
"Kau jahat Mas, dia ibu kita" ucap Azura.
Danu tidak menggubris ucapan Azura. Dia menarik lengan Azura keluar dari rumah kemudian memasukkan Azura ke dalam mobil.
Dia mengendari mobilnya menuju ke jalan raya. Baru beberapa KM mobilnya mogok.
"Yah mogok lagi nih mobil" ucap Danu.
Danu turun dari mobilnya. Dia mengecek mesin mobil itu. Baru membuka kap mesin depannya tahu-tahu ada tikus beserta keluarga cemaranya. Ada ayah tikus, ibu tikus, anak tikus, keponakan tikus dan selingkuhan tikus.
"Ampun ini tikus kenapa buat koloni disini" ucap Danu.
"Ini bukannya kolor ijo punya gue yang kemarin, pantes dicariin gak ada. Ini juga pembalut ukuran jumbo segala ada disini, punya siapa ya" ucap Danu.
Danu terpaksa menggusur paksa tikus beserta koloninya. Mereka gak mau ngontrak nyari gratisan tinggal didalam mobil biar bisa jalan-jalan terus.
"Tikus udah beres, lah nih cicak kawin juga disini. Udah ke penghulu belum? jangan asal kawin lari" ucap Danu bicara sendiri.
Cicak yang asyik mojok terpaksa nyari semak-semak baru tempat yang lebih indah untuk kawin lari.
"Sial mau kabur aja banyak godaan" ucap Danu.
Saat Danu sibuk memperbaiki mesin mobilnya, ada seorang bapak-bapak bertanya padanya.
"Dek mau tanya?" ucap Bapak Eko.
Danu yang tadi sibuk memperbaiki mesin mobilnya, berbalik ke belakang melihat bapak tua itu.
"Mau minta sumbangan ya Pak? kerja dong" ucap Danu.
"Saya ini juga sedang melamar kerja" ucap Pak Eko.
"Paling juga jadi tukang cuci piring atau OB paling mentok" ucap Danu..
"Salah, saya justru mau bagi-bagi emas dan berlian. Saya bingung mau diapain" ucap Pak Eko.
"Apa bagi emas dan berlian, boleh kalau gitu mana?" tanya Danu.
"Tunggu saya ambilkan ya" ucap Pak Eko.
Pak Eko pergi meninggalkan tempat itu kemudian dia membawa kedua anaknya.
"Mas ini emas dan berlian, tolong nikahin mereka kasihan dua kali menjanda, tiga kali melahirkan, empat kali tersakiti, sepuluh kali berhutang, dan lima belas kali masuk rumah sakit, untung belum masuk rumah sakit jiwa jadi dijamin masih waras" ucap Pak Eko.
Danu melihat kedua anak Pak Eko. Dia terkejut anaknya pada gendut dan.menyeramkan.
"Maaf ya Pak tidak buka lowongan jodoh disini, silahkan ke planet lain kali aja ada yang berminat" ucap Danu.
"Saya sudah coba tawarkan ke pengali kubur dan tukang jualan cireng tapi gak mau, mereka bilang belum mampu membiayai operasi plastik untuk anak saya, maklum kayanya anak saya lebih mirip hantu dari pada manusia" ucap Pak Eko.
__ADS_1
"Saya tahu solusinya, silahkan daftar dialam gaib pasti laku keras anak Anda" ucap Danu.
Lama-lama bisa gila juga Danu melihat Pak Eko dan kedua putri antiknya. Dia merasa harus kabur tapi mereka terus menghadang.
"Bagaimana kalau Emas dan Berlian ini ta'aruf dulu sama Masnya, dijamin puas, banyak kelebihannya" ucap Pak Eko.
"Maaf, saking lebihnya sayang jadi tidak sanggup menerimanya. Mereka berdua terlalu antik, mungkin alien atau hantu cocok bersanding dengan mereka" ucap Danu.
"Sialan, gue harus kabur sebelum terpaksa menikahi kedua wanita antik ini" batin Danu.
"Saya akan jelaskan kelebihan mereka. Timbangannya lebih, gak perlu beli kasur, mereka biasa tidur diatas genting, makan rumput tetangga juga doyan, dan satu hal lagi mereka bisa jualan cicak dan tokek bla..bla...bla..." ucap Pak Eko terus bercerita.
"Pak orangnya dah kabur" ucap Emas.
Saking asyik bercerita lupa pendengarnya sudah out duluan. Danu membawa Azura pergi dari tempat itu. Dia menarik lengan Azura berjalan mencari angkutan lain. Karena dia buru-buru, terpaksa naik delman.
"Pak kapan delmannya jalan yah?" tanya Danu pada tukang delman.
"Kudanya pacaran dulu Mas, maklum seminggu ini belum pacaran dia, stress jadinya" ucap Tukang delman.
"Iya sih, tapi gak pacaran sama sapi juga kali, merekakan beda jenis" ucap Danu.
"Nah itu dia keunikan kuda saya, pacarnya sapi, istrinya kerbau, dan selingkuhannya kambing" ucap Tukang delman.
"Kok aku bertemu orang yang tak waras sejak tadi" batin Danu.
"Pasti mertuanya dinosaurus ya Pak" ucap Danu.
Danu merasa semua yang ditemuinya hari ini aneh. Delman itu mulai berjalan. Danu terus tutup mulut dan hidungnya.
"Pak ini bau apa ya?" tanya Danu.
"Bau pantat kuda, dia lagi diare jadi mencret, maklum kemarin ikut kondangan makan sate usus ma es cendol jadi begitu" ucap Tukang delman.
"Kenapa gak diajak rapat para mentri pasti pendapatnya lebih didengar" ucap Danu.
"Ini juga lagi saya sekolahin biar jadi Dokter" ucap Tukang delman.
"Gila...benar-benar gila aku" batin Danu.
Delman itu berjalan lambat, banyak kendala. Kuda ganti pempes dulu, tukang delman ngapel dulu, bersua foto dengan ibu-ibu narsis, dan mendengarkan dongeng sebelum tidur.
*************
Diperjalanan Rafka terus memikirkan Azura. Perasaannya tidak enak. Dia takut terjadi sesuatu padanya. Tapi Azura bilang akan menelpon jika terjadi sesuatu. Dia coba berpikir positif. Rafka coba menelpon Gista terlebih dahulu biar dia senang.
"Hallo sayang" ucap Rafka.
"Hallo Mas" ucap Gista.
__ADS_1
"Aku pulang ke rumah pagi ini" ucap Rafka.
"Yang bener Mas? aku seneng banget nih" ucap Gista.
"Iya, tunggu aku ya, 15 menit lagi sampai" ucap Rafka.
"Iya Mas" ucap Gista.
Gista menutup telponnya. Dia senang sekali akan bertemu dengan Rafka. Dia berdandan secantik mungkin didepan meja riasnya dibantu Mba Siti. Kemudian memaksi gaung terbaik. Dia sudah membayangkan pertemuan yang menyenangkan bersama Rafka. Gista sampai lupa mau bertemu Alifa ditaman. Lima belas menit menunggu tapi tak kunjung datang.
"Mungkin macet" ucap Gista berpikir positif.
Satu jam menunggu tak datang juga. Gista tetap menunggu hingga Rafka menelponnya lagi.
"Hallo sayang" ucap Rafka.
"Hallo Mas" ucap Gista.
"Maaf ya sayang, aku tidak jadi pulang ke rumah. Handphone Azura tidak aktif, aku khawatir terjadi sesuatu padanya" ucap Rafka.
"Iya Mas" ucap Gista.
Gista menutup telponnya. Dia sangat kecewa, tadinya dia berharap bertemu Rafka. Tapi itu hanya harapan semu. Kini dia kecewa lagi, suaminya tak kunjung pulang.
"Kenapa Mas selalu memikirkan Azura, apa sulitnya pulang sebentar saja" ucap Gista.
"Apa Mas hanya mencintai Azura? apa karena aku cacat dan mandul jadi Mas lebih memilih Azura?" ucap Gista kesal.
Gista benar-benar kesal. Dia sudah berharap sekali ingin bertemu Rafka tapi tidak jadi membuatnya sangat kecewa. Dia melihat jam, lalu ingat janjinya pada Alifa. Gista memutuskan untuk pergi ke taman bunga bertemu Alifa.
************
Rafka terus menyetir mobilnya menuju rumah keluarga Barata. Sepanjang jalan pikirannya tak tenang, dia khawatir terjadi sesuatu pada istrinya apalagi Azura sedang mengandung buah cintanya.
"Ya Allah lindungilah istriku Azura" batin Rafka berdoa pada Allah SWT.
Tiba-tiba handphonenya berdering. Rafka menghentikan laju mobilnya. Dia menyalakan layar handphonenya. Panggilan dari Bendi, agen rahasia yang disewanya. Rafka langsung mengangkat telponnya.
"Hallo Bendi" ucap Rafka.
"Hallo Bos" ucap Bendi.
"Ada informasi apa?" tanya Rafka.
"Bos, lelaki yang mirip Devan itu saudara kembarnya Devan, dia bernama Danu. Dia seorang narapidana disebuah lapas. Belum lama ini dia dibebaskan dari lapas oleh keluarga Barata. Dia ditahan karena membunuh wanita yang dicintainya" ucap Bendi.
"Apa? kau tidak salah?" tanya Rafka terkejut.
"Tidak Bos, Danu membunuh wanita yang dicintainya karena menolak cintanya" ucap Bendi.
__ADS_1
Seketika Rafka langsung menutup telponnya. Dia bergegas menuju ke rumah besar keluarga Barata. Dia takut Danu menyakiti Azura.