Mentari Dan Pak Camat

Mentari Dan Pak Camat
Gagal Lagi


__ADS_3

"Mas selesai kan masalah dengan Neli, baru Mas fokus sama istri Mas. "


"Mas sudah selesai kan masalah nya sama dia, mau di selesai kan bagaimana lagi. "


"Dia masih kesini kan? Dia tidak mau di putus sama Mas, masalah saya sama Mas Gibran sudah selesai, tapi masalah Mas yang belum juga selesai. "


"Terus Mas harus gimana? "


"Ya terserah Mas, gimana cara nya itu Neli nggak kejar - kejar Mas lagi, atau ganggu rumah tangga kita. " Mentari langsung pergi meninggalkan Fatih, Fatih pun lalu mengekor Mentari yang duduk di sofa ruang keluarga.


"Yank, harus percaya sama Mas. Neli nggak akan jadi perusak rumah tangga kita, selagi Mas tidak meladeni nya. Mas paham, bagaimana perasaannya dan perasaan kamu, kita sama - sama menjadi orang ketiga, dan kita di satukan, masa lalu kita menjadi duri di rumah tangga kita yang sedang di jalani. Percaya sama Mas, rumah tangga kita akan baik - baik saja. "


"Baik, saya percaya sama Mas. Tapi awas kalau sampai kepercayaan ini Mas khianati, saya akan pergi. "


Fatih langsung memeluk tubuh Mentari, dengan dagu dia sandarkan di bahu Mentari. Mentari masih dengan wajahnya yang masih kesal.


"Ini bibir kayak bebek kalau lagi manyun." Ledek Fatih sambil memegang bibir Mentari.


"Ih apaan sih. " Dorong pelan Mentari ke tubuh Fatih.


"Senyum dong? "


Mentari tersenyum dengan menunjukkan deretan gigi nya, Fatih langsung mengecup pipi Mentari sebelah kanan nya.


"Gini kan cantik. "


******


"Bu Nia, tolong nanti urus kenaikan berkala saya ya. " Ucap Fatih, pada Ibu Nia bagian kepegawaian.


"Baik Pak, nanti sama Pak Yanuar sekalian."


"Makasih Bu, oh iya gaji saya yang terbaru udah masuk Bu, ada tambahan istri saya, makasih sudah di urus. "


"Sama - sama Pak, oh iya Pak tadi ada surat undangan kegiatan Dharma Wanita, buat Ibu di kantor Bupati. " ibu Nia memberi kan surat undangan nya Pada Fatih.


"Biasanya langsung ke saya, bisa sama ibu. "


"Iya Pak, saat surat nya datang, Bapak sedang Briefing. "


"Makasih ya. "


*****


"Besok ya Mas. " Ucap Mentari melalui sambungan telepon nya.


"Iya, datang ya. Masa nggak datang, Ibu camat nya, Pak Camat nya rajin selalu hadir di setiap rapat. "


"Iya Mas, tapi Mas, saya nggak kenal sama istri - istri Camat lain nya. "


"Kan kenalan, nanti juga kenal. Seragam Dharma Wanita nya, sudah Mas siap kan di lemari. "


"Kok saya nggak tahu Mas? "


"Mas sengaja, di simpan, pas mau nikah, ada pembagian seragam Dharma Wanita. "


"Oh jadi udah lama, kenapa baru di kasih sekarang? "


"Kan kegiatan nya juga baru sekarang Yank. "


"Berarti kalau nggak sekarang ada kegiatan, itu seragam di lemari terus sampai lumutan."


"Bukan gitu Yank, sumpah lupa. "

__ADS_1


"Alah alasan."


"Jangan marah Yank, maaf. "


"Tahu akh..!!! "


Tut...


Mentari memutuskan secara sepihak panggilan telepon nya, Mentari hanya tersenyum puas saat mengerjai suami nya.


"Emang enak di kerjain, pasti disana sedang kepikiran. " Ucap Mentari terkekeh.


*****


"Mas, ngapain ke sekolah? " Tanya Mentari yang tiba - tiba Fatih datang ke sekolah.


"Yank, maaf ya. " Jawab Fatih memohon.


"Ya Allah Mas, kamu kesini hanya untuk minta maaf. "


"Kamu marah kan, maaf kan Mas ya. "


Mentari menahan senyum, hati ingin tertawa terbahak - bahak, melihat suami nya kepikiran tentang dirinya.


"Mas, sumpah lupa. Mas benar - benar lupa Yank, nggak ada maksud apa - apa. "


"Mas kan, bisa bicarakan masalah ini di rumah, nggak harus kesini. "


"Mas nggak tenang, kalau kamu marah. "


"Lebay."


"Bukan nya lebay, serius Yank. "


Mentari tersenyum sambil merapikan buku cetak nya, dan langsung berdiri sambil memegang buku.


"Mau mengajar lah, memang nya mau pulang." Jawab Mentari.


"Mas tunggu ya, sampai kamu pulang."


"Terserah Mas aja lah. " Ucap Mentari langsung pergi meninggalkan Fatih di ruang guru.


*****


Mentari memakai seragam Dharma Wanita untuk pertama kali nya, Mentari adalah istri Camat yang paling muda. Perkenalan Mentari sengaja istri Camat lain nya, berjalan lancar, bahkan Mentari bisa membaur dengan mereka secara akrab.


"Ini ya istri Camat Panaran, wah cantik banget. Waktu nikah saya nggak bisa hadir." Ucap Ibu Camat Seranjung.


"Makasih Bu, Ibu Camat juga cantik. " Ucap Mentari.


"Mengajar apa di SMP nya? " Tanya Ibu Camat, Watu gede.


"Guru IPS, sama merangkap wali kelas. " Jawab Mentari.


"Sudah PN? "


"Alhamdulillah sudah. "


"Syukur lah, sekarang malah banyak yang honor belum di angkat. "


"Iya, Bu lama sekali, tapi mereka sabar, walau gaji nya nggak se beberapa. "


"Bu Mentari, ada arisan khusus istri Camat, nanti ikut ya. Satu lagi yang belum dapat. " Ucap Ibu Dwi, Ibu Camat serta Galuh.

__ADS_1


"Boleh Bu, nanti bayar nya bagaimana? " ucap Mentari.


"Kita setiap bulan tanggal 10,ada pertemuan. "


"Boleh Bu, kalau ada group khusus istri Camat, saya boleh gabung. "


"Oh iya, mana Bu nomer nya? "


*****


"Gimana tadi? "


"Mas, mereka asik loh, malah saya di ajak arisan, dan masuk group mereka. "


"Alhamdulillah, ternyata istri Mas pintar bergaul. "


"Benar kata Mas, nanti juga ada teman nya, ternyata mereka langsung akrab gitu. "


Fatih memeluk tubuh Mentari, dan menciumi tengkuk leher istri nya. Tangan kekar itu, sudah bermain di area dada istri nya.


"Mas, mau? "


"Mau lah, kemarin gagal terus, masa sekarang gagal lagi. "


"Mau main dimana? "


"Nakal ya, ngakak main nya dimana. "


Mentari bangun, dan kini Mentari duduk di kedua paha Fatih dengan tubuh kini berhadapan dengan Fatih.


Tangan Mentari di kalung kan di leher Fatih, dan tangan Fatih bergerak bebas memegang tubuh Mentari. Kini kedua tangan nya bermain di area dua bongkahan di bawah pinggang istri nya, dan apalagi Mentari terus menggoyang kan tubuh nya tepat pada bagian inti Fatih yang sudah terasa mengeras.


Ciuman kedua nya semakin panas, hingga kancing kemeja Mentari telah terbuka semua, dan memperlihatkan bagian pakaian dalam nya.


Mentari menggigit bibir bagian bawah nya, saat lidah Fatih menyapu area dada nya, hingga banyak meninggal kan jejak.


"Assalamu'alaikum Fatih, Mentari...!!"


Fatih dan Mentari langsung mengakhiri kegiatan panas mereka, saat mendengar suara orang memanggilnya.


"Fatih... Mentari... buka pintu nya..!! "


"Mas, itu suara Ibu saya. "


"Fatih... kamu sedang apa sih, kalian berdua ini? Lagi buat cucu untuk kami ya. "


"Yank, itu suara Ayah. "


"Orang tua kita datang Mas, cepat Mas buka pintu nya. "


"Kamu bangun, rapikan pakai nya, jangan lupa pakai kerudung nya. "


"Mas, bibir ada lipstik. "


Fatih segera mengusap bibir nya, dan langsung berlari ke arah pintu, namun di tahan oleh Mentari.


"Apa lagi Yank? "


"Celana, resleting nya masih terbuka. "


"Haduh."


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2