
"Kenapa tadi itu senyum - senyum sama Neli, apa kurang senyum nya istri Mas yang cantik."Ucap Mentari kesal sambil mencabuti kelopak bunga mawar pemberian dari Neli.
" Kan tadi akhir kata, Mas bilang apa. "Ucap Fatih dengan tetap bicara nada pelan.
"Lagian, itu si Mak Lampir tahu Mas disini, ada saja yang kasih info nya. Jangan - jangan di rumah sakit ini juga, ada mata - mata nya nih." Celetuk Mentari.
"Terus, itu kelopak bunga mawar nya buat apa?"
"Buat mandiin dia, biar aura negatifnya itu pada hilang. "
Fatih tersenyum dan merasakan sangat gemas, melihat istri nya yang sedang di landa cemburu berat.
"Masya Allah, ini kelopak bunga buat apa? " Tanya Ibu Hasna yang baru datang.
"Buat mandiin mantan nya Mas Fatih, sisa nya buat tabur bunga di atas pusara mantan nya." Mentari langsung memasukkan ke dalam plastik dan di buang di tempat sampah.
"Maksud kamu, Neli? " Tanya Ibu Hasna.
"Ya siapa lagi, kalau bukan Neli." Jawab Mentari kesal, dan di senyumin oleh ibu mertua nya.
"Terus , Fatih nya gimana? "
"Senyum dia Bu sama Neli. "
"Benar begitu Fatih? "
"Ya kan, orang tuh harus ramah. Namanya juga jalin silahturahmi. "
"Jalin silahturahmi juga boleh, tapi kan namanya juga mantan, harus bisa jaga perasaan istri kamu."
"Tuh dengar nggak. " Ucap Mentari.
"Salah lagi, iya salah. Terus nanti di pintu, bagi yang namanya Neli, di larang masuk." Ucap Fatih hingga membuat Ibu Hasna tertawa terkekeh.
*****
Fatih sudah pulang dari rumah sakit, tubuh nya kini sudah bisa bergerak miring ke kiri dan kanan. Dan Fatih pun sedikit sudah bisa untuk duduk.
Rinjani yang sudah masuk usia 7 bulan pas, duduk di depan Papah nya, Fatih bermain dengan putri semata wayang nya, sembari bernyanyi dan Rinjani tertawa sambil bertepuk tangan.
"Eh.. kesayangan Mamah, lagi apa nih? " Ucap Mentari sambil membawa obat untuk Fatih.
Saat Mentari memberikan obat untuk Fatih, Rinjani menunjuk yang ada di tangan Mamah nya, hingga merangkak dan ingin mengambil nya.
"Ini obat sayang, buat Papah. " Ucap Mentari.
Rinjani merengek, dan naik ke atas Papah nya, Fatih yang belum kuat mengangkat dan memegang tubuh Rinjani, meminta Mentari untuk menunda memberikan obat nya.
"Yank, bawa Rinjani dulu, biar Mas minum obat sendiri. "
"Ya Mas, kita main di belakang yuk. " Ajak Mentari menggendong tubuh Rinjani.
Mentari membawa Rinjani bermain di halaman belakang, terlihat Sakti sedang memanjat pohon mangga.
"Om, mangga nya banyak yang matang? " Tanya Mentari.
"Banyak nih, paling atas. " Jawab Sakti dari atas pohon.
__ADS_1
Rinjani mendongak ke atas, dan menjerit seakan memanggil Om nya, Rinjani tertawa saat Sakti melambaikan tangan nya.
"Mba, awas Sakti mau jatuhin karungnya."
Mentari pun menyingkir dari dekat pohon mangga, karung yang di jatuh kan Sakti pun jatuh bersama isinya.
"Om ada yang pecah mangga nya, tuh banyak."
"Yang pecah langsung di kupas aja mba."
"Nanti kamu kupasin, oh iya nanti kalau pulang, mampir ya di rumah orang tua Mas Fatih, kasih mangga buat mereka. "
"Siap mba. "
****
"Mangga di belakang ya? " Tanya Fatih sambil mengunyah buah mangga.
"Iya, tadi Sakti yang ambil naik ke pohon." Jawab Mentari.
"Sakti mana? "
"Pulang, sambil suruh mampir ke rumah orang tua Mas. "
"Nah, Rinjani sama siapa? "
"Rinjani tidur, kelelahan habis main sama Om nya. "
"Yank."
"Hmmm."
"Mas, kalau bablas gimana? Mas belum bisa goyang, kalau saya yang goyang, nanti takut geser. "
"Ini saja yank. " Fatih mengambil buah yang sudah di gigit nya di suapin langsung ke Mentari.
"Ciuman saja ya. "
"Ah... Ayank, yaudah. " Mentari mendekatkan bibir nya pada bibir Fatih, mereka pun saling berciuman dan saling *******, namun ciuman nya langsung berhenti, karena kedua nya sama - sama sudah bergejolak.
"Saya akan tahan, Mas juga tahan ya. " Ucap Mentari sambil memegang kedua pipi suami nya.
"I love you. " Ucap Fatih.
"I love you too." Ucap Mentari.
*****
"Mas, saya pulang telat, ada rapat. Nanti kalau Rinjani rewel, panggil Ibu saja. "
"Iya sayang, Rinjani pampers nya jangan jauh - jauh dari Mas, sama makanan nya. "
"Iya, Mas duduk nya dekat nakas, biar mudah ambil nya. Tapi kalau darurat, panggil Ibu saja."
Rinjani merentang kan kedua tangan nya, namun Mentari hanya mencium kening dan kedua pipi nya.
"Mamah mau berangkat mengajar dulu, sama Papah ya, jangan nakal."
__ADS_1
"Kiss bye sayang sama Mamah. " Ucap Fatih mengajarkan kiss bye pada Rinjani.
"Dadah.. sayang. " Ucap mentari setelah mencium punggung tangan suami nya.
*****
Fatih menyalakan televisi, menonton tayangan kartun. Rinjani menyukai kartun tikus dan kucing yang selalu bertengkar.
Sambil memegang botol susu nya, Rinjani berbaring di samping Papah nya, dengan kaki kanan nya di taruh di atas perut Fatih. Dan Fatih memijat kaki Rinjani.
Tak lama, Rinjani tertidur pulas, dan Fatih mengambil botol susunya, tak lupa Fatih mencium kening Rinjani.
"Kamu tambah gemes aja sayang, kalau Papah sudah bisa jalan kamu Papah ajak ke Mall, beli mainan dan banyak lagi."
*****
"Maaf ya, saya belum bisa kerja.Jadi kerja dari rumah saja, kalau mau rapat ada saya, bisa pakai zoom saja. " Ucap Fatih sambil menandatangani beberapa berkas, yang di bawa Pak Sekmat Masduki.
"Nggak apa - apa Pak, dan saya senang Bapak sudah ada perubahan. " Ucap Pak Masduki.
"Alhamdulillah Pak, saya juga nggak enak, kelamaan di rumah. "
"Nggak apa - apa Pak, kita semua mengerti."
"Terima kasih, sudah bekerja sama dengan baik. " Ucap Fatih.
"Sama - sama Pak. "
*****
"Capek banget ya? " Fatih memijat kedua bahu Mentari.
"Iya Mas, capek banget . Tadi rapatnya sampai sore, sampai buat kepala pusing."
"Besok kan hari libur, istirahat jangan masak lagi "
"Terus makan nya gimana? "
"Kita pesan online saja."
"Yaudah, kalau gitu. "
Mentari melihat Rinjani masih menonton acara favorit nya, seperti biasa balita super montok ini sedang asik - asik nya, dan belum juga mengantuk.
"Nak, bobo ya sudah jam 9 malam." Ucap Mentari.
"Tadi tidur, dari jam 11 siang, baru bangun Ashar " Ucap Fatih.
"Malam nya banyak bergadang, siang nya tidur."
"Yang penting tidak rewel saja. "
Botol pun di lempar ke arah Papah nya, botol yang kosong, Rinjani pun bangun dan duduk langsung merangkak mendekati Mamah nya.
"Kenapa sayang? mau tidur di kamar Rinjani atau tidur di sini. " Ucap Mentari.
Rinjani menggunakan bahas bayi, dan menciumi dagu mamah nya.
__ADS_1
"Geli sayang, malam ya kita bobo."