Mentari Dan Pak Camat

Mentari Dan Pak Camat
Kekecilan


__ADS_3

"Masa sih, kamu pakaian pada kekecilan semua. Mamah baru bulan kemarin loh, belikan yang baru. " Ucap Mentari sambil memilih pakaian untuk Rinjani.


"Beli lagi saja Mah. " Celetuk Rinjani.


"Harus tiap bulan, belikan kamu pakaian."


"Tubuh Rinjani kan besar Mamah. "


"Dokter bilang apa, diet. Mamah sudah kurangi porsi makan kamu loh, malah kamu diam - diam saat malam, ambil makanan di kulkas, sudah mamah sembunyikan makanan yang buat kamu tambah gendut tetap saja ketemu. "


"Terus, masa Rinjani hanya Pakai dalaman saja. "


"Loh, anak Papah masih belum pakai baju." Tegur Fatih.


"Kata Mamah, pakaian Rinjani kekecilan semua. "


"Masa sih Mah? "


"Lihat, sudah 20 stel pakaian nggak ada yang muat. " Tunjuk Mentari.


"Mustahil." Ucap Fatih sambil mengambil salah satu pakaian dan di pakaikan pada Rinjani.


"Muat Mah. " Ucap Fatih.


"Muat apanya, lihat tuh perut nya, kayak orang hamil terus kelihatan sesak banget. "


"Kamu bisa gerak bebas nggak? " Tanya Fatih pada Rinjani, dan Rinjani menggeleng kan kepala nya.


"Ke Mall yuk, kita beli yang banyak. " Ajak Fatih pada Rinjani.


"Asik, tapi pakai apa pah? "


"Pakai kaos punya Mamah yang biasa di pakai di rumah, sama celana pendek nya. "

__ADS_1


***


Rinjani pun kembali membeli pakaian, dirinya memakai pakaian milik Mamah nya, yang muat ke tubuh nya.


Beberapa stel, kedua nya membelikan untuk Rinjani, tak lupa warna yang harus serba pink.Hingga Rinjani yang kelelahan harus naik kedalam troli belanja yang di dorong oleh Fatih.


"Papah Mamah, stop dulu. " Ucap Rinjani.


"Kenapa sayang? " Tanya Mentari.


"Lapar." Jawab Rinjani.


"Ok, mau makan apa? " Tanya Kembali Mentari.


"Mau makan, chicken cheese, kentang goreng sama burger. " Jawab Rinjani.


"Minum nya, es susu cokelat. " Ucap Rinjani kembali.


"Lemak lagi. " Ucap Mentari.


"No Papah. " Ucap Rinjani.


"Kalau nolak, Rinjani teriak dan nangis." Ucap Rinjani mengancam.


Akhir nya, keduanya masuk kedalam restoran cepat saji membelikan semua yang di ingin kan Rinjani.


"Nah ini baru mantap. " Rinjani makan semua nya, yang dia pesan. Fatih dan Mentari hanya bisa menelan ludah.


"Makan nya pelan - pelan, Papah Mamah nggak akan minta jatah kamu. " Ucap Fatih.


"Pah, mau pizza. "


"Rinjani, perut kamu itu terbuat dari apa sih? ini baru habis sudah minta Pizza, gimana kamu nggak obesitas. " Ucap Fatih.

__ADS_1


"Jangan di paksa, kalau kamu kekenyangan, siapa yang akan gendong kamu nanti. " Ucap Mentari.


"Ayolah please. " Ucap Rinjani memohon.


"No, No pizza. " Ucap Fatih menirukan gaya bicara putri nya.


Rinjani yang kesal dan cemberut, langsung minta pulang, akhirnya Fatih dan Mentari menuruti putri nya, yang kesal karena merasa cukup untuk belanja pakaian, Fatih dan Mentari tidak mampir lagi ke setiap toko, karena hampir toko di mall sudah mereka datangi, hanya untuk membeli pakaian yang berwarna pink.


****


"Moy, kamu Shoping nggak ngajak om. " Ucap Sakti yang sudah ada di rumah kakak nya.


"Om, kita makan yuk, Rinjani traktir. "


"Wuis kemana sayang?"


"Mau pizza, sama Mamah Papah nggak boleh. Tapi nanti Rinjani yang traktir om yang bayar. "


"Yah, itu sih bukan traktir, bilang saja minta bayarin. Minta sana sama Papah, buat beli Pizza. "


"Justru sama Papah nggak boleh, jadi minta nya sama Om. "


"Mas, anak nya nih. " Ucap Sakti.


"Ponakan kamu, baru habiskan chicken chees, burgers, kentang goreng. Sekarang tambah pizza, coba perut kamu masukan semua, gimana rasanya. " Ucap Fatih sambil menyerah kan beberapa paper bag, untuk meminta tolong bawakan.


"Moy, diet kamu. "


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2