Menikahi Dua Janda

Menikahi Dua Janda
Hamil?


__ADS_3

Pagi itu Rafka dan kedua istrinya jalan-jalan di tepi pantai. Rafka mendorong kursi roda Gista, sedangkan Azura berlari-lari di tepi pantai bermain dengan ombak yang datang. Rafka membopong Gista untuk duduk diatas pasir sambil bermain ombak.


"Gimana sayang? kau suka?" tanya Rafka.


"Iya Mas, makasih ya. Aku jadi bisa bermain ombak juga" ucap Gista.


"Iya sayang" ucap Rafka.


Azura menari-nari sambil berlari di tepi pantai. Kebetulan pagi itu tepi pantai sepi dari pengunjung sehingga bebas melakukan apapun.


"Mas temani Azura sebentar ya" ucap Rafka.


"Iya Mas" ucap Gista.


Rafka menghampiri Azura yang sedang menari-nari. Dia memeluk Azura dari belakang.


"Mas" ucap Azura terkejut saat Rafka memeluknya.


"Kamu pandai menari sayang" ucap Rafka.


"Dulu aku pernah syuting film yang mengharuskanku menari" ucap Azura.


"Pantas saja" ucap Rafka.


"Mas main ombak yuk" ajak Azura. Dia berpikir untuk bermain ombak bersama suaminya. Apalagi ini kali pertama Azura jalan-jalan bersama suaminya.


"Cium dulu" ucap Rafka meminta upah pada Azura.


Cup


Azura mencium pipi Rafka. Kemudian Rafka membopong Azura berjalan menuju ke dalam ombak yang datang. Rafka dan Azura malu-malu saat makan malam bersama keluarganya.


"Mas kau usil ya" ucap Azura menepuk-nepuk dada Rafka.


"Biar kita basah bersama sayang" ucap Rafka.


Byuuuuur.....


Rafka menjatuhkan Azura ditengah air laut. Azura membalas Rafka dengan menariknya hingga Rafka ikut terjatuh ke dalam air laut. Mereka saling mencinta.


Byuuuur.....


Rafka basah semua, dia hendak menangkap Azura, tapi Azura kabur menjauhi Rafka. Mereka kejar-kejaran hingga Rafka berhasil memeluk Azura.


Azura berusaha minta maaf tapi jaringan tidak Ada.


"Mas ampun" ucap Azura.


"Gak ada ampun, kecuali kau mencium dulu" ucap Rafka.

__ADS_1


Azura tak punya pilihan, dia langsung mencium Rafka. Mereka berciuman diantara ombak yang melintas. Rafka bahkan mencium Azura berkali-kali. Rasanya seperti bulan madu untuk mereka.


"Sayang aku ke Gista dulu ya" ucap Rafka seusai berciuman dengan Azura. Dia tak mungkin terus-terusan bermesraan dengan Azura sementara Gista terabaikan. Rafka harus bisa membagi waktu dan perhatian untuk mereka berdua agar tidak terjadi perselisihan ke depannya.


Azura mengangguk. Rafka membopong Azura ke tepi pantai. Dia membaringkan Azura di pasir. Rafka menatap wajah istrinya.


"Sayang beristilahatlah, kau pasti lelah" ucap Rafka.


Azura mengangguk. Dia beristirahat di tepi pantai itu.


Sedangkan Rafka menghampiri Gista yang duduk di tepi pantai. Dia mendudukkan Gista dipangkuannya, lalu kepala Gista bersandar didada Rafka. Azura juga menyusul Rafka, dia duduk disampingnya menyandarkan kepalanya dibahu Rafka. Mereka bertiga melihat matahari terbit dan menikmati ombak yang silih berganti menyapu tepi pantai.


**************


Satu bulan kemudian


Azura beranjak dari ranjang pagi hari itu. Dia cepat-cepat berlari masuk ke toilet. Perutnya terasa sangat mual. Berkali-kali Azura muntah.


Hoooeeek.... hoooeeek... hoooeeek....


Rafka menghampiri Azura dan memijat tengkuk istrinya itu.


"Sayang salah makan?" tanya Rafka.


"Gak tahu Mas, hampir setiap pagi aku mual terus" ucap Azura.


"Setiap pagi kau mual terus?" Rafka mengingat saat Diana hamil dulu juga seperti itu. Dia langsung kegirangan, dia sampai menggendong Azura.


"Sayang mungkin saja kau hamil" ucap Rafka.


"Hamil? aku memang terlambat datang bulan" ucap Azura. Satu bulan ini Azura memang belum datang bulan. Dia juga sering mual dan muntah. ***** makannya bertambah bahkan dia mudah pengenan makanan yang di makan orang.


"Dulu saat Diana hamil juga begitu sayang" ucap Rafka memberitahu Azura.


"Kalau begitu aku test pack aja kali ya Mas" ucap Azura.


"Ayo buruan test. Mas dah gak sabar pengen tahu hasilnya" ucap Rafka.


"Turun" ucap Azura meminta di turunkan dari gendongan Rafka.


"Oke sayang" ucap Rafka.


Rafka menurunkan Azura dari gendongannya. Kemudian Azura melakukan test pack. Rafka menunggu di luar toilet. Dia bolak balik tak sabar menunggu hasil test pack. Azura keluar dari toilet membawa test pack itu.


"Gimana sayang?" tanya Rafka menatap Azura dengan penuh harapan.


"Sayang maaf aku......" ucap Azura.


Rafka langsung memeluk Azura. Dia berusaha menguatkan Azura.

__ADS_1


"Sayang jangan sedih, kita usaha lagi ya. Aku akan mengambil cuti satu minggu biar kita bisa usaha tiap hari" ucap Rafka.


Azura mengangguk, dia semakin erat memeluk Rafka.


"Aku hamil Mas"ucap Azura.


"Apa? hamil?" Rafka terkejut.


"Iya, dua garis Mas" ucap Azura.


"Alhamdulillah" Rafka memanjatkan rasa syukurnya.


Rafka mencium kening Azura beberapa kali. Dia akan berusaha menjaga Azura dan bayinya dengan baik. Rafka pernah kehilangan bayinya kali ini dia akan benar-benar menjaga Azura dan bayinya. Peristiwa yang dulu menimpa Diana menjadi luka terdalam dalam hidup Rafka, tapi kini dia menatap hidup baru dengan kedua istrinya dan mungkin akan ada banyak anak yang meramaikan rumahnya.


"Kau tidak boleh capek-capek ya" ucap Rafka menasehati Azura.


"Terus aku harus istirahat terus?" tanya Azura.


"Tidak juga, kau boleh beraktifitas tapi yang ringan" ucap Rafka menekankan perkataannya.


"Iya Mas" ucap Azura. Dia percaya apa yang dinasehati Rafka padanya itu untuk kebaikannya.


"Mas aku lapar, aku ingin makan masakanmu" ucap Azura. Dia ngidam masakan buatan suaminya. Dari kemarin Azura banyak makan tapi kali ini dia ingin makan masakan suaminya.


"Baiklah, pagi ini aku akan masak untukmu" ucap


Rafka. Apa saja akan dilakukan untuk istrinya yang sedang ngidam. Rafka yang tidak pandai memasak tetap optimis untuk masak.


Azura mengangguk. Rafka dan Azura keluar dari kamar mereka, berjalan ke ruang makan. Pagi itu Rafka memasak untuk Azura. Dia menyiapkan semua bahan masakan di bantu Azura. Kebanyakan yang disiapkan sayuran. Rafka ingin bayinya mendapat nutrisi yang baik.


"Mas sayurannya banyak banget" ucap Azura.


"Ibu hamil harus banyak makan sayuran biar debay-nya sehat" ucap Rafka.


"Oke Masku tercinta" ucap Azura.


"Kemarilah sayang" ucap Rafka memanggil Azura agar mendekat padanya.


Azura menghampiri Rafka yang sedang memotong sayurannya. Rafka berdiri dibelakang Azura dengan memeluknya dari belakang, Rafka mulai memotong sayuran satu per satu.


"Mas kalau kaya gini kapan selesainya?" tanya Azura. Dia tahu suaminya sengaja ingin berdekatan dengannya.


"Justru yang kaya gini romantis sayang" ucap Rafka.


"Mas dah mulai genit ya" ucap Azura.


"Mas hanya ingin menyenangkan hati istriku tercinta" ucap Rafka.


Azura tersenyum, dia begitu senang. Rafka begitu romantis dan memanjakannya. Dia juga begitu perhatian pada Azura. Penderitaannya yang dulu berganti kebahagiaan sekarang.

__ADS_1


"Mas kau sedang apa?" tanya Gista yang berada di pintu dapur melihat Rafka dan Azura sedang bermesraan sambil memotong sayuran.


__ADS_2