Mentari Dan Pak Camat

Mentari Dan Pak Camat
Karena Dia


__ADS_3

Pak Syahrul datang ke kantor kecamatan, bersama ketua DPRD Pak Nasroni. Terlihat masih dalam penjagaan ketat, bahkan masa sudah mulai berkurang, namun masih ada beberapa yang tetap tinggal.


"Pak Kapolsek dan Pak Danramil, bagaimana ini? Saya terus terang tidak terima, atas tuduhan pada anak saya. Sekarang saya mau provokator nya di tuntut, dan cari dalang nya." Ucap Pak Syahrul.


"Tenang Pak, kami sedang usut kasus nya, dan beberapa orang sudah kami aman kan, mereka kami curigai adalah orang bayaran, yang sengaja mengajak masa, dan membuat berita palsu, sehingga membuat warga marah." Ucap Pak Ketut, Kapolsek Panaran.


"Benar Pak Syahrul, sekarang mereka sudah berada di kantor polisi, bahkan di rumah sakit, pun di jaga ketat disana. " Ucap Kapten Arya.


"Anak buah saya, akan ikut membantu kasus ini."


*******


Mentari tertidur, saat setelah di berikan obat. Janin nya berhasil di selamat kan, dan membuat hati Fatih tenang.


Fatih dan Mentari berada dalam satu kamar rawat, luka Fatih pun sudah di obati, tinggal sisa rasa sakit nya.


"Fatih, bagaimana Mentari? " Tanya Ibu hasna Hasna.


"Alhamdulillah, selamat semua nya. " Jawab Fatih.


"Mentari, nak. Ya Allah kamu kenapa nekat banget. " Isak Ibu Nuri.


"Janin nya selamat Bu. " Ucap Fatih.


"Ayah nggak akan terima, mereka harus di tuntut. " Ucap Pak Slamet.


"Fatih juga nggak paham, bagaimana ini bisa terjadi. Dan masa begitu banyak, kalau benar ada yang menghasut mereka, hebat benar bisa ribuan masa. "


"Ayah yakin, pasti ada orang yang menghasut."


****


Fatih berkacak pinggang, saat ketiga orang yang telah di tetapkan sebagai provokator. Mereka yang tadi nya, berkoar - koar diam tak bergeming.


"Kalian di bayar berapa? dan tahu apa tentang dana perbaikan jalan. " Tanya Fatih.


"Jawab...!!! " Bentak Fatih.


Mereka tetap diam, hingga meja pun di gebrak oleh Pak Kapolsek, dan membuat ketiga nya kaget.


"Cepat, katakan...!!! kalau diam, tongkat ini akan melayang. " Bentak Pak Kapolsek.


"Karena kalian, istri saya masuk rumah sakit, dan lihat kening saya, ini ulah kalian. " Ucap Fatih sambil menunjuk kening nya yang luka di tutupi oleh plester.


"Sini Pak, tongkat nya biar saya pukul mereka." Fatih mengambil tongkat dari tangan Pak Kapolsek, dan segera di layangkan namun ketiga nya meminta ampun, saat tongkat sudah berada di atas kepala mereka.


"Jangan Pak, ampun. " Ucap pria bertubuh gempal.


"Katakan, kalian di bayar berapa? siapa juga yang meminta kalian untuk membuat berita palsu, dan saya yang di jadikan sasaran nya." Ucap Fatih.

__ADS_1


"Kami memang di bayar, untuk sampaikan berita hoaks itu. " Ucap Pria bertubuh gempal.


"Katakan siapa? " Tanya Pak Danramil.


"Kami di bayar, 200 juta, untuk sandiwara ini." Jawab pria di samping nya.


"Siapa? " Tanya Fatih.


"Mantan calon mertua Pak Camat. " Jawab nya.


****


"Mas Fatih, hiks.. hiks.. " Isak Mentari langsung memeluk tubuh suami nya.


"Mas, nggak apa - apa kan? " Tanya Mentari sambil memeriksa tubuh suami nya.


"Mas baik - baik saja, hanya luka di kening. Malah kamu yang hampir kehilangan bayi kita." Jawab Fatih sambil memegang perut Mentari.


"Saya khawatir sama Mas, masa begitu banyak nya, takut Mas sampai kenapa - napa."


"Kamu harus percaya sama suami, tidak akan terjadi apa - apa. "


"Mas nggak melakukan korupsi kan? Mas itu orang jujur. "


"Nggak sayang, Mas tidak pernah mencicipi secuil uang negara. Mas punya uang sendiri, yang cukup buat kasih makan istri. Mas di fitnah, mungkin karena Mas membuat sakit hati orang, hingga tidak terima."


"Ada, nanti juga kamu tahu. "


"Mas, apa ini resiko, menjadi seorang pemimpin? "


"Orang seperti Mas, menjabat sebagai Camat itu berat, apalagi seorang presiden yang memimpin rakyat nya yang jutaan orang. Kalau Mas orang nya jujur, pasti bisa menyelesaikan tugas berat ini. "


*****


"Kalian jangan sembarangan bicara ya, kalian itu Polisi seharusnya bisa membedakan mana fitnah mana bukan. " Ucap Ibu Lika.


"Maaf Bu, lebih baik di jelaskan di kantor Polisi. " Ucap seorang Polisi.


"Nggak, saya tidak mau. Karena saya tidak salah. "


"Kalau Ibu tidak salah, Ibu ikut dulu sama kami. "


Neli menatap Ibu nya dari jauh, dengan marah karena sikap nya, sehingga menjadi perpecahan.


"Bund, Bunda itu tega ya, seharusnya Bunda itu tidak melakukan hal seperti ini, Bunda tahu, apa yang di lakukan Bunda, akan merugikan banyak orang, Neli nggak kebayang, Bunda tega melakukan nya. "


"Cukup Neli, ini semua nya itu buat kamu, bukan buat Bunda. "


"Tapi saya tidak setuju, dan saya minta untuk jalan sendiri, tanpa bantuan orang lain. Selagi diri saya benar, saya akan biarkan Bunda mendekam di penjara. "

__ADS_1


"Neli, kamu itu anak Bunda, seharusnya kamu dukung Bunda. "


"Tidak, saya tidak akan mendukung atau membela Bunda. Salah tetap salah, Bunda itu sudah buat Neli kecewa. "


"Neli, kamu mau kemana Neli..!! " Neli pergi meninggalkan Bunda nya, dengan rasa kecewa yang sangat besar.


*****


"Kenapa, kenapa Tante tega sama Fatih. Tante tahu, sudah membangun kan ribuan harimau. Tante akan di benci, atas adu domba Tante. "


"Tante kecewa sama kamu, setelah kamu sakiti Neli, Tante nggak akan ikhlas. "


"Tante boleh kecewa sama saya, tapi bukan begini caranya. Tante sudah hampir membunuh saya dan istri saya. Ingat Tante, walau Tante bebas, tapi di akhirat nanti, Tante akan mendapatkan balasan nya. "


"Tapi Tante tidak menyesal, karena Tante puas, bahwa kamu tersudut kan, berarti Tante hebat, dan bisa membuat sekejap saja, orang - orang benci sama kamu. "


"Semoga Tante cepat bertaubat. "


*****


"Jadi Tante Lika, jahat banget dia. "


"Sekarang, Tante Lika sudah ada di kantor Polisi, untuk di mintai keterangan. Mas juga nggak menyangka saja, kalau dia berbuat seperti itu. "


Braaaakkk


Plaaaaakkk


Pak Syahrul menampar pipi Fatih, hingga Ibu Hasna hanya bisa melihat nya, dengan kedua mata nya yang berkaca - kaca.


"Ini semua karena kamu yang memulai nya, Ayah juga bilang apa, waktu dulu. Kamu jangan berhubungan lagi sama Neli, ini akibat ulah kamu, bukan salah Lika seratus persen." Bentak Pak Syahrul.


"Maafkan saya Ayah, maaf kan saya Bu. Saya salah, tidak menurut apa kata Ayah sama Ibu." Ucap Fatih.


"Kalau ingat kesalahan, bukan hanya Mas Fatih tapi saya juga salah. Mungkin pantas dia marah. "Ucap Mentari.


" Ayah, minta jangan pernah berhubungan lagi , Ayah sudah muak. Dan misal tahu, kamu nekad, kamu siap - siap saja, Ayah laporkan agar kamu biar di pecat. "


*****


"Yang sehat - sehat sayang, maaf kan Papah ya nak, maaf . "


"Mas, kapan boleh pulang? "


"Nanti nunggu Dokter ya, kenapa? "


.


.

__ADS_1


__ADS_2