Mentari Dan Pak Camat

Mentari Dan Pak Camat
Tanggung Jawab


__ADS_3

Sebuah tanggung jawab itu penting, dalam arti kita memiliki sebuah beban, yang memang wajib kita harus lakukan. Manusia yang tidak bertanggung jawab, bagai kan manusia yang tidak sempurna.


...( Miss Puspa)...


.


.


.


.


"Anak - anak, nanti PR kerjakan halaman 20 sampai 21 , kerjakan yang essay nya saja. " Ucap Mentari pada murid - murid nya.


"Baik Bu. " Ucap Serentak Para siswa.


"Jangan ada alasan, lupa atau tidak di bawa buku PR nya, karena ibu tugas buat minggu depan, ada waktu satu minggu. "


"Bu, untuk ulangan harian nya jadi minggu depan? " Tanya salah satu Siswi.


"Iya, minggu depan. Ulang nya pilihan ganda ya. "


"Siap bu. "


Mentari membereskan buku pelajaran nya, setelah jam mengajar selesai, Mentari langsung ke luar dari kelas, menuju ke arah ruang guru.


"Bu, ada kiriman makanan. Tadi ada driver food mengantarkan buat ibu. " Ucap Linda.


"Dari siapa? " Tanya Mentari.


"Katanya dari Fatih. " Jawab Linda.


"Oh, Bapak ya. "


"Pak Camat, romantis ya bu, perhatian. "


"Alhamdulillah, ini nggak tahu loh, ada pesanan. Nih di ponsel saja nggak chat, kayak nya sama sekalian pesan nya. "


"Sama Pak Camat, pacaran berapa lama? sampai nikah. "


"Nggak pacaran lagi, langsung nikah. Pacaran juga , pas setelah nikah aja. "


"Di jodoh kan ya bu? "


"Iya , kami di jodoh kan. Tapi Alhamdulillah, sekarang malah sama - sama bucin, tadi nya sih nggak bucin. Kita sama - sama, nggak cinta. "


"Bahagia terus ya Bu. "


"Amin."


*****


Usia kandungan Mentari memasuki usia 7 bulan, saat di cek kandungan nya, berkelamin perempuan.


Mentari sangat senang, begitu juga Fatih. Calon anak mereka perempuan, dengan kondisi yang sehat kandungan Mentari.


"Apa saya bisa melahirkan normal Dok? " Tanya Mentari.


"Insya Allah bisa Bu, kondisi janin nya juga bagus. "


"Alhamdulillah, perkiraan lahir tanggal berapa? " Tanya Fatih.


"Kalau berdasarkan perhitungan, awal bulan Februari, tapi kadang prediksi bisa maju dan bisa mundur. " Jawab Dokter kandungan.


***


"Tita, kamu sendirian? " Sapa Mentari dan bertanya saat bertemu dengan Neli yang sedang menunggu di Poli kandungan.

__ADS_1


"Iya sendiri aja, mana suami kamu? "


"Suami saya, itu sedang ke arah Apotek."


"Enak ya, suaminya siaga. "


"Mas Gibran juga siaga, kalau kamu mau komunikasi baik sama dia. Kenapa tidak minta antar, pasti dia mau. "


"Nggak ah, saya nggak mau. Tahu hasil nya saja, dia udah beruntung. "


"Jangan begitu lah, bagaimana juga , dia bapak nya. "


"Yank, udah yuk. " Ucap Fatih sambil melirik ke arah Tita.


"Saya duluan ya Tita. "


"Iya, hati - hati. "


Tita menatap Mentari dan Fatih begitu sangat bahagia, tidak dengan dirinya yang tidak tampak bahagia. Hati nya sedih, sehingga kedua matanya berkaca - kaca.


"Tadi Tita istri nya Gibran? "


"Iya Mas, mau cek kandungan dia."


"Kenapa, Gibran nggak antar istri nya? "


"Kan sudah pisah ranjang. "


"Pisah ranjang juga kan, belum cerai. Gibran itu gimana sih, jadi laki malah cetek pikiran nya. Apa nggak bisa di perbaiki , kalau selagi masih bisa di perbaiki seharusnya dia berusaha agar rumah tangga nya utuh. Bukan begini cara nya. "


"Kalau orang nggak cocok sih Mas bagaimana, kalau di paksa juga nanti tetap saja hasil nya cerai. "


"Bisa saja di pertahankan, kalau sama - sama mau mengalah. "


"Itu bagi Mas, bagi mereka tidak. "


*****


"Alhamdulillah, Ayah senang mendengar nya, apalagi kondisi ibu sama calon anak nya sehat. " Ucap Pak Syahrul.


"Minta doa nya saja, semoga lancar proses persalinan nya. " Ucap Fatih.


"Amin, pasti Ibu sama Ayah akan selalu mendoakan agar menantu dan calon cucu sehat semua. " Ucap Ibu Hasna.


"Amin." Ucap Mentari dan Fatih tersenyum bahagia.


*****


"Kemana saja kamu? " Tanya Mentari pada adik nya yang baru main ke rumah nya.


"Sekarang kan mba, Sakti dapat job manggung kesana kemari, setelah cover lagi di yatab, banyak yang subscribe, terus sering upload di sosmed. " Jawab Sakti.


"Oh udah jadi artis. "


"Ya dong, bentar lagi manggung sama, arti papan atas. "


"Yang ada Papan penggilasan."


"Yeee.. mba mah gitu aja. "


"Sukses terus dek, ingat kuliah kamu. Dua semester lagi, jangan sampai tunda skripsi sama wisuda. "


"Siap mba. "


"Sakti masih kerja sambil kuliah? " Tanya Fatih yang baru selesai mandi.


"Sekarang sedang manggung ke setiap kota, setelah viral cover lagu, banyak yang ajak kerja sama, sampai road show di ajak terus."

__ADS_1


"Sukses terus ya, ingat kuliah jangan sampai gagal. "


"Siap Mas, Sakti nggak akan kecewakan semuanya. "


"Ingat, kamu itu cowok. Kamu itu suatu saat memiliki tanggung jawab yang besar, jangan sampai kamu sebagai cowok tidak bertanggung jawab. "


"Siap Mas, beres. "


*****


"Loh kok ini beli nya serba pink sih? " Ucap Fatih saat melihat Mentari membeli barang secara online, perlengkapan bayi.


"Kan anak kita cewek Mas, lihat lucu kan? "


"Lucu sih, tapi masa pink semua Yank. "


"Kan, cewek indentik sama warna Pink."


"Tapi kan Yank, jangan pink semua. Jadi nya kan kelihatan nya gimana gitu. "


"Pokoknya warna pink. "


"Ya udah, terserah Ayank. "


"Papah ganteng nya Mamah, besok beli tempat tidur bayi ya. "


"Iya, warna pink lagi. "


"Iya dong, warna pink. "


"Iya, siap nyonya. "


"Makasih Papah sayang. "


"Sama - sama, mamah sayang. "


Mentari langsung memeluk tubuh Fatih, sebelum ny mencium kedua pipi suami nya, yang semakin hari semakin rasa sayang dan cinta yang begitu besar.


"Kalau ngerayu begini ya. "Sindir Fatih pada istri nya yang sedang bermanja pada Fatih."


"Kan minta nya, sama suami sendiri. "


"Bisa saja ngomong nya, ini nih buat Mas selalu streas. "


.


.


.


.


.


Aku masih ingat betul ketika sepiring amarah selalu kita jadikan cemilan di tengah-tengah hangatnya dua gelas kopi yang belum kita cicipi sama sekali.


Aku juga masih ingat tentang perbedaan sudut pandang yang menjadi orang ketiga antara hubungan kita yang belum genap setahun, Atau tentang begitu teganya ke egoisan mencangkul benih-benih asmara yang belum mengakar dengan kuat pada ladang perasaan kita.


Disini, Aku masih mengingatmu beserta semua kejujuran dan kebohongan yang pernah kamu t


lakuka tanpa sehelai pembelaan pun.


Aku juga masih hafal segala bentuk kurang dan lebih yang menakdirkan diri untuk menjadi bagian dalam hidupmu.


Tentang bagaimana raut mukamu merasakan segelas kopi yang tak menghadirkan manis di tegukan terakhir, Atau ? Ah sudahlah ..


Berhenti berfikir jika aku benar-benar bisa melupakan meski kalimat tersebut keluar dari bibirku sendiri. Karena saat sepi benar-benar nyata, Tak ada yang lebih indah selain membongkar kembali apa yang tidak bisa lagi untuk di miliki.

__ADS_1


...( NRFF)...


__ADS_2