
"Janin nya Pak Bu, jelas kelihatan ya ini kembar loh, lihat ada dua. "
"Yank, anak kita kembar loh, alhamdulillah ya Allah. " Ucap Fatih.
"Selamat ya, saya buatkan resep nya dulu. Tolong nanti di jaga, karena usia yang masih dini 6 minggu itu usia yang masih sangat rawan. "
"Iya Dok, yang penting hamil sekarang saya tidak kesal sama bau nasi. " Ucap Mentari.
"Berarti, waktu hamil anak pertama begitu ya?"
"Iya, paling kesel sama bau nasi, tapi makan doyan hanya saja bau nasi. "
"Dok, apa hamil anak kedua, anak saya bisa obesitas lagi? "
"Anak Bapak sama Ibu, Obesitas? "
"Iya dok, dari lahir sudah besar. "
"Kalau itu tergantung, tapi anak obesitas itu, di atur pola makan nya saja. "
"Terima kasih dok, informasi nya. " Ucap Fatih.
*****
"Akhirnya, kita mau punya anak lagi sayang, langsung dua jadi tiga kita, punya anak. " Ucap Fatih sambil menggenggam tangan Mentari , dan tangan kiri nya fokus ke setir mobil.
"Alhamdulillah Mas, rejeki. " Ucap Mentari.
"Rinjani pasti senang, dia akan berubah dewasa kalau adik nya sudah lahir. "
__ADS_1
"Anak itu, bikin kita kadang naik turun jantung nya. Sifat nya itu loh Mas, kadang buat kita geleng - geleng kepala, dewasa belum waktu nya. Tapi anak nya cerdas, selalu buat kita kangen terus sama dia. "
"Asal jangan salah mendidik anak saja, anak kita yang masih dalam perut, sudah menjadi tanggung jawab kita sebagai orang tua, tanggung jawab kita ini semakin besar, dengan di kasih kepercayaan lagi."
****
"Jadi Rinjani mau punya adik dua." Ucap Rinjani dengan ekspresi wajah bahagia nya, saat mendapat kan kabar, kalau kehamilan Mamah nya, mengandung anak kembar.
"Iya sayang, nanti di sayang ya adik nya. " Ucap Mentari.
"Pasti Mamah, Rinjani akan sayang sama adik, dan Rinjani punya teman di rumah. "
"Sini anak Papah Mamah. " Fatih mengangkat tubuh Rinjani, dengan memangku nya.
"Nanti jangan nakal ya, jangan doyan nangis lagi. " Ucap Fatih.
"No Papah, Rinjani sudah besar, besar seperti tubuh Rinjani. " Ucap Rinjani tertawa, di ikuti dengan kedua orang tua nya.
"Nanti panggil Rinjani, kakak ya. "
"Iya sayang. " Ucap Mentari menarik pelan hidung Rinjani.
*****
Mentari hanya duduk, sambil makan manisan buah kedongdong. Sedangkan yang lain nya, sedang menempel kan stiker nama undangan, untuk kartu undangan pernikahan Sakti.
"Mas, nanti yang jadi supir bawa saya ke gedung pernikahan di mobil pengantin Mas ya. " Ucap Sakti.
"Masa jadi supir sih, tuan rumah ini. " Ucap Fatih.
__ADS_1
"Kamu seperti nggak ada Pak Karto saja, dia lah supir pribadi Ayah. " Ucap Mentari.
"Tua Mas, biar momen nya Pas. Saat di photo, dan di video. Kalau muda semua kan keren."
"Memang nya supir di photo juga ya? bukan nya nanti fokus hanya sama pengantin nya saja. "
"Mas kan keren, tinggi, ya.. ya... "
"Nggak, nggak mau. "
Sakti langsung cemberut, sambil masukan kartu undangan ke dalam kardus. Rinjani menepuk pundak Om nya, sambil menggeleng kan kepala nya.
"Sungguh semakin rumit, cobaan hidup Om Sakti. " Ucap Rinjani, dan Sakti langsung memeluk tubuh keponakan nya.
"Cieeee so sweet banget sama Om. "Sindir Fatih.
" Diam Papah, Om tersayang sedang galau. " Ucap Rinjani, dan Mentari tertawa hingga Fatih pun ikut tertawa.
.
.
.
.
...TAMAT...
.
__ADS_1
.
.