
"Saya........."ucap Ibu Dewi dipotong Rafka.
"Silahkan diminum dulu"ucap Rafka menawari Ibu Dewi dan Nico minum.
"Baiklah"ucap Ibu Dewi.
Ibu Dewi mengambil gelas dimeja itu.
Lalu dia meminum jus berwarna hijau itu.
Pruuuuut...............
Hoooeeekkk............
"Ini minuman apa?"tanya Ibu Dewi.
"Itu persilangan alpukat dan jengkol, disingkat alpukol"ucap Arian.
"Hah.....jengkol"ucap Ibu Dewi.
"Minum ini bisa membuat awet muda"ucap Arian ngarang.
"Awet muda"ucap Ibu Dewi.
Ibu Dewi yang tergila-gila awet muda langsung meminum sampai habis.
"Nico, muka ibu gimana nih?"tanya Ibu Dewi.
"Bau tanah dan keriput, Kanjeng Ibu"ucap Nico.
Ibu Dewi langsung menginjak kaki Nico karena marah.
"Aw.......Kanjeng Ibu, itu yang diinjak tas branded milik kanjeng Ibu"ucap Nico.
"Apa?"ucap Ibu Dewi.
Ibu Dewi melihat tas brandednya dibawah meja diinjak olehnya.
"Tasku"ucap Ibu Dewi.
Ibu Dewi mau mengambil tasnya eh Nico yang lagi minum jus alpukol langsung nyembur ke muka Ibu Dewi.
Pruuuuuuuut...............
Muka Ibu Dewi dipenuhi alpukol yang basah dan becek.
"Nico......."ucap Ibu Dewi melotot ke arah Nico.
"Kanjeng Ibu maskeran, awet muda loh"ucap Nico.
Arian dan Freya menahan tawa melihat muka Ibu Dewi. Seketika Ibu Dewi mengelap alpukol dari mukanya dengan tisu.
"Kanjeng Ibu...."ucap Nico.
"Apa?"tanya Ibu Dewi.
"Itu keriput kelihatan semua"ucap Nico.
"Masa sih"ucap Ibu Dewi.
Ibu Dewi melihat ke kaca di bedak miliknya.
"Aduh keriputku banyak amat"ucap Ibu Dewi.
Ibu Dewi langsung bedakan kembali.
Puuuuk.....puuuuk.....puuuuk........
"Kanjeng Ibu hentikan"ucap Nico.
"Kenapa sih? lagi dempulin keriput nih"ucap Ibu Dewi.
"Itu....itu...."ucap Nico.
"Itu apa?"tanya Ibu Dewi.
"Itu bedak ketek Kanjeng Ibu" ucap Nico.
"Apa?"ucap Ibu Dewi.
__ADS_1
Ibu Dewi melihat bedak yang dipegangnya. Dia baru sadar memakai bedak ketek untuk wajahnya.
"Nico kenapa kau tak bilang?"tanya Ibu Dewi.
"Kanjeng Ibu tidak bilang mau bedakan"ucap Nico.
Mereka berdua kembali melanjutkan pembicaraan.
"Kamu Rafkakan, kami kesini ingin membawa pulang Azura"ucap Ibu Dewi.
"Maaf, Anda siapanya Azura?"tanya Rafka.
"Saya mertuanya Azura, ibu dari suaminya"ucap Ibu Dewi.
"Oh, Anda mertuanya Azura, senang bertemu langsung dengan Anda"ucap Rafka.
"Saya tidak suka basa basi, jadi serahkan Azura pada kami"ucap Ibu Dewi.
"Maaf, Azura akan tinggal disini"ucap Rafka.
"Siapa kau berani mengatakan itu padaku?"tanya Ibu Dewi.
"Saya........."ucap Rafka.
"Kau bukan siapa-siapanya jadi tidak ada hak menghalangiku membawa Azura pergi"ucap Ibu Dewi.
"Aku calon suaminya"ucap Rafka.
"Apa?"ucap Ibu Dewi.
"Jadi sebaiknya Anda pulang, aku dan Azura akan segera menikah"ucap Rafka.
"Dia menantuku, istri dari anakku, kau tidak bisa menikahinya"ucap Ibu Dewi.
"Kenapa tidak bisa? maaf, anak Anda sudah meninggal dan Azura sudah melewati masa iddahnya"ucap Rafka.
"Kau tidak boleh menikahi menantuku"ucap Ibu Dewi.
"Benar, dia menantu di keluarga Barata"ucap Nico.
"Menantu? bahkan tubuhnya penuh luka cambukkan, apa dia benar-benar menantu dirumah kalian?"tanya Rafka.
"Apa? dari mana dia tahu ditubuh Azura ada luka cambukkan"batin Ibu Dewi.
"Tapi Bu, kita harus membawa Azura"ucap Nico.
"Ayo pulang"tegas Ibu Dewi.
Ibu Dewi menarik lengan Nico keluar dari rumah besar itu. Tinggal Rafka dan kedua orangtuanya berada di ruang tamu itu.
"Rafka, apa yang kau katakan pada Ibu Dewi tadi? kau calon suami Azura, kau tidak sedang bercandakan?"tanya Freya.
"Hanya dengan itu aku bisa melindungi Azura dari keluarga Barata"ucap Rafka.
"Rafka kau yakin dengan keputusanmu?"tanya Arian.
"Aku lelah Pi, Mi, aku ke atas dulu"ucap Rafka.
Rafka tidak menjawab pertanyaan Arian. Dia pergi meninggalkan ruang tamu itu.
"Mi, apa yang dipikirkan Rafka?"tanya Arian.
"Aku tidak tahu, mungkin Rafka sedang berusaha melindungi Azura"ucap Freya.
Rafka naik ke lantai atas, dia masuk ke kamarnya lalu menatap foto Diana di dinding kamar itu.
"Diana, aku masih mencintaimu sampai sekarang, tapi sekarang ada dua wanita yang sedang ku lindungi, bagaimana caraku untuk melindungi mereka?"ucap Rafka.
************
Sore itu Gista sedang jalan-jalan di taman di rumah besar orangtua Rafka. Setiap pagi dan sore hari Gista biasanya menyirami tanaman di taman itu. Saat dia sedang asyik menyiram tanaman, handphonenya berdering.
Kriiiing......... kriiiing.......... kriiiing..........
Gista melihat panggilan di handphonenya. Ternyata itu panggilan dari mantan suaminya Derry. Awalnya ragu untuk mengangkatnya tapi dia akhirnya mengangkat telpon itu.
"Hallo Derry mau apa lagi"ucap Gista tanpa basa basi.
"Gista aku ada di depan gerbang rumah ini, cepat keluar kalau tidak ibumu...."ucap Derry.
__ADS_1
"Derry, jangan berani menyakiti ibuku"ucap Gista.
"Oke, sebaiknya kau keluar"ucap Derry.
"Aku akan keluar"ucap Gista.
Gista menutup telponnya lalu keluar dari rumah besar itu. Dia melihat Derry sedang berada dijalan depan gerbang rumah besar itu.
"Derry apalagi maumu?"tanya Gista.
"Ikut aku"ucap Derry.
Derry mengajak Gista masuk ke dalam mobilnya.
Lalu mereka pergi dari tempat itu. Gista terpaksa mengikuti kemauan Derry demi keselamatan ibunya. Sampai di rumah Derry, Gista di tawan olehnya bersama ibunya didalam sebuah kamar.
"Ibu......"ucap Gista.
"Gista......"ucap Ibu Gita.
Ibu Gita tinggal di kampung semenjak ayah Gista meninggal. Gista adalah anak tunggal dari kedua orangtuanya. Dia tak menyangka Derry mengambil ibunya dari kampung dan menawannya.
"Ibu tidak apa-apa?"tanya Gista.
"Enggak nak, tapi kenapa Derry kasar padamu nak?"tanya Ibu Gita.
"Bu sebenarnya seperti itulah Derry selama ini padaku"ucap Gista.
"Apa? jadi selama ini hidupmu menderita nak"ucap Ibu Gita.
"Bu, tidak usah dipikirkan yang penting ibu selamat, Gista sudah bahagia"ucap Gista.
Gista memeluk Ibunya dengan erat.
"Derry benar-benar jahat, kau harus bercerai darinya"ucap Ibu Gita.
"Aku sudah bercerai darinya tiga bulan lalu Bu"ucap Gista.
"Lalu apa maunya lagi padamu nak?"tanya Ibu Gita.
"Aku tidak tahu Bu"ucap Gista.
"Pasti dia merencanakan sesuatu yang jahat padamu nak"ucap Ibu Gita.
Gista hanya bisa pasrah, dengan kondisinya yang lumpuh dan ibunya ditawan Derry dia tidak bisa melakukan apapun.
Diluar ruangan itu Derry sedang menelpon seseorang.
"Hallo juragan"ucap Derry.
"Hallo Derry"ucap Juragan Kardi.
"Saya sudah menyiapkan barang bagus untuk Anda"ucap Derry.
"Boleh juga, apa dia si cantik itu?"tanya Juragan Kardi.
"Iya, walaupun kakinya lumpuh tapi dia masih cantik seperti dulu"ucap Derry.
"Bawa dia padaku besok, aku akan menjadikannya istri kesembilanku"ucap Juragan Kardi.
"Baik Juragan tapi soal harga gimana?"tanya Derry.
"Sesuai yang kau mau"ucap Juragan Kardi.
"Okelah kalau begitu, besok saya bawa dia pada Anda"ucap Derrry.
"Dandani dia, aku mau pengantinku cantik dan anggun"ucap Juragan Kardi.
"Siap juragan"ucap Derry.
Derry menutup telponnya. Dia ingin menjual Gista pada Juragan Kardi. Demi sejumlah uang yang banyak Derry tega menjual mantan istrinya itu.
*************
Rafka baru selesai sholat ashar dikamarnya, Freya masuk ke kamar Rafka. Dia hendak berbicara sesuatu padanya. Rafka menghampiri Freya dan mencium tangannya. Mereka berdua duduk di ranjang kamar itu.
"Rafka ada yang ingin Mami bicarakan"ucap Freya.
"Iya Mi ada apa?"tanya Rafka.
__ADS_1
"Ini soal Azura dan Gista"ucap Freya.
"Iya Mi silahkan"ucap Rafka.