
"Katanya, tunggu saja. Sedang di proses, SK nya nanti juga turun." Ucap Malik, sepupu Fatih.
"Makasih Mas, sudah di tanyakan." Ucap Mentari.
"Sama - sama, Tari. "
"Tuh Yank, sabar ya. "Ucap Fatih.
" Iya Mas, makasih udah bantuin mengurus berkas Mutasi. "
"Sama - sama,
" Iya, Mas saya tunggu." Ucap Mentari.
"Nanti juga, kalau jadi kasih kabar ke saya kok." Ucap Malik.
"Nanti kabari saja, walau ada yang kenal juga Yank tetap saja proses, nggak maju langsung tanda tangan. "
"Iya Mas, paham. "
"Udah sekarang, jalani dulu tunggu saja ya." Fatih sambil membelai dengan sayang kepala Istri nya.
*****
"Kamu kangen masakan ibu ya? " Ucap Ibu Nuri sambil menaruh beberapa masakan yang sudah matang di atas meja.
"Iya Bu, kangen masakan ibu. Selama hamil, Mas Fatih yang masak. Nggak boleh mengerjakan pekerjaan rumah, mau di kasih pembantu kata Mas Fatih , udah aja biar di kerjakan sendiri. "
"Kalau Fatih, masih bisa mengerjakan sendiri, ya nggak apa - apa. Tapi nanti kalau udah melahirkan, jangan semua nya suami. Kamu bagi tugas, masa pekerjaan perempuan di kerjakan laki - laki. "
"Iya Bu, Mentari nya juga, ngerti kok masa suami semua. "
"Kamu menginap disini? "
"Nggak Bu, malam juga pulang. Sekarang Mas, Fatih sedang ada di Desa Kertasura. "
"Kirain, kamu menginap. "
"Nggak bawa pakaian Bu. "
"Pakaian banyak, di lemari kamu ada beberapa. "
"Udah nggak muat Bu, ini pas hamil baju dadak beli."
"Suami kamu juga, sekarang gemuk ya? "
"Iya Bu, jarang olah raga Pas saya hamil. Makan nya juga, akhir - akhir ini banyak. "
"Suruh diet, nggak enak di lihat nya kalau perut nya buncit. perut nya, sedikit terlihat buncit dia. "
"Hahahahaha.. biar kayak Om - om, biarin aja Bu, biar nggak ada yang naksir. "
"Jangan begitu lah, Ibu nggak enak lihatnya. "
"ih.. ibu yang jadi istri nya itu, saya atau ibu sih. "
*****
"Mas, kata ibu suruh diet. " Ucap Mentari sambil menahan tawa.
"Iya Yank, Mas gemuk nih. Pantas celana, semua nya sempit. Seragam sampe sesak, sampe dalaman juga, udah nggak nyaman."
Hahahhahaha..
"Tanda nya, berarti itu bahagia. "
"Ah Yank, jadi nggak enak di lihat, biasanya lihat Mas, body nya bagus sekarang malah nggak bagus. "
"Mas itu, mau pamer body dengan perut six pack sama orang, atau khusus sama istri aja?"
"Sama istri lah Yank, masa sama orang. Tapi kan bagaimana juga, nggak enak di lihat nya."
"Ya udah makanan nya di atur, di jaga. Jangan timbun lemak, mending timbun uang yang banyak. "
"Hahahahah.. kamu pintar yank. "
"Yaiya dong, istri nya Pak Camat Fatih. "
"Yank, Mas mampir ke minimarket bentar ya, lagi pengen yogurt. "
"Mau Mas, beli aja yang pack an kecil. "
__ADS_1
"Berapa Yank? "
"3 juga nggak apa - apa. "
"Kalau nggak ada yang sedang aja ya ukuran nya. "
"Iya."
"Mau apa lagi? "
"Apa ya, bingung. "
"Ikut aja yuk, masuk sama - sama. "
"Nggak ah, Mas aja. Lagi males jalan nya. "
"Ya udah, bentar ya. "
"Iya Mas. "
Fatih pun turun dari mobil nya, dan langsung mengambil keranjang dan memasukan barang yang di beli pada keranjang belanja.
Saat sedang memilih, terdengar suatu keributan di kasir, Fatih mengintip dan terlihat Beli sedang berdebat dengan seorang kasir, hingga antrian panjang.
"Kenapa mba? " Tanya Fatih, Neli langsung menoleh ke arah Fatih.
"Ini Pak si mba nya, bayar nya kurang, kata nya nanti balik lagi saya bilang nggak bisa, cancel aja dulu nanti balik lagi. Eh si mba nya ngotot malah, katanya kayak nggak langganan aja. " Jawab kasir Minimarket.
"Ya udah mba, berapa? biar saya yang bayar."
"Baik Pak, total nya 650 ribu. "
Fatih langsung membayar belanjaan milik Neli, dan berlanjut membayar belanjaan milik nya.
"Mas, terima kasih ya. "
"Sama - sama. "
"Nanti saya, ganti minta nomer rekening nya."
"Nggak usah, di ganti lagi."
"Nggak apa - apa, buat kamu aja."
"Mas." Mentari menyusul kedalam mini market, melihat suami nya sedang bersama Neli.
"Hi.. Neli. " Sapa Mentari.
"Hi juga. " Balas Neli.
"Yuk Mas, udah malam. "
"Kita duluan ya. "
"Iya, hati - hati, makasih sudah bayarin belanjaan nya. "
"Sama - sama. "
***
"Tadi Mas, bayarin Neli? "
"Iya."
"Habis berapa? "
"650 ribu. "
"Banyak ya. "
"Neli kurang pas bayar, tadi sedikit ribut sama kasir, langsung Mas bayarin."
"Oh, bayarin. "
"Kenapa yank? nggak boleh. "
"Boleh aja, kan menolong sesama umat manusia. "
"Tapi kok wajah nya beda gitu. "
"Beda, bagaimana ? nggak biasa aja ."
__ADS_1
"Jangan cemburu, Mas kan milik Mentari."
"Tapi tatapan mata nya itu loh. "
"Tatapan mata siapa? "
"Si mantan, seolah menggoda. "
"Jangan begitu, nggak baik. "
"Udah itu perut di buncitin aja, jangan di kurusin lagi. "Ucap kesal Mentari.
" Nggak apa - apa nih, Mas gemuk juga."
******
Ceklek
"Neli, ada perlu apa ya? " Tanya Mentari saat akan berangkat mengajar, Neli datang.
"Mas Fatih nya ada? "
"Mas Fatih ada, nanti saya panggil. Kamu duduk saja dulu. "
"Terima kasih. "
"Mas..... ada mantan nih, datang..!! " Teriak memanggil, membuat Neli salah tingkah.
"Apa sih yank, ter.. " Udah Fatih terpotong saat melihat Neli datang sepagi ini.
"Neli, ada apa ya? "
"Mas, saya mau kembali kan uang yang kemarin, dan ini saya belikan bubur Ayam, biasa Mas Fatih suka sarapan. "
"Oh, makasih, seharusnya kamu nggak usah repot - repot kesini bawakan ini semua, dan uang juga kemarin kan saya bilang jangan di kembali kan. "
"Saya terima, makasih ya. " Ucap Mentari mengambil uang dari atas meja, Fatih merasakan jantung yang berdegup kencang, karena cara Mentari menatap ke arah nya.
"Sudah kan itu aja? " Ucap Mentari.
"Iya, kalau begitu saya pamit. "
"Hati - hati ya di jalan. " Ucap Mentari langsung menutup pintu rumah nya, sedangkan Fatih langsung beranjak bangun namun Mentari menarik krah seragam Fatih dari belakang.
"Mau siap - siap Yank, sudah jam 6.30."
"Di makan dulu bubur nya, mubazir. "
"Telat Yank, tadi kan sudah sarapan kenyang."
"Dimakan nggak? "
"Nggak."
"Makan...!!! "
"Yank, nggak muat, nanti sesak nih celana. Mas ada rapat, kalau perut nya bermasalah nggak akan nyaman."
"Makan...!!! "
"Iya, Mas makan atau Mas kasih Rizal aja ya."
"Makan...!!! "
"Iya Mas makan. "
*****
"Bapak - bapak, ibu - ibu untuk program acara adat di masing - masing desa, agar tertib dan lancar nya acara, untuk keamanan nanti di tingkat kan, supaya tidak terjadi nya keributan seperti terjadi di kecamatan lain, karena ada panggung hiburan nya, di akhir acara, tolong dari satuan Pamong Praja nanti akan bekerjasama dengan polisi. " Fatih memegang perut nya, dengan rasa yang begitu sangat melilit namun dirinya masih banyak yang harus di sampaikan.
"Pak Masduki, bisa bapak gantikan saya sebentar ? " Bisik Fatih.
"Kenapa Pak? "
"Perut saya, tiba - tiba melilit. "
"Bapak makan apa? "
"Aduh Pak, udah nggak tahan udah di ujung, tolong ya Pak. " Fatih langsung berdiri dan berlari menuju ke arah pintu keluar.
.
__ADS_1