Mentari Dan Pak Camat

Mentari Dan Pak Camat
Suatu Masalah


__ADS_3

"Alhamdulillah, sudah berangkat mengajar. " Ucap Ibu Wati.


"Alhamdulillah bu, capek ah kalau lama - lama di rumah. " Ucap Mentari.


"Ibu jangan di paksa, kalau ada keluhan. "


"Iya bu, makasih sudah di ingat kan."


"Tita, sekarang malah mengajukan pensiun dini. "


"Kenapa Bu? "


"Nggak tahu, saat hamil semakin drop , Pak Gibran tidak pernah cerita. Yang Ibu dengar minta pensiun dini. Dan surat nya juga sedang di bantu sama Pak Kepsek, untuk supaya lancar proses nya. "


"Apa ada yang di tutupin ya Bu? "


"Ibu juta nggak tahu, sekarang sih Pak Gibran nya seperti nggak di urus malah sekarang seperti kurang tidur, kucel lah kayak stress gitu. "


"Ada apa ya? "


***


"Mas."


"Hey Tar, gimana sudah baikan? "


"Alhamdulillah , makan nya saya langsung mengajar. "


"Alhamdulillah."


"Mas, boleh saya tanya?"


"Tanya apa? "


"Tita kenapa harus pensiun dini? "


"Nggak apa - apa, hanya ingin fokus jadi ibu rumah tangga aja. "

__ADS_1


"Mas, ada yang di tutupi ? "


"Nggak kok, lagian masalah rumah tangga, masa mas mau cerita sama kamu. "


"Bukan itu, Tita sakit? "


"Nggak, hanya ingin fokus jadi ibu rumah tangga. "


"Mas bohong, saya masih ingat bagaimana kalau Mas itu bohong, pasti akan gugup. "


"Jangan sok tahu, Mas mau mengajar lagi. "


"Mas, saya siap jadi teman curhat nya Mas, kalau butuh sesuatu Mas bisa katakan sama saya. "


"Makasih Tar, makasih. "


"Mas, jangan kamu simpan sendiri. "


"Makasih ya. "


"Jam nya habis atau masih ada jam mengajar? "Tanya Aneke.


" Habis, eh kamu tahu kenapa sama Tita? dia sakit apa? " Tanya kembali Mentari.


"Aduh, kalau itu nggak tahu. Gibran nggak cerita panjang lebar, hanya sama Pak kepala sekolah saja. Kalau mau tahu, kamu temui Pak Kepsek saja. " Jawab Aneke.


"Ah nggak ah, ngapain tanya sama Pak Kepala sekolah, malu - maluin aja. " Ucap Mentari.


"Ya Katanya penasaran. "


"Mas Gibran juga, nggak mau cerita. Padahal kita dulu kan pernah dekat. "


"Beda Tari, sekarang sama yang dulu. Kalian berdua kan, sudah tidak ada hubungannya apa - apa. "


"Iya benar kata kamu. "


*****

__ADS_1


"Nih ibu masakan sayur lodeh, ikan bandeng goreng sama sambal, begitu Nikmat. " Ucap Ibu Nuri sambil menata lauk pauk nya.


"Bu, kok masak nya banyak sekali . " Tanya Fatih.


"Sengaja, mumpung ada Ibu disini. " Jawab Ibu Nuri.


"Duh nasi ya. " Ucap Mentari langsung menjauh.


"Maaf nak, Ibu lupa. jadi makan sama apa? "


"Makan sayur sama ikan nya aja ya, sayang ibu sudah masak. " Ucap Fatih.


"Ya udah, tapi makan nya nggak mau dekat sama Mas yang makan nasi. "


"Iya, Mas pindah tempat. " Fatih pun mengalah dan memilih makan di ruang keluarga sambil menonton televisi.


"Ibu temanin kamu makan di sini. "


"Ibu nggak makan? "


"Setelah kamu. "


"Nggak lah, masa Ibu nggak makan. Nanti Mentari yang nggak gabung, kalau nggak Ibu saja yang makan, nanti Mentari menyusul. "


"Ya sudah kamu ambil, Ibu juga ambil , sudah lapar nih. "


*****


"Mas, Tita pensiun dini. "


"Loh kenapa? sakit. "


"Nggak tahu jelas nya, yang jelas pasti sudah di rencana kan jauh - jauh hari. "


"Mungkin ada sesuatu hal, lain nya,dan kita tidak boleh tahu, hanya mereka berdua saja. "


"Mungkin, Mas kalau benar sakit, kasihan Tita. "

__ADS_1


__ADS_2