
Mentari dan Fatih berdiri berdampingan saat menyambut Menteri Pertanian, dengan anggun Mentari bersalaman dengan istri Pak Menteri.
"Sudah dapat berapa bulan? " Tanya Istri Pak Menteri.
"Mau masuk 8 bu, tiga hari lagi. " Jawab Mentari.
"Semoga lancar ya. "
"Amin ibu, terima kasih. "
Acara pun di mulai, dari sambutan Kepala Desa, Camat, Bupati hingga terakhir Pak Menteri. Mentari sedikit tersenyum paksa, saat di samping Istri Pak Menteri, Irene duduk di sebelah nya. Gaya yang sok akrab pada Mentari membuat mentari merasa enek.
Hingga acara terakhir, jamuan makan siang bersama. Fatih dengan perhatian nya, membawakan sepiring nasi, namun dua sendok.
"Kok satu piring? "
"Kita lama nggak makan satu piring. "
"Alsan saja. "
"Benar loh. "
Dari jauh Irene tersenyum sambil membawa piring nya, dan berjalan mendekat ke arah Mentari dan Fatih.
"Ngapain juga, mantan Mas Fatih kesini. " Ucap Mentari dalam hati nya.
"Saya gabung ya disini, sekalian kenalan sama istri nya Bang Fatih. " Ucap Irene.
"Salam kenal, saya istri sah nya Mas Fatih. " Ucap Mentari mengulurkan tangan nya.
"Salam kenal juga. "Ucap Irene.
" Irene, anak buah kamu, sudah aman kan, panitia bagi nasi kotak? " Tanya Fatih.
"Aman, mereka sama sedang makan, secara gantian. " Jawab Irene.
"Ketemu sama Mas Fatih udah lama? "Tanya Mentari.
" Baru kemarin, 4 hari yang lalu. " Jawab Irene.
"Oh, boleh tahu nggak? "
"Apa ya? "
"Waktu pacaran, pernah makan satu piring berdua? "
Uhuk.. uhuk.. uhuk..
Fatih langsung minum air yang sudah di sediakan, tiba - tiba tersedak, saat Mentari melontarkan kata tersebut.
"Iya sama. " Ucap Irene berkata jujur, seketika selera makan Mentari mendadak hilang.
"Bang Fatih itu, seperti suami saya. Dia suka banget makan sepiring berdua, sampai udah punya anak juga. "
"Oh jadi sama ya. "
"Bahkan, dulu minum satu gelas bersama, benar kan Bang? " Ucap Irene, dan langsung Fatih salah tingkah.
"Ini Irene, mulut nya nggak bisa di rem apa, baru baikan ini sih, bakalan perang dunia ke 5 bukan ke 3 lagi. " Udah Fatih dalam hati.
"Oh.. mungkin sama Mantan kedua juga begitu ya. " Sindir Mentari sambil menatap tajam ke arah Fatih. Sedangkan Irene, hanya tersenyum dan hati yang sedang tertawa, melihat mantan nya setengah mati takut, akan marah istri nya.
*****
Buuugghhh
Buuuggghhh
"Yank, ampun yank... ampun...!!! " Mentari terus memukul Fatih dengan bantal ke arah tubuh nya, tidak hanya itu Mentari menggigit lengan Fatih sangat keras hingga membekas.
__ADS_1
"Aaaaaaas sakit Yank, ampun yank...!!! "
"Gitu ya, kelakuan setiap mantan, udah tahu kebiasaan nya. "
"Itu masa lalu Yank, udah sih. Yang nyata aja, sekarang Mas sama kamu. "
Aaaaaaawwww
"Ampun Yank, sakit. " Fatih menjerit ketika Mentari menggigit lengan nya.
"Jangan di gigit Yank, ampun yank sakit. "
"Nggak ada ampun, gemes tahu sama Mas. "
"Udah dong Yank, dari kemarin Mas tuh di siksa terus. "
"Hahahahaha.. rasain."
Fatih mengusap lengan dan tangan nya, terlihat ada bekas gigitan Mentari, wajah Fatih hanya bisa pasrah ketika istri nya tak henti mencubit dan menggigit lagi.
"Kamu itu Yank, kayak monster main gigit - gigit aja. "
"Apa Mas bilang? saya monster, kalau saya monster, Mas itu hantu. "
"Iya hantu, selalu menghantui para janda - janda muda. "
"Mas... ih... nyebelin kamu, awas aja ya kalau benar main ke janda. "
"Janda nya nenek - nenek, masih tetap cemburu? " Ucap Fatih sambil menjulurkan lidah nya.
"Mas.... ih....!!! "
*****
Mentari berjalan sambil mengusap perut nya, yang sudah membesar, buku nya di taruh di atas meja, dengan nafas yang sudah naik turun.
"Bu, kayaknya capek gitu? " Tanya Ibu Hamidah.
"Padahal ibu kalau udah nggak nyaman, bisa ajukan cuti sekarang. "
"Tanggung bu, nanti aja kalau masuk usia 9 bulan,ini baru jalan 8 bulan. "
"Jangan capek - capek ya, banyak istirahat. Kalau mengajar agak nggak nyaman, kasih tugas aja. "
"Terima kasih bu, untuk saran nya. "
*****
"Mas."
"Kenapa?"
"Ini perut rasanya beda ya. "
"Beda kenapa? "
"Kayak mules pengen BAB. "
"BAB aja, baru 9 bulan belum waktu nya melahirkan. "
"Dari tadi ini mas, mulas. "
"Ke kamar mandi sana, jangan di tahan."
Mentari pun berjalan ke arah kamar mandi, karena merasakan perut yang sangat mulas, namun beberapa menit Mentari memanggil Fatih.
"Mas.. !!! "
"Kenapa Yank? " Fatih langsung mendekat ke pintu kamar mandi.
__ADS_1
"Yank, kenapa? "
"Mas, ada darah nya. "
Fatih langsung membuka pintu kamar mandi yang ada di dalam kamar, yang tidak terkunci. Dengan panik, Fatih memapah tubuh Istri nya.
"Darah nya gimana? banyak. "
"Waktu mau bersihkan ada darah Mas. "
"Jangan - jangan mau lahiran Yank? "
"Baru jalan 8 bulan loh. "
"Ke rumah sakit sekarang. "
Mentari pun merasakan mulas yang sangat luar biasa, hingga mencengkram lengan Fatih sangat kencang.
"Mas, mulas banget. "
"Sabar, Mas siapkan dulu perlengkapan bayi nya. "
"Sudah di siapkan Mas di tas warna pink. "
"Iya ya, terus bawa apa lagi Yank? "
"Pakaian saya Mas. "Ucap Mentari sambil merasakan kontraksi, sedangkan Fatih mondar mandir di dalam kamar dengan menenteng dua tas di tangan kanan dan kiri nya.
" Mas, ayok cepetan. "
"Terus apa lagi Yank,Mas panik nih. "
"Dompet Mas, uang jangan lupa. Buruan ih... sakit ini, anak udah mau keluar, atau di pending aja lahiran nya. "
"Jangan dong Yank, kasihan masa masuk lagi." Fatih langsung membawa Mentari ke rumah sakit dengan mengendarai mobil nya sendiri.
*****
"Padahal baru 8 bulan, Mentari hamil tapi udah melahirkan ya. " Ucap Ibu Hasna.
"Iya, saya juga kaget. Takut terjadi sesuatu sama anak dan ibu nya. " Ucap Ibu Nuri.
"Ya Allag, mudah - mudah an saja, lancar. " Ucap Ibu Hasna.
Sedangkan Pak Slamet dan Pak Syahrul, bolak balik di depan pintu ruang bersalin menanti cucu mereka lahir.
Sedangkan Mentari di dalam sedang berjuang, dan Fatih menemani nya , karena harus di lahir kan, posisi bayi yang sudah berada di jalan lahir.
"Aaaaaaaa.. " Mentari terus mengejan dengan posisi tangan kanan menggenggam tangan Fatih.
"Terus bu, pasti Ibu bisa. " Ucap Dokter.
"Aaaaaaaa... sakit Dok. " Ucap Mentari.
"Tahan ya bu, bentar lagi. "
"Semangat Yank, pasti kamu bisa. "
"Nggak kuat Mas, nggak kuat. "
"Bagaimana Dok, apa cesar aja? " Ucap Fatih yang sudah panik.
"Sekali lagi Ya bu, kalau nggak bisa kita Cesar."
"Aaaaaaaaaa....."
Owaaaa... Owaaaaaa....
.
__ADS_1
.
.