Menikahi Dua Janda

Menikahi Dua Janda
Memasak Untuk Istri


__ADS_3

Rafka dan Azura terkejut. Mereka berdua melepaskan diri masing-masing, berdiri sejajar menghadap Gista. Rafka melangkah menghampiri Gista. Dia jongkok didepan kursi roda istrinya itu.


"Sayang apa kau juga ingin sarapan? aku akan memasaknya untukmu juga" ucap Rafka menawari Gista.


"Boleh, tapi tumben kau masak Mas" ucap Gista.


Selama tinggal di rumah besar itu Gista tak pernah melihat Rafka masak. Ini kali pertamanya masak. Itu sebabnya Gista heran.


"Azura ngidam, dia ingin aku makan masakanku" ucap Rafka.


"Ngidam? Azura hamil?" tanya Gista. Dia cukup terkejut dengan kehamilan Azura.


"Iya, tadi pagi Azura melakukan test pack dan hasilnya alhamdulillah garis dua" ucap Rafka menjelaskan pada Gista.


Gista tersenyum mendengar kabar itu. Meskipun dirinya agak sedih karena dia belum hamil.


"Aku ikut senang Mas" ucap Gista.


"Azura selamat ya atas kehamilanmu" ucap Gista memberi selamat pada Azura.


"Iya Gista" ucap Azura.


Azura menghampiri Gista dia berdiri di belakang Gista memeluknya dari belakang.


"Semoga Gista segera hamil juga ya" ucap Azura.


"Amin" ucap Gista.


Gista tersenyum meskipun hatinya cemas. Selama menikah bertahun-tahun dengan Derry, dia belum di karuniai anak. Dia sendiri ragu kalau bisa hamil. Gista pernah memeriksakan kandungannya ke rumah sakit. Gista dinyatakan mandul. Itu sebabnya dia mungkin takkan bisa memberi keturunan untuk Rafka. Kenyataan pahit yang harus ditelannya. Dia hanya bisa menyaksikan kebahagian Azura yang sedang mengandung buah cintanya bersama Rafka.


"Bidadari-bidadariku sayang, kalian tunggu aku masak dulu ya" ucap Rafka.


"Iya Mas" ucap Azura dan Gista.


Rafka memasak di dapur disaksikan kedua istrinya. Mereka berdua tersenyum melihat tingkah lucu Rafka yang kaku dan berantakan saat masak. Bajunya sampai kotor semua. Matanya meneteskan air mata karena mengupas bawang. Belum lagi dia terbatuk saat menumis bumbu yang mengandung cabai.


"Sudah matang, nasi goreng spesial untuk istri-istriku tercinta" ucap Rafka.


"Mas aku punya hadiah untukmu" ucap Gista.


"Aku juga punya hadiah untukmu" ucap Azura.


Rafka meletakkan nasi goreng terlebih dahulu di dekat kompor. Dia menagih hadiah dari kedua istrinya. Dia duduk didepan Gista.


Cup


Cup


Kedua istrinya mencium pipi Rafka.


"Aku mau yang lebih dari itu" ucap Rafka.


Rafka mencium kedua istrinya bergantian.

__ADS_1


"Mas" ucap Gista dan Azura malu-malu.


"Ayo makan bidadari-bidadariku" ucap Rafka.


Gista dan Azura mengangguk. Rafka mendorong kursi roda Gista menuju meja makan di ruang makan. Azura membawa nasi goreng spesial itu ke meja makan. Mereka bertiga duduk bersama untuk makan. Tiba-tiba Radhitya masuk ke ruang makan.


"Widih nasi goreng tuh, enak nih" ucap Radhitya mau mengambil nasi goreng di atas meja.


"Stop! itu nasi goreng untuk kedua istriku" ucap Rafka.


"Yah kirain buat aku kak" ucap Radhitya.


"Kau mau?" tanya Rafka.


Radhitya sudah senang mendengar pertanyaan kakaknya. Dia mengira kakaknya akan berbaik hati padanya. Mungkin akan memasakkannya, itu yang dia pikirkan.


"Iya kak mau" ucap Radhitya.


"Masak sendiri sana!" perintah Rafka.


"Kirain? mau dimasakin" ucap Radhitya.


"Ada apa sih kak rame banget?" tanya Luna yang baru masuk ke ruang makan.


Melihat Luna yang masuk ke ruang makan Radhitya langsung meminta tolong Luna.


"Lun masakin kakak nasi goreng dong" ucap Radhitya.


"Minta dimasakin Bi TK B aja" ucap Luna.


"Makanya punya istri dong, ngakunya playboy tapi susah nyari calon istri" ucap Luna mengejek Radhitya.


"Bawel, susah ya nyuruh kamu. Lihat aja besok, kakak bawa calon istri" ucap Radhitya.


"Silahkan, paling juga tukang jamu pengkolan yang kakak bawa. Secara dia doang yang ngebet dikawinin sama kakak" ucap Luna.


Rafka dan kedua istrinya tertawa melihat pertengkaran Radhitya dan Luna yang gak ada habisnya. Mereka tak pernah akur ataupun berdamai.


Karena tak ada yang mau memasakkan nasi goreng untuknya. Radhitya berusaha memasak nasi goreng itu sendiri. Dia menyiapkan semua bumbu dan bahan.


"Kak liat di medsos aja cara masak nasi goreng yang enak" ucap Luna menghampiri Radhitya ke dapur.


"Gak perlu, kakak jago masak, udah master nih" ucap Radhitya menyombongkan dirinya.


"Yaudah, terserah deh kalau gajebo" ucap Luna keluar dari dapur itu.


Radhitya tidak mendengarkan ucapan Luna. Dia percaya diri dengan caranya sendiri.


"Cuma bikin nasi goreng aja apa sih susahnya" ucap Radhitya.


Radhitya hendak memotong cabe rawit tapi dia ragu.


"Dipotong udah biasa kalau dibejek pakai tangan kaya adonan pasti lebih enak" ucap Radhitya.

__ADS_1


Radhitya mengambil dua puluh cabe rawit lalu melumatkan cabai itu dengan tangannya sampai hancur jadi kepingan kecil.


"Kok tanganku panas banget ya kaya terbakar nih" ucap Radhitya.


"Huuuu .....panas, merah lagi" ucap Radhitya meniupi kedua tangannya yang memerah.


"Lupakan rasa sakit ini, bawang belum dikupas" ucap Radhitya.


Radhitya mengupas bawang merah ukuran jumbo. Dia asal mengupas sampai sepuluh biji.


Air matanya terus mengalir membasahi pipinya.


"Perasaan gak nonton tangisan anak tiri kok baper gini ya" ucap Radhitya.


"Yah makin deres nih air mataku, mertuanya kejam kali ya atau banyak istri tersakiti" ucap Radhitya.


Radhitya mulai memotong sayuran, dia menggunakan pisau daging berukuran cukup besar.


"Yah kok jariku yang ku potong, mana tajem lagi pisaunya" ucap Radhitya.


"Aw.....perih nih kalau kena air, tersiksanya padahal cuma mau bikin nasi goreng" ucap Radhitya.


Radhitya mulai memasukkan minyak goreng ke wajan. Dia memasukkan cukup banyak minyak lalu memasukkan ayam untuk di goreng duluan.


Pletuk....pletuk....pletuk.....


Minyak goreng itu meletup kena tangan Radhitya.


"Aw......kok dramatis gini mau masak, berasa disamber petir" ucap Radhitya.


"Ibu mertua aja kalah sadis nih ma minyak goreng ini" ucap Radhitya.


Selesai menggoreng ayam, Radhitya menumis bumbu yang tadi di blendernya.


Sreeeng....sreeeeng...sreeeng...


Bumbu itu ditumis bolak balik oleh Radhitya.


"Ugh....ugh....ugh.....kok gue batuk gini, perasaan dari tadi penderitaan tiada akhir. Gimana hasilnya ya?" ucap Radhitya.


Radhitya mulai memasukkan lauk pauk dan sayuran untuk ditumis duluan, barulah nasi putih.


Radhitya membolak balikkan nasi goreng itu hingga terlampau matang.


"Kok agak coklat, mungkin ini tanda kematangan sempurna" ucap Radhitya asal menyimpulkan masakannya.


"Tapi kok sayurannya menyusut bahkan mengering, ini bener gak ya" ucap Radhitya.


Setelah bau masakannya mulai aneh barulah Radhitya mengangkat masakannya.


"Inilah hasil masakan master Radhitya, dijamin enak" ucap Radhitya menyombongkan diri sambil memegang nasi goreng dipiring.


"Hai Kak Radit"

__ADS_1


Seorang wanita muda berpakaian seksi berada di pintu dapur. Dia terlihat modis dan menor. Rambutnya panjang kemerahan, dia mengenakan kaca mata hitam. Dia tampak genit dengan gaya menggodanya.


__ADS_2