
Neli memeluk lengan Fatih, saat film di putar, sedangkan Mentari dan Gibran hanya fokus masing - masing. Mentari melirik ke arah Fatih, terlihat Neli terus menyandarkan kepala nya di bahu Fatih.
Fatih pun sama, melirik ke arah Mentari yang hanya duduk menonton, dan Gibran pun sama tidak ada adegan seperti Fatih dan Neli.
Mentari menaruh Pop corn nya di tangan kiri, dengan bersandar di sisi kursi sandaran nya, tak sengaja, Fatih pun ikut makan pop corn milik Mentari, hingga tangan mereka saling memegang.
Mentari menoleh ke arah Fatih, dan Fatih pun juga sama. Tangan Fatih memegang nya, saat tepat adegan ciuman di film yang di putar, Fatih mendekat kan wajah nya, Mentari pun tidak bergerak namun, lampu menyala menyadarkan mereka berdua.
"Mentari, tadi film nya seru ya apalagi nonton nya sama pacar. " Ucap Neli.
"Iya, awal yang bahagia, akhir juga bahagia." Ucap Mentari.
"Semoga, hubungan kita seperti yang di film tadi. " Ucap Neli semakin erat menggandeng tangan Fatih.
"Yank, lapar nggak? " Tanya Gibran pada Mentari.
"Boleh deh. " Jawab Mentari.
"Kamu mau makan? " Tanya Fatih.
"Boleh, lapar. " Jawab Neli.
"Mau makan dimana? "
"Mentari, Gibran kita makan sama - sama aja yuk? " Ajak Neli.
Fatih dan Mentari saling menatap, dan di anggukkan kepala oleh Gibran tanda setuju.
"Gimana yank, mau? " Tanya Gibran.
"Ya udah, boleh. " Jawab Mentari.
****
Mereka berempat pun memilih makanan yang di pesan nya, sambil menunggu mereka pun mengobrol.
"Kalian pacaran sudah berapa lama? " Tanya Gibran.
"3 tahun an lah, kalau kalian? " Jawab Neli kembali bertanya.
"Sama ya 3 tahunan lah yank. " Ucap Gibran.
"Iya, sekitar segitu. " Ucap Mentari.
"Kalian kalah cerai, langsung nikah kan Mentari sama Gibran? " Tanya Neli.
Uhuk.. uhuk.. uhuk..
Fatih tiba - tiba keselek, dan langsung mengambil air minum berupa botol mineral di atas meja makan yang sudah tersedia.
"Kamu nggak apa - apa Yank? " Tanya Neli.
"Nggak apa - apa. " Tanya Gibran.
"Pasti kalian langsung nikah ya? " Tanya kembali Mentari.
__ADS_1
"Iya, kalau kamu ijinkan, saya mau nikah siri dulu sama Fatih. " Jawab Neli.
"Saya ijinkan, tapi suami saya nya mau tidak?" Ucap Mentari.
"Tuh yank, Mentari mengijinkan loh, gimana? "
"Kenapa di saat seperti ini, ada pertanyaan seputar pernikahan, memang nya memiliki istri dua saat ini mudah. " Ucap Fatih dalam hati nya.
"Saya yakin, kamu nggak akan bisa memenuhi nya, karena saat ini berat pada pilihan orang tua, yang akan membuat kecewa mereka. " Ucap Mentari dalam hati.
"Mentari, siap di dua kan? apa ini tak tik mereka agar berpisah? " Ucap Gibran dalam hati nya.
"Gimana Mas? " Tanya Kembali Neli.
"Mas kan sudah bilang, nanti dulu. " Jawab Fatih.
Makanan pun datang, sesuai yang mereka pesan. Seperti biasa, Fatih dan Neli makan satu piring berdua.
"Kalian kenyang? makan sepiring berdua? " Sindir Mentari.
"Kenyang lah, Pacar saya kan makan nya dikit, nggak kayak kamu banyak. " Sindir kembali Fatih.
Mentari langsung cemberut dan memasukkan sambal satu mangkok kedalam piring Fatih dan Neli.
"Mentari, kamu sedang apa sih? " Tegur Gibran.
"Tuh Mas, Pak Camat enak aja, bilang makan nya banyak. " Ucap Mentari kesal.
"Bercanda kali Yank. "
"Maaf ya Fatih. " Ucap Gibran.
"Ya nggak apa - apa. " Ucap Fatih menatap Mentari yang sedang makan lahap.
"Saya sih nggak menjamin, di rumah mereka akur bukti nya di senggol sedikit juga Mentari marah, apalagi marah nya Mas Fatih. " Ucap Neli.
"Asal tahu aja Neli, pacar kamu itu nyebelin, kalau ngomong nusuk ke hati. "
"Sabar Mentari, kalian kan serumah nggak akan selama nya. "
"Mudah - mudah an. " Ucap Mentari.
****
Braaaakkkk
"Mas Fatih, kenapa sih main banting jaket di lantai. Nggak sayang apa, itu jaket kulit mahal. "
"Kamu maksud nya apa, di depan Gibran sama Neli bilang setuju nikah siri, kamu nggak pikir pakai otak apa, kamu tahu kalau saya nikah siri, orang tua saya tahu, bagaimana mereka. "
"Itu urusan Mas, bukan urusan saya. "
"Kamu pikir, orang tua kamu akan baik - baik saja? Mereka pasti kecewa kalau tahu, kamu masih berhubungan dengan Gibran. "
"Mas, saya tuh selama ini nggak melarang, kamu mau niat nikah lagi atau mau ngapain sama Neli, kamu juga nggak kan, nggak pernah melarang. Tapi kenapa, kalau masalah kita berdua, saya senggol kamu marah? "
__ADS_1
"Saya marah, karena saya nyaman sama kamu. "
Mentari diam, dan menatap ke arah Fatih, dan Fatih langsung salah tingkah, lalu mengambil jaket nya yang dirinya sengaja membanting ke lantai.
"Nyaman dalam arti apa? "
"Nyaman , buat teman curhat. "
"Oh, hanya teman curhat. "
"Iya, saya mau mandi gerah. "
Fatih langsung berjalan masuk kedalam kamar mandi, dan Mentari berjalan keluar dari kamar nya.
*****
Mentari membuka pintu rumah nya di pagi hari, saat Mentari sedang sarapan bersama Fatih, ada suara ketukan pintu.
"Pak Harun. " Sapa Mentari langsung mencium punggung tangan orang tua Gibran.
"Masuk pak. " Ucap Mentari.
Pak Harun duduk, dengan wajahnya yang serius dan angkuh, membuat Mentari tidak berani menatap terus menerus pada nya.
"Suami kamu ada? " Tanya Pak Harun.
"Ada Pak, nanti saya panggil. " Jawab Mentari.
Mentari berjalan ke arah Fatih yang sedang sarapan, dan Fatih langsung meletakkan sendok nya di atas piring saat Mentari sudah ada di samping nya.
"Ada apa? "
"Bapak nya, Mas Gibran ingin bertemu sama Mas. "
"Ada apa ya? "
"Saya nggak tahu. "
Fatih dan Mentari bersama menemui Pak Harun, Fatih bersalaman dengan Pak Harun dengan wajahnya yang serius dan angkuh.
"Maaf saya to the point saja, kedatangan saya kemari sebagai orang tua dari Gibran, ingin mengingat kan pada Pak Camat, agar istri Bapak tidak berhubungan lagi dengan putra saya, dan saya tidak mau anak saya menjadi orang ketiga. Saya ingat kan, agar Bapak jaga istri nya, apa pantas, seorang istri yang masih memiliki suami sah, jalan bersama dengan pria yang masih bujangan, dan Bapak kenapa tidak bisa jaga istri Bapak. "
"Maaf sebelumnya, saya minta maaf, dengan hubungan terlarang istri saya dan putra Bapak, saya akan tegur istri saya. "
"Dan ingat, walau kamu belum memiliki suami, saya tidak sudi memiliki menantu seperti kamu, keluarga kamu saja tidak mau memiliki menantu seperti anak saya, yang terlahir dari anak seorang petani. Bukti nya, kamu di jodoh kan dengan seorang Camat, anak sekda, punya pangkat, sedang anak saya punya apa? Rumah saja masih numpang sama orang tua. "
"Bapak, orang tua saya tidak seperti itu. Pernikahan saya dan Mas Fatih, karena mereka pernah berjanji untuk menjadi suatu keluarga, dengan menikahkan saya dan Mas Fatih. Ayah dan ibu saya melarang, karena sudah berjanji, karena janji itu mereka seperti ini. "Ucap Mentari.
"Pokoknya kamu jauhi Gibran, dan tolong kamu sebagai suami nya, agar lebih menjaga dengan ketat istri kamu. Ingat, kalau sampai tahu kamu masih berhubungan, saya akan laporkan kamu ke kepala sekolah agar kamu yang di keluar kan, asal kamu tahu, Gibran sudah saya jodoh kan dengan teman satu profesi nya, bahkan dia lebih baik dan cantik dari kamu. Permisi. " Pak Harun langsung pergi meninggalkan rumah Fatih, sedangkan Mentari menangis dan langsung masuk kedalam kamar nya.
.
.
.
__ADS_1
.