Mentari Dan Pak Camat

Mentari Dan Pak Camat
Tempat Baru


__ADS_3

"Loh kok Mas, udah pulang. Biasanya duluan saya. " Ucap Mentari lalu meletakkan tas nya di atas meja.


"Gara - gara Ayank, Mas bolak balik kamar mandi. "


"Gara - gara, saya!! Memang nya, saya salah apa? "


"Sok belaga nggak salah, pagi Mas kan kenyang, suruh makan bubur di paksa sama Ayank. "


"Salahkan bubur nya, jangan salah kan Ayank. Mas sih, nurut aja sama perintah istri, jadi suami harus tegas."


"Ini bini, kudu di karantina ya, bilang kudu tegas, nggak di turutin malah ngambek. "


"Terus, sekarang perut nya gimana? "


"Tinggal lemes nya aja, tadi udah minum obat."


"Pasti tuh bubur di kasih racun. " Celetuk Mentari.


"Bubur nya, nggak ada apa - apa, tadi pagi kan sarapan seafood itu enak banget mungkin pengaruh bumbu jadi perut begini. "


"Makan nya jangan rakus, itu perut tambah buncit. "


"Ayank.... kamu mah ah... begitu. "


Mentari tersenyum puas dan langsung masuk kedalam kamar nya.


*****


"Alhamdulillah, SK akhirnya turun juga. "


"Selamat, bertugas di tempat yang baru Tari." Ucap Aneke.


"Makasih ya, saya bakalan kangen sama tempat ini. "


"Nanti sering main kesini ya. "


"Pasti, pasti sewaktu-waktu bakalan main kesini. "


"Mentari."


"Mas Gibran. "


"Sk nya udah turun ya? "


"Iya, udah turun, kenapa Mas? "


"Nggak apa - apa, selamat bertugas di tempat yang baru, semoga betah ya. "


"Iya Mas, makasih ya. "


"Sama - sama. "


"Ehm, kalian kalau mau bicara saya pergi. " Ucap Aneke.


"Jangan, kita nggak mau bicara berdua. " Ucap Gibran.


"Maaf kan Mas, kalau pindah nya kamu ini karena Mas dan Tita. "


"Sudah Mas, jangan di ungkit. Sekarang gimana rumah tangga sama Tita? "


"Nggak bisa di lanjut kan, Mas sekarang udah pisah ranjang. "


"Astagfirullah, Pak Gibran maaf ya sebelum nya, kan sedang hamil Pak, nggak boleh di talak. " Ucap Aneke.


"Nggak, saya belum talak. Saya keluar dari rumah, dia minta saya yang keluar. Dan minta setelah anak kami lahir, minta cerai. "


"Mas, kok rumah tangga Mas begini? "


"Ya mau gimana lagi. "

__ADS_1


*****


"Tita."


"Ada apa, mau pamit? semoga betah ya di tempat tugas yang baru. "


"Terima kasih, ehmmm.. Tita, kamu sama Mas Gibran. "


"Kita akan cerai, barang kali kamu mau dekat silakan. "


"Kamu nggak kasihan sama anak kamu? "


"Saya masih mampu kok, buat besarkan anak ini. " Ucap Tita sambil menunjuk perut nya yang sama buncit seperti Mentari.


"Jangan begitu, bagaimana juga kan anak kamu butuh kasih sayang orang tua lengkap."


"Saya tahu, tapi saya tidak akan batasi gerak Ayah nya untuk ketemu sama anak nya. "


"Seharusnya kamu pikir kan lagi. "


"Ini sudah saya pikir kan seribu kali, walau kita belajar untuk saling menerima dan mencintai, tidak akan bisa Mentari. Saya sudah capek, dan Mas Gibran pun sudah capek. Saya minta maaf, kalau saya terlalu cemburu sama kamu, tapi rumah tangga kami seperti ini, saya tidak menyalahkan kamu seratus persen. "


"Semoga, masih ada kesempatan. "


"Nggak, tidak ada. Sudah final kita, sampai disini."


*****


"Apa kamu tidak bisa perbaiki rumah tangga dengan Tita? " Tanya Pak Harun.


"Tidak bisa Pak, kita sudah ambil keputusan." Jawab Gibran.


"Bapak salah, salah sudah menjodohkan kamu sama Tita, bapak menyesal kenapa tidak berusaha membantu kamu, untuk mempertahankan hubungan kamu sama Mentari. "


"Sudah Pak, sekarang Mentari sudah bahagia sama suami nya. "


"Bapak jangan memikirkan bagaimana ke depan nya, saya ini laki - laki Pak, tenang saja jangan di pikirkan. "


*****


"Selamat bergabung di SMPN unggulan Panaran."


"Terima kasih Pak, sudah di terima disini."


"Sama - sama, nanti sama Pak Ahmad, dia kurikulum di sekolah ini. Nanti jam nya, bisa di tanyakan pada beliau. "


"Siap Pak, nanti saya akan temui Pak Ahmad."


Mentari pun duduk di kursi yang sudah di siapkan oleh Pak Ahmad, dan membaca jadwal mengajar yang sudah di buatkan.


"Bu, salam kenal. Saya Linda. "


"Walaikumsalam, saya Mentari. "


"Ibu ngajar apa? "


"Saya guru Ilmu Pengetahuan Sosial. "


"Kalau saya, guru Bahasa Inggris."


"Semoga kita bisa jadi teman baik ya bu. " Ucap Mentari.


"Iya Bu, semua nya asik - asik kok, kalau sudah kenal. "


*****


"Yank, minum susu apa? " Mentari membaca kotak susu di atas meja, saat melihat suami nya sedang meminum susu.


"Susu buat bentuk tubuh seperti dulu, di campur olahraga juga. "

__ADS_1


"Memang dulu, selalu minun ini ya? "


"Iya, tapi harus di barengi sama olahraga. "


"Biar keren lagi ya, kalau di lihat. "


"Iyalah, nggak enak gemuk tuh sering capek. Nggak bisa lari gemuk begini, susah lari nya. "


"Mas gampang gemuk, gampang kurus nya ya? "


"Iya, gampang gemuk gampang kurus."


"Mas, mau cerita boleh. "


"Cerita apa? Mas mau tanya dulu. Gimana di sekolah yang baru? "


"Asik Mas, udah dapat teman dekat namanya Linda. Dia guru bahas Inggris. "


"Syukur kalau begitu, sekarang mau cerita apa? "


"Mas, ternyata Mas Gibran sudah pisah ranjang. "


"Terus? "


"Neli bilang, rumah tangga nya tidak salah saya sepenuhnya. "


"Terus? "


"Ya itu aja sih. "


"Sekarang kan, sudah pindah. Nggak akan lagi, tahu masalah mereka. "


"Mas Gibran juga bilang, katanya saya pindah karena dia. "


"Mending ngaku, sekarang udah ya jangan urus masalah mereka. Sekarang, urus masalah rumah tangga sendiri aja ok sayang."


"Ok sayang. "


*****


"Mas, ih lucu baju cewek nya. "


"Anak kita kan, belum tahu cewek atau cowok nya, jadi nanti ya."


"Tapi bagus Mas ini, lucu banget. Warna pink lagi. "


"Tapi kan belum kelihatan sayang. "


"Bagus Mas. "


"Nanti lagi sayang. "


"Ya Mas sih, nggak asik. "


"Tuh, kalau di bilangin, ngeyel. Beli aja lingerie yang baru. "


"Buat apa? Lingerie banyak. "


"Lingerie kesukaan Mas kan sobek. "


"Sobek, orang main paksa aja. Udah tahu lagi hamil, suruh pakai Lingerie, nggak cocok tahu.'


" Ya kan bahanya All size itu Yank. "


"Beli yang Allah Size bisa melar, tapi kalau main paksa yang robek, udah tahu bahan nya tipis. "


"Habis gemes tahu, pas pakai lingerie, udah perut nya buncit, badan berisi ih.. gemes. " Ucap Fatih mencubit kedua pipi Mentari.


"Sakit tahu Mas. " Mentari memegang kedua pipi nya.

__ADS_1


__ADS_2