
Fatih sudah kembali pulang ke rumah nya, di bantu Pak Slamet dan Pak Syahrul di angkat masuk kedalam kamar nya. Sedangkan Rinjani bersama Ibu Nuri, dan Ibu Hasna menyiapkan di dapur untuk memasak.
"Nanti Ayah sama Ibu, akan sering kesini, barang kali kalian butuh apa - apa. " Ucap Pak Syahrul.
"Makasih Ayah, Ibu maaf merepotkan. " Ucap Fatih.
"Nggak Bakal, merepotkan bagaimana, kalian tinggal bertiga, kondisi kamu begini takut terjadi kenapa - napa, ada mau sesuatu kan ada Rinjani yang masih bayi. " Ucap Pak Slamet.
"Ya udah, Ayah keluar dulu. Barang kali kalian mau istirahat, biar Rinjani sama kami. " Ucap Pak Syahrul.
"Makasih Yah. " Ucap Mentari pada kedua nya.
Sedangkan Mentari mengganti Pampers yang di gunakan Fatih, karena selama perjalanan Fatih merasakan tak nyaman. Dengan hati - hati, Mentari mengganti nya dengan yang baru.
"Yank, maaf ya. "
"Nggak apa - apa Mas, ini kan tugas istri."
"Jadi kamu yang di repot kan sama Mas."
"Hus.. nggak boleh bicara begitu, nggak baik Mas. Jangan suka bicara, merepotkan istri. Ini kan tugas istri, kita sebagai suami istri harus saling membantu. " Ucap Mentari mengusap punggung tangan suami nya.
"Mas, nggak bisa gendong Rinjani. "
"Nanti bisa kok, kalau sudah sembuh total. "
***
"Cayank, nggak di peluk Mamah ya, di peluk nya sama nenek terus. " Mentari berbaring miring sambil mencolek hidung mancung Rinjani.
Baby Giant Rinjani, tersenyum dan terus menatap Mamah nya, Mentari menciumi kedua pipi tembem nya, yang apabila di lihat oleh orang ingin mencubit nya.
"Rinjani, di mandikan dulu, keburu ke sore an, biar sama Ibu. " Ucap Ibu Nuri.
"Ibu pulang aja nggak apa - apa, biar Rinjani saya yang mandikan. Kasihan Ibu pasti capek, Ibu istirahat aja, biar saya yang urus. "
"Kamu nya nggak apa - apa? "
"Nggak apa - apa bu, biar sama Mamah nya aja. Terus juga Mas Fatih kalau butuh sesuatu pasti nanti bilang, dan bisa suruh menunggu."
"Yaudah, Ibu sama Ayah pulang, nanti besok kesini lagi. "
"Makasih sekali lagi. " Ucap Mentari sambil mengantar Ibu Nuri keluar dari kamar nya.
"Kami pamit pulang Tari." Ucap Ibu Hasna.
"Makasih Ibu, Ayah. " Mentari mencium punggung tangan kedua mertua nya, dan kedua orang tua nya.
__ADS_1
Mentari menidurkan Rinjani di dalam kamar mereka berdua, tempat tidur Rinjani sengaja di pindahkan di kamar mereka, agar Mentari tidak bolak balik kalau Fatih membutuhkan sesuatu.
"Sudah pada pulang? " Tanya Fatih.
"Sudah Mas, saya mau mandikan Rinjani dulu, nanti makan nya setelah mandikan Rinjani ya." Jawab Mentari.
"Makan nya nanti saja, Mas ingin ganti pakaian. "
"Iya, nanti ya setelah ini. "
******
"Bu, ini ada santunan dari perusahaan kami, dan kami minta maaf atas kelalaian supir kami, hingga membuat suami Ibu sekarang harus berbaring di atas tempat tidur. " Ucap Pria bernama Pak Hoed, pemilik perusahaan mobil truk yang menabrak Fatih.
"Saya maaf kan Pak, ini kan nggak sengaja. Dan saya pun, mewakili suami saya tidak ada dendam atau marah sama anak buah bapak. Namanya juga musibah, sudah terjadi ya mau gimana lagi. Tapi kami tidak ada dendam atau marah, boleh di bilang clear itu saja. Dan saya juga tidak menuntut supir Bapak, dan kalau bisa jangan pecat ya Pak, kasihan dan nggak di sengaja. "
"Masya Allah Bu, makasih. Kalau begini hati saya lega, tapi saya mohon terima bu santunan dari perusahaan, walau tidak seberapa besar nya, cukup untuk mengganti biaya operasi dan perawatan suami ibu. "
"Saya ucapkan terima kasih banyak ya Pak, saya terima uang nya. Saya dan suami, ketuk palu cukup sampai disini masalah nya, dari awal kejadian juga tidak menyalahkan karena tidak di sengaja."
"Sampai sama supir yang menabrak suami saya, di maafkan. "
*****
"Jadi tadi dari perusahaan supir yang tabrak Mas? "
"Iya, saya bilang di maafkan, cukup sampai sini saja masalah nya, selesai jangan di perpanjang, kita juga nggak terus lanjut hukum nya, kasihan dia juga orang nggak punya Mas, punya keluarga, kalau di pecat makan dari mana, beda sama kita. Keluarga kita, masih di bilang alhamdulillah, cukup. "
"Mas kan bilang, jangan suka dendam. Dia nggak sengaja, walau sekarang kondisi Mas begini. Kalau pun nyawa, saya juga harus ikhlas dia nggak sengaja, mana ada orang mau di kasih musibah ya kan. Saya ikhlas, menerima kondisi suami yang sekarang, masa saya harus menolak. Istri macam apa, ingin enak nya saja. "
"Mas nggak salah pilih kamu, sekali lagi terima kasih sudah selalu ada di sisi Mas, dengan kondisi yang bagaimana pun. "
*****
Rinjani di baringkan di samping Ayah nya, Fatih menatap putri nya yang semakin hari semakin gemuk, hingga pakaian pun banyak yang sudah tidak muat.
"Tubuh kamu jangan gemuk - gemuk sayang, takut obesitas nanti nya. " Ucap Fatih.
"Asi nya lahap, ini kalau udah besar aktif pasti Mas. "
"Pasti, kelihatan banget. "
"Sekarang berat nya berapa ya? "
"10 kilo ada deh Mas, waktu lahir kan 4.5 kilo."
"Nggak mungkin 10 paling 6 kilo an."
__ADS_1
"Tambah berat, Pampers aja bukan ukuran S, malah udah L di kasih M kasihan pres banget."
"Gemuk sih ya, pertama hamil mamah kamu nggak suka nasi, malah ngemil suka nya. Pantes kamu gemuk ya. " Fatih mencubit pelan paha putri nya.
"Gemuk, asupan gizi dari Papah waktu Kalau hamil, jadi kamu sehat ya nak gemuk. " Ucap Mentari.
"Asupan gizi apa yank? "
"Kayak nggak paham aja. "
"Hahahahaha... sumpah nggak paham. "
"Udah ah, jangan di bahas. "
*****
"Maaf ya, jadi harus kesini minta tanda tangan nya. " Ucap Fatih sambil menandatangani beberapa berkas, sambil berbaring.
"Nggak apa - apa pak, mereka mengerti kok, kabar nya juga kan sudah tersebut. " Ucap Pak Husen.
"Sekarang kan, kantor kecamatan sementara di pimpinan Pak Sekmat, nanti tanda tangan dia juga nggak apa - apa, kecuali yang sangat penting seperti ini, harus kesini. "
"Siap Pak, dan mohon ijin minggu depan, ada kegiatan rutin Dharma Wanita kecamatan Bu."
"Oh iya Pak, makasih sudah di ingat kan."
"Sama - sama Bu. "
"Tapi ibu bisa hadir? "
"Insya Allah kalau saya bisa hadir, nanti kalau ada yang butuh sama saya, tinggal hubungi saya saja. "
" Siap Bu."
***
"Mas, ini di group,ada undangan rapat bulanan,gimana balas nggak? "
"Dari group camat ya? "
"Iya,balas aja nggak bisa hadir,karena masih kondisi pemulihan."
"Ok, saya balas Mas. Memangnya ini, nggak bisa di wakil kan ya? "
"Nggak bisa, ini kan harus Camat yang hadir.Rapat rutin bulanan."
.
__ADS_1
.
.