Mentari Dan Pak Camat

Mentari Dan Pak Camat
Baby Rinjani


__ADS_3

" Mas, pakaian Rinjani, udah 2 minggu kekecilan. "


"Masa sih Yank, 2 minggu kekecilan. Di Coba lagi, terus juga masih banyak pakaian lain nya."


"Mas, perut nya kelihatan gemuk. Lihat tuh, perut nya gak pantas. "


"Yank, masih bayi jangan yang aneh - aneh. Segini pakaian masih muat nya, nih masih ada longgar dikit. "


"Nggak pantas Mas, anak perempuan. Dari bayi harus di ajari fashion. "


"Mas mau tanya? Ayank mengikuti Fashion nggak? "


"Ngikutin lah. "


"Ngikutin apa, pakaian aja begini aja. "


"Ih... Mas, ini kan di rumah. Kalau di acara resmi segitu Ayank nggak norak, kebaya model terbaru, make ya elegan, model hijab ya disesuaikan. "


"Terus anak masih bayi, yang kebanyakan di lihat itu gemes anak nya bukan pakaian nya."


"Pokok nya, mau beli yang agak sedikit longgar, baju nya udah sempit. "


Fatih hanya bisa diam tidak mau berdebat lagi dengan istri nya, lebih memilih menonton televisi.


"Mas...!!! "


"Kenapa lagi Yank, suami ada di samping juga."


"Mas, coba lihat. Kaos kaki nya lucu, Rinjani belum punya loh. " Mentari menunjukkan kaos kaki motif kuda poni.


"Beli aja Yank, dari pada nggak beli nyesel."


"Benar ya, nanti pakai uang Mas ya. "


"Iya, langsung bayar aja. "


*****


Di hari minggu, Fatih malas - malas an, untuk berbaring di atas tempat tidur. Fatih masih tidur, di samping Rinjani.


Putri nya yang sudah bangun, namun Papah nya masih berada di alam mimpi. Mentari hanya menggeleng kan kepala nya, dan langsung mengangkat tubuh Rinjani.


"Semalam bobo sama Papah ya." Ucap Mentari sambil membuka pakaian Rinjani, yang akan di mandikan.


Rinjani, tersenyum saat tubuh nya merasakan air, Mentari memandikan nya di kamar mandi kamar, hingga selesai suami nya masih tertidur pulas. Karena semalam, bergadang menemani Rinjani.


"Sayang, udah bangun. " Ucap Fatih dengan suara khas orang bangun tidur.


"Iya Papah, Rinjani udah wangi. " Ucap Mentari.


"Mamah nya, mandi belum? " Fatih memeluk perut Mentari dengan wajah nya, di benamkan di perut istri nya.


"Mandi mas, libur juga jangan malas. "


"Jam berapa Yank? "


"Jam 9."


"Rinjani bangun jam berapa? "


"Jam 7 bangun, bentar lagi juga tidur lagi. "


"Sampai shubuh, nggak tidur - tidur, habis Shalat Shubuh juga masih belum tidur. Sekarang bangun, nanti tidur lagi nggak."


"Tidur Mas, nih lihat anak nya juga sudah mulai mengantuk, makan nya cepat di mandi kan."


"Bobo lagi nak, sama Papah. "


"Ih... Mas, mandi dulu sanah. Bau tahu. "


"Iya, ini bangun."


*****

__ADS_1


"Mas nggak keluar? "


"Nggak ah lagi pengen sama Rinjani. "


"Biasa nya, Mas main ke rumah kepala desa atau ke kantor sekedar mengobrol sama bawahan yang lagi piket. "


"Nggak Yank, lagi kangen terus sama Rinjani. Nih pengen nya meluk, main sama Rinjani."


"Ini sih, bakal dekat banget sama Papah nya."


"Pasti dong. "


Rinjani tersenyum, seakan mengerti arah pembicaraan papah nya, Fatih tak henti mencium tangan yang imut, lalu beralih ke perut nya.


******


"Kamu istirahat aja Tari, biar seharian ini Rinjani sama Ibu. " Ucap Ibu Nuri.


"Nggak ah, kasihan sama ibu. Masa kesini seharian mengasuh Rinjani. Ada Mamah nya, enak - enakan tidur an."


"Nggak apa - apa, Ibu ke sini sengaja ingin dekat sama Cucu. "


"Ya udah, nanti kalau minta Asi serahin sama Mentari aja. "


"Stok ASI kamu habis? "


"Masih."


"Udah sana, kamu istirahat santai. "


"Makasih Ya Bu. "


*****


"Bu, kok Rinjani sama ibu. Mana Mentari?"


"Ada Fatih, di kamar, sedang rebahan."


"Loh, santai, malah ibu yang ngasuh Rinjani."


"Tapi Bu. "


"Udah sana ganti pakaian kamu, terus langsung makan. "


"Kalau begitu, Fatih masuk kamar dulu. "


****


"Yank, walau itu ibu kamu, jangan enak - enak an dong. " Tegur Fatih.


"Ibu yang minta Mas. "


"Masalah nya, kasihan ibu. Gendong Rinjani, kan berat lama - lama capek. "


"Kata ibu, saya suruh istirahat. Yaudah nggak, santai. "


"Istirahat sih istirahat, tapi kan jangan begini."


"Udah nggak apa - apa, lagian Rinjani nggak rewel tuh, malah anak nya diam. " Ucap Ibu Nuri.


"Capek nggak bu? kalau capek taruh di stroller aja atau di tidurin di kasur. "


"Udah nggak kok. " Ibu Nuri lalu meninggal kan Fatih dan Mentari.


"Tuh, ibu nya aja nggak apa - apa. " Ucap Mentari.


*****


"Iya sayang.. ntar ya.. Mamah nya buatkan kopi dulu. "


Owa.... owa...


"Cepat Mah. " Ucap Fatih sambil menenangkan Rinjani.

__ADS_1


"Sayang, kenapa hem.. ? " Mentari menggendong Rinjani yang terus menangis.


"Pah, coba periksa pampers nya. "


Fatih memeriksa Pampers, tapi tidak tembus dan tidak buang air besar, namun Fatih melihat pantat Rinjani yang memerah.


"Yank, merah, seperti nya iritasi. "


"Hah.. iritasi? "


"Iya jangan panik, lepas aja pampers nya. Jangan pake Pampers dulu, pake popok aja ya. "


"Ya udah, copotin Mas. "


Fatih membuka Pampers Rinjani, dan mengambil cream yang pernah Mentari beli sebelum nya, Fatih membaca satu persatu cream bayi yang di beli Mentari dulu.


"Ada y Mas, cream nya? "


"Kamu itu, beli cream di baca nggak sih? kegunaan nya. "


"Nggak, asal cream bayi aja beli satu paket."


"Makan nya, di baca. Budayakan membaca."


"Ya maaf. "


"Nih, warna cream tempat nya buat iritasi, warna biru buat kelembaban kulit, warna pink buat biang keringat. Mas aja hafal. "


"Mas, periksa satu persatu ya? "


"Yaiyalah Yank, lihat Nak kamu punya Mamah, jiwa belanja tapi nggak tahu fungsi. Gaya nya ngajarin kamu, harus Fashionable. "


*****


"Udah bobo Rinjani nya? " Tanya Fatih langsung menarik tubuh Mentari ke dalam pelukan nya.


"Udah bobo Mas. " Bawah Mentari.


"Besok Mas, mau ada Dinas luar. Mau ke kantor Gubernur. "


"Pulang atau menginap? "


"Pulang pergi, mungkin malam. "


"Hati - hati di jalan nya, jangan ngebut. Menyetir sendiri kan? "


"Iya, menyetir sendiri. "


"Mas."


"Iya, kenapa? "


"Nanti, kalau udah aktif lagi, Rinjani sama ibu ya, saya nggak mau pakai pengasuh. "


"Ya udah, terserah Ayank aja. Kalau mau pake pengasuh ya nggak apa - apa. "


"Nggak ah, sama ibu aja. Kadang nggak percaya, takut aja Mas seperti di TV itu berita nya yang pengasuh anak kasar. "


"Ayank Mah banyak nonton drama, makan nya banyakin menonton seputar parenting, jangan film terus yang di tonton. "


"Ih.. dari siang, negur terus. "


"Ya habis, punya istri begini amat. "


"Oh jadi nggak mau punya istri begini? "


"Nggak lah Yank, tapi perlu di bina. " Fatih langsung menindih tubuh Mentari mencium bibir nya.


"Mas."


"Kenapa Yank? " Bisik Fatih dengan suara berat.


"Saya masih di perboden loh. "

__ADS_1


Fatih dengan rasa pasrah langsung bangun dari atas tubuh Mentari, dan berbaring di samping nya.


"Sabar ya. "


__ADS_2