Mentari Dan Pak Camat

Mentari Dan Pak Camat
Kehamilan Muda


__ADS_3

"Selamat Pak Bu, janin nya masuk usia 1 bulan, nanti di jaga ya karena masih rawan. " Ucap Dokter Caroline, Dokter spesialis kandungan.


"Alhamdulillah, untuk kondisi istri saya bagaimana Dok? soalnya dia nggak mau makan nasi. " Ucap Fatih.


"Wajar Pak, banyak yang seperti ini. Tapi di usahakan jangan sama sekali tidak masuk nasi karena kurang nya tenaga. Kalau sama sekali, tidak bisa boleh di ganti sama kentang rebus, biar untuk tenaga. "


"Saya masuk nya, roti baru bisa masuk. "Ucap Mentari.


"Nggak apa - apa, kalau bisa sedikit saja ya masuk nasi. "


"Kalau begitu, bisa minta di kasih vitamin, biar anak sama istri saya, sehat tidak ada masalah."


"Nanti saya tulis kan resep nya. "


****


"Mas, laper. "


"Mau makan apa sayang? "


"Apa ya, mau makan sate sapi. "


"Kita cari ya, mau makan di rumah apa di tempat?"


"Makan ditempat. "


Fatih pun mengarahkan mobil nya, mencari penjual sate sapi, dan akhirnya penjual sate sapi yang di cari pun di temukan.


"Pak Sate sapi 20 tusuk, sama lontong. "


"Mas, jangan 20 tusuk, 50 tusuk. "


"Hah.. yang benar? "


"20 tusuk kurang, Mas aja 10 saya 10."


"Terus lontong nya berapa? "


"Lontong nya 5, saya 3 Mas 2."


"Pak, sesuai pesanan nyonya, sate 50 tusuk lontong 5."


"Baik Mas. "


Fatih mengambil dua mineral botol dingin dari showcase, dan membuka kan untuk Mentari. Mentari tidak langsung meminum nya, tapi mengemil kacang kulit sangrai yang tersedia di meja.


"Alhamdulillah, nggak doyan nasi juga masuk segala macam makanan. Tapi lontong juga nasi Yank, kok masuk? "


"Kan beda Mas, mungkin nggak bau banget karena pakai daun ya. "


Fatih mengusap perut Mentari, tanpa risih karena posisi mereka memunggungi para pembeli lain nya.


"Mas, Mba sate nya. " Ucap pelayan warung sate.


"Suapin." Ucap Mentari yang tiba - tiba manja, dengan telaten Fatih menyuapi Mentari.


"Mas, nanti stok buah yang banyak ya. "


"Iya, mau buah apa? "


"Macam - macam, yang penting ada mangga."


"Mangga muda atau matang? "


"Sedang aja Mas. "


"Siap nyonya. "


*****


"Aneka, boleh minta tolong minta File daftar siswa ada? "


"Ada, nanti saya kirim. "

__ADS_1


Mentari duduk, dan langsung mengemil berupa chiki dan tersedia juga cokelat, bahkan buah pun di bawa nya untuk bekel.


"Wah bumil makan aja, lihat tuh Tita dia mual - mual terus, sampai Gibran selalu di samping dia terus. "


Mentari melihat Gibran yang selalu siaga di Samping istri nya, Mentari tersenyum lalu mengalihkan. pandang nya kembali.


"Tita sangat beruntung, memiliki suami seperti Mas Gibran. "


"Kamu juga beruntung, mendapatkan suami seperti Pak Camat. "


"Alhamdulillah."


*****


Saat baru sampai rumah, melihat di teras rumah sudah ada Ibu Nuri, Mentari langsung menghampiri Ibu nya, yang datang sendiri.


"Assalamu'alaikum Ibu . " Sapa Mentari langsung mencium punggung tangan Ibu nya.


"Walaikumsalam." Balas Ibu Nuri.


"Kok Ibu nggak bilang sih, kalau mau kesini. "


"Kejutan, Ibu hanya ingin kasih kamu kue buatan Ibu. "


"Ya ampun Ibu, repotin. "


"Nggak apa - apa, sengaja kok buat kamu sama Fatih. "


"Masuk bu. " Ajak Mentari, sambil membawa kue buatan Ibu nya ke dapur.


"Suami kamu pulang jam berapa ? "


"Kalau jam segini belum pulang, paling cari lauk dulu bu. '


" Kamu nggak masak? "


"Selama hamil nggak boleh masak sama Mas Fatih, biar dia cari lauk atau masak kalau sempat. "


"Kan nggak masuk nasi, paling kentang, roti atau cemilan."


"Mual nya bagaimana? "


"Tiap pagi Bu. "


"Waktu dulu, Ibu sih total banget nggak masuk apa - apa saat hamil kamu. "


"Kalau Mentari hanya nasi aja Bu, yang nggak masuk. "


*****


"Kue dari siapa? " Tanya Fatih sambil mengambil potongan kue bolu.


"Dari Ibu, tadi kesini sini. " Jawab Mentari.


"Terus, Ibu pulang sama siapa? "


"Sendiri Mas. "


"Loh kenapa nggak nunggu Mas aja sih, masa pulang sendiri. "


"Ibu sebentar Mas, dia nggak mau nunggu Mas. "


"Seharusnya nunggu Mas, masa pulang sendirian. "


"Ya Ibu yang minta. "


"Yank, di kantong seragam PDH mas, tolong lihatin kalau ada sesuatu di dalam nya kamu ambil ya, takut kegiling di dalam mesin cuci."


"Ada duit ya? "


"Periksa aja, soalnya Mas lupa ambil."


Mentari pun memeriksa seragam PDH milik Fatih yang sudah ada di dalam keranjang cucian, dan saat merogoh nya, Mentari menemukan sebuah kalung Mas.

__ADS_1


"Mas, ini kalung siapa? "


"Punya Mamah, Papah belikan untuk Mamah."


"Serius!! "


Fatih berjalan mendekat dan memasang kan kalung di leher Mentari, Kalung Mas dengan liontin hati membuat terlihat cantik di leher Mentari.


"Mas, makasih ya. "


"Sama - sama sayang, itu hadiah dari Mas, karena Ayank sudah mengandung anak Mas."


"Ah... Mas, kamu romantis banget. " Mentari memeluk tubuh Fatih.


"Mas hanya bisa memberikan ini, belum bisa memberikan yang lain nya. "


"Di belikan kalung, juga sudah senang Mas, makasih ya. "


"Sama - sama sayang. "


*****


"Tita, kamu pucat? " Tanya Mentari menghampiri nya.


"Nggak tahu, bawanya pusing, meriang begini." Jawab Tita.


"Kamu bisa makan lain nya kan? "


"Nggak, hanya satu suap saja. "


"Sudah periksa ke Dokter? "


"Sudah, hanya saja kehamilan saya, bermasalah karena kesehatan. "


"Kamu sakit? "


"Hanya sakit biasa. "


"Jangan di anggap remeh, kalau sakit saat hamil. Takut mengganggu kehamilan kamu."


"Saya harus kuat, sampai anak saya lahir. "


"Semoga lancar ya. "


Mentari berjalan ke meja nya, namun di ruangan lain, Mentari mendengar percakapan Gibran, dan pengurus koperasi sekolah.


"20 juta, ambil 20 bulan. " Udah Gibran.


"Mas Gibran, kok tumben pinjam koperasi, dia kan nggak pernah pinjam uang. Ah.. bodo amat, bukan urusan saya. Tapi, saya kok penasaran ya. "


****


"Mas." Panggil Mentari saat akan masuk kelas, dan kebetulan jam mengajar Gibran ada di samping kelas nya.


"Kenapa Mentari? "


"Mas, maaf kalau saya tanya. "


"Ada apa ya? "


"Mas, punya masalah dalam rumah tangga? "


"Nggak, malah kami bahagia. "


"Mas, kenapa Mas pinjam uang? "


"Siapa yang pinjam uang, kamu sok tahu."


"Maaf Mas, kalau saya lancang, Tita sakit apa ya? "


"Nggak sakit, hanya ngidam dia. " Gibran langsung masuk kedalam kelas nya.


"Bodohnya, kenapa saya tanya - tanya masalah pribadi ya, ih kenapa juga jiwa kepo saya keluar. "

__ADS_1


__ADS_2