Mentari Dan Pak Camat

Mentari Dan Pak Camat
Pindah Tugas


__ADS_3

Masa lalu, mungkin kisah yang sulit dilupakan , apalagi sebuah kisah indah yang tidak akan pernah lupa, dengan kisah yang menarik dan menyenangkan bersama dia. Namun semuanya, berbeda dengan masa kini , bersama pasangan yang berbeda.


Selamat tinggal masa lalu yang indah, ada yang lebih indah dari kemarin. Yaitu suatu kebahagiaan menuju keabadian cinta hingga surga nanti.


.


.


.


.


"Bu Ela, minta tolong buat kan lolos butuh."


"Buat siapa Bu? "


"Buat saya. "


"Loh, Ibu mau pindah? "


"Iya Bu, saya mau pindah. "


"Pindah kemana? " Tanya Ibu Ela staf tenaga administrasi bagian kepegawaian.


"SMP dekat sama kantor nya Bapak. " Jawab Mentari.


"Ya Allah Bu, padahal udah lama disini, tapi ya mau gimana lagi. Kita nggak bisa melarang. "


"Tolong ya Bu, nanti buatkan. Saya juga mau minta izin ke Pak kepala sekolah."


"Ya Bu, kalau sudah deal nanti hubungi saya lagi. "


"Siap Bu, makasih. "


Mentari berjalan ke arah ruang Kepala sekolah, Pak Bani, kepala sekolah dimana Mentari mengajar langsung menyuruh nya untuk duduk.


"Begini Pak, saya kesini ingin minta ijin, kalau saya mau pindah dari sekolah ini. "


"Kenapa Pindah Bu, padahal Ibu adalah guru yang sangat berprestasi, kalau tidak ada ibu, kami sangat kehilangan. "


"Maaf Pak, saya tidak bisa melanjutkan nya lagi disini. Dan Bapak kepala sekolah, pasti paham lah, bagaimana sih kita setiap hari bertemu. "


"Benar Bu, dari pada salah paham, lebih baik ada yang mengalah salah satu. "


"Benar Pak, apalagi rumah tangga nya sedang tidak baik. Ini juga permintaan suami, agar saya pindah saja. "


"Baik Bu, dengan berat hati saya ijin kan."


"Alhamdulillah, terima kasih Pak. Saya pun tidak akan lupa akan sekolah inj. "


"Nanti langsung ke Ibu Ela saja. "


"Siap Pak. "


****


"Gimana? "


"Di ijin kan, saya tunggu ya Bu. "


"Nanti kalau sudah di tanda tangani sama Bapak, saya akan kasih tahu Ibu. "


"Siap."


"Eh, Bu Tari mau pindah? "Tanya Ibu Neni.


" Iyalah pindah, siapa sih yang enak mengajar sama mantan, apalagi istri nya di belakang nggak suka sama Mentari. " Jawab Ibu Ela.


"Benar juga, ngapain ya tetap bertahan disini, kalau tidak ada yang mengalah. "


"Nah itu dia, dan dengar nggak gosip nya kalau Pak Gibran sama Bu Tita, sedang renggang. "

__ADS_1


"Bukan nya sedang hamil ya? "


"Ya hamil setelah melahirkan baru di cerai."


"Jodoh ya Bu, memang susah di tebak. "


"Bukti nya, Bu Mentari sam Pak Fatih kan di jodoh kan, tapi malah bahagia sekarang. Sedang Pak Gibran, juga sama. Tapi beda nya, Pak Gibran tekanan batin. "


"Itulah cinta, akibat perjodohan, tidak semua orang bahagia, bahkan kebalik kan nya. "


*****


"Serius? " Tanya Aneke.


"Serius, sudah dapat lampung hijau dari kepala sekolah. "


"Padahal kamu nggak harus pindah. "


"Nggak, harus ada yang mengalah. Saya nggak enak, kalau terus di cemburuin sama Tita. "


"Dasar si Tita nya saja, nggak bisa dewasa dikit. Pantas, Gibran nya juga yang jadi suami nya ikut kesal. "


"Nah, makan nya itu. Kata Mas Fatih, pindah saja. "


"Jadi ini tuh, keinginan Pak Fatih ya pindah. "


"Iya, keinginan dia. Mas Fatih, nggak mau saya di sangka pelakor. "


"Saya merasakan sangat kehilangan kamu, kita kan dari awal honor sama - sama sampai di angkat jadi pegawai negeri. "


*****


Kabar Mentari mengajukan pindah pun hari ini langsung menyebar dari mulut ke mulut, bahkan Gibran dan Tita pun mendengar nya.


"Tuh, mantan nya nanti pindah. Sudah nggak ada saingan. " Sindir Ibu Wanti


Tita hanya diam saja, sambil bermain ponsel nya sedangkan Gibran langsung keluar dari ruangan guru.


"Kamu benar, mau pindah? " Tanya Gibran.


"Iya, kenapa? "


"Kenapa, tiba - tiba? "


"Maaf Mas, saya tidak bisa terus mengajar disini. Dan suami juga menyarankan saya untuk pindah, dari pada saya nanti di kira perusak rumah tangga orang. Dan saya tidak mau, Tita nggak nyaman, kalau nggak ada saya kan, dia akan nyaman. "


"Kamu jangan hiraukan ucapan Tita, dia memang orang nya seperti itu. "


"Nggak Mas, saya akan turuti kemauan suami saya, dan Mas juga, harus baikan lagi sama Tita, kasihan kalau anak lahir, Ibu Bapak nya malah tidak bersama. "


"Saya sudah memutuskan, setelah melahirkan akan Mas cerai. Dari pada tekanan batin. "


"Terus, anak nya? "


"Tetap sama Ibu nya, saya tetap bertanggung jawab kepada anak nya. Hanya sudah tidak ada status lagi. "


*****


"Gimana sudah maju? "


"Sudah Mas, tinggal tanda tangan kepala sekolah, terus langsung ke kantor Dinas Pendidikan. "


"Oh iya, jadwal cek kandungan jam berapa? " Tanya Fatih.


"Kalau di tempat praktek sih, sampai malam." Ucap Mentari.


"Yaudah Mas siap - siap ya, kamu juga siapa - siap. "


*****


"Alhamdulillah Pak, sehat ibu dan janin nya. Masuk usia 3 bulan ya Bu. " Ucap Dokter kandungan.

__ADS_1


"Alhamdulillah, tapi nggak ada masalah kan Dok? " Tanya Fatih.


"Nggak ada, normal. " Jawab Dokter Dokter Kandungan.


"Dok, kenapa ya sampai sekarang masih nggak suka bau nasi? "


"Makan nasi nya doyan? "


"Nggak."


"Jadi makan nya gimana? "


"Roti, kadang snack. "


"Tapi nanti di coba ya sedikit demi sedikit, dan saya akan tuliskan resep nya. "


*****


"Ini Sk nya kan? "


"Iya Mas, besok mungkin surat nya. "


"Nanti sama Ayank kesana nya, dan besok nya langsung Mas sama Ayank ke kantor dinas."


"Iya Mas. "


"Tadi gimana ada reaksi kamu mau pindah? "


"Ya semua menyindir pada Tita, namun Tita diam saja seakan masuk telinga kanan keluar telinga kiri. "


" Watak ya. "


"Iya watak Mas. "


******


"Ini Bu, sudah di tanda tangan sama Pak Kepala sekolah. " Ucap Ela sambil menyerah kan berkas pada Mentari.


"Terima kasih ya. ".


" Sama - sama, semoga surat tugas yang baru cepat turun. "


"Amin."


Mentari berjalan, ke arah ruang guru, dan menghampiri sahabat nya, Aneke yang sedang mengoreksi tugas siswa.


"Berkasnya sudah bisa di serahkan. "


"Semoga cepat turun surat tugas nya, dan betah disana. "


"Amin, dan kalau sudah turun, saya pasti sedih meninggal kan sekolah ini. "


"Pasti lah, banyak kenangan nya. "


Mentari tersenyum sambil menatap ruangan nya, mengambil keputusan demi kebaikan nya dan rumah tangga dirinya.


*****


"Pindah ke SMP mana? "Tanya Gibran pada Ibu Ela.


" Pindah ke SMP N unggulan panaran Pak. " Jawab Ibu Ela.


"Berarti dekat sama kantor suami nya. "


"Iya Pak, biar pulang pergi sama - sama. "


"Terima kasih Ya bu, Infonya. "


"Sama - sama Pak. Gibran. "


.

__ADS_1


.


__ADS_2