
Rafka membantu Gista turun ke lantai bawah. Dia mendorong kursi roda Gista menuju ke ruang makan. Diruang makan sudah ada Arian, Freya dan Luna. Mereka semua duduk diruang makan. Rafka membantu Gista duduk di kursi makan itu.
"Rafka, kau mau sarapan? biar Mami ambilkan piringnya"ucap Freya.
"Gak dulu Mi, Rafka mau mengantar sarapan untuk Azura"ucap Rafka.
"Oh gitu, yaudah Mami bawain bekal aja ya, takutnya kamu kesiangan"ucap Freya.
"Iya Mi"ucap Rafka.
"Kak Rafka, Azura siapa?"tanya Luna.
Luna belum mengetahui soal Azura yang semalam dibawa Rafka pulang ke rumahnya. Tapi dia penasaran soal Rafka yang semalam meminta beberapa setel baju milik Luna.
"Azura, seorang teman yang kakak kenal beberapa bulan lalu. Dia sedang sakit, jadi kakak ajak pulang ke rumah ini"ucap Rafka.
"Ooh......Kak Rafka memang baik deh, TOP"ucap Luna.
"Makasih atas pujiannya Luna"ucap Rafka.
"Iya Kak"ucap Luna.
Rafka mengambil piring lalu mengisi piring itu dengan nasi, lauk pauk dan sayuran.
"Semuanya selamat makan, aku naik ke atas dulu"ucap Rafka.
"Iya"ucap Semua yang ada diruang makan itu.
Rafka membawa makanan dipiring itu ke kamar tamu tempat Azura berada. Dia menghampiri Azura yang sedang duduk di balkon lalu dia duduk disamping Azura.
"Azura, ayo makan"ucap Rafka.
Azura hanya diam bahkan dia tidak melihat ke arah Rafka.
"Aku tidak tahu makanan kesukaanmu, jadi aku taruh semuanya dipiring"ucap Rafka.
Azura tetap diam, dia tidak mendengarkan ucapan Rafka sama sekali.
"Kau harus mengisi perutmu, pasti kau laparkan" ucap Rafka.
Rafka menyodorkan sendok berisi makanan ke mulut Azura tapi Azura tidak mau membuka mulutnya.
"Azura, makanlah, tubuhmu akan sakit kalau kau tak mau makan"ucap Rafka.
Azura hanya meneteskan air matanya.
"Azura, aku punya sebuah dongeng. Pada suatu hari seekor semut mengumpulkan banyak makanan sedangkan belalang hanya bermalas-malasan. Dia sampai mencibir dan mengejek semut yang terus-menerus mengumpulkan makanan. Tapi semut tetap gigih mengumpulkan makanan tanpa memperdulikan cibiran dan ejekan itu. Dia justru menasehati belalang kalau sebentar lagi musim kemarau panjang jadi harus mengumpulkan makanan agar tidak kelaparan disaat musim kemarau. Tapi kau tahu belalang dengan kesombongannya tidak mau mengumpulkan makanan, dia tetap bermalas-malasan hingga musim kemarau datang. Pada saat musim kemarau datang belalang kelaparan dan kehausan. Dia tidak tahu harus mencari makanan dan minuman dimana lagi karena semuanya sudah tandus dan gersang. Akhirnya dia meminta bantuan semut. Untungnya semut mau membantu belalang dan memberinya makanan dan minuman. Belalang kini tahu kenapa semut rajin bekerja mengumpulkan makanan, dia tidak akan bermalas-malasan lagi menyambut kemarau tahun depan, tamat"ucap Rafka.
Azura tersenyum ke arah Rafka.
__ADS_1
"Makan ya, ini rejeki dari Allah yang patut kita syukuri, mubadzir jika dibuang"ucap Rafka.
Azura akhirnya membuka mulutnya walaupun dia tak bicara satu katapun. Rafka menyuapinya sampai semua makanan dipiring itu habis.
"Alhamdulillah, semuanya sudah habis"ucap Rafka.
Azura hanya diam saja.
"Aku mau pergi bekerja, nanti pulang bekerja mau dibeliin apa?"tanya Rafka.
Azura hanya diam tidak menjawab ucapan Rafka.
"Baiklah, aku akan membeli apa saja ya"ucap Rafka.
Rafka berdiri dan berjalan meninggalkan Azura. Dia yakin Azura akan pulih kembali seperti sedia kala. Rafka turun ke lantai bawah membawa tas miliknya.
"Rafka"ucap Freya menghampiri Rafka yang baru saja turun dari tangga.
"Iya Mi"ucap Rafka.
"Nih bekalmu, jangan lupa nanti sampai kantor dimakan ya"ucap Freya memberikan bekal sarapannya Rafka.
"Makasih Mi"ucap Rafka.
"Iya"ucap Freya.
"Gista ada dimana Mi?"tanya Rafka.
"Oke, aku berangkat dulu Mi"ucap Rafka.
Rafka mencium tangan Freya, kemudian dia keluar dari rumah. Dia menghampiri Gista yang sedang berjemur di halaman samping rumah itu.
"Gista"ucap Rafka.
"Iya Rafka"ucap Gista.
"Gista akta ceraimu sudah selesai besok, apa kau mau mengambilnya?"tanya Rafka.
"Iya, terimakasih Rafka, kau sudah membantuku terbebas dari Derry"ucap Gista.
"Tapi kenapa kau tidak ingin melaporkannya ke polisi? dia sudah menganiayamu selama bertahun-tahun"ucap Rafka.
"Aku hanya ingin bercerai secara damai"ucap Gista.
"Baiklah kalau itu maumu, tapi kalau dia masih mengganggumu, aku akan benar-benar melaporkannya ke polisi"ucap Rafka.
Gista hanya terdiam, ada sesuatu yang mengganggu pikirannya.
"Gista aku berangkat kerja dulu, assalamu'alaikum"ucap Rafka.
__ADS_1
"Wa'alaikumsallam"ucap Gista.
Rafka meninggalkan tempat itu. Dia mengendarai mobilnya keluar dari rumah besar orangtuanya.
"Rafka maafkan aku sebenarnya Derry mengancamku, aku tidak mungkin melaporkannya ke polisi"ucap Gista.
************
Sore harinya Arian dan Freya kedatangan tamu dari keluarga Barata. Ada Ibu Dewi dan Nico yang sedang duduk diruang tamu bersama Arian dan Freya. Mereka mulai berbincang di ruangan itu.
"Maksud kedatangan kami kesini untuk menanyakan keberadaan Azura, karena menurut anak saya Nico katanya Azura dibawa Rafka putra bapak dan Ibu. Jadi kami akan membawa Azura pulang"ucap Ibu Dewi.
"Memang benar Azura dibawa putra kami, tapi kami belum bisa mengizinkan Azura dibawa sebelum Rafka pulang"ucap Arian.
"Maaf saya ini ibu mertuanya, ibu dari suaminya" ucap Ibu Dewi.
"Saya memahami posisi Anda sebagai Ibu mertuanya, tapi Rafka menitipkan Azura pada kami. Jadi sebelum Rafka tahu semuanya, saya tidak akan mengizinkan siapapun membawa Azura"ucap Arian.
"Saya tadi sudah bersikap sopan pada Anda, tapi Anda malah seperti ini. Saya ini mertuanya berhak membawanya pulang tanpa harus meminta izin pada kalian"ucap Ibu Dewi.
"Maaf Ibu Dewi, apa salahnya menunggu anak saya dulu"ucap Freya.
"Tidak perlu, saya akan tetap membawa Azura pulang"ucap Ibu Dewi.
"Saya tidak akan membiarkan Anda membawa Azura sebelum anak saya tahu"ucap Freya.
"Nico geledah tempat ini, ambil Azura"ucap Ibu Dewi.
"Oke Kanjeng Ibu"ucap Nico.
Nico berdiri lalu berjalan beberapa langkah bersama anak buahnya tapi dihadang Arian.
"Berhenti! ini rumahku, bertamulah dengan sopan dan baik bukan seperti ini"ucap Arian.
"Aku hanya ingin mengambil barang milik keluarga Barata yang ada dirumah ini"ucap Nico.
"Azura bukan barang"ucap Rafka yang baru datang dari luar masuk ke ruang tamu itu.
Nico membalikkan badannya melihat ke arah Rafka yang baru masuk ke dalam rumahnya.
"Yang ditunggu datang juga"ucap Nico.
"Assalamu'alaikum"ucap Rafka.
"Wa'alaikumsallam"ucap Arian dan Freya.
"Silahkan duduk, mari kita bicarakan baik-baik" ucap Rafka.
"Oke"ucap Nico.
__ADS_1
Semuanya kembali duduk diruang tamu itu. Rafka duduk disofa disamping kedua orangtuanya sementara Ibu Dewi dan Nico duduk disofa seberang mereka.