Menikahi Dua Janda

Menikahi Dua Janda
Masa Laluku


__ADS_3

"Dia mantan suamiku." Manda memberintahu Radhitya lekaki yang ada didepannya.


"Oh dia mantan suamimu." Radhitya melihat ke arah lelaki tampan itu. Dia sudah menduga dari sebelumnya lelaki tampan itu mantan suami Manda


Lelaki itu langsung memeluk Manda. Radhitya berusaha melepas pelukan lelaki itu pada Manda.


"Lepas, aku tidak sudi kau peluk." Ucap Manda.


Dia tidak mau memberi kesempatan dalam bentuk apapun pada mantan suaminya itu.


"Hei lepaskan tanganmu dari tubuh kekasihku." Ucap Radhitya.


"Kekasih?." Manda dan lelaki tampan itu terkejut.


Lelaki tampan itu langsung melepas pelukannya dari tubuh Manda. Sementara Manda mencubit punggung Radhitya.


"Aw.........." Radhitya menjerit saat dicubit Manda.


"Mulut mu jangan ember gak jelas". Bisik Manda pada Radhitya.


"Aku hanya membantumu." Bisik Radhitya pada Manda.


"Oh kau sudah punya kekasih?." Tanya lelaki tampan itu.


"Iya, memang kenapa?." Manda berkata dengan lantang. Dia tak bisa menahan emosinya didepan lelaki yang sudah menyakiti hatinya itu.


"Aku akan tetap berusaha agar kau kembali kepelukanku meskipun kau sudah menikah sekalipun". Ucap lekaki tampan itu kekeh dengan kemauannya. Dia tak peduli dengan hubungan dan status Manda dengan siapapun.


"Kau gila, dulu kau yang membuangku dan sekarang kau ingin memungutnya."Manda benar-benar dibuat kesal oleh mantan suaminya itu. Dia sudah membuangnya ini malah ingin memungutnya kembali.


"Itu semua permainan ibuku agar kita berpisah Manda. Aku menyesal." Ucap Lelaki tampan itu.


"Manda bicaralah berdua dengannya, aku menunggu di mobil ya." Radhitya merasa dia harus memberi waktu untuk Manda bicara masalah pribadinya dengan mantan suaminya walaupun Radhitya sedikit cemburu kalau harus membiarkan mereka berduaan.


Manda mengangguk. Radhitya pergi ke mobilnya. Dia menunggu Manda menyelesaikan masalahnya dengan suaminya.


"Kau pikir aku akan luluh walaupun kau bilang seperti itu?."


"Manda sayang, aku mohon. Kita masih bisa memperbaiki semuanya". Ucap Lelaki tampan itu.


"Harusnya dulu kau percaya padaku, tapi apa kau malah percaya dengan kebohongan ibumu dan menceraikanku." Ucap Manda blak-blakan mengatakan isi hatinya. Dia tidak mau mantan suaminya masih mengharapkannya. Dia sudah bahagia dengan kesendiriannya.


"Itulah salahnya aku, berilah kesempatan untukku memperbaiki semuanya". Lelaki tampan itu memohon sampai berlutut di depan kaki Manda.


"Meskipun kau berlutut atau bersujud sekalipun aku tidak akan menerimamu kembali." Tegas Manda. Dia tak peduli dengan semua rengekkan mantan suaminya. Rasa sakitnya sudah mendarah daging. Baginya mantan suaminya hanya mimpi buruk yang harus dibuang olehnya.


"Manda aku sangat menyesal. Kembalilah ku mohon hik hik hik." Lelaki tampan itu memohon sampai menangis.


"Jangan mau." Emak Eni menghampiri Manda. Dia berdiri di samping Manda.


"Manda, sudah cukup selama bersama dia kau direndahkan keluarganya dan saat menikahpun kau masih direndahkan. Mana dia? dia hanya bisa diam dan menuruti ibunya" Ucap Emak Eni.


"Tenang Nyak, aku tidak akan memberi lekaki ini kesempatan sedikitpun." Manda menegaskan dengan jelas dan lantang.


"Pergilah dari sini, percuma kau memohon juga." Ucap Emak Eni.


"Baiklah, nanti aku akan kembali lagi nanti, dan memastikan kau jadi milikku".

__ADS_1


Lelaki tampan itu percaya diri kalau dia akan mendapatkan Manda kembali. Dia akan melakukan apapun demi kembalinya Manda.


"Dia berani kesini lagi." Ucap Emak Eni.


"Iya Nyak."


Emak Eni melihat sebuah mobil mewah terparkir di depan rumahnya. Dia menduga mungkin itu mobil itu milik kekasih baru Manda.


"Nyak ke dapur dulu ya" Ucap Emak Eni.


"Oke Nyak."


Emak Eni meninggalkan Manda biar dia bisa bersama kekasih barunya itu yang dipikirkan Emak Eni.


Setelah urusan Manda selesai dengan suaminya, Radhitya turun menghampiri Manda. Mereka bicara berdua di teras rumah Manda.


"Manda kalau boleh aku tahu seperti apa hubunganmu dengan mantan suamimu dulu?."


Radhitya bertanya. Dia harus tahu seperti apa hubungannya Manda dan mantan suaminya dulu.


Agar Rafhitya bisa melangkah dengan nyaman saat bersama Manda.


"Dulu". Manda mulai menceritakan masa lalunya dengan mantan suaminya.


Flash Back On


Manda dan Egi begitu bahagia. Merek selalu bersama dari sejak SMA sampai Egi lulus kuliah.


Pada suatu hari Manda dan Egi ingin menikah. Mereka berencana menemui ayah dan ibu Egi demi meminta restu.


"Apa kau yakin? orangtuamu tidak menyukaiku. Aku ini orang miskin." Ucap Manda yang tidak yakin orangtua Egi akan merestui hubungan mereka berdua.


"Baiklah, yang terpenting bagiku dimanapun asal bersamamu." Ucap Manda. Dia yakin keputusan Egi sudah benar.


Egi dan Manda pergi ke rumah besar orangtua Egi. Mereka menghadap orangtua Egi diruang tamu. Egi menyampaikan semua keinginannya pada kedua orangtuanya.


"Ayah tidak setuju, kau itu orang kaya, terpandang, masa mau nikah sama dia yang miskin dan tidak berpendidikan." Ucap Pak Anwar ayah Egi.


"Ibu juga tidak setuju, kalian berbeda kasta tidak cocok. Kalian tidak boleh menikah titik." Ucap Ibu Sasa.


"Terserah Ayah dan Ibu, aku akan tetap menikahi Manda. Aku sangat mencintainya. Kedatanganku kesini ingin meminta restu tapi jika Ayah dan Ibu tidak merestui kami akan tetap menikah." Tegas Egi. Dia tak peduli oranguanya mau menyetujui ataupun tidak. Dia akan tetap menikahi Manda.


"Kau." Ayah dan Ibuya geram.


Egi membawa Manda keluar dari rumah itu. Mereka akan tetap menikah meskipun tanpa restu orangtua Egi.


"Gimana ini Bu?." Tanya Pak Anwar.


"Tenang Yah, Ibu punya ide untuk memisahkan mereka." Ucap Ibu Sasa.


Satu Bulan Kemudian


Egi dan Manda menikah secara sederhana. Mereka hanya menikah di halaman rumah Manda. Itupun hanya dihadiri tetangga Manda. Acaranya cukup meriah. Egi dan Manda bahagia atas pernikahan mereka. Malam harinya Egi masuk ke dalam kamar Manda. Mereka berdua duduk di ranjang saling malu-malu.


"Manda bolehkah?." Tanya Egi.


Manda hanya mengangguk. Egi mendekati wajah Manda lalu menciumnya. Mereka merajut cinta diatas ranjang pengantin yang penuh bunga. Egi dan Manda melakukan hal romantis itu di malam yang indah. Tapi baru dua kali merajut suara ketukan pintu terdengar.

__ADS_1


Tuk.....tuk.....tuk......


"Egi keluar!." Perintah Ibu Sasa.


Egi yang sedang asyik bersama Manda terpaksa menyudahi aktifitas cinta itu. Dia dan Manda keluar dari kamar menemui Ibu Sasa yang sudah berdiri diluar kamar mereka.


"Egi" Ibu Sasa berteriak.


"Jangan bikin keributan disini ya." Ucap Emak Eni.


"Ada apa Bu?." Tanya Egi yang berdiri dipintu kamar bersama Manda.


"Cepat pulang, tinggalkan wanita murahan ini." Ucap Ibu Sasa.


"Murahan? apa maksud Ibu?." Tanya Egi.


Egi heran kenapa Ibunya sampai menyebut Manda wanita murahan. Padahal jelas-jelas menurutnya Manda wanita yang baik.


"Dia selingkuh dibelakangmu, kau hanya dijadikan pasokan uang untuknya." Ucap Ibu Sasa.


"Tidak, tidak mungkin." Ucap Egi.


"Nih liat kalau gak percaya."Ibu Sasa menyodorkan beberapa foto Manda dan seorang lelaki sedang bermesraan.


Egi menerima foto itu dan langsung terkejut. Dia tak menyangka Manda tega mengkhianatinya. Manda yang juga melihat foto itu segera menjelaskan pada Egi.


"Mas ini semuanya tidak benar, aku tidak mengenal lelaki ini." Manda berusaha menyakinkan Egi.


"Benarkah kau tidak mengenal? masuklah!." Ucap Ibu Sasa memanggil seseorang untuk masuk ke rumah itu.


Seseorang lelaki yang ada difoto itu menghampiri mereka.


"Hai Manda sayang, ada acara apa? kok aku gak diundang?." Lelaki itu pura-pura akrab pada Manda.


"Aku tidak mengenalmu jangan sok akrab." Ucap Manda.


"Masa, kita sering jalan berdua loh. Kau lupa kemesraan diantara kita yang sudah lama terjalin"


Lelaki itu terus meracuni pikiran Egi. Dia terus berkata mesra pada Manda.


"Cukup." Tegas Egi.


"Mas kau percaya padakukan?." Tanya Manda.


"Egi jangan bodoh, wanita ini seperti ular yang akan mengigitmu suatu hari nanti." Ibu Sasa terus menyakinkan Egi agar meninggalkan Manda.


"Mas" Manda memanggil, dia berharap Egi percaya padanya.


"Mulai malam ini aku menceraikanmu Manda, kau telah mengecewakanku." Ucap Egi.


"Tidak Mas, ini pasti salah paham." Manda bersedih, dia berusaha menyakinkan Egi. Tapi Egi tidak percaya padanya.


"Ayo pulang Egi, ngapain kau merendahkan dirimu disini kaya gak ada wanita lagi." Ucap Ibu Sasa.


Egi tak berkata apapun lagi, dia meninggalkan Manda ikut pulang bersama Ibunya. Manda hanya menangis melihat kepergian Egi di malam pertama pernikahan mereka.


"Hik hik hik." Manda terus menangis, dia begitu terluka hatinya.

__ADS_1


Emak Eni memeluk Manda. Dia tahu kesedihan yang harus dirasakan putrinya. Sejak saat itu Manda begitu terluka. Dia tak pernah mau berbaik hati pada lelaki yang mendekatinya. Hatinya teriris sakit saat ditinggal suaminya di malam pertamanya.


__ADS_2