Mentari Dan Pak Camat

Mentari Dan Pak Camat
Masa Lalu


__ADS_3

"Maaf Pak Budi, saya tadi ada urusan. "


"Nggak apa - apa Pak, kami juga tadi ada tamu, jadi belum di mulai , untuk pembahasan masalah tentang kunjungan Pak Menteri Pertanian. "


"Saya nggak enak Pak, sampai mau Dzuhur, saya baru sampai. "


"Nggak apa - apa Pak, kalau begitu mari masuk dulu, sudah ada perangkat desa yang datang. Kita bisa langsung mulai. " Ucap Kepala Desa Babakan.


Fatih pun masuk, dan saat masuk Fatih melihat seseorang yang sangat di kenal nya, dia pun langsung tersenyum dan menyapa Fatih.


"Apa kabar Bang. "


"Baik Irene. "


"Pak Fatih kenal? " Tanya Pak Sobri, kepala Desa Babakan.


"Kenal Pak. " Jawab Fatih.


"Ibu Irene ini, sekarang menjabat sebagai Kapolsek Panaran, kemarin Bapak tidak hadir ya dalam serah terima jabatan. "


"Oh iya, waktu itu pas sekali ada rapat di kabupaten, dan di wakilkan sama Pak Sekmat."


"Dan saya nya baru sempat bertemu sama Camat Panaran. " Ucap Irene.


Selama rapat Fatih dan Irene saling melirik dan salah tingkah, sampai rapat pun selesai mereka berdua pun salah tingkah terus.


"Irene."


"Kenapa Bang? "


"Gimana kabar kamu? "


"Alhamdulillah baik, lama ya Bang sejak kita sama pendidikan , kita pacaran LDR an, putus juga saat LDR an juga. "


"Iya, Abang minta maaf ya, tentang masa lalu."


"Nggak apa - apa Bang, saat itu kan memang komunikasi lah yang buat kita putus."


"Sekarang kamu nikah sama orang mana?"


"Suami saya, Tentara Bang sekarang dinas di wilayah Timur. "


"Oh, sudah punya anak berapa? "


"Satu, kelas 3 SD.Abang sendiri? "


"Masih dalam kandungan. "


"Calon bayi nya, laki atau perempuan? "


"Perempuan."


"Pasti cantik seperti Mamah nya. "


Fatih tersenyum dan mereka berdua duduk bersama dengan saling bercerita tentang masa lalu.


*****


"Mas, tolong dong kupasin mangga. " Pinta Mentari.


"Mas." Panggil Mentari.


"Eh iya, kenapa? " Fatih langsung menaruh ke dalam saku celana ponsel nya.


"Kupasin mangga nya. "


"Iya, sini. "


"Lagi chat an sama siapa sih? "


"Ini sama teman lama."


"Oh pantas aja, serius banget. "

__ADS_1


Ponsel Fatih pun berbunyi, namun Fatih tetap membiarkan nya, dan kembali berbunyi.


"Mas, itu bunyi chat masuk. "


"Biarin aja. "


"Balas dulu, takut penting. "


"Teman ini, biarin aja. "


*****


"Saya terima ya berkas nya. " Ucap Irene.


"Tinggal tanda tangan, ibu kapolsek saja."


"Siap, ini tembus ke Bupati. "


"Biar itu urusan saya, sekarang minta tanda tangan kamu. "


"Kenapa tidak anak buah? malah turun langsung. Jangan - jangan mau ketemu sama saya ya, nanti marah loh. "


"Kita kan, nggak ngapa - ngapain."


"Bang, Abang bahagia? "


"Sangat bahagia. "


"Alhamdulillah, berarti setelah sama saya, Abang bisa cepat move on ya. "


"Irene, sebenarnya banyak sekali yang ingin saya luruskan. Sampai kita akhirnya, putus. Pacaran 3 tahun, kita putus begitu saja karena kurang nya komunikasi. "


"Sudah Bang, lupakan saja. Memang kita nggak jodoh, saya juga sudah bahagia sama suami. Nanti kapan - kapan, kenalin ya sama istri Abang. "


"Boleh, dia mengajar di SMPN Unggulan Panaran. "


"Oh, yang di depan kantor kecamatan ya. "


"Iya Bang, jangan sampai nanti jadi nya salah paham. "


"Pasti kesitu nya. "


"Saya juga, nggak mau suami salah paham. Apalagi saya di sini jauh sama suami."


"Suami orang mana? "


"Orang Bagian Hilir sana. "


"Jauh juga ya. "


"Dia itu pengganti Abang, saya bisa lupa sama Abang itu karena dia. "


"Saya setelah sama kamu, bukan sama yang sekarang jadi istri, malah yang ini yang di jodohkan. "


"Terus, yang lama gimana? "


"Ya putus, tadi nya nggak saling cinta, tapi lama - lama kita saling sayang, dan menerima apa adanya. "


"Jodoh ya Bang, nggak bisa ketebak. "


"Iya, seperti kita ini, di pertemukan lagi tapi dengan status yang berbeda. "


*****


"Bapak mana? " Tanya Mentari.


"Bapak keluar Bu, sedang ke Polsek." Jawab Wulan.


"Saya, masuk ya Mba Wulan. Saya tunggu di ruangan bapak. "


"Baik Bu, silahkan. "


Mentari pun masuk ke ruangan suami nya, langsung duduk di sofa panjang, dan memainkan ponsel nya. Tak lama, pintu terbuka Fatih langsung mendekati istri nya.

__ADS_1


"Dari tadi? "


"Barusan, tadi kata Wulan Mas sedang ke Polsek. "


"Iya, habis minta tanda tangan."


"Kenapa, nggak anak buah Mas aja yang antar?"


"Mas, sekalian ada perlu. Jadi Mas yang bawa." Fatih langsung membaringkan tubuh nya di sofa, dengan bantalan kedua paha Mentari.


Tangan Mentari membelai lembut rambut suaminya, dan mengusap keringat yang berada di pelipisnya.


"Yank, punya mantan berapa? " Tanya Fatih tiba - tiba.


"Ngapain tanya Mantan? " Tanya kembali Mentari.


"Ya tanya aja, punya berapa? "


"Mas Gibran aja. "


"Masa? "


"Mas kali banyak, ngaku nya cuman Neli siapa tahu ada lagi. "


"Kalau ada lagi gimana? "


"Ya masa lalu Mas, ngapain sih di ungkit, anak saja udah mau lahiran bentar lagi. "


"Tanya aja Yank, nggak maksud gimana - gimana. "


*****


"Ini anak kamu? " Tanya Fatih saat makan siang bersama Irene.


"Kenalan dulu sayang, sama Om Fatih." Ucap Irene pada anak lelakinya.


"Nagara Om, Sky Nagara. " Ucapnya.


"Nama nya bagus, sama seperti orang nya. " Puji Fatih.


"Dia ini, atlet karate. "


"Wah, sudah pernah juara satu belum dapat emas? " Ucap Fatih.


"Sering Om. " Ucap Nagara.


"Pinter, nih ada yang buat kamu. Di tabung ya." Fatih memberi kan tiga lembar uang kertas warna merah.


"Makasih Om. "


"Sama - sama. "


Makanan pun datang, mereka bertiga pun makan dengan pesanan yang mereka pesan. Irene pun meminta pelayan restoran untuk memphoto mereka bertiga.


Sedangkan di kantor, Mentari mencoba menghubungi Fatih namun tidak di angkat, berkali-kali tetap tak di angkat. Saat sedang menatap ke arah meja, Mentari melihat ponsel Fatih tergeletak di atas nya.


"Pantas saja, nggak di angkat nggak di bawa. Mode getar lagi, nggak ada nada dering nya. "


Mentari pun mengambil ponsel milik suami nya, saat sedang di pegang, sebuah getar membuat Mentari membuka ponsel nya, dan sebuah pesan chat yang tanpa nama.


Mentari membuka pesan tersebut, saat membuka Mentari mendadak lemas kedua kaki nya, saat melihat photo yang di kirim oleh nomer tersebut.


"Mas Fatih, photo dengan wanita berseragam Polisi dan anak. "


Mentari langsung mendapatkan pesan kembali, berupa photo selfie Fatih dan seorang wanita berseragam Polisi.


"Siapa Mas ini, Mas apa kamu selingkuh dari saya? " Mentari langsung menaruh kembali ponsel nya, dan meletakkan lunch box di samping ponsel nya.


****


"Mentari tadi datang ya. " Ucap Fatih melihat Lunch box yang ada di atas meja kerja nya, dan langsung membuka ponsel nya, namun saat akan berkirim pesan, mata Fatih terbelalak kaget, saat melihat photo - photo dirinya bersama Irene dan Nagara.


"Jangan - jangan, Mentari salah paham lagi. "

__ADS_1


__ADS_2