
Rafka langsung memikirkan ucapan Arian. Mungkin ada benarnya yang apa yang diucapkan Papinya itu.
"Aku akan pergi ke rumah keluarga Barata untuk mencari Azura" ucap Rafka.
"Apa perlu Papi temani" ucap Arian.
"Tidak perlu Pi, Aku akan pergi kesana sendirian" ucap Rafka.
"Berhati-hatilah Nak, semoga Azura secepatnya ditemukan" ucap Freya.
"Iya Mi" ucap Rafka.
Rafka keluar dari rumahnya, mengendarai mobilnya menuju rumah keluarga Barata.
***********
Ibu Dewi duduk di sofa kamar pribadinya. Dia sedang menikmati secangkir teh hangat sambil melihat ke arah balkon kamarnya. Devan masuk ke kamar itu menghampiri Ibu Dewi. Devan berdiri didepan sofa tempat Ibu Dewi duduk.
"Aku sudah menjalankan perintahmu, lalu apa lagi tugasku?" tanya Devan.
"Tetaplah menjadi suami Azura jangan sampai Rafka mengambil Azura dari rumah ini" ucap Ibu Dewi.
"Tapi Azura sekarang istri Rafka" ucap Devan.
"Tahan Azura dengan status pernikahan yang tidak ada kata cerai karena Devan belum meninggal" ucap Ibu Dewi.
"Setelah semua ini selesai aku tidak akan melakukan hal bodoh ini lagi" ucap Devan.
"Lakukanlah sebagai suami Azura" ucap Ibu Dewi.
"Aku akan melakukannya demi Azura" ucap Devan.
Tak lama seorang pelayan mengetuk pintu kamar Ibu Dewi.
Tuk....tuk....tuk.....
"Masuk" ucap Ibu Dewi memerintah pelayan masuk ke kamarnya.
Pelayan itu masuk ke kamar Ibu Dewi. Dia menundukkan kepalanya saat menghadap Ibu Dewi.
"Nyonya ada tamu" ucap pelayan itu.
"Siapa?" tanya Kanjeng Ibu Dewi.
"Rafka Alexsandro, Nyonya" ucap Pelayan itu.
"Aku akan turun, biarkan dia menunggu" ucap Ibu Dewi.
"Baik Nyonya" ucap Pelayan itu
Pelayan rumah itu keluar dari kamar Ibu Dewi.
"Ayo, saatnya kau tunjukkan kemampuanmu" ucap Ibu Dewi
"Baik kanjeng ibu" ucap Devan.
__ADS_1
Ibu Dewi dan Rafka keluar dari kamar itu menuju ke ruang tamu. Mereka menghampiri Rafka yang duduk diruang tamu.
"Assalamu'alaikum" ucap Rafka.
"Wa'alaikumsalkam" ucap Ibu Dewi dan Devan.
Ibu Dewi duduk disofa bersama Rafka.
Mereka mulai berbincang. Rafka mulai mengatakan maksud kedatangannya ke rumah keluarga Barata. Dia menceritakan tentang hilangnya Azura pada keluarga Barata secara baik-baik.
"Bukannya Azura ada padamu? kenapa kau malah datang pada kami" ucap Ibu Dewi.
"Maaf, aku hanya ingin memastikan Azura tidak ada pada kalian semua, itu saja" ucap Rafka.
"Kalau adapun aku tidak akan memberitahumu" ucap Ibu Dewi.
"Tolong katakan pada saya dimana istriku?" tanya Rafka.
"Istrimu? Azura itu istriku" ucap Devan berjalan memasuki ruang tamu.
Rafka terkejut melihat Devan masih hidup. Sepengetahuannya Devan sudah meninggal. Tapi ini Devan terlihat nyata, sehat dan bugar.
"Devan" ucap Rafka dengan suara yang pelan.
Rafka terkejut melihat lelaki yang begitu mirip dengan Devan. Lelaki itu duduk dikursi bersama ibu Dewi.
"Bukannya Anda sudah meninggal?" tanya Rafka.
"Saya masih sehat dan bugar seperti ini kau nyatakan meninggal?" ucap Devan.
Rafka yakin, Devan sudah meninggal. Dan lelaki dihadapannya ini pasti bukan Devan.
"Aku Devan, dan Anda tidak sopan menyebut saya sudah meninggal" ucap Devan.
"Baiklah, saya kesini hanya untuk mencari istriku Azura" ucap Rafka.
"Azura itu istriku, kami belum bercerai. Kau tidak berhak memanggilnya istri selama aku suaminya masih hidup" ucap Devan.
"Aku dan Azura sudah menikah" ucap Rafka menegaskan.
"Selama aku suami sahnya masih hidup pernikahanmu dan Azura batal" ucap Devan.
Rafka terdiam dengan ucapan lelaki yang mirip Devan. Jika benar dia Devan. Kemungkinan pernikahannya bersama Azura bisa jadi batal.
"Sekarang pulanglah, jangan mengurusi istri orang" ucap Devan.
Rafka masih diam. Dia memikirkan kemungkinan hubungannya dengan Azura dan bayi yang dikandungnya.
"Biarkan aku bertemu dengan Azura" ucap Rafka.
"Sebagai suaminya, aku tidak mengizinkanmu bertemu dengan istriku, jadi pulanglah selagi aku masih sabar" ucap Devan.
"Kau dengar sendiri, pulanglah. Jangan memalukan nama baik keluargamu dengan mengemis cinta pada istri orang lain" ucap Ibu Dewi.
Rafka masih diam tak mengeluarkan satu katapun. Saat Rafka masih terdiam, Azura masuk ke ruang tamu. Dia melihat ke arah Rafka yang sedang duduk bersama Ibu Dewi dan Devan.
__ADS_1
"Mas" ucap Azura.
Suara lembut yang begitu dirindukan Rafka terdengar ditelinganya memecah kediamannya. Dia melihat ke arah Azura yang berdiri menghampirinya.
"Sayang" ucap Rafka.
"Mas..." ucap Azura hendak mendekati Rafka tapi ditangkap Devan.
"Azura jaga sikapmu, dia bukan suamimu lagi" ucap Devan.
"Tidak..., suamiku Mas Rafka hik hik hik" ucap Azura berusaha melepas tangan Devan dari tubuhnya.
Rafka langsung berdiri mendekati Azura tapi ditahan tangan Ibu Dewi yang menghalanginya.
"Pulanglah, tidak pantas mendekati istri orang jika kau masih punya malu" ucap Ibu Dewi.
"Aku hanya ingin mengambil istriku" ucap Rafka.
Rafka berusaha mendekati Azura. Tapi Ibu Dewi memanggil securiti. Kedua securiti itu menangkap Rafka mengeluarkannya dari rumah besar itu.
"Mas...Mas Rafka ....Mas....hik hik hik" ucap Azura berusaha lepas dari tangan Devan.
Devan terus memeluk tubuh Azura yang berusaha lepas darinya. Dia tak peduli dengan tangisan Azura. Dia tetap memeluk erat Azura.
"Bawa Azura ke atas, kunci dia dikamarnya jangan sampai dia keluar dari rumah ini" ucap Ibu Dewi.
"Baik Kanjeng Ibu" ucap Devan.
Devan membawa Azura secara paksa naik ke lantai atas. Dia membawa masuk Azura ke kamar mereka.
Azura dibaringkan diranjang lalu Devan memborgol satu tangan Azura.
"Mas Devan lepaskan aku, biarkan aku bertemu Mas Rafka hik hik hik" ucap Azura.
Devan memegang kedua pipi Azura yang berlinang air mata. Dia tahu Azura begitu sedih.
"Azura sayang, aku ini suamimu. Lupakan Rafka. Kita mulai hidup baru kita lagi seperti dulu" ucap Devan.
"Tidak, perasaanku sudah tidak seperti dulu Mas hik hik hik...aku mencintai Mas Rafka hik hik hik" ucap Azura.
"Ku mohon Azura, lupakan Rafka. Biarkan aku kembali dihatimu lagi. Biarkan aku menjadi orang yang kau cintai" ucap Devan.
"Tidak, aku tidak bisa hik hik hik...aku hanya mencintai Mas Rafka hik hik hik..." ucap Azura terus menangis.
Devan melepas tangannya dari Azura. Dia berdiri membelakangi Azura.
"Azura, aku suamimu. Pernikahanmu dan Rafka itu batal karena aku masih hidup dan aku masih suami sahmu. Jadi lupakan Rafka karena akulah suamimu" ucap Devan.
"Tidak...aku....aku mencintai Mas Rafka hik hik hik" ucap Azura.
"Kalau kau tetap bersikeras, aku akan membawamu keluar negeri, agar kau melupakan Rafka dari hidupmu, ingat itu" ucap Devan.
"Hik hik hik" Azura hanya menangis. Hatinya begitu sakit dengan semua ini. Dia baru saja merasakan indahnya sebuah cinta dan pernikahan. Tapi kini seakan sirna sudah.
"Aku akan mencintaimu dan menjagamu dengan baik beserta bayi yang kau kandung, asalkan kau mau menurut" ucap Devan.
__ADS_1