
Mentari melihat Gibran dan Tita bersama kembali, mereka tampak kembali mengobrol serius, saat akan melangkah ke arah Gibran dan Tita, Aneke menghampiri Mentari.
"Mentari, semua pembina organisasi suruh kumpul, katanya mau ada acara perkemahan bersama. " Ucap Aneke.
"Mas, Gibran kan Pembina juga dia? "
"Kamu sana duluan masuk ke ruang rapat, saya panggil yang lain nya. "
"Kamu Pembina apa sih? "
"Pembinasaan. "Ucap Aneke tertawa
Mentari menaruh tas nya di atas meja, Gibran pun masuk bersama Tita, raut wajah seperti biasa Tita yang sinis sedangkan Gibran yang tersenyum ke arah Mentari.
"Kesana yuk. " Ajak Gibran pada Mentari masuk kedalam ruan rapat, yang sudah ada Wakil Kepala Sekolah, Kurikulum, Bendahara dan beberapa guru senior dan pelatih setiap organisasi.
"Selamat Pagi Bapak - bapak, Ibu - Ibu, terima kasih sudah hadir di briefing hari ini. Saya ingin menginformasikan bahwa sekolah kita SMP Negeri 1 Semilir, akan di mengadakan perkemahan bersama, selama 3 hari 2 malam. Dan pelaksanaan nya itu minggu depan, kita berangkat di hari Jum'at nya. Seperti yang sudah di beritahu oleh pelatih setiap anggota, perkemahan ini sekaligus pelantikan setiap anggota organisasi. " Ucap Kepala Sekolah, Pak Badri. "
"Maaf Pak, apa perlu buat surat ijin orang tua siswa, atau cukup edaran surat aja? " Tanya Gibran.
"Surat edaran itu nanti di lembar berikut nya, surat ijin orang tua. " Jawab kepala sekolah.
"Ya Pak. " Ucap Gibran.
"Nanti Pak Gibran, tolong siap kan surat ijin nya, dan Bu Siti selalu bendahara juga yang mengatur segala keuangan nya, sekolah serahkan pada ibu. "
"Siap Pak. "
Mentari dan Gibran pun keluar dari ruang rapat berjalan bersama ke arah meja masing - masing, Gibran yang duduk di belakang Mentari, langsung mencolek bahu Mentari.
"Happy Anniversary. "
"Happy Anniversary, juga Mas. "
"Nanti malam jadi ya, kita nonton. "
"Jadi, nanti ketemu di bioskop saja. "
"Ok sayang. "
*****
"Mas, kok datang kesini nggak bilang - bilang?" Tanya Neli.
"Mas, mau ngajak makan siang , kamu nggak mau? " Ucap Fatih .
"Mau dong, masa nggak mau. " Ucap Neli sambil tersenyum.
Neli pun mengambil tas nya, dan bersama Fatih masuk ke dalam mobil. Dalam perjalanan, tak henti Neli menggenggam erat tangan Fatih, sesekali mencium punggung tangan nya.
"Mas, kok pesan sama telepon saya tadi malam kamu nggak respon? "
"Pesan, telepon? Kapan. "
"Tadi malam loh, saya tanya masalah nikah itu."
"Kok Mas nggak tahu. "
"Alasan."
"Sumpah Yank, di ponsel nggak ada panggilan atau Chat dari kamu. "
"Orang di angkat kok. "
"Salah hubungi kali. "
"Nggak kok, nanti saya cek. "
__ADS_1
Neli mengecek riwayat panggilan keluar nya, dan menunjukkan pada Fatih. Sedangkan Fatih hanya melihat sekilas, dan fokus pada kemudi nya.
"Benar kan, nggak bohong. "
"Tapi nggak ada, ya nggak tahu mungkin Mas udah tidur, asal angkat. "
"Jam 8 malam, udah tidur? "
"Iya, udah tidur. " Ucap Fatih dengan pikiran yang masih tentang masalah Neli menghubungi nya.
"Mas, nanti malam nonton yuk, ada film baru tantang nih. "
"Boleh, nanti Mas jemput. "
"Ok, saya pesan tiket nya nya, di aplikasi aja. "
"Atur aja, nanti Mas ganti. "
"Ok cinta. "
"Neli hubungi saya, apa Mentari yang angkat semalam dan baca chat nya? Tapi kalau dia, nggak mungkin mana berani. Tadi malam kan, ponsel di kamar, dan di dalam ada Mentari. "
******
"Mas, makan sudah matang. "
"Masih kenyang, tadi pas makan siang makan nya banyak. " Ucap Fatih sambil berjalan ke arah kamar nya.
"Nanti kalau mau makan, bilang ya biar saya hangat kan. "
"Iya." Ucap Fatih dari dalam kamar.
"Mas." Panggil Mentari dari balik pintu kamar, lalu Fatih membuka nya.
"Ada apa? "
"Nanti malam saya keluar mau nonton, mau ngerayain anniversary. "
"Dimana? "
"Nggak tahu Neli. "
"Minggu depan juga, mau kemah sama anak - anak. "
"Kapan? "
"Berangkat jumat, pulang minggu. "
"Oh, ya udah. "
Mentari duduk di sofa sambil memainkan ponsel nya, Fatih lalu duduk di samping Mentari sambil menyalakan televisi.
"Tadi malam, Neli telepon ya? "
"Hah.. apa? "
"Tadi malam Neli telepon ya? "
"Oh.. iya, tapi nggak saya angkat. "
"Nggak di angkat atau di angkat? "
"Nggak lah, itu kan privasi. "
"Yakin?? "
"Mas, kamu ini mau nuduh saya apa. Masa saya buka - buka ponsel orang, jelas - jelas itu privasi . Kalau nuduh itu pakai otak, jangan pakai dengkul. "
__ADS_1
"Ya kan Mas nanya, semalam hanya ada kamu sama ponsel, nggak ada salah nya kan nanya. "
"Terserah Mas aja. " Ucap Mentari langsung beranjak pergi meninggalkan Fatih.
"Kalau kamu angkat, dan buka ponsel saya, itu hak kamu. Tidak ada yang larang kok, kamu kan istri saya. " Ucap Fatih, Mentari berhenti sejenak lalu melanjutkan langkah nya kembali.
"Kamu pantas ingin tahu, saya juga pantas ingin tahu juga. "
*****
"Mana tiket nya? " Tanya Fatih pada Neli.
"Nih." Jawab Neli singkat sambil memberikan tiket menonton bioskop.
"Mau pop corn sama minum? " Tanya Fatih.
"Mau banget Mas. " Jawab Neli.
"Mas beli dulu ya, kamu tunggu aja dulu duduk di sana " Ucap Fatih.
"Ya Mas, oh iya cola ya minum nya. "
"Ok."
Neli berjalan duduk ke arah kursi , ada beberapa pengunjung yang sama menunggu pintu di buka.
"Mentari." Sapa Neli yang melihat Mentari duduk di seberang.
"Neli, kamu nonton disini? " Ucap Mentari.
"Iya, kamu sama Gibran? "
"Iya, dia sedang beli pop corn sama minuman."
Sedangkan Fatih mengantri dan di sebelah nya tidak di sangka Gibran, saat sama - sama menoleh.
"Loh, nonton disini juga ya? " Tanya Gibran.
"Iya ya bisa barengan juga. " Jawab Fatih.
"Nonton film apa? " Tanya kembali Fatih.
"Cinta harus Memilih. "
"Lah.. kok sama, kirain bukan nonton itu. "
"Kalau kita, pria lebih suka action, ini yang milih Mentari katanya peringatan anniversary harus lihat film yang romantis. "
"Sama juga, Neli juga yang pilih. "
Fatih dan Gibran jalan bersamaan, Mentari dan Neli melihat kedua nya datang bersama.
"Kok bisa bareng? " Tanya Mentari.
"Tadi mengantri sama - sama. " Jawab Gibran sambil memberikan minuman pada Mentari.
Pintu masuk bioskop di buka, mereka pun masuk ke dalam, dan tak sengaja juga tempat duduk mereka pun bersebelahan.
"Eh, kita seperti janjian ya. Nonton film yang sama, duduk nya juga berderet begini. " Ucap Neli.
"Iya ya Pas banget. " Ucap Gibran.
Seperti sudah di atur, tempat duduk Mentari dan Fatih bersebelahan, Mentari sebelah kanan, Fatih sebelah kiri.
Film pun di putar, awal film adegan romantis terjadi, yang membuat Mentari dan Fatih salah tingkah, dan kedua nya sama - sama memalingkan wajah.
.
__ADS_1
.
.