
"Bapak - bapak Ibu - Ibu harap tenang, tolong tenang jangan semua nya main hakim sendiri. Kita selesai kan baik - baik. " Ucap Fatih saat sudah berada di lokasi, bersama beberapa anggota Polisi dan Satpol PP.
"Pak Camat, turun kan jabatan Kepala Desa kami, dia tidak pantas jadi Kepala Desa , dia korupsi bahkan sering main perempuan. Mau jadi apa nanti Desa kita, kalau pemimpin ny seperti itu. " Ucap salah satu warga.
"Benar, Pak Camat. Kalau Bapak tidak segera bertindak, biar kami yang bertindak. " Ucap salah satu warga lagi.
"Betul... itu...!!! " Serentak ucapan Warga.
"Tenang, Bapak - Bapak, Ibu - Ibu saya sebagai Camat akan memproses nya, dan saya juga beserta Pak MP dan Pak Kapolsek akan mempelajari kasus nya, dan mengumpulkan bukti - bukti nya. Untuk ini, kalian harus tenang, jangan emosi, kalau semua nya emosi dan main hakim sendiri, yang ada kasus nya tidak bisa di selesaikan. "
"Saya sebagai Kapolsek Panaran, akan segera memproses kasus Kades Desa Pesare secepatnya, saya selaku Kapolsek meminta, untuk semua warga agar tidak main hakim sendiri, apalagi akan membakar balai desa ini. Kalau terjadi kebakaran? Yang rugi siapa? Masyarakat kan semua nya, data - data, arsip - arsip kalau kalian minta sesuatu, nggak ada karena di bakar, nah selesaikan dengan kepala dingin, jangan dengan emosi. " Ucap Pak Kapolsek.
*****
"Tolong bapak jujur sama saya, Pak MP dan Pak Kapolsek, benar bapak melakukan tindakan korupsi dan bermain perempuan? " Tanya Fatih.
"Pak, lebih baik jujur, dari pada Bapak tidak jujur, warga akan lebih mengamuk. " Ucap Pak Erik, selalu Kapolsek.
"Iya, saya mengaku, saya khilaf. " Jawab Pak Luthfi, kepala desa Pesare.
"Bapak tahu, kerugian nya mencapai 2.5 Milyar, itu dana dari pemerintah untuk alokasi ke jalan - jalan yang rusak, pembangunan gedung olahraga , bapak tahu kan pembangunan terhenti, karena dana masuk ke rekening pribadi Bapak. " Ucap Fatih.
"Saya siap di penjara. " Ucap Pak Lutfi.
*****
Mentari bangun saat mendengar suara mobil milik Fatih, pukul 3 pagi Fatih baru pulang. Mentari membuka pintu rumah, saat Fatih akan membuka dengan kunci cadangan.
Fatih tersenyum, sang istri menyambut nya. Rambut Mentari kini berani dia tunjukkan pada Fatih.
"Belum tidur? " Ucap Fatih sambil membelai kepala Mentari.
"Sudah, tadi kebangun sama suara mobil Mas."
"Tidur lagi, masih malam. "
"Kok baru pulang. "
"Tadi suasana nya panas banget, dan masih di jaga. Mungkin besok Mas, juga akan ke kantor Polisi. "
"Mas tidur dulu, lumayan sampai shubuh, nanti lanjut tidur bentar. "
"Kayak nya Mas, nggak bisa tidur, nanti malah bikin kepala pusing. "
"Walau belum kantuk, siang nya pasti lemes. "
"Ya udah, kita bobo yuk. "
*****
"Iya, nanti saya kesana sekarang. Dan tolong siap kan segera untuk penyambutan Pak Bupati. " Ucap Fatih sambil makan di suapi oleh Mentari dan menerima telepon.
"Dan satu lagi, kunjungan dadakan ini, kantor harus sudah rapih, jangan lupa, pertemuan sekarang jangan sampai ada wartawan, saya tidak suka di liput, apalagi tentang kasus tadi malam. "
__ADS_1
"Mas, makan dulu, dua sendok lagi. " Ucap Mentari, dan Fatih pun menerima suapan dari Istri nya.Namun tangan nya masih sibuk terus mentali sepatu sambil menelepon.
"Sayang, Mas duluan, nanti jangan tungguin Mas, pulang nya malam. "
"Hati - hati Mas. " Ucap Mentari sambil mencium punggung tangan Fatih.
"Assalamu'alaikum."
"Walaikumsalam."
*****
"Astro, nanti kamu bagi surat nya dan paling lambat besok, surat ijin orang tua harus di serahkan pada panitia perkemahan. " Ucap Mentari pada Astro, pelatih ekstrakurikuler.
"Paling lambat besok ya bu. "
"Iya, nanti yang tidak di injin kan kata bapak kepsek kan, akan di adakan perkemahan di sekolah. "
"Siap bu, saya bagikan sekarang. "
Gibran menghampiri Mentari yang sedang berdiri, Para siswa telah berkumpul di lapangan, dan sedang di berikan pengarahan oleh pelatih mereka.
"Kamu ikut? " Tanya Gibran.
"Ikut Mas, saya kan pembina juga. " Jawab Mentari.
"Mas ikut? "
"Ikut sih, kata orang tua, sebulan mau nikah tidak boleh pergi jauh, tapi lillahita'ala saja. "
"Iya, dia jadi panitia. "
"Mas, Pak Kepsek ingin bicara sama Mas. " Ucap Tita yang tiba - tiba datang.
Tita melirik ke arah Mentari sangat sinis, saat Gibran sudah pergi ke arah ruangan kepala sekolah.
"Kamu masih ingat kan sama posisi kamu? " Ucap Tita.
"Lebih baik, kamu jaga baik - baok calon suami kamu, karena dia masih memiliki perasaan pada saya. " Ucap Mentari sambil tersenyum dan meninggal kan Tita.
****
"Malam banget ya, sampai sekarang belum pulang. " Ucap Mentari menunggu Fatih pulang.
Terdengar suara pintu gerbang, Mentari langsung membuka gorden kaca rumah nya, dan rasa kecewa itu keluar, saat melihat Neli yang datang.
Mentari segera memakai hijab nya dan membuka pintu , senyum Neli membuat Mentari membalas senyum nya dan menyuruh nya masuk.
"Mas Fatih mana? "
"Belum pulang, seperti nya masih belum selesai urusan nya. "
"Padahal saya kangen sama dia, sudah lama dia tidak kontak saya, bukan lama sih, hanya saja baru minggu kemarin dia chat, sekarang dia susah di hubungi. tolong dong, bantu saya ketemu sama dia. "
__ADS_1
"Tunggu aja ya, mungkin sebentar lagi pulang."
"Ok, saya tunggu. "
"Mau minum apa? "
"Apa saja. "
Mentari pergi ke arah dapur, ada rasa kesal hati, apalagi melihat Neli yang sedang menunggu Fatih.
"Sayang." Neli langsung memeluk tubuh Fatih, Mentari melihat nya sambil meletakkan segelas air dingin.
"Neli, lepas. " Fatih mendorong pelan tubuh Neli.
"Kangen."
"Mas kan sudah bilang, jangan datang ke rumah. "
"Tapi kangen Sayang, kamu sekarang beda sama yang dulu. Untung Mentari baik, suruh saya tunggu kamu. "
Fatih menatap ke arah Mentari yang hanya diam, lalu Mentari meninggal kan mereka berdua.
"Kita keluar, sekalian Mas antar kamu pulang."
"Tapi kita berduaan dulu. "
"Iya."
Dari dalam Kamar, Mentari mendengar suara mobil keluar, hati Mentari sangat sakit, dan cemburu saat tahu suami nya pergi dengan wanita lain.
"Saya orang ketiga, yang akan menemani nya, sedangkan Neli orang pertama, dia tidak akan bisa menemani Mas Fatih. Tapi hati saya sakit, saat melihat mereka berdua. "
****
"Neli."
"Kenapa Mas? "
"Maaf kan Mas ya. "
"Maaf untuk apa Mas? "
"Kalau Mas, sudah buat kamu kecewa, dan sakit hati, kamu boleh marah sama Mas. "
"Maksud nya gimana sih? Mas, nggak buat saya kecewa , atau sakit hati. "
"Kita akhiri saja hubungan ini. "
"Apa Mas, kamu putusin saya. Kenapa Mas? katakan kenapa? "
"Sampai kapan pun, kita tidak bisa bersatu. Mas harus jalani takdir yang sudah terjadi. "
"Nggak Mas, saya nggak mau putus sama kamu, tolong Mas, jangan pergi tinggalkan saya. "
__ADS_1
.
.