
Azura tidak menggubris panggilan dari Radithya dia tetap meninggalkan cafe itu. Dia masuk ke dalam mobilnya dan meninggalkan cafe itu. Mobilnya terus melaju hingga ke jalan raya.Tiba-tiba mobilnya menabrak pembatas jalan hingga kepalanya terbentur dengan pembatas jalan.
"Aaaaaaaaaa...."teriak Azura.
Dug....
Mobilnya langsung menabrak pembatas jalan dengan kencang.
Kepala Azura terbentur setirnya sampai berdarah. Azura pingsan di dalam mobil itu. Tiba-tiba seseorang menolongnya dia mengeluarkan Azura dari dalam mobil itu. Orang itu berusaha membangunkan Azura. Dia menepuk-nepuk pipi Azura.
"Nona-nona bangunlah sadarlah Nona"ucap Lelaki itu.
"Nona nona"ucap Lelaki itu.
Azura mulai sadar matanya mulai terbuka perlahan-lahan. Dia melihat seorang laki-laki di depannya. Walaupun pandangan yang masih kabur, dia coba mengenali laki-laki di depannya.
"Kau........"ucap Azura melihat lelaki yang menolongnya.
"Syukurlah kau baik-baik saja"ucap Rafka.
Rafka membantu Azura bangun. Azura melihat mobilnya menabrak pembatas jalan.
"Terimakasih ya kau sudah menolongku"ucap Azura.
"Sama-sama, tapi luka dikepalamu harus diobati" ucap Rafka.
"Iya, nanti aku obati lukanya"ucap Azura.
"Mau ku antar ke rumah sakit?"tanya Rafka.
"Tidak perlu"ucap Azura.
Rafka ingat wanita itu adalah wanita yang satu kamar hotel dengannya saat itu. Dia tahu wanita itu sudah memiliki suami.
"Apa kau mau aku menelpon suamimu?"tanya Rafka.
"Boleh"ucap Azura.
Rafka meminta nomor telpon suami Azura. Kemudian dia menelpon suaminya Azura.
"Assalamu'alaikum"ucap Rafka.
"Wa'alaikumsallam"ucap Devan.
"Apa benar ini Devan Barata suaminya Azura?"tanya
Rafka.
"Iya benar, ada apa ya?"tanya Devan.
"Azura kecelakaan di jalan raya"ucap Rafka.
"Apa? Azura kecelakaan?"ucap Devan.
"Iya, sebaiknya anda segera kesini"ucap Rafka.
"Baiklah, aku akan segera kesana"ucap Devan.
Setelah selesai bicara Rafka menutup teleponnya.
Dia menghampiri Azura yang duduk di tepi jalan itu.
Rafka duduk di samping Azura.
"Apa lukamu sakit?"tanya Rafka.
"Tidak, hanya sedikit perih"ucap Azura.
"Namaku Rafka Alexandro"ucap Rafka.
"Namaku Azura Asifa"ucap Azura.
"Maaf ya pertemuan kita saat itu tidak mengenakkan"ucap Rafka.
"Tidak papa bisa aku berterima kasih karena kau sudah menolongku dua kali"ucap Azura.
Tak lama suami Azura datang, dia memarkirkan mobilnya di tepi jalan kemudian dia menghampiri Azura dan Rafka.
"Mas Devan"ucap Azura.
"Azura"ucap Devan.
Devan langsung memeluk Azura.
"Kau tidak apa-apa Azura?"tanya Devan.
"Tidak Mas"ucap Azura.
"Maafkan aku ya sayang harusnya aku tadi menjemputmu"ucap Devan.
"Tidak apa-apa Mas, kau kan sibuk"ucap Azura.
Devan melepas pelukannya dari Azura. Dia menghampiri Rafka. Mereka kemudian bertatap muka.
"Terima kasih ya sudah menolong istri saya"ucap Devan.
"Iya sama-sama"ucap Rafka.
"Aku Devan, senang bertemu denganmu"ucap Devan sambil mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan.
"Aku Rafka senang bertemu dengan Anda"ucap Rafka sambil mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan.
Mereka berdua akhirnya berjabat tangan satu sama lain.
"Saya pulang dulu sekali lagi terima kasih"ucap Devan.
"Sampai jumpa Rafka"ucap Azura.
Rafka hanya mengangguk melihat mereka. kemudian Devan dan Azura meninggalkan tempat itu.
*************
Derry sedang berjudi bersama temannya. Dia menghabiskan semua uang yang diberikan Gista padanya. Awalnya dari lumpuh setelah kecelakaan bersama selingkuhannya tapi akhirnya dia sembuh hanya saja dia tetap berpura-pura lumpuh agar Gista mau bekerja untuknya.
"Derry enak banget sih lo hidup kayak parasit numpang di bini loh"ucap Joni.
"Punya istri harus bisa segala macam lah"ucap Derry.
"Dasar loh bener-bener jahat"ucap Tedi.
"Biarin aja biar dia ngerasain rasanya gue lumpuh waktu itu"ucap Derry.
"Lo yang selingkuh, kenapa bini lo yang lo salahin sih"ucap Joni.
__ADS_1
"Gara-gara dia nelpon gue lagi nyetir, gue jadi kecelakaan"ucap Derry.
"Ya lo aja yang emang salah Der, masa liburan lo malah asik asik sama selingkuhan lo"ucap Tedi.
"Kena azab deh lo"ucap Joni.
"Udahlah kalian juga sama aja kan, lo Tedi punya bini sampai dua, apa coba bedanya gue sama lo"ucap Derry.
"Ha...ha....ha....."ucap Semuanya.
Mereka semuan asyik bermain judi sampai larut malam. Derry menghabiskan uang yang diberikan Gista padanya.
"Derry udahan lo, duit lo udah habis"ucap Joni.
"Gue ngutang dulu ya besok gue bayar"ucap Derry.
"Paling alasan lo tar minta duit ke bini lo buat terapi"ucap Tedi.
"Bener kalian pada tahu tuh"ucap Derry.
"Bejat...., lo emang suami bener-bener bejat"ucap Tedi.
"Lo jadiin bini lo sapi perah"ucap Joni.
Derry hanya tersenyum dengan ucapan Joni. Dia tidak peduli seberapa lelahnya Gista mencari uang.
Yang terpenting baginya bisa menikmati hidup sesuka hatinya. Lagipula ibunya juga tidak masalah Derry seperti itu.
Setelah selesai judi Derry pulang ke rumah. Ibu Sarah menunggunya di ruang tamu. Dia diajak bicara ibunya diruang tamu itu.
"Derry, minta uang dong sama Gista Mama butuh nih"ucap Ibu Sarah.
"Tenang Ma nanti aku akan minta uang sama Gista buat Mama"ucap Derry.
"Oh ya uang jatah bulanan Mama gak cukup, masa Mama cuma dikasih dua juta satu bulan"ucap Ibu Sarah.
"Nanti aku bilang sama Gista supaya naikin jatah bulanan Mama"ucap Derry.
"Seneng deh punya anak kayak kamu Derry berbakti sama Mama"ucap Ibu Sarah.
"Iya dong Ma"ucap Derry.
Selesai bicara dengan ibunya Derry berjalan masuk ke kamarnya. Dia langsung berbaring di ranjang kamarnya. Setiap hari pekerjaannya hanya bermalas-malasan. Dia menjadikan Giska bank uangnya sekaligus pembantunya. Sayangnya Gista tidak tahu semua itu. Dia hanya bisa mengikuti kemauan suami dan mertuanya. Hidupnya menderita bagaikan sapi perah.
*************
Arian dan Freya sedang mengobrol santai dikamarnya. Biasa sebelum tidur mereka menyempatkan untuk mengobrol. Arian dan Freya mencemaskan Rafka. Mereka ingin Rafka bahagia memiliki pasangan yang akan menemaninya seumur hidup dan tulus mencintainya.
"Pi apa kita jodohkan aja Rafka dengan anak temanku"ucap Freya.
"Nggak usah jodoh-jodohan lah Mi nggak asyik kalau jodoh-jodohan gitu"ucap Arian.
"Tapi lihatkan Pi, Rafka tiap hari kelihatan murung Mami yakin dia butuh seseorang yang bisa membuat dia tersenyum"ucap Freya.
"Kalau di jodohkan itu terkesan ya terpaksa Mi nanti kalau dia nggak bahagia gimana?"tanya Arian.
"Iya sih Pi, tapi kalau di diemin aja kayak kemarin gimana?"ucap Freya.
"Oh.... yang pulang pagi itu"ucap Arian.
"Iyalah Pi yang mana lagi"ucap Freya.
"Wajarlah Mi kalau sesekali Rafka itu nongkrong sama temen-temennya"ucap Arian.
"Maksud Mami suka sama sesama cowok gitu"ucap Arian.
"Bukan itu Pi, kok Papi makin nggak nyambung sih" ucap Freya.
"Maksudnya gimana sih tapi nggak mudeng nih"ucap Arian.
Arian belum paham apa yang dimaksud Freya. Dia malah mengira Rafka penyuka sesama jenis.
"Gimana kalau ternyata kemarin itu Rafka berbohong pada kita Pi"ucap Freya.
"Masa sih"ucap Arian.
"Aku ini seorang ibu Pi, jadi peka. Kalau anakku bohong aku tahu"ucap Freya.
"Ya sudahlah Mi, semoga yang kita khawatirkan itu tidak benar. Lebih baik kita doakan saja supaya Rafka segera menemukan jodohnya"ucap Arian.
"Pokoknya aku mau ngenalin Rafka sama anaknya temenku"ucap Freya.
"Okelah Papi setuju"ucap Arian.
Arian berpikir ada benarnya juga kata istrinya. bisa saja kan Rafka tergoda karena kesepian selama 2 tahun ini. Dia tidak ingin anaknya terjerumus kedalam perbuatan yang salah. Karena Arian dan Freya mengenal Rafka adalah anak yang baik dan sholeh. Tapi jika lingkungannya salah Rafka bisa saja terjerumus. Arian dan Freya berharap agar Rafka segera menemukan jodoh yang terbaik untuknya.
"Mi aku turun dulu ya kebawah ngambil susu"ucap Arian.
"Iya Pi"ucap Freya.
"Kamu mau apa Mi?"tanya Arian.
"Susu aja Pi orang mau tidur"ucap Freya.
"Ya udah aku ambilin dulu ya"ucap Arian.
Arian turun ke lantai bawah untuk mengambil susu.
Dia membuka kulkas lalu menuangkan susu ke gelas. Pak Mumun menghampiri Arian yang sedang menuangkan susu ke dalam gelas.
"Tuan lagi bikin susu ya?"tanya Pak Mumun.
"Iya Pak Mumun"ucap Arian.
"Belum tidur jam segini Tuan"ucap Pak Mumun.
"Belum ngantuk Pak Mumun"ucap Arian.
Pak Mumun membawa seember susu kuda yang sudah diperasnya.
"Bawa apa Pak?"tanya Arian.
"Susu kuda Pak"ucap Pak Mumun.
"Buat apa?"tanya Arian.
"Buat kudalah Pak"ucap Pak Mumun.
"Apa? susu kuda untuk kuda"ucap Arian terkejut.
"Kuda betina air susunya banyak tapi dia juga butuh susu untuk vitaminnya. Jadi saya peras untuk diminum dia lagi lalu diperas lagi dan diminum dia lagi"ucap Pak Mumun.
"Muter-muter disitu terus dong Pak"ucap Arian.
__ADS_1
"Iya Tuan, habis susunya banyak mubazir. Diakan keguguran Tuan tapi asinya banyak"ucap Pak Mumun.
"Kenapa gak dikasih hewan lainnya aja"ucap Arian.
"Sudah Tuan, malah kelinci saya susin langsung ma kudanya. Bukan kelinci doang ada kucing, sapi, kerbau kambing, marmut dan ayam segala Tuan"ucap Pak Mumun.
"Wah .....kudamu multitalenta menyusui massal" ucap Arian.
Pak Mumun menuangkan susu diember ke dalam gelas. Arian memperhatikan apa yang dilakukan Pak Mumun.
"Kok dituang ke gelas Pak?"tanya Arian.
"Buat Aceng dan Acong Tuan"ucap Pak Mumun.
"Oh....mereka menyusu pada kuda juga"ucap Arian.
"Kasihan mereka kurus kering Tuan, jadi saya kasih susu kuda biar gemuk"ucap Pak Mumun.
Arian asyik ngobrol dengan Pak Mumun sampai lupa gelas mana yang harus dibawanya. Dia malah membawa gelas susu kuda yang tadi dituang Pak Mumun.
"Pak Mumun saya ke atas dulu ya"ucap Arian.
"Iya Tuan"ucap Pak Mumun.
Arian meninggalkan tempat itu. Dia naik ke lantai atas menuju ke kamarnya. Freya sudah menunggunya duduk diranjang kamarnya.
"Nih sayang susunya"ucap Arian.
Arian memberikan susu kuda digelas itu pada Freya. Dia tersenyum manis pada istri tercintanya itu. Dia tidak tahu aja itu susu kuda.
"Makasih ya sayang"ucap Freya.
Freya menerima susu kuda yang diberikan Arian padanya. Dia langsung meminum susu kuda itu.
"Bismillahirrahmanirrahim"ucap Freya.
Leg.....leg......leg........
Freya meminum susu kuda itu sampai habis.
"Enak sayang, tapi kok agak bau kuda ya"ucap Freya.
"Masa sih sayang"ucap Arian.
Arian penasaran lalu meminum susu digelas miliknya itu.
"Bismillahirrahmanirrahim"ucap Arian.
Leg.....leg......leg.........
Arian menghabiskan susu kuda digelasnya itu.
"Iya ya, berasa kaya lagi nyium kuda langsung"ucap Arian.
"Aduh apaan nih di mulut"ucap Arian.
Arian mengeluarkan sesuatu dimulutnya.
"Apaan Pi"ucap Freya.
Arian memperlihatkan sesuatu itu pada Freya.
"Nih Mi"ucap Arian.
"Bulu apaan Pi?"tanya Freya.
"Kalau dilihat-lihat kok kayaknya bulu kuda ya Mi"ucap Arian.
"Tadi papi ngambil susunya di mana?"tanya Freya.
"Astaghfirullah, apa mungkin"ucap Arian.
Arian baru ingat kalau tadi dia dan pak Mumun sama-sama menuang susu ke dalam gelas.
"Mungkin apa Pi?"tanya Freya.
"Mungkin ini susu kuda Mi"ucap Arian.
"Apa Pi?"ucap Freya terkejut.
"Susu kuda Mi"ucap Arian.
Freya langsung pingsan mendengar kalau susu yang diminumnya adalah susu kuda.
"Mi....Mi....Mi....bangun"ucap Arian sambil menepuk-nepuk pipi Freya.
Arian tak menyangka kalau Freya akan pingsan setelah mendengar kalau susu yang diminumnya adalah susu kuda. Malam itu Freya benar-benar seperti bermimpi buruk. Susu sudah diminum habis sampai bilang enak juga eh ternyata susu kuda.
*************
Rafka bersiap berangkat kerja. Dia mengenakan setelan jas rapi. Rafka melihat foto pernikahannya bersama Diana. Dia tersenyum melihat istrinya yang begitu cantik dan lemah lembut itu. Rafka teringat masa lalu bersama Diana. Saat itu dia bertemu Diana dihalte bus.
Flash Back
Diana berdiri dihalte bus depan kampus. Saat itu hujan deras. Dia mengenakan baju SMA karena masih OSPEK. Air hujan yang jatuh dari atap halte bus itu menjadi mainan untuknya. Dia menengadahkan tangannya untuk memainkan air hujan. Tiba-tiba seorang lelaki juga berteduh dibawah halte bus itu. Dia basah kuyup dan kedinginan. Karena dia membawa jaket di ransel miliknya, Diana berpikir untuk meminjamkan jaket miliknya. Diana mengeluarkan jaket diranselnya.
Dia menghampiri lelaki itu.
"Nih pakai jaket milikku supaya kau tidak kedinginan"ucap Diana sambil menyodorkan jaket miliknya pada lelaki yang berdiri ditepi halte bus itu.
Rafka menatap seorang gadis memakai seragam SMA juga sepertinya. Dia terlihat cantik dan senyumannya begitu manis.
"Kenapa kau menawarkan jaketmu untukku? apa kau tidak kedinginan?"tanya Rafka.
"Bajuku kering jadi tidak kedinginan, sementara bajumu basah kusup pasti kedinginan"ucap Diana.
Rafka menerima jaket yang diberikan Diana padanya.
"Terimakasih"ucap Rafka.
Diana berdiri disamping Rafka melihat air hujan yang turun. Dia tidak menyadari disampingnya Rafka melepas pakaiannya. Diana tak sengaja menengok ke samping. Dia langsung menutup matanya dengan kedua tangannya.
"Gadis cantik bukalah matamu, aku sudah memakai baju"ucap Rafka.
Mendengar ucapan Rafka, Diana membuka matanya. Dia menengok ke arah Rafka. Terlihat Rafka sudah mengenakan jaket miliknya.
"Kenapa kau melepas bajumu disini?"tanya Diana.
"Lalu aku harus melepas pakaianku dimana?"tanya Rafka.
"Iya sih"ucap Diana.
"Aku harus memakai jaket milikmu jadi aku harus melepas bajuku yang basah, kalau tidak percuma memakai jaket tapi baju yang didalam basah kuyup"ucap Rafka.
__ADS_1