
Rafka mengendarai mobilnya menuju ke rumah besar keluarga Barata. Dia menemukan Ibu Dewi sedang kesakitan dibawah tangga sementara pelayan dirumah itu diikat. Rafka langsung menghampiri Ibu Dewi.
"Ibu Dewi dimana Azura?" tanya Rafka.
"Azura dibawa Danu, tadi ibu pingsan jadi tidak tahu Danu membawanya kemana, cepat cari Azura, ibu yakin Danu akan membawanya pergi jauh" ucap Ibu Dewi.
Tanpa banyak berpikir Rafka langsung keluar dari rumah itu. Dia mengendarai mobilnya menuju jalan raya. Rafka melihat kesetiap sudut jalan mungkin saja dia melihat Azura ataupun mobil milik keluarga Barata.
"Azura kau ada dimana sayang" ucap Rafka cemas.
"Ya Allah lindungilah istriku" ucap Rafka.
Tak sengaja Rafka melihat Azura dibawa Danu masuk ke dalam taksi.
"Itu Azura" ucap Rafka.
Rafka berusaha mengejar taksi didepannya. Dia mengendarai mobilnya secepat mungkin agar bisa menyusul taksi itu tapi didepannya sedang ada mobil yang kecelakaan. Ada seorang ibu yang memangku anaknya yang terluka parah. Dia menangis meminta bantuan orang untuk membawa putranya ke rumah sakit. Tapi semua orang hanya menontonnya. Rafka langsung menghentikan mobilnya. Dia turun dari mobil menghampiri Ibu yang menangis sambil memangku anaknya.
"Tolong...tolong anatarkan kami ke rumah sakit hik hik hik...anak saya terluka, dia butuh penanganan Dokter hik hik hik..." ucap Ibu itu menangis.
Rafka merasa iba, dia tak tega melihat ibu itu dan anaknya yang terlihat kritis.
"Bu biar saya antar ke rumah sakit" ucap Rafka menawarkan bantuannya.
"Terimakasih nak" ucap Ibu Retno.
Rafka membopong anak Ibu Retno lalu membawanya ke mobil miliknya. Dia mengantarkan Ibu Retno pergi ke rumah sakit walaupun dia sendiri juga dalam keadaan khawatir memikirkan istrinya.
"Ya Allah lindungi istriku" batin Rafka dalam hatinya.
Sampai dirumah sakit Rafka mengantarkan anak ibu Retno sampai ke UGD. Dia juga menitipkan kartu nama pada bagian pendaptaran bila ada biaya atau sesuatu yang dibutuhkan ibu itu, kemudian dia meninggalkan rumah sakit. Rafka mengendarai mobilnya. Dia menelpon perusahaan jasa taksi online yang dinaiki Danu tadi sesuai nomor plat yang ada ditaksi online tersebut. Mengetahui Rafka Alexsandro yang menelpon, Rafka langsung mendapatkan respon dengan cepat. Lalu dia mendapatkan nomor telpon supir taksi online itu. Dia menelpon supir taksi online itu dengan segera.
"Hallo Mas Danang" ucap Rafka.
"Hallo, iya saya Danang" ucap Danang.
"Saya ingin menanyakan sesuatu pada Anda terkait penumpang yang tadi Anda antar" ucap Rafka.
"Baik silahkan Mas" ucap Danang.
"Tadi jam 1 siang anda mengantar dua orang penumpang, satu lelaki dan wanita kemana?" tanya Rafka.
__ADS_1
"Ke bandara Mas" ucap Danang.
"Oke, terimakasih" ucap Rafka singkat.
"Ya sama-sama" ucap Danang.
Rafka langsung mengendarai mobilnya menuju ke bandara. Hatinya ketar-ketir khawatir Danu membawa pergi Azura. Rafka juga menghubungi pihak kepolisian. Secepatnya pihak kepolisian menutup akses bandara untuk Danu. Mereka juga menuju ke bandara atas laporan Rafka. Sampai di bandara Rafka turun dari mobil dia berlari mencari Azura diberbagai tempat dibandara itu.
Rafka hampir putus asa, dia belum juga menemukan Azura. Sampai pada akhirnya suara adzan ashar berkumandang.
"Lebih baik aku sholat dulu, Allah lebih tahu segalanya" ucap Rafka.
Rafka berjalan menuju mushola di bandara itu. Dia berwudhu lalu sholat ashar. Rafka berdoa pada Allah SWT agar diberi kesempatan untuk bertemu dan bersama Azura kembali. Selesai sholat, Rafka melihat Azura keluar dari mushola wanita. Mereka saling memandang. Langkah mereka semakin mendekat kemudian mereka berpelukan.
"Terimakasih Ya Allah kau mengizinkanku bertemu kembali dengan istriku" ucap Rafka sambil meneteskan air matanya memeluk Azura.
"Iya Mas, kita bisa bertemu dan bersama kembali" ucap Azura.
Rafka memegang pipi Azura dengan kedua tangannya lalu menciumnya berkali-kali.
"Mas kita berada ditempat umum" ucap Azura melepas ciuman Rafka.
Rafka tersenyum, dia lupa sedang berada ditempat umum. Penonton udah terlanjur baper berasa nonton drama kolosal tapi sayangnya hanya promo saja jadi sekilas info doang. Penonton kecewa niatan hati nonton film gratis, maklum novel aja berbayar apalagi film romantis. Beli bajakan eh banyak potongan dan sensor, suara gresek-gresek jadi berasa denger orang bisik-bisik tetangga.
"Dowload aja pakai Wifi gratisan bandara" ucap Pak Maman.
"Paswoard-nya apa?" tanya Pak Dudung.
"Kerja Dulu Dong Jangan Gratisan" ucap Pak Maman.
"Situ kok ngatain saya" ucap Pak Dudung.
"Siapa juga yang ngatain kamu" ucap Pak Maman.
Pak Dudung dan Pak Maman malah asyik jambak-jambakan didepan mushola, bahkan mereka sampai bersaing menata sandal dan sepatu didepan mushola. Kembali lagi ke pertarungan. Akhirnya pihak keamanan mendamaikan mereka berdua. Pak Dudung dan Pak Maman menceritakan perihal pertarungan mereka yang tiada akhir.
"Oh, paswoard-nya memang Kerja Dulu Dong Jangan Gratisan" ucap Pihak keamanan.
"Oh...gitu toh, bilang dong dari tadi" ucap Pak Udung.
"Situ yang malah emosi, lihat nih rambut saya sampai rontok padahal baru aja ditumbuhin massal gara-gara dibotakin anak saya" ucap Pak Maman.
__ADS_1
"Saya lebih rugi, lihat jerawat saya sampai pada meletus, padahal lagi perawatan" ucap Pak Dudung.
Ditempat lain Rafka menggandeng Azura berjalan keluar dari bandara sambil berbincang.
"Sayang gimana ceritanya kau ada di mushola?" tanya Rafka.
"Tadi pihak keamanan bandara menangkap Danu atas perintah pihak kepolisian. Lalu aku mendengar suara adzan ashar, aku pikir lebih baik sholat dulu" ucap Azura.
"Allah memang Maha Besar selama kita mengingatnya, Allah akan memudahkan jalan yang kita lalui" ucap Rafka.
"Semuanya indah pada akhirnya" ucap Azura menambahkan.
Rafka dan Azura naik ke dalam mobil. Mereka meninggalkan bandara.
*************
Gista pergi ke taman bunga diantar Mba Siti. Dia meminta Mba Siti menunggunya didalam mobil.
Sementara Gista mendorong kursi rodanya dengan tangannya sendiri masuk ke taman bunga itu. Gista tak sengaja bertemu Nathan dan Alifa yang sedang membeli tiket.
"Gista" ucap Nathan.
"Nathan" ucap Gista.
"Bu guru" ucap Alifa langsung memeluk Gista.
Gista membalas pelukan Alifa. Dia senang bisa bertemu Alifa lagi, apalagi Alifa mengenakan bando yang dibelikannya.
"Lihat Bu guru bandonya Alifa pakai, cantik gak Alifa sekarang?" tanya Alifa setelah berpelukan dengan Gista.
"Cantik, lucu" ucap Gista memberi pendapat saat melihat Alifa memakai bando pemberiannya.
"Makasih ya Bu guru" ucap Alifa.
"Iya sayang" ucap Gista.
Alifa terlihat senang sekali memakai bando yang diberi Gista.
"Ayo masuk, tiketnya sudah ada" ucap Nathan.
"Iya" ucap Gista dan Alifa.
__ADS_1
Nathan mendorong kursi roda Gista masuk ke dalam taman bunga, sementara Alifa mengikuti Nathan disampingnya.