
Rafka, Mami bukannya tidak setuju Azura dan Gista tinggal disini, hanya saja Mami khawatir terjadi fitnah dan bahan pembicaraan orang lain. Terlebih lagi kalian sama-sama sendiri tidak menutup kemungkinan menjurus pada hal tidak diinginkan"ucap Freya.
"Mami benar, aku juga sedang memikirkan hal itu. Kalau aku mencarikan mereka rumah, aku khawatir kejadian memilukan pada mereka terulang lagi"ucap Rafka.
"Tapi kau juga tidak bisa melindungi mereka terus menerus, sementara kau bukan siapa-siapanya mereka berdua"ucap Freya.
"Aku sedang sedang mencari solusi terbaik Mi"ucap Rafka.
"Rafka, apa kau akan menikahi keduanya?"tanya Freya.
"Aku....aku masih ragu, antara aku dan kedua wanita itu tidak memiliki rasa cinta satu sama lain. Aku masih sangat mencintai Diana begitupun dengan mereka yang mungkin masih terluka"ucap Rafka.
"Mami tahu posisimu, kau ingin melindungi mereka berdua tapi kau juga harus memberi mereka status apa? iyakan?"tanya Freya.
"Iya Mi, aku tidak ingin mereka kembali disakiti, aku ingin melindungi mereka berdua. Merubah luka jadi bahagia"ucap Rafka.
Freya berpikir sejenak. Dia tahu kegundahan yang sedang dipikirkan Rafka. Freya begitu mengenal Rafka, anak itu selalu peduli pada orang lain. Tapi kali ini berbeda. Rafka ingin melindungi kedua wanita yang dia sendiri sebenarnya tidak mencintai kedua wanita itu apalagi kedua wanita itu juga masih terluka hatinya.
"Rafka jika memang kau akan menikahi keduanya, Mami percaya tujuanmu hanya untuk melindungi mereka, karena Mami tahu dihatimu hanya ada Diana"ucap Freya.
Rafka turun ke lantai, dia bersimpuh dikaki Freya.
"Mami jika aku menikahi keduanya tanpa cinta apakah aku bisa memberi mereka kebahagiaan?"tanya Rafka.
"Rafka memang sulit menikahi kedua wanita sekaligus apalagi tidak ada rasa cinta dari kedua belah pihak, tapi kau juga tidak mungkin selamanya melindungi mereka tanpa status yang pasti, jika mereka mau menjadi istrimu, Mami akan mendoakanmu semoga kalian bahagia"ucap Freya.
"Hik......hik.....hik......"Rafka menangis dipangkuan Freya.
"Rafka cinta akan tumbuh seiring berjalannya waktu, lukamu dan mungkin luka kedua wanita itu akan sembuh seiring berjalannya waktu"ucap Freya.
"Maafkan aku Mi jika nanti aku harus mengambil keputusan ini"ucap Rafka.
"Lakukanlah yang terbaik dengan tujuan baikmu" ucap Freya.
Rafka berbaring dipangkuan Freya. Dia teringat Diana, hatinya belum sembuh sepeninggalan Diana tapi dia tidak ingin diantaranya dan kedua wanita itu timbul fitnah. Rafka hanya ingin melindungi mereka dengan status yang jelas.
************
Rafka berjalan menuju kamar Gista. Dia mengetuk kamar itu tapi tidak ada jawaban. Ketika dia memegang gagang pintu kamar itu ternyata kamar itu tidak terkunci, Rafka membuka kamar itu tapi Gista tidak ada di dalam kamar itu. Rafka mencarinya ke seluruh ruangan dirumahnya belum ketemu juga lalu dia bertanya pada anggota keluarga dan pembantu tapi tidak ada yang melihat Gista. Dia juga mencari ke halaman rumahnya tapi tidak ada juga. Akhirnya Rafka bertanya ke sekuriti yang menjaga gerbang rumahnya.
"Pak Aceng, tadi melihat Gista keluar rumah gak?"tanya Rafka.
"Iya Den, tadi katanya mau keluar sebentar menemui saudaranya"ucap Pak Aceng.
"Tadi sih saya kebetulan dari luar saat Non Gista keluar. Saya tak sengaja melihat Non Gista bertemu dengan seorang laki-laki, dia dibawa masuk ke dalam mobil sama lelaki itu Den"ucap Acong.
"Laki-laki?"ucap Rafka.
Rafka langsung memikirkan kata-kata Acong. Lalu dia mengeluarkan handphonenya. Rafka mencari foto Derry di handphonenya dan menunjukkan pada Acong.
__ADS_1
"Pak Acong, apa ini orangnya?"tanya Rafka menunjukkan foto lelaki itu pada Acong.
"Iya Den, bener"ucap Pak Acong.
"Berarti benar, Derry yang membawa Gista, mau apa lagi dia"batin Rafka.
"Makasih ya Pak Aceng, Pak Acong"ucap Rafka.
"Iya Den"ucap Pak Aceng dan Pak Acong.
Rafka kembali ke dalam rumahnya. Dia berjalan ke lantai atas, Freya mengikuti dari belakang.
"Rafka....Rafka....."ucap Freya.
"Iya Mi"ucap Rafka.
"Apa Gista sudah ketemu?"tanya Freya.
"Belum Mi, kemungkinan mantan suaminyalah yang membawanya pergi"ucap Rafka.
"Astagfirullah, dia masih saja dzolim pada Gista"ucap Freya.
"Aku mau ganti baju dulu Mi"ucap Rafka.
"Apa kau mau mendatangi rumahnya?"tanya Freya.
"Mami setuju, Mami juga berpikir seperti itu"ucap Freya.
"Rafka ke kamar dulu Mi"ucap Rafka.
"Iya nak"ucap Freya.
Rafka langsung berganti pakaian lalu dia keluar dari rumahnya mengendarai mobil pribadi miliknya. Dia pergi ke rumah Derry untuk mencari Gista.
*************
Rafka sampai di rumah Gerry. Dia turun dari mobilnya. Kakinya melangkah menuju ke pintu rumah itu. Rumah itu terlihat sepi, Rafka langsung mengetuk pintu rumah itu.
Tuk.........tuk.......tuk..........
"Assalamu'alaikum"ucap Rafka mengucapkan salam hingga tiga kali.
Pintu rumah itu terbuka, Derry keluar dari pintu rumah itu.
"Ada apa? sore-sore begini bertamu?"tanya Derry.
"Dimana Gista?"tanya Rafka.
"Loh kok nanya sama aku, bukannya Gista sudah bukan istriku lagi. Tentunya dia sudah tidak bersamaku lagi"ucap Derry.
__ADS_1
"Jangan bohong, aku tahu kau membawa Gista" ucap Rafka.
"Apa untungnya aku membawa wanita lumpuh, yang ada merepotkanku"ucap Derry.
"Kau pikir aku bodoh, kau pasti menyembunyikan Gista dirumahmukan"ucap Rafka.
"Silahkan, silahkan digeledah kalau kau tak percaya"ucap Derry.
Tanpa banyak bicara Rafka menggeledah seluruh ruangan dirumah itu, tapi dia tidak menemukan Gista.
"Dimana Derry menyembunyikan Gista?"batin Rafka.
"Kau sudah puas? aku tidak menyembunyikan Gista kan"ucap Derry.
"Aku pasti akan menemukan Gista"ucap Rafka pada Derry.
"Kau itu suaminya bukan tapi seolah suaminya yang begitu peduli dan khawatir saat istrimu tidak ada"ucap Derry.
"Aku tidak akan membiarkanmu menyakiti Gista lagi, ingat itu"ucap Rafka.
"Oke, lakukan sesukamu, yang jelas aku tidak membawa Gista. Kau sudah puas menggeledah rumahkukan"ucap Derry.
Rafka berjalan keluar dari rumah itu. Dia yakin Derry membawa Gista. Tapi dia belum tahu dimana Derry menyembunyikan Gista.
************
Gista sudah dirias secantik mungkin. Dia sedang duduk diruangan rias pengantin. Dia tidak tahu apa yang akan dilakukan Derry padanya, Gista hanya bisa pasrah. Handphonenya disita Derry. Sementara dia sendiri lumpuh apalagi ibunya ditawan Derry, tidak ada yang bisa dia lakukan.
Gista hanya berharap kemurahan Allah SWT padanya.
"Ya Allah, apa yang akan dilakukan Derry padaku. Hanya kepadamu aku berserah diri Ya Allah. Engkau Yang Maha Mengetahui segalanya. Berilah hamba yang terbaik Ya Allah, amin"ucap Gista dalam doanya.
Derry masuk ke ruangan rias pengantin itu.
"Ayo Gista sudah saatnya kau menikah"ucap Derry.
"Menikah? apa maksudmu Derry?"tanya Gista.
"Aku sudah menjualmu pada Juragan Kardi, jadi kau harus mau menjadi istri kesembilannya"ucap Derry.
"Astagfirullah, sadarlah Derry, apa yang kau lakukan ini salah"ucap Gista.
"Aku tidak peduli, yang kubutuhkan hanya uang dan uang"ucap Derry.
"Kau jahat Derry"ucap Gista.
"Aku tidak peduli"ucap Derry.
Derry mendekati Gista dan mendorong kursi rodanya keluar dari ruangan rias pengantin itu.
__ADS_1