Menikahi Dua Janda

Menikahi Dua Janda
Putriku


__ADS_3

Satu Bulan Kemudian


Radhitya pergi ke sebuah acara tunangan temannya. Dia pergi sendirian. Acara itu diselenggarakan di Gedung Aster. Radhitya memasuki gedung itu. Dia melihat sudah cukup banyak tamu undangan yang hadir. Kakinya melangkah menghampiri sang empunya acara.


"Selamat ya, lo udah mau tunangan aja, gue calon aja belum" ucap Radhitya.


"Lo sih kebanyakan pacar, jadinya bingung yang mana yang mau dinikahin" ucap Erik.


"Ngomong-ngomong mana calon tunangan Lo?" tanya Radhitya.


"Bentar lagi dia kesini, biasa cewek lama dandannya" ucap Erik.


Tak lama terdengar suara seorang wanita memanggil Erik. Suara wanita itu begitu khas membuat Radhitya teringat seseorang.


"Hai sayang" ucap Nura menghampiri Erik.


Radhitya terkejut melihat Nura terlihat akrab dengan Erik temannya.


"Sayang kau cantik sekali" ucap Erik.


"Iya dong sayang, aku berdandan khusus untukmu" ucap Nura.


Radhitya hanya diam melihat Nura bercengkrama dengan Erik. Dia heran kenapa Nura tidak melihat ke arahnya sama sekali seperti biasanya yang suka genit padanya.


"Makasih sayang, I Love You" ucap Erik.


"I Love You Too" ucap Nura.


Mereka berdua terlihat romantis didepan Radhitya. Bahkan mereka saling memuji dan mengatakan cinta.


"Bro kenalin ini cewek gue, calon tunangan gue malam ini" ucap Erik.


"Hai, aku Nura calon tunangan Erik. Senang bertemu denganmu" ucap Nura yang terlihat seperti orang yang baru saja bertemu dengan Radhitya.


"Radhitya, senang bertemu denganmu" ucap Radhitya.


"Bro gue kesana dulu ya, ada beberapa rekan bisnis gue yang harus gue temui" ucap Erik.


"Oke" ucap Radhitya.


"Sayang, aku kesana dulu ya" ucap Radhitya.


"Iya sayang" ucap Nura.


Erik meninggalkan tempat itu. Tinggal Nura dan Radhitya yang saling berhadapan. Radhitya ingin tahu kenapa Nura bersikap aneh padanya seolah tak mengenalnya.


"Nura, apa yang terjadi padamu? kenapa kau seperti ini padaku?" tanya Radhitya.


"Maaf Mas Radit, ada apa ya? saya tidak paham" ucap Nura.


Radhitya semakin heran saat Nura memanggilnya Mas Radit. Panggilan yang tak biasa diucapkan Nura padanya.

__ADS_1


"Nura apa kau lupa padaku? kenapa tiba-tiba kau mau tunangan dengan orang lain?" tanya Radhitya.


"Mas Radit ini aneh, seolah kita ini saling mengenal dekat. Maaf ya Mas, mau saya lupa atau tunangan dengan orang lain itu tidak ada sangkut pautnya dengan Mas" ucap Nura.


"Satu hal lagi, jangan sok akrab, aku ini calon tunangan temanmu" ucap Nura.


Nura meninggalkan Radhitya dari tempat itu.


"Nura apa yang terjadi padamu? kenapa seolah kau tidak mengenalku" ucap Radhitya.


Acara pertunangan itu dimulai kedua calon menyematkan cincin masing-masing ke jari manis mereka. Nura dan Erik terlihat bahagia dengan pertunangan mereka. Hanya Radhitya yang merasa aneh melihat Nura yang berbeda.


***************


Ibu Dewi pergi ke sebuah salon langganannya. Dia turun dari mobil pribadi yang dinaikinya lalu berjalan menuju ke salon kecantikan itu, tak sengaja dia bertubrukan dengan seorang ibu yang terlihat kucel dan memakai baju yang butut.


Dug..........


"Maaf" ucap Ibu yang kucel itu.


Ibu Dewi langsung menatap ke arah ibu yang kucel itu. Dia terkejut saat melihat ibu itu.


"Inem" ucap Ibu Dewi.


"Kanjeng doro" ucap Inem.


Ibu Dewi langsung teringat kejadian dimasa lampau. Dia langsung menarik lengan Inem membawanya ke tepi. Mereka duduk dikursi bawah pohon.


"Maaf kanjeng doro, bayi itu saya titipkan dipanti asuhan untuk sementara waktu saat saya terkena sakit parah. Tapi saat saya sembuh dan ingin mengambil bayi itu, dia sudah tidak ada. Kata pemilik panti asuhan bayi itu sudah diadopsi keluarga kaya" ucap Inem.


"Apa? anakku diadopsi keluarga kaya? siapa? keluarga mana yang mengadopsinya?" tanya Ibu Dewi.


"Saya belum sempat bertanya Nyonya, saat itu saya pikir dia akan bahagia bersama keluarga kaya tersebut" ucap Inem.


Inem tidak tahu pasti dimana anak Ibu Dewi. Dia sendiri saat itu sedang sakit hingga terpaksa menitipkan bayi itu di panti asuhan. Tapi bayi itu tak pernah lagi bisa ditemuinya.


"Dimana putriku berada? aku menyesal meninggalkannya. Maafkan aku hik hik hik" ucap Ibu Dewi.


"Mungkin dia sudah dewasa sekarang Nyonya, tapi yang jelas Nyonya temui saja Panti Asuhan Kasih Bunda. Disanalah dulu saya menitipkannya" ucap Inem.


"Kau benar, putriku mungkin sekarang sudah dewasa. Kejadian itu sudah sangat lama, seandainya dulu aku tak menyuruhmu membawa pergi dia, pasti sekarang dia bersamaku" ucap Ibu Dewi.


Ibu Dewi menyesal dulu meminta Inem membawa pergi bayi perempuannya. Kini dia tidak tahu dimana anaknya berada.


"Saya dengar kanjeng doro sekarang sudah memegang kekayaan keluarga Barata" ucap Inem.


"Iya, tapi aku masih saja kesepian dan sendirian. Apalagi putra pertamaku meninggal" ucap Ibu Dewi.


"Sikembar meninggal kanjeng doro?" tanya Inem.


"Iya, salah satu dari putra kembarku meninggal" ucap Ibu Dewi.

__ADS_1


"Lalu kembarannya? apa dia mau tinggal bersama kanjeng doro?" tanya Inem.


"Dia terpaksa mau tinggal bersamaku" ucap Ibu Dewi.


Ibu Dewi terus saja berbincang dengan Inem. Sampai pada akhirnya dia menyudahi pembicaraan itu. Dia berjalan sambil memikirkan nasib putri kandungnya. Kalau saja dulu dia tak gila harta mungkin putrinya masih bersamanya.


Dia teringat masa lalunya yang sudah lama disembunyikannya.


Flash Back On


Ibu Dewi begitu kesepian suaminya Adam Barata selalu mengacuhkannya. Pak Adam terpaksa menikahi Ibu Dewi karena malam panas yang tak sengaja dilewatinya bersama Ibu Dewi. Padahal semua itu rekayasa Ibu Dewi agar Pak Adam jatuh ke tangannya. Hingga mereka berdua dikaruniai tiga orang anak lelaki. Devan, Danu dan Nico. Karena Pak Adam selalu mengacuhkannya Ibu Dewi berselingkuh dengan orang kepercayaan Pak Adam yang bernama Romi.


"Sayang aku sangat mencintaimu, ayo kita menikah" ucap Pak Romi.


"Tidak bisa, aku ini istri Adam Barata" ucap Ibu Dewi.


"Untuk apa kau masih saja berharap padanya, jelas-jelas dia mengacuhkanmu" ucap Romi.


"Aku harus menguasai semua harta keluarga Barata" ucap Ibu Dewi.


"Lalu bagaimana dengan hubungan kita?" tanya Pak Romi.


"Romi, aku hanya menganggapmu teman bermalamku saja. Bukankah selama ini kita begitu" ucap Ibu Dewi.


"Kau benar-benar wanita licik" ucap Pak Romi.


Tak lama Ibu Dewi hamil anak dari Pak Romi. Ibu Dewi hamil saat Pak Adam diluar kota dalam waktu yang cukup lama, dia berusaha menghilangkan jejak perselingkuhannya. Setelah dia melahirkan bayi perempuannya dia meminta seorang pelayan membawa pergi putrinya.


"Tolong bawa pergi putriku dari sini, besarkan dia dan rawatlah dia seperti anakmu sendiri. Aku akan memberimu banyak uang" ucap Ibu Dewi.


"Baik kanjeng doro" ucap Inem.


"Ingat, jangan sampai ada yang tahu kalau aku melahirkan dan memiliki bayi perempuan ini" ucap Ibu Dewi.


"Baik kanjeng doro" ucap Inem.


"Aku akan menemuinya lagi setelah semua masalahku disini selesai" ucap Ibu Dewi.


"Iya kanjeng doro" ucap Inem.


Ibu Dewi menyerahkan putrinya untuk dibawa Inem pergi meninggalkan rumah keluarga Barata.


Sejak saat itu Ibu Dewi tak pernah bertemu putrinya lagi.


Flash Back Off


Ibu Dewi pergi mengendarai mobilnya menuju Panti Asuhan Kasih Bunda. Dia memarkirkan mobilnya didepan panti asuhan itu. Kemudian dia berjalan menuju ke dalam panti asuhan. Dia menemui pemilik panti asuhan dan membicarakan tujuannya. Mereka berbincang diruangan pemilik panti asuhan tersebut.


"Menurut buku catatan anak panti asuhan yang diadopsi disini, bayi Siva Tania yang anda maksud sudah diadopsi oleh Adam Barata dari keluarga Barata" ucap Ibu Ningsih.


"Apa? Adam Barata yang mengadopsinya?" Ibu Dewi terkejut dengan ucapan Ibu Ningsih.

__ADS_1


__ADS_2