
"Kok Mas minta jemput kamu di rumah sakit, siapa yang sakit? " Tanya Fatih.
"Habis kasih wejangan sama Mantan pacar dan camer nya Mas. " Jawab Mentari tersenyum.
"Kamu temui dia? "
"Kenapa Mas? salah. "
"Nggak sih, kenapa nggak bilang dulu sama Mas. "
"Kalau bilang, Mas nanti akan ikut besuk. "
"Bicara apa mereka? " Tanya Fatih sambil menjalankan mobil nya pelang.
"Tanya Mas, kenapa nggak ikut? saya jawab tuh di wakil kan sama buah satu keranjang. " Jawab Mentari.
"Tapi Tante Lika, nggak waras ya dia itu pengen banget si Neli jadi istri nya Mas. Benar - benar nggak waras. "
"Mungkin Tante Lika, nggak mau kehilangan Mas. Bagaimana juga kan, hubungan Mas sama Neli sudah lama, Mas juga kenal dekat sama keluarga besar nya. "
"Tapi orang nggak jodoh kenapa di paksa. "
"Namanya juga orang tua, kalau sudah cocok."
"Tapi salah caranya. "
"Sekarang kamu sudah lega kan? "
"Lega sudah saya katakan segala - galanya, mudah - mudah an dapat hidayah. "
****
"Mas, nasi nya kok bau sih. "
"Bau kenapa Yank? " Fatih mendekat ke arah magic com, lalu mencium nasi nya.
"Nggak kok, hidung kamu aja. "
"Mas enek ah, cabut aja magic com nya. "
"Iya Mas cabut, ini nggak rusak loh. "
Hoek. . hoek...
"Kenapa Yank? "
"Mual Mas. " Ucap Mentari yang merasakan enek dan langsung lari ke arah wastafel.
Hoek.. hoek...
Fatih memijat tengkuk leher nya, hingga Mentari mengeluarkan semua isinya. Dan langsung memeluk tubuh Fatih karena merasakan sangat lemas.
"Kenapa ya Mas, kok enek banget? "
"Mas mana tahu, kamu kenapa tadi nya? "
"Nggak tahu, pas cium bau nasi nggak enak banget. "
*****
"Mas.. bangun Mas. "
"Apa sih Yank? " Ucap fatih dengan suara khas orang bangun tidur namun mata nya masih tertutup.
"Mas, pengen makan nasi bakar. "
"Besok pagi aja, mampir ke pasar. "
"Mau nya sekarang, lapar. "
Kedua mata Fatih terbuka lebar, dengan nyawa yang masih belum terkumpul. Mentari terus menggoyang tubuh Fatih, dengan malas Fatih pun bangun.
"Nasi bakar. "
"Makan nasi yang ada di rumah aja. "
"Bau, mau nya nasi bakar, lapar. "
"Kayak orang ngidam aja kamu Yank. "
"Siapa tahu lagu ngidam. "
"Jam berapa sih? "
"Jam 2 pagi. "
"Tutup Yank jam segini. "
__ADS_1
"Kan ada angkringan, siapa tahu ada yang buka sampai pagi. "
"Iya , nanti Mas cuci muka dulu. "
*****
Mentari dan Fatih mencari penjual nasi bakar yang masih buka, tidak ada penjual Angkringan yang masih menjaja jualan nya. Hingga waktu menunjukkan jam 4 pagi.
"Nggak ada Yank, yang di pasar juga belum buka. "
"Cari lagi Mas, lapar nih. "
Fatih pun menurut hingga melihat ada satu penjual nasi bakar yang akan menutup jualan nya.
"Pak, masih ada? " Tanya Fatih dari dalam mobil.
"Masih Mas, sisa 3." Jawab nya.
"Alhamdulillah, ambil semua ya Pak. "
"Baik Mas. "
Mentari pun sangat senang saat menemukan nasi bakar yang dia ingin kan, seperti menemukan harta karun Mentari langsung memakan sendiri, tanpa menawarkan pada Fatih.
"Enak Yank? "
"Enak." Ucap Mentari sambil makan di dalam mobil.
"Mas nggak di kasih? "
"Maaf ya Mas, ini aja kurang. "
Fatih tersenyum dan menggeleng kan kepala nya, lalu mobil pun menuju ke arah pulang.
*****
"Banyak banget cemilan nya? " Aneka mengambil satu bungkus snack milik Mentari.
"Lapar."
"Makan nasi. "
"Nggak tahu, sama nasi sekarang musuh, bau dan mual. "
"Ngidam ya? "
"Tapi kayak orang ngidam loh. "
"Mungkin juga, belum saya cek. "
"Si Tita juga katanya lagi hamil tuh, baru dapat satu minggu. "
"Serius? berarti Mas Gibran benar - benar perlakukan Tita dengan baik, bukti nya lagi hamil dia. "
"Kamu juga jangan mau kalah, cek sana siapa tahu rejeki. "
"Nanti, pulang mengajar. "
*****
"Mas, sini temanin saya di kamar mandi. "
"Ngapain Yank? "
"Temanin dong, buruan. "
Fatih menurut menemani Mentari masuk kedalam kamar mandi, Fatih berkacak pinggang saat Mentari buang air kecil.
"Kamu itu ya, terlalu buang air kecil aja minta di temanin. "
"Diam, nih lihat. "
"Cek urine? "
"Iya, siapa tahu saya Hamil Mas. "
Fatih dan Mentari menunggu alat tersebut menunjukkan garis dua, setelah menunggu Mentari dan Fatih tersenyum bahagia, garis dua terlihat sangat jelas.
"Yank, saya mau punya anak Yank. "
"Iya Mas, kamu mau jadi Ayah, saya jadi ibu. "
Fatih langsung memeluk tubuh Mentari, tangis bahagia Fatih saat tahu dirinya menjadi calon Ayah.
"Makasih Ya Allah, Yank kamu mulai sekarang jangan capek - capek, kamu harus banyak istirahat, apapun yang kamu mau, Mas akan turuti. "
"Benar Mas? "
__ADS_1
"Iya sayang. "
*****
"Alhamdulillah, akhirnya kita akan punya cucu." Ucap Ibu Nuri senang.
"Nggak menyangka Ya, kita ini sudah jadi nenek - nenek, kakek - kakek " Ucap Ibu Hasna.
"Selamat ya nak, Ayah ikut senang. " Ucap Pak Syahrul.
"Jaga baik - baik anak dalam kandungan kamu, ingat jangan capek. Itu masih sangat rentan. " Ucap Pak Slamet.
"Tenang Ayah, Mentari akan jaga baik - baik calon anak kita ya Mas. "
"Semoga anak kita lahir dengan selamat. "
"Amin."
*****
Hoek.. hoek..
"Udah Yank, Mas aja yang ambil nasi. Nanti Mas yang masak nasi sendiri. "
"Maaf Mas, nggak tahan bau nya. "
"Terus kamu makan apa? "
"Roti aja Mas, udah cukup. "
"Nasi dong, dikit aja. "
"Gimana mau masuk, buat nyiapin sarapan buat Mas aja mual. "
"Jadi mau nya makan apa? kasihan anak kita, kamu juga kurang tenaga. "
"Nggak Mas, cukup ini aja. "
"Ya udah, kamu kesana dulu Mas mau makan."
"Iya, tapi nanti bekas nya nggak usah di cuci piring nya, biar saya aja yang cuci. "
"Udah Mas aja, nggak apa - apa. "
*****
"Pak Sekmat, dulu istri bapak waktu hamil suka nggak suka bau nasi nggak? "
"Nggak sih, hanya mual saja. Kenapa? istri Pak Camat sedang hamil? "
"Alhamdulillah Pak, tapi belum di periksa usia berapa bulan nya. "
"Selamat Pak, semoga lancar sampai persalinan. "
"Amin Pak, terima kasih. "
*****
"Yank, ini mangga kamu habis berapa? "
"Lima Mas. "
"Yank, sambal sama mangga muda, nanti sakit perut. Yang kira - kira dong makan nya. " Tegur Fatih.
"Enak Mas, mau nggak?"
"Nggak Yank, belum makan nasi ya? "
"Nggak mau, mau nya makan ini. "
"Masuk yank, sedikit aja. Jangan makan seperti ini terus, nanti perut kamu. Terus kasihan anak kita. "
"Mas, bisa diam nggak sih.Bawel banget, orang ngidam nya begini, mau gimana lagi. Masih untung istri nya mau makan dari pada nggak bisa masuk sama sekali, nih tangan jarum infus. "
"Kok kamu bentak Mas sih? kan Mas bilang benar Yank. "
"Bodoh amat, bikin mood rusak aja. "
"Yank." Panggil Fatih, namun Mentari langsung masuk kedalam kamar nya.
"Apa orang hamil, hormon ny sensitif ya, di bilangin marah - marah. "
.
.
.
__ADS_1
.