Mentari Dan Pak Camat

Mentari Dan Pak Camat
Masalah Hari Ini


__ADS_3

"Mas, sudah ah jangan genjot terus. Baru istirahat malah minta tambah, udah 5 kali kita hari ini. " Ucap Mentari langsung menarik selimut nya lagi, menutupi tubuh nya yang polos.


"Mumpung Rinjani, dibawa sama Om nya. " Ucap Fatih yang mencoba menarik selimut Mentari.


"Nggak, mau mandi. Nanti keburu Rinjani pulang. "


"Jangan di buka, biar Om nya bawa pulang lagi. "


"Nggak, di bilang nggak ya nggak. "


"Dosa loh nolak suami. "


"Kan tadi kita sudah ibadah sama - sama, nggak dosa dong, kalau nolak sekarang. Nggak kasihan punya istri nya lecet, kalau lecet tetap saja Mas nangis - nangis. "


Akhirnya Mentari memutuskan untuk mandi besar, sedang kan Fatih langsung memakai kembali kaos dan celana nya, sambil menunggu istri nya selesai mandi besar.


Terdengar suara keributan dari luar, Fatih segera membuka pintu. Ternyata Rinjani tengah merajuk pada Om nya, hingga terlihat Sakti merasakan kesal.


"Kenapa lagi? " Tanya Fatih.


"Saya mau ketemu sama Amirah, malah minta ikut. " Jawab Sakti.


"Tinggal bawa saja, besok pulang nya juga nggak apa - apa. "


"Ah.. enak saja, orang tua nya enak - enak, malah saya gagal kencan. Gara - gara si gemoy. "


"Om.. jangan tinggalin Rinjani, ikut. " Rengek Rinjani.


"Sudah sore, besok lagi om sakti kesini lagi." Ucap Fatih.

__ADS_1


"Nggak mau, mau nya ikut. "


"Rinjani, jangan nakal kamu masuk. Mandi sama Mamah. "


Rinjani menghentak kan kedua kaki nya, dan dengan mulut maju seperti bebek, berjalan masuk dengan langkah yang cepat.


"Begini nih, salah cetakan. "


"Ngomong apa tadi kamu? "


"Nggak Mas, itu tadi ada Ayam tetangga naik pohon mangga. " Ucap Sakti langsung pergi meninggalkan rumah kakak nya.


****


"Om Sakti kan punya acara sendiri, Rinjani jangan ganggu dong. "


"Benar kata Sakti, anak kita salah cetak. " Ucap Fatih langsung pergi, karena Mentari menatap nya tajam.


"Sekarang makan ya, Mamah buatkan Bandeng presto. "


"Kenyang Mah, sama Nenek tadi habis makan tumpeng. '


" Tumpeng di kasih siapa? "


"Di kasih calon mertua nya Om Sakti katanya Mah. "


"Calon mertua? "


"Iya Mah, baik ya calon mertua nya. Kasih tumpeng gede banget, ada Ayam nya mah gede. "

__ADS_1


"Katanya nggak setuju sama Tante Amirah, giliran ada tumpeng di bilang baik. "


Rinjani hanya tersenyum sambil menunjukkan deretan gigi nya yang berlubang.


*****


"Kamu habis ngapain sih? minta di pijit. " Tanya Fatih melihat Rinjani yang kelelahan.


"Tadi di suruh Om Sakti lari, 10 kali putaran, pulang - pulang makan nasi tumpeng habis 3 piring. " Jawab Rinjani dengan santainya.


"Adik kamu, ngajarin anak kecil lari sampai 20 kali putaran, untung nggak pingsan. " Ucap Fatih pada Mentari.


"Iya nanti saya tegur Sakti nya, di titipin anak malah di siksa. "


"Kata Om Sakti besok kalau ke rumah lagi, mau di suruh push up. " Ucap Rinjani.


*****


"Kamu itu, suruh ponakan kurus, jangan begitu caranya. Kasihan tahu, kalau pingsan kamu kuat angkat sendirian? " Ucap Mentari memarahi adik nya.


"Ya Maaf Mba, niat saya sih bantu itu ponakan sampe gede badanya. Bukan nya tambah tinggi ini mah kesamping. "


"Sudah, jangan mengurusi Rinjani. Itu urusan Mba, kamu urus saja pernikahan kamu sama Amirah. "


"Hah.. Om mau nikah? " Ucap Rinjani sambil berkacak pinggang.


.


.

__ADS_1


__ADS_2