
"Mas."
"Mentari."
"Boleh saya bicara? "
"Disini saja, kamu mau bicara soal apa? "
"Maaf ya Mas, kalau saya lancang. Kemarin di Mall Mas berantem ya sama Tita? "
"Kapan? "
"Mas jangan bohong deh, Mas jujur sama saya, Mas Fatih juga lihat. "
"Kalau iya kenapa? "
"Kamu tahu, Tita itu bukan istri impian, dia selalu mengantur ini itu, dan kamu tahu. Dia hamil, tapi dia itu tidak memperdulikan kehamilan nya. Hanya penampilan buat suami terus yang di utamakan. Kamu tahu, dia sempat minum obat diet, anak dalam kandungan nya kan kena dampak nya. Padahal masih dini sekali usia nya. "
"Jadi keguguran? "
"Tidak, akan terus di pantau. "
"Di mall berantem kenapa? "
"Mas nggak bisa menuruti keinginan nya yang sudah di luar batas. Kemarin Mas susul dia di mall karena melihat notifikasi transaksi yang lumayan besar. Mas sampai hutang koperasi, Mas nggak punya tabungan, dia tidak peduli sedang hamil, padahal melahirkan itu butuh biaya dia tidak berpikir kesana. "
"Sabar ya Mas. "
"Sabar ada batas nya, setelah lahir saya akan ceraikan dia. "
"Mas, jangan begitu. "
"Apa tahan, bila dia hidup nya seperti itu. Hanya penampilan dengan modal yang besar, suka belanja, ini itu, perawatan. Memang buat saya, tapi di kondisikan lah keuangan nya. Gaji saya berapa sih, ini mah habis buat dia semua, sedangkan gaji dia malah simpan rapat. "
"Kok Tita begitu ya? "
"Orang tua nya, selalu ikut campur, saya minta dia ikut sama saya tinggal sama Bapak tapi tidak mau. Saya kira, menerima dia mencintai dia belajar semua nya untuk menerima takdir, tapi apa yang ada, itulah. "
"Mas bicara baik - baik ya sama Tita. "
"Oh, jadi kalian balikan lagi? " Tegur Tita saat selesai mengajar.
"Tita, kami hanya mengobrol. " Ucap Mentari.
"Mengobrol, Mas ini yang saya takut kan, kamu lebih mencintai Mentari dari pada saya."
"Kamu cemburu sama Tari? lihat dia juga sedang hamil, kamu hamil anak saya, berarti saya menikmati menikah sama kamu. "
"Mas, saya seperti ini karena tidak tenang, selagi mantan kamu masih mengajar disini."
"Maaf Tita, saya sudah tidak ada rasa sama suami kamu. Dan katanya, kamu seperti ini tubuh kamu, bahayakan calon anak kamu."Ucap Mentari.
" Kenapa? salah. Saya seperti ini biar Mas Gibran tidak melirik kamu. "
"Tita, kamu salah, dan kamu juga harus terbiasa dengan kondisi suami kamu. "
__ADS_1
"Jangan ikut campur urusan itu, duit suami saya bukan duit suami kamu. "
"Tita, stop. kita bicara di rumah, jangan memalukan seperti ini. " Ucap Gibran menarik tangan Tita.
Mentari diam mematung, Aneka segera menghampiri Mentari, karena mendengar kegaduhan tadi.
"Ada apa? "
"Rumah tangga Mas Gibran tidak sehat. "
"Sudahlah, urusan mereka. "
"Tapi saya di bawa - bawa loh. "
"Di bawa - bawa bagaimana? "
"Tubuh Tita semakin kurus minum pil diet takut suaminya, masih suka sama saya. Kalau lain nya itu sih, bukan urusan saya. Malah selagi saya masih disini, dia nggak akan tenang katanya. "
"Susah, kalau urusan Mantan. "
"Tapi demi Allah loh, saya sudah nggak ada rasa. "
"Tapi kita nggak tahu perasaan Gibran, bahkan Tita kan nggak tahu. "
"Kamu bela dia, nggak bela saya? "
"Bukan begitu, tapi kan secara pandangan mata, ya begitu. "
"Kita sama - sama, hamil sama suami sendiri saja, masih curiga terus. "
*****
"Oh,Mas Gibran minta cerai, ok nggak apa - apa, mau jadi pebinor ya silahkan.Mau balikan sama Mentari silahkan,tapi ingat masalah ini akan saya naikan ke Kepala Dinas, karena ada motif perselingkuhan,biar kalian kena sanksi."
"Kamu mengancam saya,iya mengancam saya hah..."
"Iya,kamu itu tidak bisa bahagia kan istri,orang tua saya menyesal menikah kan saya sama kamu. Sudah anak petani, uang nggak ada, gimana mau menuruti keinginan istri.Tabungan di ambil saja,ngomel terus."
"Bukan suami kamu pelit, tapi kita juga harus hemat,harus punya tabungan, kamu hamil, butuh biaya buat melahirkan.Dan kemarin habis berapa, buat ke dokter karena keteledoran kamu,diet untuk suami agar ini mata tidak melirik terus ke mantan, ya kan?"
*****
"Yank, minta buatkan kopi dong, Mas ingin minum kopi. Sama biskuit kelapa, masih nggak? "
"Masih Mas, kopi nya sisa yang kopi susu, kopi hitam nya habis. "
"Ya udah nggak apa - apa, biskuit nya jangan lupa. "
Mentari membuat kan kopi sesuai permintaan suami nya, dan membawakan satu toples biskuit kelapa.
"Mas, nanti besok jadwal cek kandungan."
"Ke tempat praktek nya aja ya, jangan ke rumah sakit. Besok Mas ada tamu di kantor."
"Nggak apa - apa, nanti besok saya daftar dulu biar nggak antri lama. "
__ADS_1
"Iya, di atur saja, nomer nya ada kan? "
"Ada kok. "
"Mas." Ucap mentari kembali.
"Kenapa? "
"Ternyata, rumah tangga Mas Gibran sama Tita sedang tidak sehat. "
"Terus? "
"Mas harus tahu, kalau saya ini terlibat loh. "
"Terlibat bagaimana? " Tanya Fatih dengan mimik serius.
"Mas tahu, kan tubuh Tita semakin kurus, saat hamil. seperti tersiksa banget. Dia minum pil diet. "
"Terus, terlibat nya dimana? "
"Dia begitu, takut suami nya melirik ke saya Mas. Karena kita masih satu sekolah, Tita takut saja. "
"Siapkan berkas kamu, nanti Mas urus surat pindah kamu. "
"Kok pindah Mas? "
"Ya ini jalan satu - satu nya, kamu lebih baik pindah. "
"Mas, saya nggak salah. "
"Ayank, sayang. Dengar kata Mas. Mantan namanya, kalau masih satu atap , bagaimana nggak takut si istri sah, begitu sebaliknya kalau mas masih satu atap sama Neli walau profesional kerja, tetap saja kan kamu cemburu. Nah Tita itu yang sedang dirasakan. Besok siap kan berkas nya, Mas bantu proses pindah tugas nya. "
"Tapi pindah ke SMP mana? "
"Terserah Ayank, mau pindah ke SMP mana."
"Mas, disana itu awal honor sampai diangkat loh, Mas usulkan saja mereka berdua yang pindah. Mas kan kenal sama kepala Dinas nya pasti kan, Atau Syahrul pasti kenal juga."
"Kamu yang pindah sayang, dari pada di tuduh pelakor? Mas nggak mau, kamu kena fitnah. Cukup Mas aja yang kena Fitnah kemarin, besok siapkan ya. "
"Iya Mas, tapi sambil mikir pindah nya ke mana. "
"Mas kasih waktu seminggu, biar nanti tujuan pindah nya ke SMP mana. "
"Iya, tapi jangan buru - buru. "
"Pokok nya, bulan sekarang, harus sudah maju usulan berkas pindah nya. "
"Iya Mas. "
"Bagus, istri pintar. Mas percaya sama Ayank, tapi ini jalan terbaik buat Ayank dan rumah tangga kita. "
"Iya Mas, Mentari paham. "
.
__ADS_1
.
.