
"Yank... Ayank...!!! " Fatih masuk kedalam rumah nya, tapi Mentari tidak ada.
"Yank.... Ayank... kamu dimana? " Panggil Mentari.
Fatih mencari di setiap kamar pun tidak ada, bahkan di halaman belakang pun tidak ada, Fatih mencoba menghubungi Mentari ponsel nya tidak aktif.
"Kamu bicara apa Mentari sama orang tua kamu, bisa - bisa Mas kena amukan orang tua kamu. " Fatih mengemudi kan mobil nya menuju ke arah rumah Mertua nya.
Saat sampai di rumah mertua nya, Fatih langsung bersalaman dengan Ayah Mertua dan Ibu Mertua nya.
"Mentari ada di dalam kamar, kamu temui dia." Ucap Ibu Nuri.
"Fatih, ingat kalau sampai Mentari ngamuk, Ayah nggak segan - segan pukul kamu."Ufao Pak Slamet.
"Maaf Ayah, ini salah paham. "
"Kami paham, sudah sana selesai kan masalah kalian. " Ucap Pak Slamet.
Fatih pun membuka pintu kamar, terlihat Mentari sedang memainkan ponsel nya, pintu pun di tutup rapat dan di kunci nya.
"Yank, pulang yuk. " Ajak Fatih sambil memijat kaki istri nya.
Mentari diam dan tetap memainkan ponsel nya, hingga kehadiran suami nya, tidak di hiraukan.
"Lagi main apa sih? serius banget kayak nya." Fatih sambil melongok ke arah ponsel istri nya namun langsung di sembunyikan ponsel nya di bawah bantal.
"Mas nanya, saya juga bertanya - tanya, itu perempuan siapa? dan anak kecil itu siapa? "
"Ayank nanya, Mas juga akan jawab, tapi dengarkan baik - baik, jangan langsung potong penjelasan dari Mas. "
"Cepat katakan."
"Dia itu namanya Irene, sekarang jadi Kapolsek Panaran, itu anaknya namanya Nagara, suami nya Tentara. Tapi sedang dinas luar, Irene itu pacar Mas sewaktu kita sama - sama masih pendidikan, Dia di Akpol Mas Di IPDN, kita pacaran jarak jauh, ketemu saat kita sama - sama libur, putus nya sih karena komunikasi, pacaran 3 tahun, ketemu baru sekali atau dua kali ya, segitu an lah. Awal ketemu nya sih, pas kelulusan SMA Mas di kenalin sama teman, sekarang teman Mas yang jodohin kita berdua udah meninggal dunia. Mas ketemu lagi baru sekarang, Mas hanya ingin bilang minta maaf dan meluruskan kejadian masa lalu. Mas nggak ada niat untuk balikan sama mantan, atau menyakiti kamu. Dia juga sudah move on, setelah putus sama Mas, suami nya itu pacar setelah putus sama Mas. Itu penjelasan Mas, kamu mau percaya atau tidak, bisa kamu tanyakan sama Irene. Dia nya juga, ingin ketemu sama Ayank, ingin kenalan. "
"Udah, gitu aja penjelasan nya? "
"Iya itu aja, memang fakta nya begitu. "
"Terus, ngapain photo bertiga, selfie gitu? Pake di kirim ke nomer ponsel nya Mas. "
"Ya nggak ada niat apa - apa, nih kamu hapus photo nya. Kontak nya juga kan, Mas nggak kasih nama." Ucap Fatih sambil menyerahkan ponsel nya pada Mentari, dan langsung di ambil sama Mentari. Bukan di hapus photo nya, tapi SIM card langsung di keluar kan dan di patah kan.
"Kok, di patah kan sih Yank? " Tanya Fatih yang tidak bisa berbuat apa - apa lagi.
"Tahu kan maksud nya,kalau sudah begini."
"Ta - tapi ini nomer isinya orang penting semua Yank. "
"Ganti...!!! "
"Iya, Mas ganti. "
__ADS_1
"Nanti kalau ada mantan nya lagi, tahu nomer nya kalian bertukar saya potong jadi dua lagi."
"Ya udah, nanti Mas beli lagi. "
"Kalau perlu, nggak usah punya HP."
"Jangan gitu lah, kalau nggak punya HP nanti orang - orang penting hubungi siapa?"
"Kan punya anak buah. "
*****
"Pulang yuk, kalau di sini Mas nggak bebas."
"Mas aja yang pulang, Mentari besok lagi."
"Kita kan udah baikan, masa masih pisah ranjang. "
"Baikan apanya, enak aja baikan. Kalau mau pulang sana pulang sendiri. "
"Yank, musim hujan ini, Mas tidur nya kedinginan. "
"Bodo amat, kalau mau hangat itu ada kompor, peluk aja kompor biar hangat nya tuh sekalian. "
"Itu sih bukan hangat Yank, panas. "
"Mas pulang aja sendiri, saya masih betah disini. "
Sakti menatap kesal ke arah mba nya, yang tiba - tiba merebut kentang goreng milik nya. Dan langsung beralih menatap ke arah Kakak ipar nya.
"Ini nih, gara - gara Mas Fatih saya jadi imbas nya. "
"Maaf dek, nih Mas ganti. Kamu pergi cari apa kek, uang segitu habis kan ya, kalau belum habis jangan pulang. "
"Siap Pak Camat, uang lima lembar warna merah , cus... langsung tak habiskan. " Sakti dengan semangat nya langsung pergi.
"Yank, pulang yuk. "
"Ih... Mas tuh ya, orang di bilang besok masih aja maksa."
"Yank, malu sama ibu Ayah, kalau begini disangka nya kan, kita masih marahan."
"Iya, nanti pulang. "
"Nah gitu dong, ini baru istri nya Mas."
******
"Yank, udah semua nih. Tadi Mas habis nyuci, terus jemurin. Sekarang apa lagi? "
"Pel lantai, sama nanti mobil motor di cuci sampai bersih. "
__ADS_1
Fatih langsung lemas, tugas mencuci selesai yang harus di kerjakan secara manual, kini harus menyelesaikan ketiga tugas tersebut.
"Mas istirahat dulu ya, Mas lapar juga pengen makan. "
"Ya."
"Ya apa Yank?"
"Ya makan, terus apa. "
"Ambil kan dong Yank. "
Mentari langsung berjalan menuju ke arah dapur lalu kembali membawa sepiring nasi dengan lauk ayam goreng yang tadi pagi dirinya masak.
"Nih." Mentari menyerah kan nya pada Fatih.
"Minum nya. "
Mentari kembali lagi, mengambil kan air minum untuk Fatih. Sedangkan Fatih langsung makan dengan lahap.
"Yank, pel lantai, cuci motor mobil nya besok lagi aja ya, ini udah malam. Besok Mas kan ada Pak Menteri datang. "
"Ketemu lagi dong sama Irene. "
"Kamu kan ikut Yank, nanti Mas kenalin."
"Iya deh, pengen tahu asli nya cantik siapa."
"Cantik kamu lah. "
"Alah bohong. "
"Sayang, dimata suami hanya kamu yang paling cantik, walau di luar sana ada yang lebih cantik. Tapi tetap di mata Mas kamu lah yang paling cantik, percaya sama Mas. "
"Iya percaya deh, dari pada nangis bombai."
"Paling juga kamu Yank, nangis bombai."
"Ih... Mas jahat. "
Hahahahaha...
"Sini duduk pangku sama Mas. " Mentari langsung duduk di pangkuan Fatih, yang sedang makan. Mentari mengalungkan kedua tangan nya di leher Fatih, dengan manja nya Mentari meminta makan di suapi.
Hingga akhir nya setelah makan, mereka berdua berakhir di tempat tidur, melepaskan semua rasa cinta, dan masing - masing telah mendapatkan kepuasan sendiri.
"Di kasih begini juga udah luluh marah nya." Fatih mengecup bibir tipis Mentari yang kini sudah menjadi candu nya.
.
.
__ADS_1
.