabar Bos, mungkin kuntinya suka ma Bos" ucap Nino.


"Nino bantu aku naik perasaanku jadi gak enak nih" ucap Radhitya.


Nino berusaha membantu Radhitya naik tapi tidak kuat juga. Radhitya malah jatuh ke bawah lagi sampai berbaring di dalam liang lahat.


"Ini geli apaan ya" ucap Radhitya.


Radhitya meraba dan memegang sesuatu.


"Ini cacing tanah, kok berasa jadi mayat beneran" ucap Radhitya.


Ratusan cacing tanah ada disamping Radhitya, dia meringis melihat cacing tanah yang merayap. Radhitya langsung beranjak dari dalam liang lahat.


"Ada apa Bos?" tanya Nino


"Didalam banyak cacing tanah" ucap Radhitya.


"Namanya juga gali tanah Bos wajar ada cacing tanahnya" ucap Nino.


"Aku ganti peran jadi pocong aja Nino" ucap Radhitya.


"Jangan Bos, lebih ngenes dari tukang gali kubur, beneran deh" ucap Nino.


"Kalau tahu bakal begini, lebih baik jadi kuntinya aja" ucap Radhitya.


Ditempat beristirahat, Manda pergi ke lokasi syuting. Dia memerankan peran kunti dan Cecep temannya berperan sebagai pocong. Manda duduk disamping cecep bersiap untuk syuting.


"Cep kenapa?" tanya Manda.


"Kakiku pegel loncat mulu, mana nginjek tai sapi lagi" ucap Cecep.


"Kalau aku capek ngunyah sate Cep" ucap Manda.


"Oke Bang" ucap Manda.


Cecep harus mengejar Radhitya, tukang gali kubur. Dia loncat berkali-kali.


"Aduh capek nih, begini banget mau nyari duit" ucap Cecep.


Radhitya berlari ke area sawah, Cecep tetap harus mengejarnya.


"Ampun, loncat di jalan sawah yang mungil gini bahaya gak ya" ucap Cecep.


Cecep lompat diatas jalan sawah mengejar Radhitya yang sudah berlari didepannya.


"Berasa ikutan wajib militer nih, padahal cuma jadi pocong"


Cecep lompat dan lompat malah nyemplung ke sawah.


Byuuuur.......


"Kok perasaan gak sesuai dengan judul, ini kok pocong yang apes" ucap Cecep.


"Cut" ucap Sutradara.


"Boleh naik ya Bang" ucap Cecep.


"Gak perlu, nanti kamu loncat didalam sawah sepertinya lebih seru, pasti penonton lebih baper" ucap Sutradara.


"Apa? tapi Bang ini aja buat jalan susah apa lagi buat loncat" ucap Cecep.


"Nah itu dia, belum ada sejarahnya pocong loncat didalam sawah" ucap Sutradara.

__ADS_1


"Tapi kok saya yang apes ya Bang, kan judulnya Tukang Gali Kubur Apes" ucap Cecep.


"Kayanya lucu kalau kamu juga apes, kali-kali hantu kebagian apesnya" ucap Sutradara.


"Iya sih Bang, tapi Cecep manusia bukan hantu" ucap Cecep.


"Kamu masih mau syutingkan?" tanya Sutradara.


"Masihlah Bang" ucap Cecep.


Cecep kembali syuting. Dia susah payah loncat didalam sawah.


Bluuuug......


"Aw...., ya ampun ini tai kerbau ya, jadi kemakan. Apa seremnya jadi pocong kok kayanya lawak gini" ucap Cecep.


Cecep bangun lagi lalu loncat tapi kain kapannya ketinggalan nyangkut dipohon deket sawah .


"Kok dingin ya, perasaan tadi anget" ucap Cecep.


"Cut...cut...ini bukan syuting merk CD, udahan dulu Cep" ucap Sutradara.


"Memang kenapa Bang?" tanya Cecep.


"Kamu liat sendiri aja, kru aja pada nutup mata" ucap Sutradara.


Cecep melihat ke tubuhnya. Dia kaget dari tadi lompat tanpa kain kapan.


"Lah kok jadi iklan CD bolong gini" ucap Cecep.


Dilain tempat Radhitya sedang duduk berduaan dengan Manda. Dia berusaha merayu Manda mumpung satu lokasi syuting dan berakting di satu judul film yang sama.


"Manda, meskipun kamu jadi kunti masih cantik kok" ucap Radhitya.


Manda hanya mengangguk.


"Kamu tahu gak perasaanku gak pernah berubah loh" ucap Radhitya.


Manda hanya mengangguk.


"Kita nikah yuk, biar gak jomblo terus" ucap Radhitya.


"Radit lagi ngobrol ma siapa?" tanya Manda yang baru datang.


"Sama kamu lah, loh kok ada dua, yang ini jangan-jangan setan beneran" ucap Radhitya.


Radhitya melihat ke samping. Kepalanya bisa lepas dari lehernya. Lalu mencium Radhitya.


"Begini ya rasanya dicium setan, pingsan dulu ah" ucap Radhitya.


Bluuuug.......


Radhitya pingsan langsung ditempat.


"Ha ha ha, dia kena prank" ucap Manda.


"Dasar Kak Radit penakut" ucap Luna.


Luna keluar dari belakang pohon dia yang menggerakkan boneka manekin kunti itu.


"Lun kamu kok bisa kesini?" tanya Manda.


"Mau liat proses syuting filmnya Kak Radit" ucap Luna.


"Oh...pinter juga kamu ngerjain Radhitya" ucap Manda.

__ADS_1


"Oya Kak, ada yang ingin ku bicarakan" ucap Luna.


__ADS_2