
Cinta, pertemuan kita memang sangat unik. Kita pun tidak menyangka, cara bertemu kita seperti apa, kadang kita pun tidak menyangka juga, kalau cinta dan jodoh kita itu dekat, kadang dekat pun tidak menjamin jodoh, begitu sebaliknya. Itulah rahasia jodoh, di balik adanya cinta.
Kata Mentari, dan Fatih di dalam novel ini bilang Takdir cinta yang tidak pernah di sukai, namun ada rasa di balik ke tidak sukaan.
.
.
.
.
.
"Bu Sekmat, Ane. " Sapa Mentari.
"Bu Camat, masya Allah, baru ketemu lagi. " Sapa Ibu Ane.
"Ibu Ane nya yang jarang kesini. "
"Maaf Bu Camat, saya itu sibuk jadi MUA. "
"Pantas, sekarang kan lagi musim orang nikah ya Bu, sukses terus, laris terus. "
"Amin, nanti kalau ada acara pakai sanggul, atau harus Make up yang spesial pas ada acara, panggil saya aja Bu, siap. "
"Pasti Bu Sekmat, kalau ada orang dekat, ngapain minta bantuan orang lain, ya nggak Bu. "
"Iya betul, saya ini Bu kalau ada kegiatan, biasanya nya saya yang rias ibu - ibu lain nya, seperti tahun kemarin, ada kunjungan duta besar dari negara sakura, saya yang make up ibu - ibu dengan pakaian khas adat dari negara kita. "
"Ibu pernah ikut lomba merias? "
"Jangan di tanya, sering. "
"Menang? "
"Alhamdulillah juara. "
"Ibu memang pantas juara, kan sudah banyak yang pakai jasa nya Ibu, kalau begitu memang hasil riasan Ibu itu bagus. "
"Yank, sini dulu. " Panggil Fatih yang kebetulan, Mentari duduk dekat dengan ruangan suami nya.
"Bu, saya ke Bapak dulu ya. Nanti satu jam lagi, acara Dharma Wanita saya mulai. "
"Baik Bu, kalau begitu saya juga mau ke ruangan Bapak dulu. " Ucap Ibu Ane.
"Kenapa Mas? "
"Yank, kamu bisa bantu Mas? "
"Bantu apa Mas? "
"Tolong cek, bantu laporan kinerja Mas ya, nanti Mas sebutkan apa saja, barang kali ada yang kelewat. Dan beberapa laporan, yang nanti ada Audit, nanti bantu cek. "
"Ok sayang. " Ucap Mentari langsung mengambil beberapa berkas, yang ada di atas meja suami nya.
"Mas, ini SK awal Mas kerja itu, jadi Ajudan Pak Gubernur ya? "
"Iya, setelah itu Dinas di kantor Lingkungan hidup sebagai Kadis, setelah itu jadi Camat sampai sekarang. "
"Tapi nanti, bisa saja kan ya pindah tugas nggak Camat lagi? "
"Bisa aja, kalau sudah aturan dari atas. "
"Mas, waktu pendidikan dulu punya pacar nggak? "
"Nggak."
__ADS_1
"Bohong."
"Nggak Yank, ngapain sih bohong. "
"Tapi pernah suka kan? "
"Itu sih normal Yank, kamu juga pasti sama."
"Nggak juga. "
"Ketahuan bohong nya. "
"Ih, benar Mas nggak bohong. Asli sumpah. "
"Iya, percaya aja deh. "
"Mas."
"Apa lagi sih? "
"Kenapa Mas itu Mau menerima pernikahan ini?"
"Kamu sendiri kenapa? bisa mau. "
"Ya kan karena demi orang tua. "
"Sama Mas juga. "
"Terus kenapa bisa jatuh cinta sama saya? "
"Ayank sendiri gimana? "
"Ya mungkin karena kita sering ketemu setiap hari. "
"Oh gitu ya. "
"Mas sendiri? "
"Kapan? "
"Barusan."
"Yang mana? "
"Yang terakhir itu. "
"Mana sih Mas? "
"Karena kita sering ketemu. "
"Itu kan jawaban nya saya. "
"Ya sama aja, jawabnya itu sama. "
"Itu tandanya apa? "
"Tandanya cepat selesaikan berkas yang ada di depan Ayank. "
Mentari mencibir kan bibir nya, lalu memeriksa yang ada di catatan yang di pegang Fatih.
*****
"Terima kasih, Ibu - ibu sudah hadir, di acara kegiatan rutin Dharma Wanita kecamatan Panaran ini. Saya panjatkan puji syukur atas di beri nya kita kesehatan, dan bisa bersilahturahmi kembali, di acara kegiatan rutin ini. Ibu - Ibu, untuk pertemuan hari ini, saya selaku ketua Dharma Wanita kecamatan, ingin memberitahu kan, bahwa ada beberapa point dari kegiatan kita ini, dan ayok kita laksanakan, sebagai mana sedang terjadi sekarang. Seperti poin - poin nya secara garis besar, yaitu kegiatan lingkungan hidup, seperti masih banyak warga yang belum paham akan kebersihan, kesehatan, bahkan penyakit menular. Oleh karena itu, nanti kita akan terjun langsung ke lapangan bersama Tim kesehatan dari puskesmas Panaran, di dampingi Ibu Dokter dan Pak Dokter dari rumah sakit daerah Panaran. Akan bersosialisasi langsung, dengan kita tentang kegiatan kebersihan dan kesehatan masyarakat. Mungkin daerah sasaran utama, itu di sekitar kawasan bawah jembatan, dekat dengan jalan layang itu ya, di situ terkenal dengan kumuh nya, kita juga akan berbagi sembako dan pembangunan MCK, yang dana nya itu berasal dari daerah, yang pernah saya usul kan sama Ibu Niawati, istri Bupati kita sebagai ketua Dharma Wanita kabupaten di bantu beliau, akhirnya bisa terealisasi. "
"Maaf Bu, apakah hanya kawasan itu saja? " Tanya salah satu Ibu anggota Dharma Wanita."
"Iya Bu, tujuan itu, ini sebagai bentuk salah satu kegiatan, kebetulan wilayah ini ada di kecamatan kita, di bawah pimpinan Pak Fatih, saya selaku istri nya, bergerak, mengajak hayu kita bangun bersama - sama, kita bantu mereka, mungkin ada yang mau menyumbangkan sembako atau pakaian yang masih layak juga bisa. Atau alat tulis juga. "
__ADS_1
*****
"Capek ya? " Tanya Fatih sambil memijat kedua kaki istri nya.
"Capek banget Mas, padahal tadi duduk aja." Jawab Mentari sambil rebahan di sofa. "
"Kapan kegiatan sosial nya? "
"Mas sudah buatkan surat nya? "
"Sudah tinggal kamu tanda tangan saja. "
"Nanti Mas ikut ya? "
"Insya Allah kalau tidak ada kegiatan mendadak. "
"Mas, kaki nya mulai bengkak. "
"Wajar sedang hamil. "
"Sampai celana sama baju sempit semua."
"Pakaian dalam perlu ganti nggak? "
"Jelas Mas, ganti lah. "
"Nanti beli besok. "
*****
"Berapa Mba totalnya ? "
"1, 5 juta Pak. " Ucap kasir.
Fatih membayar total belanjaan Mentari yang membeli beberapa daster, dan sebelum nya sudah belanja pakaian lain nya, hingga beberapa pakaian dalam.
"Terima kasih Mba. " Ucap Fatih lalu keluar dan kembali berkeliling.
"Mas, itu Tita sama Mas Gibran. "
"Kita kesana? "
"Boleh."
Tapi saat akan mendekat, Fatih dan Mentari tidak melanjutkan kembali langkah nya. Dan mendengar pertengkaran diantara kedua nya, bahkan Gibran pergi meninggalkan Tita.
Mentari dan Fatih melihat, Tita berjalan dengan pelan, seperti menahan sakit. Sedangkan Gibran sudah jauh meninggalkan istri nya.
"Mas, mereka kenapa ya? "
"Lebih baik, kita jangan cari tahu. "
"Tapi itu Tita Mas. "
"Kita pergi ke arah lain yuk, kita cari makan."
"Tapi Mas. "
"Udah hayuk, Mas sudah lapar. " Fatih menggandeng tangan Mentari, namun tatapan Mentari tak lepas dari Tita yang sedang berjalan sendiri.
"Mas Gibran kok jahat sih, istri sedang hamil malah di tinggal. " Ucap Mentari dalam hati nya.
Mentari sesekali menoleh kebelakang, namun secara sengaja Fatih langsung menyuruh Mentari untuk jalan dengan benar.
"Pandangan nya ke depan, bukan ke belakang."
.
__ADS_1
.
.