
"Alhamdulillah, sudah berangkat mengajar. " Ucap Ibu Wati.
"Alhamdulillah bu, capek ah kalau lama - lama di rumah. " Ucap Mentari.
"Ibu jangan di paksa, kalau ada keluhan. "
"Iya bu, makasih sudah di ingat kan."
"Tita, sekarang malah mengajukan pensiun dini. "
"Kenapa Bu? "
"Nggak tahu, saat hamil semakin drop , Pak Gibran tidak pernah cerita. Yang Ibu dengar minta pensiun dini. Dan surat nya juga sedang di bantu sama Pak Kepsek, untuk supaya lancar proses nya. "
"Apa ada yang di tutupin ya Bu? "
"Ibu juta nggak tahu, sekarang sih Pak Gibran nya seperti nggak di urus malah sekarang seperti kurang tidur, kucel lah kayak stress gitu. "
"Ada apa ya? "
***
"Mas."
"Hey Tar, gimana sudah baikan? "
"Alhamdulillah , makan nya saya langsung mengajar. "
"Alhamdulillah."
"Mas, boleh saya tanya?"
"Tanya apa? "
"Tita kenapa harus pensiun dini? "
"Nggak apa - apa, hanya ingin fokus jadi ibu rumah tangga aja. "
__ADS_1
"Mas, ada yang di tutupi ? "
"Nggak kok, lagian masalah rumah tangga, masa mas mau cerita sama kamu. "
"Bukan itu, Tita sakit? "
"Nggak, hanya ingin fokus jadi ibu rumah tangga. "
"Mas bohong, saya masih ingat bagaimana kalau Mas itu bohong, pasti akan gugup. "
"Jangan sok tahu, Mas mau mengajar lagi. "
"Mas, saya siap jadi teman curhat nya Mas, kalau butuh sesuatu Mas bisa katakan sama saya. "
"Makasih Tar, makasih. "
"Mas, jangan kamu simpan sendiri. "
"Makasih ya. "
"Jam nya habis atau masih ada jam mengajar? "Tanya Aneke.
" Habis, eh kamu tahu kenapa sama Tita? dia sakit apa? " Tanya kembali Mentari.
"Aduh, kalau itu nggak tahu. Gibran nggak cerita panjang lebar, hanya sama Pak kepala sekolah saja. Kalau mau tahu, kamu temui Pak Kepsek saja. " Jawab Aneke.
"Ah nggak ah, ngapain tanya sama Pak Kepala sekolah, malu - maluin aja. " Ucap Mentari.
"Ya Katanya penasaran. "
"Mas Gibran juga, nggak mau cerita. Padahal kita dulu kan pernah dekat. "
"Beda Tari, sekarang sama yang dulu. Kalian berdua kan, sudah tidak ada hubungannya apa - apa. "
"Iya benar kata kamu. "
*****
__ADS_1
"Nih ibu masakan sayur lodeh, ikan bandeng goreng sama sambal, begitu Nikmat. " Ucap Ibu Nuri sambil menata lauk pauk nya.
"Bu, kok masak nya banyak sekali . " Tanya Fatih.
"Sengaja, mumpung ada Ibu disini. " Jawab Ibu Nuri.
"Duh nasi ya. " Ucap Mentari langsung menjauh.
"Maaf nak, Ibu lupa. jadi makan sama apa? "
"Makan sayur sama ikan nya aja ya, sayang ibu sudah masak. " Ucap Fatih.
"Ya udah, tapi makan nya nggak mau dekat sama Mas yang makan nasi. "
"Iya, Mas pindah tempat. " Fatih pun mengalah dan memilih makan di ruang keluarga sambil menonton televisi.
"Ibu temanin kamu makan di sini. "
"Ibu nggak makan? "
"Setelah kamu. "
"Nggak lah, masa Ibu nggak makan. Nanti Mentari yang nggak gabung, kalau nggak Ibu saja yang makan, nanti Mentari menyusul. "
"Ya sudah kamu ambil, Ibu juga ambil , sudah lapar nih. "
*****
"Mas, Tita pensiun dini. "
"Loh kenapa? sakit. "
"Nggak tahu jelas nya, yang jelas pasti sudah di rencana kan jauh - jauh hari. "
"Mungkin ada sesuatu hal, lain nya,dan kita tidak boleh tahu, hanya mereka berdua saja. "
"Mungkin, Mas kalau benar sakit, kasihan Tita. "
__ADS_1