
Pagi itu Rafka sedang mengajak Azura jalan pagi. Keluarga Barata mengizinkan Rafka mengajaknya jalan-jalan pagi dihalaman rumah mereka. Rafka menemani istrinya melihat bunga-bunga bermekaran di taman. Azura terlihat ceria dan bahagia karena Rafka menemaninya.
"Sayang kau senang?" tanya Rafka.
"Iya, selama ada Mas aku senang" ucap Azura.
"Kau masih mual tiap pagi. Apa kita ke rumah sakit untuk kontrol?" tanya Rafka.
Azura meletakkan tangan Rafka diperutnya.
"Aku dan buah cinta kita sehat Mas, memang seperti ini prosesnya sampai trisemester pertama selesai" ucap Azura.
Rafka langsung memeluk Azura. Menciumnya berkali-kali. Dia meluapkan rasa sayangnya pada istri tercintanya.
"Terimakasih sudah mengandung anakku" ucap Rafka.
"Iya Mas, kau juga sudah membuatku jadi wanita sempurna. Aku bisa mengandung buah cinta kita" ucap Azura.
"I Love You" ucap Rafka.
"I Love You Too" ucap Azura.
"Sayang matahari pagi bagus untuk kesehatan, ayo berjemur" ucap Rafka.
Azura mengangguk. Rafka menemaninya berjemur dibawah sinar matahari pagi. Tak lama Devan menghampiri Azura dengan membawa setangkai bunga mawar merah.
"Azura terimalah, ini bunga tanda cinta dariku" ucap Devan.
Azura melihat bunga yang dipegang Devan. Dia tidak ingin menerima bunga itu.
"Nona Azura terimalah bunga itu, indah loh" ucap Rafka.
Rafka terpaksa menyuruh Azura menerima bunga mawar itu meskipun dia cemburu, istrinya dicintai lelaki lain terang-terangan menggoda didepannya.
"Baiklah, terimakasih Mas Devan" ucap Azura menerima bunga mawar merah itu.
Devan mendekati wajah Azura hendak menciumnya tapi Rafka berusaha menghalanginya.
"Tuan Devan ada ulet dibajumu" ucap Rafka.
Devan yang hendak mencium Azura pun terpecah konsentrasinya. Dia langsung sibuk mencari ulat dibajunya.
"Mana-mana ulatnya?" ucap Devan.
Rafka mengambil ulat ditanaman didekatnya. Lalu pura-pura membantunya mencari ulat dibaju Devan padahal dia meletakkan ke dalam bajunya lewat kerah belakangnya.
"Mungkin sudah masuk ke dalam baju, tapi saya lihat ulatnya merayap dipunggung Tuan" ucap Rafka.
"Iya punggungku tiba-tiba gatal" ucap Devan.
Devan menggaruk punggungnya. Dia merasa gatal dipunggungnya.
"Sebaiknya Anda mandi, agar bulunya tidak menyebar ke bagian tubuh lainnya. Saya khawatir ulatnya ada didalam baju" ucap Rafka.
"Kau benar, aku harus mandi" ucap Devan.
__ADS_1
Devan menggaruk-garuk punggungnya kemudian pergi dari tempat itu. Tinggal Rafka dan Azura berada ditaman.
"Mas untung....." ucap Azura.
Azura ingin berbicara panjang tapi Rafka malah menciumnya.
"Mas aku sulit bernafas, kau cemburu ya" ucap Azura nafasnya tersengal-sengal setelah dicium Rafka.
"Iya sayang, aku tidak bisa melihat istriku hendak disentuh lelaki lain, apalagi didepanku" ucap Rafka.
Azura langsung memeluk Rafka. Dia senang mendengar suaminya cemburu. Berarti ada cinta yang besar dihatinya untuk Azura.
"Kau lapar sayang?" tanya Rafka.
"Iya Mas" ucap Azura.
Rafka dan Azura masuk ke dalam rumah besar itu. Mereka menuju ke ruang makan. Rafka membantu Azura duduk diruang makan. Baru mau makan, Ibu Dewi menghampiri Azura.
"Siapa yang menyuruhmu makan enak dimeja ini" ucap Ibu Dewi mencengkram tangan Azura.
"Maaf kanjeng ibu" ucap Azura.
"Pergi ke dapur sana, makan yang ada disana. Masak sendiri" ucap Ibu Dewi sambil melepas cengkramannya.
"Baik kanjeng ibu" ucap Azura.
Azura pergi ke dapur ditemani Rafka. Dia mulai memasak makanannya sendiri tapi Rafka menggantikannya memasak.
"Sayang biar suamimu yang memasak, kau tidak boleh kelelahan" ucap Rafka.
"Mas terimakasih" ucap Azura.
"Iya sayang" ucap Rafka.
"Nah sayang sudah selesai, nasi goreng spesial lagi, maaf ya sayang aku hanya bisa masak ini" ucap Rafka.
"Iya Mas" ucap Azura.
Azura duduk dilantai ditemani Rafka. Dia begitu lahap memakan nasi goreng buatan suami tercinta.
"Enak sayang?" tanya Rafka.
"Juara" ucap Azura.
"Upah masaknya mana?" tanya Rafka.
Cup
Cup
Azura mencium pipi Rafka dua kali. Rafka tersenyum mendapat ciuman dari istrinya.
"Mas kau belum sarapan, makan ya aku suapin" ucap Azura.
"Iya sayang" ucap Rafka.
__ADS_1
Azura menyuapi Rafka makan sambil menyuapi dirinya sendiri. Rafka makan sembari mengelus perut istrinya.
Selesai makan Rafka dan Azura kembali ke kamar. Azura harus diborgol kembali satu tangannya.
"Maaf sayang tanganmu harus diborgol lagi" ucap Rafka.
"Tidak apa-apa, yang penting ada Mas, aku seneng banget" ucap Azura.
"Sayang boleh aku tanya sesuatu?" tanya Rafka.
"Boleh, katakanlah" ucap Azura.
"Coba ceritakan kejadian Devan sebelum meninggal hingga dia meninggal" ucap Rafka.
"Saat itu hari ulang tahun Mas Devan. Aku menyiapkan kejutan untuknya disebuah taman. Hingga larut malam aku menunggu kedatangannya. Tapi Mas Devan tak kunjung datang. Akhirnya aku memutuskan untuk menunggunya dijalan raya. Aku berjalan bolak balik dijalan raya berharap Mas Devan datang. Tapi dia tak juga datang. Hingga saat aku menyeberang jalan, sebuah mobil hendak menabrakku tapi Mas Devan menolongku. Dia mendorongku hingga terjatuh ke tepi jalan tapi dia sendiri justru tertabrak mobil itu Mas. Setelah itu aku berteriak dan....dan aku tidak ingat lagi, aku pingsan. Saat aku terbangun aku sudah ada dikamar sedangkan Mas Devan sedang dikerumuni orang yang sedang tahlilan hik hik hik" ucap Azura menjelaskan semua kejadian kelam yang sudah dilewatinya.
Azura menangis tersedu-sedu teringat kejadian kelam itu. Rafka menyeka air mata yang menetes dipipi istri tercintanya. Dia juga mencium mata Azura yang menangis.
"Sabar ya sayang aku tahu menceritakan semua ini kembali pasti berat untukmu" ucap Rafka.
Azura mengangguk. Rafka berusaha menghibur Azura hingga dia tersenyum kembali.
"Sekarang kau istirahat ya sayang, aku ada disini menemanimu" ucap Rafka.
"Iya Mas" ucap Azura.
Rafka menemaninya sampai Azura tidur lelap. Setelah itu dia wudhu dan sholat dhuha. Dia menanjatkan doa pada Allah SWT.
"Ya Allah Yang Maha Kuasa, berilah hamba petunjuk agar bisa membawa kembali istri hamba keluar dari tempat ini. Hanya Engkau yang bisa menolong hamba, amin" ucap Rafka.
Sambil duduk disajadahnya, Rafka menelpon seseorang.
"Hallo" ucap Rafka.
"Hallo Bos" ucap Bendi, seorang agen rahasia.
"Aku punya pekerjaan untukmu kali ini" ucap Rafka
"Silahkan Bos, senang sekali mendapat pekerjaan dari pengusaha kaya seperti Anda" ucap Bendi.
"Ini pekerjaan yang tidak mudah" ucap Rafka.
"Saya akan menjalankannya sesuai kemampuan saya" ucap Bendi.
"Tolong selidiki rumah sakit tempat Devan dibawa setelah kecelakaan, cari data kematiannya" ucap Rafka.
"Baik Bos" ucap Bendi.
"Kabari aku secepatnya setelah kau mendapatkan informasinya" ucap Rafka.
"Oke Bos" ucap Bendi.
Rafka langsung menutup telponnya setelah bicara dengan Bendi agen rahasia yang disewanya. Dia menghampiri Azura dan mencium pipinya.
Cup
__ADS_1
"Sayang, sebentar lagi kau tidak akan menderita seperti ini. Aku akan berusaha membebaskanmu dari sini" ucap Rafka.
Rafka yakin bisa mengungkap semua kejanggalan ini dan membawa istrinya keluar dari rumah keluarga Barata.