Mentari Dan Pak Camat

Mentari Dan Pak Camat
Gara - gara Pink


__ADS_3

Fatih hanya menyilangkan kedua tangan nya, saat membeli perlengkapan bayi, dari mulai tempat tidur, botol susu hingga bantal dan selimut semua nya serba pink, bahkan sebelum berangkat istri nya, telah memasang gordeng, hingga cat tembok berwarna pink.


"Mas, lihat sepatu, perlengkapan sendok sama mangkok nya pink semua ya. "


"Iya, terus apa lagi yank? "


"Hem... Mas, stroller bayi nggak ada warna pink ya, kita cari yuk. "


"Kalau warna pink, jarang Yank, stroller bayi sih, kebanyakan warna hitam."


"Pokok nya cari. "


"Kita cari online aja ya. "


"Boleh, pengiriman dari luar negeri juga nggak apa - apa deh. "


"Udah? kalau udah Mas bayar. "


"Mainan Mas, sama sepeda. "


"Yank, anak kita itu belum lahir, kok udah di belikan sepeda sih? nanti lagi lah kalau udah lahir umur 2 tahun, anak masih dalam perut udah di belikan sepeda. Mau buat Mamah nya yang pakai. "


"Ya kan sekalian. "


"Udah beli yang seperlunya aja, sekarang mau apa lagi? "


"Apa ya, udah deh. "


"Ya udah, Mas bayar ya. "


Mentari pun duduk dan minum yang tadi di belikan oleh Fatih, sedangkan suami nya sedang melakukan transaksi pembayaran.


*****


"Pak, kata ibu, kamar mandi juga di renovasi."


"Renovasi kamar mandi yang mana ya? "


"Kata Ibu, kamar mandi yang sekarang sedang di cat. "


"Minta renovasi model gimana katanya? "


"Keramik yang di tembok, di ganti dengan model keramik hello kitty warna pink, bahkan bathtup nya juga sama toilet nya juga."


"Nanti ya, saya bicara sama ibu. Sekarang teruskan saja cat nya. " Ucap Fatih lalu langsung berjalan mendekati istri nya yang sedang memakan cemilan di depan TV.


"Yank, kata tukang kamu minta renovasi kamar mandi ya? "


"Iya Mas, saya ingin serba pink. "


"Toilet sama bathtup warna pink, mana ada yank, semua nya juga warna putih. "


"Beli online aja, pengiriman dari luar negeri juga nggak apa - apa. "


"Ya Allah yank, toilet sama bathtup beli dari luar negeri, ongkir pesawat nya aja berapa. Mahal ongkir nya aja, udah deh jangan yang aneh - aneh, itu kamar mandi udah bagus. Kamu tahu, Mas bangun kamar mandi aja itu sampe 30 juta loh, masa mau di rusak."


"Bukan di rusak Mas, nanti yang itu di pindah ke kamar mandi yang di luar, nggak mubazir kan. "


"Yank, bukan masalah uang nya, udah sih yang ada aja. Masa harus pink semua."


"Masa cat kamar nya pink, kamar mandi nggak pink. "


"Ayank, cari dimana lagi? "


"Cari Mas. "


"Sampe luar negeri, cari yang pink itu susah. Dimana - mana itu, warna putih. "


"Ya udah, kalau nggak bisa , sepeda aja ya. "


"Ayank...!!! "


*****


"Hahahahaha... kamu itu Mentari, Ibu sama Ayah sampe ngakak, anak belum lahir sudah di belikan sepeda. " Ucap Ibu Nuri.

__ADS_1


"Nggak tahu nih, mba Tari kayak orang gimana gitu. " Ucap Sakti.


"Gimana apa nya dek, mau bilang apa hayo. " Ucap Mentari.


"Mas, kenapa sih, hal yang begini di turutin. Ngaco nih istri Mas Fatih. "


"Biar aja dek, dari pada nanti tambah minta yang aneh - aneh. Mas sih cuman duduk, kasih uang, urusan nya Mba kamu yang kerjakan. "


"Yang penting, lancar persalinan nya. " Ucap Pak Slamet.


"Amin..!! " Ucap semua nya.


"Mas, kok kenceng banget nih. " keluh Mentari.


"Capekan itu, sana kamu rebahan." Ucap Ibu Nuri.


"Bawa kamar Fatih. "Ucap Pak Slamet.


" Istirahat ya. " Ucap Fatih.


****


Di dalam kamar, Fatih mengusap punggung Mentari, rasa pegal yang di rasakan istri nya saat ini.


"Capek tadi siang, nggak mau diem. "


"Kan buat anak kita Mas. "


"Kayak nggak percaya sama tukang nya aja."


"Mas."


"Hmmm apa lagi? "


"Lapar."


"Mau makan apa? "


"Mau nasi goreng kambing. "


"Pedas ya. "


"Iya , terus apa lagi? "


"Mau es jeruk. "


"Di dapur habis? "


"Masih, mau nya beli aja di luar. Ya udah nanti beli. "


Fatih pun keluar dari kamar, dan mengambil kunci motor nya, tak lupa mengenakan sweater kesayangan nya.


"Dek, mau ikut nggak? "


"Kemana Mas? "


"Cari nasi goreng buat mba, Ayah sama ibu mau nasi goreng? "


"Makasih Fatih, Ayah kenyang. "


"Ibu gimana?"


"Sama ibu juga kenyang."


"Saya mau Mas. " Ucap Sakti.


"Ya udah, yuk ikut. "


*****


Sambil menunggu nasi goreng, Fatih dan Sakti merokok. Fatih yang lama tidak merokok, kini baru merasakan rasa rokok yang dulu pernah di sukainya.


"Berapa tahun Mas, nggak merokok? "


"Lama banget, ada 5 tahun. "

__ADS_1


"Bisa nya nggak merokok? "


"Kenapa ya? " Ucap Fatih sambil mengingat.


"Oh, sama Mantan, waktu itu baru PDKT. "


"Nggak suka ya? "


"Iya, nggak suka rokok. Nggak tahu mba kamu, karena sama mba kamu mas kan belum pernah merokok. " Ucap Fatih sambil menghembuskan asap rokok nya.


"Mba Mentari juga nggak suka, saya merokok di dalam rumah langsung di suruh pergi, malah rumah langsung di semprot perfume."


"Mas juga, waktu itu udah ngerasain nggak enak, batuk - batuk terus. Mungkin ya harus stop, pas itu sampe sekarang nggak batuk - batuk sering gitu. "


"Saya juga, paling satu bungkus sehari. "


"Paling ya, hahahahha sama kayak Mas dulu. Kurangi dek, jangan kayak Mas takut gejala."


Pesanan pun matang, dan langsung kembali pulang, karena pesanan es jeruk di penjual nasi goreng pun ada.


*****


"Yank, ini nasi goreng sama es jeruk nya. "


"Ngantuk Mas, buat Mas aja. " Ucap Mentari yang langsung menarik selimut nya sampai menutupi seluruh tubuh nya.


"Yank, katanya lapar. Nih Mas belikan, masa nggak di makan. "


"Tadi udah makan sama mie rebus, dapat buat nya ibu. "


"Ya Allah Yank, Mas beli nasi goreng kamu minta, malah buat mie rebus. "


"Anak kita minta mie rebus. "


"Ah... Ayank, kerjain Mas aja. "


Mentari membuka selimut nya dengan mata yang masih berat, memaksa membuka nya.


"Kasih sama Sakti. "


"Sakti udah beli sendiri, ini nasi goreng pedas loh. Mas kan nggak suka pedas. "


"Ayank kenyang. "


"Yaudah lah. " Ucap Fatih langsung keluar kamar membawa kembali nasi goreng dan es jeruk.


"Mentari nggak mau ya? " Ucap Pak Slamet.


"Iya katanya tadi buat mie rebus ya, suruh ibu." Ucap Fatih.


"Iya, dia minta mie rebus. kata ibu, suami sedang beli masa minta buat mie rebus. " Ucap Ibu Nuri.


"Sini, Ayah yang makan. Kamu nggak suka pedas kan? "


"Iya Ayah, nggak suka pedas. "


****


"Mas bangun" Mentari menggoyang tubuh Fatih yang masih tertidur.


"Masih ngantuk Yank. "


"Bangun Mas, udah jam 10 siang. "


"Astagfirullah, Yank kenapa nggak bangunin jam 6 tadi? "


"ini kan hari minggu, biasa nya habis Shalat shubuh tidur lagi kalau libur. "


"Ah... Ayank, Mas ada janji sama kepala desa babakan. " Fatih langsung berlari masuk kedalam kamar mandi.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2