Mentari Dan Pak Camat

Mentari Dan Pak Camat
Honey moon


__ADS_3

"Ayah sama Ibu kesini nggak bilang - bilang sih. " Ucap Fatih.


"Kami ini nggak sengaja janjian, pas sampe depan rumah, nyampe nya sama - sama. " Ucap Ibu Hasna.


"Benar loh, makan nya pas ketuk pintu ramai an. " Ucap Ibu Nuri.


"Kalian apa kabar pernikahan nya? Sudah ngisi belum Mentari. " Tanya Pak Syahrul.


"Belum di kasih Ayah. " Jawab Mentari.


"Gimana mau di kasih, orang gagal terus. " Ucap Fatih langsung mendapatkan cubitan dari Mentari.


"Gagal apa nya? " Tanya Pak Slamet penasaran.


"Itu Ayah, maksud nya gagal tembus. " Jawab Mentari bohong.


"Oh, itu sih, Fatih nya kurang jago. " Sindir Pak Slamet.


"Nah betul kata Ayah mertua kamu. Kurang jago main nya. " Ucap Pak Syahrul.


Fatih hanya tersenyum sambil menggaruk kepala nya yang tidak gatal, begitu juga Mentari yang menahan tawa setiap, mengingat setiap kejadian dirinya dan Fatih akan melakukan hubungan suami istri selalu saja ada halangan.


"Eh.. lupa, bawa makanan nih, kita makan sama - sama yuk,Ibu masak sengaja dari rumah, ingin makan sama - sama. " Ucap Ibu Nuri.


"Ibu masak apa? " Tanya Mentari.


"Macam - macam, kamu siap kan sana. "


"Tari bawa ke dapur dulu ya bu. "


Fatih langsung mengekor mengikuti Mentari, Fatih membantu menggantikan wadah berisi lauk pauk, dan nasi.


"Yank."


"Ehm."


"Kita sekali - kali liburan yuk, lumayan lusa ada tanggal merah pas hari jumat, kita honeymoon. "


"Kemana Mas? "


"Yang jauh, biar nggak di ganggu terus. "


Mentari tersenyum dan mencubit lengan Fatih, tawa mereka tiba - tiba menggelegar dan langsung berhenti karena membuat kedua orang tua mereka menatap.


"Kadang suka pengen ketawa. " Ucap Mentari.


"Benar ya, kita kesana. "


"Hari minggu, Mas Gibran nikah. "


"Kita bisa datang, langsung dari sana ke tempat pernikahan nya. "


"Tapi nggak bisa menghadiri akad nikah nya. "


"Ya nggak apa - apa, yang penting datang. "


"Kenapa nggak coba nanti malam saja. "


"Nggak, takut nanti anak buah Mas datang ketuk - ketuk, bikin darah tinggi. "


"Nggak lah. "

__ADS_1


"Mas Trauma. "


******


"Rasa nya enak banget. " Puji Ibu Hasna.


"Alhamdulillah kalau suka. " Ucap Ibu Nuri.


"Bu, Ibu itu jago banget yang namanya masak, apalagi buat sambal nya beuh... mantap. " Ucap Mentari.


"Pantas, ini sambal terasi nya enak. "


"Kata saya, Bu kalau Ayah pensiun, buka warteg saja. " Ucap Pak Slamet.


"Tapi, kata istri saya malah bilang begini, Ayah pensiun berarti Ibu sama Ayah menikmati hari - hari tua bersama, tinggal makan tidur, main sama cucu. "Ucap Pak Slamet kembali.


" Berarti sama seperti istri saya, dia juga bilang begitu, katanya hari tua di nikmati sambil bermain sama cucu. " Ucap Pak Syahrul.


"Nah, makan nya kalian cepat kasih kami cucu, jangan kelamaan. " Ucap Ibu Hasna.


"Doa kan saja Bu, Ayah. " Ucap Fatih.


"Kalau Allah sudah kasih rejeki sama kita, pasti Mentari hamil, kalau belum ya berarti kita belum di percaya. Tapi kita akan terus berusaha kok. " Ucap Mentari.


*****


"Yank...!!! "


"Ayank...!! "


"Ada apa Mas? "


"Coba deh, buka. "


Mentari membuka isi paper bag, dan di buat kaget saat melihat ada beberapa lingerie, bahkan pakaian seksi lain nya.


"Mas, kamu nggak lagi sakit kan? "


"Itu buat nanti kita honeymoon. "


"Kita kan bukan di rumah Mas, tapi di hotel. "


"Mas pesan privat room, khusus pengantin baru. Disana ada kolam renang pribadi, bahkan kamar yang luas dan ada dapur nya sendiri. "


"Mas, berlebihan loh. "


"Nggak apa - apa sayang. "


"Tapi jamin nggak, tidak terlihat orang luar. "


"Jamin, kamu dan Mas nggak akan terlihat. "


"Ada yang buat renang nya lagi. "


"Mas kan ingin kita, kayak ala - ala di film itu."


"Fantasi nya, tinggi banget ya Mas. "


"Kan sama istri sendiri. "


*****

__ADS_1


"Yank, cepat dong, Keburu siang. " Ucap Fatih yang susah siap berangkat.


"Nanti dulu Mas, sabar kenapa. "


"Lagi apa sih? "


"Ini, meriksa barang bawaan punya saya Mas."


"Udah kenapa, Mas udah masukan semua peralatan tempur kamu. "


"Ya udah yuk, berangkat. "


Fatih dan Mentari pun pergi berbulan madu, ke daerah pantai, dimana disana akan menginap di hotel dengan dekat pantai, dengan spot kamar yang ke arah pantai.


Perjalanan yang hampir memakan waktu tiga jam, membuat Mentari langsung mencari kursi empuk di lobi hotel. Setelah Fatih selesai mengurus pemesanan kamar, mereka berdua berjalan menuju kamar.


Mentari begitu sangat takjub, saat melihat pemandangan dari kamar hotel, dan saat membuka pintu, langsung di suguhkan pemandangan kolam renang pribadi, dan pantai yang sangat indah.


"Mas, ini sih betah banget. Nggak mau pulang."


"Mas, sengaja pilih ini kamar. Ini kamar khusus honeymoon, kita juga bisa menikmati indah nya malam dari sini. "


"Makasih banget Mas, makasih. "


*****


Mentari berjalan ke arah kolam renang, Fatih menatap istri nya kini hanya memakai dalaman seksi yang di beli nya. Kedua kaki jenjang nya, turun ke kolam, tangan Fatih menyambut nya dan menarik pelan tubuh Mentari ke pelukan nya.


Kini mereka berada di tengah kolam, tangan Mentari di kalungkan nya di leher Fatih, bibir Fatih langsung melahap bibir tipis Istri nya.


"Kamu cantik dan seksi. " Bisik Fatih dengan nada sensual.


Tangan Mentari menjelajahi dada bidang suami nya, hingga satu kecupan di darat kan di bibir Fatih.


"Hari ini saya milik kamu Mas, kita menikmati manis nya cinta tanpa ada gangguan. "


Fatih dan Mentari berciuman, hingga tangan kedua nya tak henti saling bergantian memberikan sebuah sentuhan. Fatih membawa Mentari ke tepi kolam, di angkat nya tubuh Mentari hingga ke arah tempat tidur.


Lidah menyapu tubuh Mentari, hingga banyak meninggalkan jejak, kini mereka sama - sama tak memakai sehelai benang, kulit mereka saling menempel.


"Mas."


"Ya sayang. "


"Pelan ya. "


"Iya." Fatih mengecup bibir Mentari, saat milik nya mencoba untuk menerobos masuk, Mentari hanya bisa memejamkan kedua mata nya dengan menggigit bibir bawah nya, saat rasa perih dan terkoyak di bagian intinya.


Fatih memberikan ciuman di bibir Mentari, untuk menghilang kan rasa sakit, hentakan demi hentakan, telah berubah menjadi sebuah kenikmatan. Hingga mentari merasakan ingin meledak, hingga akhirnya Mentari melepaskan semua kenikmatan nya, sedang kan Fatih masih terus memaju mundur kan milik nya, hingga terasa lahar pun ingin meledakkan di tempat nya.


Rasa lega, saat lahar cinta nya, menyembur tepat kedalam lubang kenikmatan Mentari, mereka sama - sama terkulai lemas, dengan keringat membasahi tubuh kedua nya.


"Akhirnya, Mas bisa jebolin kamu juga, setelah iklan nya banyak. "


"Mas ih. " Mentari membenamkan wajahnya di dada Fatih, tangan kekar itu kini memeluk tubuh polos istri nya.


"Mas bahagia Yank, akhirnya kita benar - benar menjadi suami istri sebenarnya. Nafkah lahir batin terpenuhi. "


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2