Menikahi Selingkuhan Kakak Iparku

Menikahi Selingkuhan Kakak Iparku
Alexa dan kisah Cintanya (Bonus Part 1)


__ADS_3

4 hari lagi si kembar Gabrian dan Gabriel akan merayakan ulang tahun mereka yang ke-17 tahun. Sejak beberapa bulan yang lalu, Giani sudah merancang pesta ulang tahun yang meriah.


Gabrian sebagai kakak cenderung pendiam. Ia tak suka banyak bicara. Kalau Gabriel lebih bisa diajak berkomunikasi walaupun pada kenyataanya kedua anak itu memiliki sifat yang hampir sama. Yang tahu membedakan mereka hanyalah Giani dan Jero. Mata Gabrian berwarna abu-abu sedangkan mata Gabriel lebih hitam sedikit. Gabriel suka sekali menggoda gadis-gadis, sedangkan Gabrian lebih cool dan hanya selalu melemparkan senyum manisnya.


Jeronimo semakin sukses dengan usahanya. Ia menjadi salah satu pengusaha yang sukses di Asia. Walaupun usianya sudah memasuki kepala empat namun pesona ketampanannya tak pernah pudar. Ia selalu menjadi hot daddy di kalangan mama muda dan para gadis. Namun jangan ditanya mengenai posesifnya Jero pada Giani. Masih seperti dulu. Tak berubah.


Joselin, anak ketiga mereka mengikuti jejaknya Giani. Dia sangat tertarik dengan kopi. Ia sangat rajin mengikuti mamanya ke cafe. sedangkan Stevany lebih suka dengan olahraga bulu tangkis. Di usianya yang baru 10 tahun, si cantik yang wajahnya memang hampir 100% bule sudah memenangkan berbagai lomba antar sekolah dan club yang ada.


Giani seperti biasa selalu menyiapkan sarapan untuk keluarganya.


"Good morning, honey!" Jero tiba-tiba memeluknya dari belakang dan memberikan kecupan-kecupan menggoda di leher Giani.


"Bee, apaan sih? Lepasin. Nanti anak-anak melihat."


"Mengapa kalau mereka melihat?" Tanya Jero lalu membalikan tubuh Giani. Di belainya wajah cantik istrinya dengan punggung tangannya. " Aku sangat mencintaimu."


"Aku tahu!"


"Kita bulan madu lagi, yuk! Kangen berduaan denganmu. Kangen palo bermanja-manja dengan nido."


Wajah Giani langsung memerah. "Dasar ya....!"


"Semalam kamu cuekin aku..." Ujar Jero dengan wajah memelas.


"Semalam aku capek seharian menemani Stevany latihan. Kamu ke kantornya jam berapa?"


Wajah Jero langsung berseri. "Kau akan mempertemukan Nido dan palo pagi ini?"


"Iya. Kalau anak-anak semuanya sudah ke sekolah."


"Yess....!" Jero langsung memeluk Giani dan mencium bibirnya dengan gemas.


"Hallo......!"


Jero dan Giani menoleh.


Keempat anak mereka sudah berdiri di depan meja makan.


"Selamat pagi anak-anak." Sapa Jero.


"Good morning daddy....! Good morning mommy...!"


Giani segera mengatur makanan untuk anak-anak dan suaminya.


"Mom, kita jadi ke Bali kan?" Tanya Joselin.


"Ya. 2 hari lagi kita akan berangkat ke Bali. Daddy sudah siapkan semuanya." Ujar Giani membuat wajah keempat anaknya langsung terlihat senang.


Jero terlihat juga bahagia. Ia sangat bangga karena Giani mengurus anak-anaknya dengan sangat baik.


*********


"Selamat datang di quality air. Silahkan menegakan sandaran kursi anda, mengencangkan seatbelt. Beberapa saat lagi pesawat ini akan segera take off."


Giani tersenyum melihat pramugari yang bertugas di kelas bisnis itu. Pramugari cantik yang juga adalah bintang iklan shampoo yang viral karena banyaknya penumpang yang meminta foto bareng dirinya. Pramugari cantik yang kini berusia 23 tahun.


"Hai pramugari, bolehkah aku dibantu dengan seatbelt ku ini?" Panggil Gabriel sambil memasang wajah tampan yang menggoda.


Pramugari itu mendekat dan langsung menjewer kuping gabriel membuat semua yang ada di kelas bisnis itu tersenyum.


"Ampun....kak Eca....!" Gabriel meringis.


Alexa Tiani Purwanto, kini sudah menjadi seorang pramugari. 2 tahun sudah ia bekerja di maskapai milik salah satu maskapai penerbangan yang sangat terkenal di Asia.


Giani, Joana, Jero dan Aldo jadi tertawa melihat bagaimana Alexa mengerjai sepupunya itu.


Alexa pun masuk.ke ruang kokpit untuk melaporkan semuanya.

__ADS_1


"Semua keluargamu sudah ada?" Tanya Pilot Haris. Sementara si copilot adalah Anisah, seorang perempuan berusia 32 tahun yang baru saja menikah setahun yang lalu. Pilot Haris terkenal karena pernah melakukan suatu pendaratan darurat di atas laut tanpa ada korban jiwa sehingga ia mendapatkan penghargaan disaat usianya baru 28 tahun.


"Sudah, kep."


"Kau juga akan ikut liburan bersama mereka?" Tanya Haris.


"Iya."


"Kau akan membuat perjalananku dari Bali ke Tokyo menjadi sepi." Guman Haris terlihat kecewa.


Alexa hanya tersenyum. Ia pamit meninggalkan ruang kokpit dan kembali ke kelas bisnis. Alexa tahu kalau pilot Haris selalu memberikan sinyal-sinyal cinta padanya. Bohong jika Alexa tak menyukainya. Namun Alexa tak ingin gegabah. Karena ia tak ingin kisah cintanya seperti orang tuanya. Alexa ingin jatuh cinta hanya sekali dan menikah satu kali juga.


***********


The Thomson Hotel, Bali....


Eilaria Thomson, cucu pemilik hotel ini, sedang liburan bersama keluarganya di Bali. Sejak pagi ia sudah bangun dan lari pagi menyusuri pantai yang ada di belakang hotel. Di usianya yang baru beranjak 15 tahun, kecantikan anak pasangan Caleb Thomson dan Grace Aslon tak terkatakan lagi. Memiliki oma baik dari sebelah papa dan mamanya yang berdarah Indonesia membuat darah Asia agak lebih kental mengalir dari dalam tubuhnya.


"Ada apa, ramai di kolam?" Tanya Eilaria.


Nilam, yang adalah maneger hotel ini tersenyum menatap nona muda yang terkenal sangat ramah pada siapapun. "Malam nanti ada perayaan ulang tahun yang ke-17 tahun. Anak salah satu pengusaha terkenal. Mereka turunan dari Inggris juga."


"Oh ya? Asyik dong ulang tahun yang ke-17." Eilaria membayangkan dirinya yang akan berusia 17. Ia rindu merayakannya di London.


"Nona, ini novel anda yang jatuh kemarin."


Dengan senang hati gadis cantik itu menatap novel misteri yang dibelinya di Perancis minggu yang lalu. Lalu ia pun melangkah menuju ke lift. Asyik membaca tanpa melihat pintu lift yang terbuka, Eilaria jatuh saat bertabrakan dengan seseorang baru keluar dari dalam lift.


"Aow.....!"


Eilaria memegang kepalanya yang terbentur pada dinding.


"Maaf...! Kamu baik-baik saja?" tanya pria yang menabraknya. Pria itu memegang lengan Eilaria. Saat tatapan mereka bertemu, jantung Eilaria bagai berhenti berdetak. Tampan sekali!


Cowok di depannya membantu Eilaria berdiri. Tangannya tanpa ragu memegang bagian belakang kepala Eilaria dan mengelusnya perlahan.


"Masih sakit?"


"Sekali lagi maaf ya?" ujar cowok itu.


"Aku yang salah kok. Permisi!" Eilaria segera masuk ke dalam lift. Ia merasa akan pingsan menatap mata biru pria tampan itu.


"Gabriel....eh....Gabrian..., duh terserah deh!" Felicia mendekat. "Di cari bibi Giani untuk sarapan. Gue pusing belum bisa membedakan mana Briel dan mana Brian."


Gabrian hanya tersenyum. Saat ia akan melangkah, ia melihat sebuah novel yang jatuh. Ia tersenyum melihat novel misteri. Seperti yang biasa dibaca oleh mamanya. Di ambilnya novel itu dan dibawahnya sambil mengikuti langkah Felicia.


*******


Pesta ulang tahun Si kembar sudah selesai. Waktu sudah menunjukan pukul 1 dini hari. Para pelayan masih membersihkan area sekitar kolam karena besok pagi akan digunakan oleh para tamu.


Gabriel malam ini tak dapat tidur. Ia memutuskan meninggalkan kamar dan berjalan keluar. Langkahnya terhenti saat melihat di dalam cafe ada seorang gadis cantik yang sedang menari mengikuti irama piano yang sedang dimainkan oleh seseorang.


Gabriel tersenyum melihat bagaimana gembiranya gadis itu dengan gerakannya.


"Eil, ini sudah jam 1. Tidurlah!" Grace Thomson muncul sambil mengingatkan anaknya.


"Bunda, 5 menit lagi."


"Nanti disambung besok. Kita kan baru saja tiba tadi pagi. Memangnya kamu nggak capek?" Tanya Grace lalu menghapus keringat di dahi putrinya.


Eilrina melingkarkan tangannya dilengan bundanya. "Baiklah bunda, sayang."


Grace tersenyum. Ia tahu mama dan dirinya yang adalah seorang penari membuat Eil pun sangat suka menari.


Gabriel yang diam-diam menperhatikan mereka jadi tersenyum. Ia sudah biasa melihat gadis cantik namun gadis yang satu ini agak unik. Gabriel jujur mengakui kalau dia suka.


Eilaria yang melangkah di samping bundanya, langsung menghentikan langkahnya melihat siapa yang berdiri di luar cafe. Ia ingat kejadian tadi pagi di depan lift. Jantung Eilaria kembali berdetak kencang.

__ADS_1


Tatapan mereka bertemu. Saling melempar senyum membuat Eilaria menjadi semakin berdebar-debar.


"Ada apa, sayang?" tanya Grace melihat gelagat aneh putrinya.


"Nggak." Eilaria buru-buru menggeleng sambil menahan senyumnya.


Gabriel pun melangkah kembali ke kamarnya. Saat ia masuk, dilihatnya Gabrian sedang membaca novel.


"Aku pikir kamu tadi sudah tidur." Gabriel tidur di samping kakak kembarnya.


"Aku bangun dan ingat ada novel bagus yang harus kubaca."


"Aku lebih suka nonton film dari pada baca novel."


Gabrian hanya tersenyum tanpa memgalihkan pandangannya pada novel yang dibacanya.


"Ian, aku tadi lihat cewek cantik. Masih remaja sih tapi dia kayaknya seperti kita. Blesteran Indonesia. Dia tadi menari. Terlihat sangat cantik."


"Semua gadis kan selalu terlihat cantik di matamu."


Gabriel tertawa. "Kali ini berbeda."


"Lupakan saja. Besok pagi kan kita akan kembali ke Jakarta."


Gabriel memejamkan matanya. "Aku pasti akan bertemu dengan dia kembali." Guman Gabriel sambil memeluk guling yang ada. Gabrian pun menutup novel yang dibacanya. "Apakah kita akan bertemu lagi, cantik?" gumannya dalam hati.


*********


Alexa menarik kopernya. Akhirnya perjalanan dari Paris-Jakarta selesai juga. Alexa ingin cepat sampai di rumah dan tidur sepuasnya di kamarnya.


Ponsel Alexa berbunyi. Ia tersenyum melihat Nama Joana ada di sana.


"Hallo mami bule."


"Sudah mendarat?"


"Sudah, mami. Aku dapat libur selama 3 hari."


"Kamu pulang dengan siapa?"


"Kapten Haris mau mengantar ke rumah."


"Cie....cie....akhirnya mau juga diajak pulang bareng."


"Ih...mami, cuma pulang bersama, kok."


"Sampai ketemu di rumah ya?"


"Ok mami!" Alexa memasukan ponselnya ke dalam tas.


buk....!


Alexa memegang pundaknya yang ditabrak seseorang. Namun rombongan orang-orang itu terus melangkah.


"Dasar nggak punya mata!"


Salah satu pria yang menggunakan jas hitam menghentikan langkahnya. Ia berbalik lalu membuka kacamata.


"Kenapa? Keberatan dengan perkataan saya?" tanya Alexa sambil memegang pundaknya yang terasa sakit.


Cowok itu mendekat. "Pergilah ke dokter, dan kirim pembayarannya pada asistenku."


"Kamu pikir semuanya bisa di selesaikan dengan uang? Dasar sombong...!" Alexa langsung menarik kopernya dan pergi meninggalkan cowok itu.


"Gadis yang unik." Cowok itu menatap asistennya. "Pastikan malam ini dia ada di penerbangan pesawat pribadiku. Aku tak ingin ada bantahan." ujar Cowok itu lalu mengenakan kembali kacamatanya. *Gadis sombong itu harus tidur denganku!


Maaf ya baru up...

__ADS_1


Aku dua kali masuk rumah sakit.


Sekarang pun masih sakit dan baru tadi pulang dari rumah sakit. Terima kasih atas semua doanya. Semoga masih tetap suka*.


__ADS_2