
Tiga Bulan Kemudian
Azura duduk diranjang kamarnya, dia mengalami depresi , itu disebabkan kesedihannya karena kematian Devan dan tekanan dari keluarga Barata padanya. Azura bahkan dikurung di kamarnya. Setiap hari dia hanya mengenakan baju berwarna hitam, makan nasi putih saja dan tidak boleh bersolek ataupun memakai perhiasan. Azura juga tidak diperbolehkan keluar kamarnya. Dia terus di kurung di kamarnya bahkan mendapatkan berbagai siksaan.
Malam itu Nico masuk ke kamar Azura, dia mau memanfaatkan Azura mumpung dia sedang depresi. Apalagi istri dan ibunya sedang tidak ada dirumah. Mereka sedang pergi ke luar kota untuk liburan. Nico mengunci kamar Azura, dia masuk ke kamar itu lalu menerkam Azura yang sedang duduk diranjang itu.
"Lepas....lepas....hik....hik...."ucap Azura.
"Azura sayangku, diamlah aku akan memberimu kenikmatan yang akan menyembuhkanmu lukamu"ucap Nico.
"Lepas.....lepas.....hik....hik....."ucap Azura menangis.
Nico membaringkan Azura, lalu mencengkram kedua tangan Azura dengan satu tangan kirinya. Sementara tangan kanannya merobek baju Azura.
Sreeeek.......sreeek..........sreeeek............
"Lepas.....lepas.....hik....hik....."ucap Azura.
Nico tak menggubris ucapan Azura, dia terus melakukan pemanasan pada Azura. Karena pemaksaan itu, Azura menendang Nico.
Dug..................
"Aw................."ucap Nico kesakitan bagian terpentingnya ditendang Azura.
Nico bangun lalu memegang bagian yang tadi di tendang Azura.
Azura berdiri lalu berjalan meninggalkan Nico, dia membuka kamar itu, untung kuncinya masih tergantung di pintu kamar itu. Dia keluar dari kamar itu, Azura berlari keluar dari rumah besar itu. Dia berjalan di tepi jalan dikejar Nico. Azura terus berlari hingga dia bebas dari kejaran Nico. Azura beristirahat didepan ruko yang sudah tutup. Tiba-tiba datang dua preman menghampiri Azura.
"Cantiknya, boleh nih nemenin abang sampai pagi"ucap Bogel.
"Udah kebuka lagi, bikin naik sana sini"ucap Dogen.
"Huh......huh.....huh.......huh......."Nafas Azura tersengal-sengal setelah berlari dikejar Nico.
"Udah bawa ke semak-semak aja"ucap Bogel.
"Oke, dah gak sabar nih"ucap Dogen.
Azura langsung berlari tapi kedua preman itu menangkapnya lalu membawanya ke semak-semak.
"Hik.......hik.....hik......."Azura hanya menangis.
"Yah Bro banyak semut rang-rangnya aduh pantat gue digigitin"ucap Bogel.
"Masih untung, kepala gue benjol dientup tawon nih"ucap Dogen.
"Mau enak kok nelangsa ya kita"ucap Bogel.
Pluuuuk............
"Aw..............."ucap Dogen.
"Kenapa Bro?"tanya Bogel.
"Buah kepala jatuh ke kepala gue, pusing nih, kira-kira gue masih idup atau bakal mati"ucap Dogen.
"Mungkin idup"ucap Bogel.
__ADS_1
Tak lama seseorang melewati samping semak-semak itu membuang bungkus plastik hingga mengenai kepala Bogel.
Pluuuuk.............
"Bro kepala lo kejatuhan apa?"tanya Dogen.
Bogel meraba kepalanya, sesuatu yang empuk, kuning dan beraroma khas tercium menyengat.
"Tai manusia Bro"ucap Bogel.
"Berarti ada yang BAB diplastik dibuang ke semak-semak dong"ucap Dogen.
"Jadi makin gak ***** nih Bro, eneg gue"ucap Bogel.
"Kita kok ngenes berlapis ya"ucap Dogen.
Baru mereka ngobrol berdua ranting pohon berukuran sedang menjatuhi mereka berdua.
Bluuuuug..............
"Aw.................."ucap Bogel dan Dogen.
"Sakit........."ucap Bogel dan Dogen.
"Bro kira-kira kita apes apa lagi setelah ini?"tanya Bogel.
"Chatting dulu aja ma malaikat, kira-kira setelah ini apes kita apa, biar bisa prepare dulu"ucap Dogen.
Mereka kembali mendekati Azura yang hanya menangis karena dia mengalami depresi. Bogel tak sengaja menginjak kabel yang sedikit terkelupas didekat semak-semak itu.
Drreeet.......drreeeet.......drreeeet...........
"Aaaa.....aaaa.....aaaa.......gue kesetrum Dogen"ucap Bogel.
"Gue tolongin gak ya, apa gue tanya dulu sama seluruh anggota keluarga gue"ucap Dogen.
"Aaa.....aaa......aaaa.....gue ke...buru.....ma...ti..." ucap Bogel.
"Kalau gitu gue panggil pemadam kebakaran" ucap Dogen.
"Gu...e.....pa.....mit......Do....gen...."ucap Bogel.
"Bogel jangan pergi, susah senang kita bersama.
Hujan panas, angin guntur kita bersama. Bagaikan dua sejoli tak terpisahkan. Ibarat kata kita ini sudah seperti sepasang sepatu yang selalu bersama.......bla....bla....."ucap Dogen.
"Bro....ke...la.....ma... an.....gue....bi....sa..ma...ti..." ucap Bogel.
"Eh iya lo mau mati ya"ucap Dogen.
Dogen langsung menolong Bogel dengan mendorongnya. Kesetrum berdua deh mereka.
"Aaa.....aaa....aaa ..Bro ki...ta....sa....ma..sa...ma
.....ke....set....rum......"ucap Dogen.
Karena mereka berdua kesetrum Azura berjalan meninggalkan mereka berdua, dia berjalan ditepi jalan. Tatapan matanya kosong dipenuhi kesedihan, tiba-tiba Nico kembali menangkapnya.
__ADS_1
"Lepas....lepas.......lepas......."ucap Azura.
"Kau harus jadi milikku Azura"ucap Nico.
Nico menyeret Azura hingga masuk ke dalam mobilnya, dia hendak memperkosa Azura didalam mobil tapi seseorang memecahkan kaca mobil itu.
Tek........tuar ..............
Kaca mobil itu pecah, pintu mobil itu dibuka. Rafka langsung menarik Nico dan membawanya keluar mobil.
Dug..............
Rafka menonjok Nico dengan tangan kanannya.
"Siapa lo berani sekali mengganggu kesenanganku?"tanya Nico.
"Aku tidak suka lelaki yang menyakiti wanita, apalagi sampai melecehkannya seperti ini"ucap Rafka.
"Brengsek, gue harus kasih lo pelajaran"ucap Nico.
Dug.............
Nico hendak menonjok Rafka tapi ditahan tangan Rafka. Lalu mereka berdua bertarung dijalan yang sepi itu. Mereka satu sama lain memukul dan menendang. Hingga pada akhinya Nico KO dan babak belur. Dia berbaring di aspal sudah lemas.
Rafka melepas jas miliknya lalu menghampiri Azura di dalam mobil. Dia mengenakan jas miliknya pada Azura yang pakaiannya sudah terbuka. Dia membawa Azura keluar dari mobil itu menuju ke mobil miliknya. Azura dibawa pulang Rafka ke rumah besar orangtuanya.
Sampai dirumah besar orangtuanya, Rafka turun dari mobilnya membawa Azura masuk ke dalam rumah. Kebetulan semua orang sudah tidur. Rafka berjalan hendak masuk ke kamar tamu membawa Azura bersamanya, tiba-tiba terdengar suara Freya memanggilnya.
"Rafka"ucap Freya menghampiri Rafka putranya itu.
Dia melihat seorang wanita cantik disamping Rafka.
"Mami"ucap Rafka.
"Siapa wanita cantik disampingmu itu?"tanya Freya.
"Dia Azura Mi"ucap Rafka.
"Azura? lalu kenapa malam-malam begini kau membawanya ke rumah diam-diam?"tanya Freya.
"Aku tidak bermaksud membawanya ke rumah diam-diam Mi, aku berniat besok pagi akan menceritakan semuanya pada Papi dan Mami"ucap Rafka.
Freya melihat wanita cantik itu terlihat kosong dan hampa, dia seperti seorang yang depresi, matanya hanya meneteskan air mata tanpa berkata apapun.
"Bawa dia masuk ke kamar tamu, biar Mami yang urus"ucap Freya.
"Iya Mi, terimakasih"ucap Rafka.
"Iya"ucap Freya.
Rafka membawa Azura masuk ke kamar tamu. Azura didudukkan di ranjang kamar itu.
"Azura diamlah disini, aku akan segera kembali ya" ucap Rafka.
Azura tidak membalas ucapan Rafka hanya diam terpaku. Kemudian Rafka keluar dari kamar itu.
"Rafka, ambilkan baju milik Luna di kamarnya"ucap Freya.
__ADS_1
"Iya Mi"ucap Rafka.