Menikahi Selingkuhan Kakak Iparku

Menikahi Selingkuhan Kakak Iparku
Alexa dan Kisah Cintanya (Bonus Part 14)


__ADS_3

Bangun pagi di kamar sendiri adalah sesuatu yang sangat Alexa sukai. Apalagi saat membuka pintu kamar dan mencium masakan rumah yang selalu membuatnya lapar.


Alexa menggulung rambutnya asal sambil menuruni tangga. Ia langsung tersenyum melihat 3 wanita yang sangat disayanginya sedang berada di dapur. Mami bule, mami Wulan dan bibi Giani.


"Aduh, ada apa gerangan sampai 3 wanita kesayanganku berkumpul di dapur?" tanya Alexa sambil memeluk mereka satu persatu.


"Kami datang untuk mempraktekan masakan baru. Kebetulan bibi hati ini nggak ke cafe, jadi bisa punya waktu." ujar Giani.


"Pantas saja baunya enak. Sudah ada yang bisa dimakan?"


"Sudah sayang." Joana menunjukan dua jenis masakan yang sudah selesai mereka buat.


Alexa mengambil piring dan sendok. Ia mengambil nasi sedikit lalu mengambil ikan dan sayur.


Salah satu pelayan masuk sambil membawakan kiriman bunga mawar merah.


"Untuk nona Eca." Kata pelayan itu.


Alexa terkejut. "Siapa yang mengirim bunga untukmu?" Alexa penasaran karena selama ini ia belum pernah mendapatkan kiriman bunga dari siapapun.


Tangannya mengambil kartu yang ada di bunga itu.


...Terima kasih sudah mengurusku selama kita berada di pesawat. Hari ini aku ke kantor dan tiba-tiba saja merindukan mu. Semoga bunga mawar ini bisa mewakili kerinduanku. OP....


"Siapa pengirimnya?" tanya mami bule penasaran.


Alexa mengangkat alisnya dengan bibir yang sedikit melengkung menandakan rasa tak suka. "Oliver."


"Oliverio Pregonas? Kalau nggak salah, semalam Juan mengatakan akan rapat dengan Oliver mengenai kerja sama penyediaan bahan baku untuk pembuatan kantor pusat perusahaannya. Sebenarnya kemarin tapi di tundah karena Oliver mengeluh pusing akibat luka yang ada di perutnya." Ujar Wulan.


"Dia masih pusing?" Alexa terkejut. Memang semenjak ia mengantar Oliver ke apartemennya, ia sudah menutup akses apapun dari cowok itu. Nomornya bahkan sudah Alexa blokir.


"Kamu tahu dia sakit?" Giani menatap ponakannya. Alexa akhirnya menceritakan bagaimana Oliver menjadi penumpangnya dalam pesawat, aksi penyelamatannya dan kenekatan Oliver saat ikut kembali dalam perjalanan pulang dengan luka yang belum kering.


"Mungkinkah Oliver jatuh cinta sungguhan kepadamu, Eca?" tanya Joana.


"Mami, dia itu hanya ingin membawaku ke tempat tidurnya. Segala cara pasti akan dia lakukan untuk membuatku terkesan padanya." Alexa menggeleng.


"Tapi dia hampir merenggang nyawa karena mu, Eca." Wulan berkata sambil terus mencincang daging yang ada di hadapannya.


"Memangnya kau sama sekali nggak ada rasa untuknya? Dia kan tampan." ujar Giani.


Alexa menghabiskan sarapannya. "Bibi kan tahu, paman Jero bahkan selalu cemberut karena aku selalu mengatakan kalau pak guru Paul lebih tampan darinya. Aku suka pria Indonesia. Yang asli bukan blesteran kayak papa Aldo. Kayak putra-putranya bunda Maya Estianti. Tampan Indonesia."


Ketiga wanita itu hanya bisa tersenyum. Alexa punya kriterianya sendiri. Sebagai orang yang menyayangi Alexa, mereka tak mau ikut campur terlalu dalam kecuali Eca yang memintanya.


*******


Setelah 2 hari off, Alexa hari jni kembali terbang. Jakarta-Singapura-Jakarta.


Saat Alexa tiba kembali ke bandara, selesai 1dengan berbagai urusan yang ada, ia pun bermaksud akan pulang. Namun tepat di depan pintu keluar, ia melihat Oliver berdiri sambil memegang setangkai mawar merah. Ia berdiri dengan satu tangan ada di saku celananya. Alexa dapat melihat, hampir semua mata para gadis menatap kagum pada Oliver sambil mengatakan betapa beruntungnya gadis yang mendapatkan pria ini. Namun Alexa justru merasa sangat tertekan dengan semua ini. Bukankah tadi pagi Oliver sudah mengirimkan bunga mawar putih saat Alexa sedang mandi?


"Hallo, sayang!" Sapa Oliver saat ia menghadang langkah Alexa.


"Jangan panggil aku sayang, dan jangan halangi langkahku." tegas Alexa.


"Aku sangat merindukanmu. Makanya aku langsung datang menjemputmu. Kita sudah 4 hari tak bertemu."


"Oliver, ayolah! " Alexa akan melangkah meninggalkan Oliver saat matanya menatap kapten Haris yang sedang berjalan sambil bergandengan tangan dengan Lutfi. Teman pramugarinya saat masih bekerja di maskapai milik Oliver. Mereka nampak mesra dan semakin dekat jaraknya dengan pintu keluar.


Oliver juga melihat hal itu. Dengan cepat ia mengambil koper dari tangan Alexa dan memberikan bunga mawar di tangannya pada Alexa. Tangannya langsung melingkar di pinggang gadis itu dan memberikan satu kecupan manis di dahi Alexa. Tepat di saat itu Haris dan Lutfi melihat mereka dan berhenti.


"Duh....romantis banget!" ujar Lutfi sambil menyandarkan kepalanya di lengan Haris. Siapapun tahu, kalau kapten Haris selalu memuji kecantikan Alexa dan tak pernah malu mengungkapkan kalimat-kalimat rayuan meskipun di depan banyak orang. Lutfi seolah ingin mempertegas bahwa sekarang Haris adalah miliknya.


"Hallo Alexa. Hallo tuan Oliverio!" Sapa Haris. Sangat jelas terlihat kalau Haris kurang nyaman dengan sikap Lutfi padanya.

__ADS_1


Alexa tersenyum. Saat ia akan bicara, Oliver mendahuluinya.


"Hallo juga, Haris. Ini pacarmu ya? Selamat ya. Aku ada di sini karena mau menjemput pacarku juga. Dia sengaja pindah maskapai karena ingin membuatku selalu merindukannya. Dan dia berhasil. Aku Merindukannya setengah mati." Oliver kembali mencium puncak kepala Alexa. Dan anehnya, Alexa hanya tersenyum saja. Seolah ia ingin menunjukan pada Haris kalau ia juga punya gabetan. Alexa merasa kesal karena Lutfi terlihat genit. Pada hal dulu ia yang sering menjodohkan Alexa dengan kapten Haris.


Haris menatap Alexa. Hatinya tergores, sedikit tak rela melihat gadis pujaannya kini sedang bersama lelaki yang lebih segalanya dari dirinya.


"Sayang, ayo kita pergi!" Ajak Lutfi.


Haris mengangguk. "Kami pergi dulu, ya?"


"Ok." Jawab Alexa dan Oliver bareng.


Setelah Haris dan Lutfi menjauh, Alexa melepaskan tangan Oliver yang masih melingkar di pinggang nya. "Cukup sandiwaranya. Sekarang aku mau pulang. Capek banget." ujar Alexa. Tangannya hendak meraih kopernya yang masih dipegang Oliver. Namun Oliver menjauhkan koper itu dari jangkauan Alexa.


"Oliver, kembalikan koperku."


"Aku akan mengantar kamu, pulang!" Oliver langsung melangkah pergi sambil menarik koper Alexa.


"Duh..., lelaki ini memang selalu mau seenaknya sendiri." Alexa mengejar langkah Oliver.


"Oliver.....!" Alexa hendak mengambil kopernya kembali namun tangan Oliver yang bebas langsung menarik tangan gadis itu dan menggengamnya erat.


"Lepaskan.....!"


"Eca, sayang, kamu menjadi bahan tontonan orang."


Alexa melihat orang-orang yang menetapnya dengan pandangan ingin tahu. Alexa jadi malu, ia pun membiarkan Oliver memegang tangannya sambil mereka tiba di dekat mobil yang sudah menunggu mereka.


"Ayo masuk!" Kata Oliver sambil membuka pintu. Setelah Alexa masuk, ia pun mengitari mobil dan duduk di samping Alexa.


"Kita pergi makan malam dulu ya?" Ujar Oliver sambil menjalankan mobilnya.


"Aku nggak lapar." Kata Alexa berbohong, pada hal dia sangat lapar.


"Jangan bohong. Memangnya makanan di salam pesawat bisa mengenyangkan mu?"


kruk....kruk....


Oliver tersenyum. "Lalu, bunyi perutmu itu apa tandanya?"


Wajah Alexa menjadi merah. "Aku malas pergi dengan seragam pramugari ini."


"Gampang!" Oliver membelokan mobilnya di sebuah butik. Ia membuka pintu mobil dan menarik tangan Alexa untuk turun.


Saat pintu butik terbuka, para pelayan langsung mendekati Oliver.


"Berikan gaun yang cocok untuk makan malam berdua. Jangan yang warna hitam ya?" Ujar Oliver.


30 menit kemudian, sebuah mini dress dengan lengan Sabrina sudah menempel sempurna di tubuh ramping Alexa.


"Ayo pergi!"


Alexa menatap Oliver bingung. "Kamu tak membayarnya?" tanya Alexa bingung.


Oliver tersenyum. "Butik ini milik mamaku."


Keduanya meninggalkan butik dan menuju ke sebuah restoran Perancis yang mahal. Alexa sangat menyukai makanan yang dipilihkan Oliver karena semuanya sangat enak.


"Kau menyukai makanan di sini?" tanya Oliver melihat Alexa makan dengan begitu lahapnya.


"Lumayan."


Oliver terkekeh. "Kamu nggak jujur."


"Kenapa?"

__ADS_1


"Makananmu habis, mana mungkin jawabannya hanya lumayan."


"Boleh kita pulang sekarang?"


Oliver mengangguk. Ia tahu kalau Alexa pasti capek. Mereka pun meninggalkan restoran itu. Oliver mengantarnya pulang.


"Alexa...!" panggil Oliver saat Eca akan turun.


"Ada apa?"


"Ayo kita pacaran!"


Alexa menatap Oliver. Ia menemukan wajah cowok itu nampak serius.


"Aku nggak bisa pacaran denganmu." Jawab Alexa membuat Oliver kecewa.


"Kenapa?"


"Pertama, aku nggak suka bule. Kedua, aku nggak mencintaimu. Ketiga, aku hanya akan pacaran dengan pria yang akan menikahiku." Alexa turun. Ia membuka bagasi dan mengeluarjan kopernya.


"Makasih ya, Oliver. Selamat malam!"


Oliver menatap Alexa sampai gadis itu menghilang dari balik pintu.


Setelah itu Oliver segera menuju ke apartemen nya. Kevin sudah ada di sana.


"Tuan, apakah malam ini tuan akan ke club'?"


Oliver menggeleng. "Aku capek."


"Semenjak mengenal nona Alexa, tuan jarang sekali keluar malam. Aku pikir, obsesinya tuan akan berubah menjadi rasa cinta. Apakah tuan sadar, tak pernah seperti ini pada gadis lain? Tuan mengirimi nona Alexa bunga setiap hari, menjemputnya di bandara, memaksanya untuk bisa makan malam bersama. Rela naik ke pesawat walaupun sedang terluka. Aku pikir ini bukan lagi obsesi. Tapi sudah perasaan cinta."


Oliver tertawa. "Aku nggak mungkin jatuh cinta pada gadis bermulut pedas itu."


"Namun tuan mengejarnya seperti orang gila. Aku bahkan perhatikan kalau tuan tak bertemu nona Alexa, tuan sedikit bosan menjalani hari."


Oliver berjalan menuju ke kamarnya. Ia membuka bajunya dan mengisahkan boxernya. Ke kamar mandi untuk mandi dan segera memakai baju rumahnya untuk tidur. Tangannya terulur mengambil ponselnya. Ia melihat foto-foto Alexa. Setiap kali ia melihat foto Alexa, ada rasa bahagia dalam hatinya.


Sial, apakah mungkin aku sudah suka dengan gadis ini?


*******


Perhatian Oliver semakin menjadi-jadi pada Alexa, ia bukan hanya mengirimi Alexa bunga, coklat, dan menjemputnya tiap kali Alexa pulang dari tugasnya. Oliver bahkan menyewa band kesayangan Alexa untuk konser di depan rumah Alexa saat gadis itu ulang tahun.


"Dia memang gila, Eca. Mami rasa kalau dia sudah jatuh cinta padamu!" kata Joana saat pagi ini, di hari Valentine, Oliver mengirimkan satu kotak besar coklat dan beberapa boneka.


"Aku nggak percaya, mami."


Alexa akan pergi dan mengembalikan coklat yang dikirimkan Oliver padanya, saat ia melihat mamanya Oliver datang dengan seorang lelaki berjas hitam.


"Sayang, ini Alexa, gadis yang berhasil menaklukan hati Oliverio. Eca sayang, perkenalkan ini daddy Orlando Pregonas. Daddy nya Oliver." Kata Elvira dengan sangat antusias.


"Ada apa tuan dan nyonya ke sini?" Tanya Alexa bingung.


"Panggil Daddy dan mommy, sayang."


Alexa hanya tersenyum.


Orlando menatap Alexa dengan penuh kasih. "Alexa, kami ke sini ingin melamarmu untuk Oliver."


Alexa sangat terkejut. "Melamar?"


"Ya. Di mana orang tuamu?"


Alexa bingung. Aku di lamar?

__ADS_1


Nah.....ayo, apakah Alexa menerimanya?


dukung emak terus ya


__ADS_2