Mentari Dan Pak Camat

Mentari Dan Pak Camat
Om Sakti


__ADS_3

Kebahagiaan itu tidak bisa di ukur, oleh apapun. Bagaikan air di lautan, yang tidak bisa di ukur berapa liter, begitu juga, kebahagiaan setiap umat manusia, yang sedang di rasakan. Kebahagiaan, adalah bonus nikmat nya di dunia.


.


.


.


Rinjani terus berada di gendongan Papah nya, tubuh nya yang demam sejak semalam, belum juga turun. Dan hanya mau di gendong Papah nya, tidak mau untuk duduk atau berbaring.


Satu sendok sirup sudah masuk ke dalam tubuh nya, tapi belum juga turun. Tangisan Rinjani, membuat kedua orang tua nya, semakin bingung.


"Kita bawa ke Dokter aja Yank, pake sirup penurun demam yang biasa di minum nggak ada perubahan. " Ucap Fatih.


"Ya udah, saya siap - siap ya Mas. " Ucap Mentari berjalan masuk kedalam kamar nya, dan langsung keluar kembali membawa tas dan jaket untuk di pakaikan pada tubuh Rinjani.


"Sayang, sama Mamah dulu. "


"Nggak mau, sama Papah saja." Ucap Rinjani masih terus mengalungkan kedua tangan nya di leher Rinjani.


"Papah nya mau menyetir mobil, susah."


"Nggak mau. "


"Nak, sama Mamah dulu, Papah nya mau menyetir mobil. "Ucap Fatih.


" Nggak mau. "


"Terus yang bawa mobil siapa? antar Rinjani ke Dokter. " Ucap Fatih.


"Mamah aja. "


"Mamah nggak bisa mengemudi kan mobil sayang, masa naik motor. "


"Nggak mau, sama papah. "


"Mas, apa naik motor saja. Saya yang menyetir." Ucap Mentari.


"Jangan, masa Mamah yang mengemudi kan motor, papah yang bonceng."


"Terus gimana? "


"Sakti suruh kesini, supir nya dia saja."


*****


"Kita ke rumah sakit mana Mas? " Tanya Sakti yang kini menggantikan Fatih mengemudi kan mobil nya, karena Rinjani tidak mau lepas dari Fatih.


"Rumah sakit anak saja, dokter langganan Rinjani, sedang praktek disana." Jawab Fatih.


"Ponakan Om bisa sakit, kemarin tuh masih lari - lari. "


"Panas mulai malam, sudah di kasih sirup penurun demam tetap saja nggak turun." Ucap Mentari.


*****


"Nggak apa - apa, hanya demam biasa. Tapi Pak Bu, anak nya ini obesitas ya, tolong untuk diet, atur pola makan nya. " Ucap Dokter Lutfi, spesialis anak.


"Iya dok, dari lahir sudah gemuk. Makan juga sehari ada 5 kali belum juga susu nya. Belum ngemil nya. " Ucap Fatih.


"Ini umur 4 tahun, berat nya sudah 45 kilo, tolong biar diet, bukan diet ketat atur pola makan nya. "


"Baik Dok, apa susu boleh di kurangi? " Tanya Mentari.

__ADS_1


"Bertahap saja, yang utama satu sih kurangi cokelat, kurangi makanan yang mengandung lemak tinggi Boleh makan sehari 5 kali, tapi kurangi porsinya. " Jawab Dokter Lutfi.


"Terima kasih Dok, untuk penjelasan nya." Ucap Fatih.


"Sama - sama, kalau begitu saya tulis resep nya dulu. "


*****


Rinjani terus menempel dengan Sakti, sambil menonton tv di kamar nya. Setelah pulang dari rumah sakit, Rinjani ingin pulang ke rumah Nenek nya. Sedangkan Fatih sedang pulang mengambil pakaian milik mereka bertiga.


"Kata Dokter sakit apa? " Tanya Ibu Nuri.


"Hanya demam biasa, tapi kata Dokter Rinjani obesitas. " Jawab Mentari.


"Gimana nggak obesitas, anak segitu gemuk sekali. Beda sama Mamah Papah nya, yang penting sehat jauh dari penyakit. "


"Iya bu. "


Ibu Nuri melihat cucu nya sedang tertawa sambil menonton televisi di kamar Sakti, sedangkan Sakti tertidur pulas dengan tangan memegang remote.


"Lihat, yang mengasuh nya tidur, sedangkan anak kamu malah tertawa terbahak - bahak sambil lihat TV. "


*****


"Mba." Panggil Sakti.


"Ada apa? " Tanya mentari.


"Sakti mau keluar nih, janjian sama pacar Sakti. Ini malah Rinjani nempel terus, nggak bisa jalan. " Jawab Sakti.


"Om Sakti, jangan pergi. Kalau pergi ikut." Ucap Rinjani.


"Sayang, ada Papah tuh. " Ucap Mentari.


"Kamu pergi nya nanti saja, kalau ponakan kamu tidur. "


"Nggak bisa mba. "


"Mas, ajak Rinjani dulu tuh. Sakti mau ngedate. " Ucap Mentari.


Fatih berjalan dan masuk kedalam kamar Sakti, dan langsung mengangkat tubuh Rinjani, namun berontak hingga Fatih kewalahan. "


"Nggak mau Pah. " Rinjani memukul wajah Papah nya.


"Om nya mau jalan, sama Papah Mamah dulu ya, atau pulang aja. "


"Nggak mau. "


Sakti langsung pergi, sedangkan Rinjani menangis saat melihat Sakti pergi, hingga Rinjani merosot dari gendongan Fatih.


"Om..Sakti...!!! Hiks.. hiks.. hiks... Om Sakti.. !!


*****


" Tidur ya? " Tanya Fatih melihat Rinjani tertidur pulas di kamar Sakti.


"Iya, habis nangis in Om nya. " Jawab Mentari.


"Sakti mana? " Tanya Pak Slamet.


"Keluar sama pacar nya. " Jawab Mentari.


"Anak itu, sudah tahu ponakan nya nggak mau jauh, malah pergi. "

__ADS_1


"Biarin saja Yah, namanya juga anak muda, kayak Ayah nggak pernah muda saja."


"Iya, Ayah itu gimana seperti nggak pernah muda saja. " Ucap Ibu Nuri.


*****


Rinjani cemberut, saat Sakti membawa pacar nya ke rumah, di kenalkan dengan keluarga nya. Rinjani membuang wajahnya saat Amirah, pacar Sakti meminta Rinjani bersalaman.


"Moy, salim dulu. " Ucap Sakti.


"Nggak mau. " Ucap Rinjani dengan memalingkan wajah nya sambil melipat kedua tangan nya.


"Sayang, mau cokelat nggak? " Rayu Amirah.


"Cokelat." Ucap Rinjani dengan mata berbinar.


Amirah memberikan dua cokelat, untuk Rinjani, senyum merekah saat di sogok dengan sebuah cokelat.


"Ya ampun, ponakan satu ini, hanya dengan cokelat saja ya mudah banget. " Ucap Sakti.


*****


"Tita." Sapa Mentari saat berada di sebuah Mall.


"Mentari." Balas Tita, dengan tersenyum.


"Belanja ya, ini anak kamu. " Ucap Mentari sambil menatap ke arah anak kecil laki - laki yang sesuai Rinjani.


"Salim dulu, sama Tante. " Ucap Tita.


"Siapa nama nya? " Tanya Mentari.


"Keanu Tante. " Jawab nya.


"Ayah nya, mana? " Tanya mentari basa basi.


"Ayah nya, sedang sama Aneke, dia kan sedang hamil. " Jawab Tita.


"Jadi kamu sudah tahu? "


"Tahu, tapi saya pura - pura nggak lihat. Salah saya juga waktu dulu, kita sama - sama egois, tapi kita bertahan karena Keanu. "


"Yang tabah ya, ada Keanu yang akan temani kamu. "


"Iya, hanya Keanu obat kegalauan setiap hari."


****


"Jadi lagi hamil, istri kedua mantan kamu." Ucap Fatih.


"Iya, kasihan. Terus kenapa Mas Gibran sekarang begitu ya, padahal dia itu orang yang sangat setia. "


"Tahu, tanya saja sendiri sama orang nya."


"Sudah tanya. "


"Terus, jawab nya apa? "


"Ya begitu, nggak cocok. "


.


.

__ADS_1


__ADS_2